2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025

Chusmeru by Chusmeru
December 29, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BANYAK harapan dari pemangku kepentingan di sektor pariwisata pada tahun 2025. Meski berbeda cara, harapan itu hampir sama. Peningkatan angka kunjungan wisatawan dan pendapatan dari sektor pariwisata adalah harapan semua pihak.

Sementara itu, industri pariwisata sangat sulit diprediksi perkembangannya. Itu semua karena pariwisata adalah industri yang menjual jasa pelayanan. Banyak faktor ikut berpengaruh terhadap fluktuasi bisnis pariwisata, seperti faktor resesi ekonomi, keamanan, dan bencana alam.

Kasus pandemi Covid-19 menjadi contoh, betapa industri pariwisata dunia terpuruk hampir lebih dari tiga tahun. Tragedi Bom Bali tahun 2002 juga berdampak sangat serius bagi pariwisata Tanah Air. Meski demikian, optimisme tetap perlu ditumbuhkan menyongsong pariwisata tahun 2025.

Mencermati perkembangan pariwisata Indonesia tahun 2024, sepertinya tren di tahun 2025 tidak terdapat perubahan yang terlalu drastis. Angka kunjungan tidak akan naik terlalu tinggi, mengingat kondisi perekonomian yang semakin tak menentu.

Tren pariwisata Indonesia tahun 2025 sangat dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu perilaku wisatawan, pilihan destinasi, dan kebijakan di sektor pariwisata. Ketiga hal itu akan menentukan pola pergerakan wisatawan, destinasi pilihan wisatawan, dan tata kelola pariwisata Indonesia ke depan.

Perilaku Wisatawan

Wisatawan di tahun 2025 sudah tidak lagi tergantung pada biro perjalanan dalam menentukan perjalanan wisatanya. Internet, media sosial, dan AI (Artificial Intelligence) akan dimanfaatkan untuk merencanakan, mencari informasi wisata, serta memutuskan pembelian produk wisata.

Kondisi ekonomi, baik global maupun nasional, memang belum mengembirakan. Namun perilaku wisatawan banyak yang didorong oleh fenomena doom spending. Fenomena ini mendorong wisatawan membeli produk wisata di tengah ketidakpastian ekonomi. Perilaku berwisata yang tidak rasional ini dipicu oleh emosi negatif, stres, kecemasan, maupun kemudahan dalam platform e-commerce.

Perilaku wisatawan yang doom spending biasanya melanda generasi Z dan milenial. Mereka tidak peduli dengan kesadaran finansial. Apa saja akan dibeli, termasuk membeli produk wisata. Promosi wisata yang menggiurkan akan menggoda wisatawan Z dan milenial. Apalagi didukung oleh prinsip hidup mereka YOLO (You Only Live Once), hidup hanya sekali; maka berwisata itu penting.

Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) juga masih mewarnai perilaku wisatawan. Wisatawan Z dan milenial masih terpengaruh oleh konten media sosial yang menampilkan destinasi wisata. Apalagi jika destinasi wisata populer yang dikunjungi oleh artis, figur publik, maupun influencer di media sosial.

Dampak pandemi Covid-19 mengubah perilaku orang dalam berwisata. Tahun 2025 wisatawan cenderung bersifat personal, mengunjungi objek wisata sendiri, bersama pasangan atau kelompok kecil. Bukan lagi berwisata dengan rombongan dalam jumlah besar. Berwisata lebih bernilai personal, bukan sosial.

Pilihan Destinasi

Terkait dengan pilihan destinasi wisata yang akan dikunjungi, wisatawan terbelah menjadi dua tipe. Pertama, adalah wisatawan yang lebih menyukai destinasi wisata massal yang populer. Pantai dan taman rekreasi menjadi objek wisata pilihannya. Alasannya sangat pragmatis, destinasi massal memungkinan wisatawan berinteraksi dengan orang dari berbagai penjuru, dan tersedia banyak fasilitas.

Sedangkan yang kedua, wisatawan yang lebih memilih destinasi wisata yang sepi dengan melakukan silent travelling. Alasannya lebih bersifat idealis dan futuristik, yaitu menjaga keberlanjutan destinasi dengan menikmati perjalanan wisata secara personal.

Kuliner akan menjadi faktor penting bagi wisatawan dalam menentukan destinasi wisata pilihannya. Saat berkunjung ke destinasi, wisatawan bukan hanya menikmati objek wisata saja, tetapi juga berburu kuliner. Apalagi konten media sosial saat ini banyak menyajikan tayangan beragam kuliner daerah.

Selain kuliner, atraksi seni budaya juga banyak diminati wisatawan di tahun 2025. Alasannya, wisatawan ingin mendapatkan pengalaman yang autentik dalam berwisata. Mengunjungi festival budaya, ritual adat daerah, maupun konser musik menjadi bagian dari agenda wisata seseorang.

Destinasi wisata yang mengusung konsep berkelanjutan menjadi pertimbangan wisatawan. Objek wisata yang sejuk, hijau, dan nyaman lebih dipilih ketimbang objek wisata yang ramai, padat, polutif, dan didera kemacetan lalu lintas setiap hari.

Tata Kelola

Pariwisata Indonesia di tahun 2025 sepertinya tidak ada perubahan yang signifikan dalam urusan tata kelola. Banyak pihak yang bergerak di sektor pariwisata bermain dengan wacana. Konsep pengembangan pariwisata begitu bagus, namun nihil implementasi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Quality tourism atau pariwisata berkualitas menjadi pokok bahasan serius dalam setiap seminar dan pidato pejabat. Sayangnya, konsep ini juga acapkali menjadi sekadar wacana tanpa dibarengi tata kelola yang baik. Hotel, vila, dan resort pariwisata terus dibangun, seolah siap menampung wisatawan sebanyak mungkin.

Pariwisata berkelanjutan terus digaungkan. Akan tetapi banyak terjadi alih fungsi lahan produktif untuk kepentingan pariwisata. Tebing-tebing dibombardir untuk resort pariwisata. Perbukitan kehilangan keindahan lantaran tertutup wahana wisata. Perusakan lingkungan terus terjadi, sementara konservasi selalu terlambat sebagai antisipasi.

Kontradiksi tata kelola pariwisata Indonesia tahun 2025 akan terus terjadi. Pengembangan pariwisata yang berbasis masyarakat (community base tourism) dibarengi pula dengan semakin leluasanya investor asing berbisnis wisata di Indonesia.

Pemerintah akan selalu mendorong masyarakat untuk berwisata dengan dalih peningkatan pendapatan negara. Untuk itu hari libur nasional akan dimanfaatkan untuk mobilitas masyarakat berwisata. Namun tata kelola sektor transportasi tidak mendukung. Tiket transportasi yang mahal kerap dikeluhkan wisatawan.

Desa wisata akan menjadi andalan dalam pengembangan pariwisata di daerah. Akan tetapi tidak dibarengi dengan konsep yang jelas, sehingga desa wisata layaknya objek wisata populer. Nuansa pedesaan dikalahkan oleh berbagai wahana permainan. Pengawasan dan pembinaan pemerintah kurang optimal dalam pengembangan desa wisata.

Optimisme tetap diperlukan dalam menyikapi tren pariwisata tahun 2025. Apalagi Presiden Prabowo Subianto telah membentuk kabinet baru Kementerian Pariwisata. Saatnya bekerja untuk perkembangan pariwisata Indonesia. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Voluntourism”: Berwisata Seraya Berderma
“Historical 65 City Tour”: Sisi Kelam Gemerlap Pariwisata Bali
Meraba Kecenderungan Pilihan Destinasi Wisata
Wisata Ziarah Berharap Berkah
Manajemen Penanganan Bencana dalam Pariwisata
Badan Intelijen Keuangan: Urgensi dan Tantangan Komunikasi
Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”
Wisata Halal, untuk Siapa?
Harapan Pariwisata Indonesia di Tangan Prabowo-Gibran
Tags: PariwisataPariwisata Berkelanjutantren pariwisatatrend
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Aku yang Sudah Lama Hilang: Menelisik Perubahan dalam Diri

Next Post

Susiawan dalam Pameran “Bridges of Light”: Pengalaman Transformatif yang Mendorong Dialog, Kreativitas, dan Refleksi

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Susiawan dalam Pameran “Bridges of Light”: Pengalaman Transformatif yang Mendorong Dialog, Kreativitas, dan Refleksi

Susiawan dalam Pameran “Bridges of Light”: Pengalaman Transformatif yang Mendorong Dialog, Kreativitas, dan Refleksi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co