24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025

Chusmeru by Chusmeru
December 29, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BANYAK harapan dari pemangku kepentingan di sektor pariwisata pada tahun 2025. Meski berbeda cara, harapan itu hampir sama. Peningkatan angka kunjungan wisatawan dan pendapatan dari sektor pariwisata adalah harapan semua pihak.

Sementara itu, industri pariwisata sangat sulit diprediksi perkembangannya. Itu semua karena pariwisata adalah industri yang menjual jasa pelayanan. Banyak faktor ikut berpengaruh terhadap fluktuasi bisnis pariwisata, seperti faktor resesi ekonomi, keamanan, dan bencana alam.

Kasus pandemi Covid-19 menjadi contoh, betapa industri pariwisata dunia terpuruk hampir lebih dari tiga tahun. Tragedi Bom Bali tahun 2002 juga berdampak sangat serius bagi pariwisata Tanah Air. Meski demikian, optimisme tetap perlu ditumbuhkan menyongsong pariwisata tahun 2025.

Mencermati perkembangan pariwisata Indonesia tahun 2024, sepertinya tren di tahun 2025 tidak terdapat perubahan yang terlalu drastis. Angka kunjungan tidak akan naik terlalu tinggi, mengingat kondisi perekonomian yang semakin tak menentu.

Tren pariwisata Indonesia tahun 2025 sangat dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu perilaku wisatawan, pilihan destinasi, dan kebijakan di sektor pariwisata. Ketiga hal itu akan menentukan pola pergerakan wisatawan, destinasi pilihan wisatawan, dan tata kelola pariwisata Indonesia ke depan.

Perilaku Wisatawan

Wisatawan di tahun 2025 sudah tidak lagi tergantung pada biro perjalanan dalam menentukan perjalanan wisatanya. Internet, media sosial, dan AI (Artificial Intelligence) akan dimanfaatkan untuk merencanakan, mencari informasi wisata, serta memutuskan pembelian produk wisata.

Kondisi ekonomi, baik global maupun nasional, memang belum mengembirakan. Namun perilaku wisatawan banyak yang didorong oleh fenomena doom spending. Fenomena ini mendorong wisatawan membeli produk wisata di tengah ketidakpastian ekonomi. Perilaku berwisata yang tidak rasional ini dipicu oleh emosi negatif, stres, kecemasan, maupun kemudahan dalam platform e-commerce.

Perilaku wisatawan yang doom spending biasanya melanda generasi Z dan milenial. Mereka tidak peduli dengan kesadaran finansial. Apa saja akan dibeli, termasuk membeli produk wisata. Promosi wisata yang menggiurkan akan menggoda wisatawan Z dan milenial. Apalagi didukung oleh prinsip hidup mereka YOLO (You Only Live Once), hidup hanya sekali; maka berwisata itu penting.

Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) juga masih mewarnai perilaku wisatawan. Wisatawan Z dan milenial masih terpengaruh oleh konten media sosial yang menampilkan destinasi wisata. Apalagi jika destinasi wisata populer yang dikunjungi oleh artis, figur publik, maupun influencer di media sosial.

Dampak pandemi Covid-19 mengubah perilaku orang dalam berwisata. Tahun 2025 wisatawan cenderung bersifat personal, mengunjungi objek wisata sendiri, bersama pasangan atau kelompok kecil. Bukan lagi berwisata dengan rombongan dalam jumlah besar. Berwisata lebih bernilai personal, bukan sosial.

Pilihan Destinasi

Terkait dengan pilihan destinasi wisata yang akan dikunjungi, wisatawan terbelah menjadi dua tipe. Pertama, adalah wisatawan yang lebih menyukai destinasi wisata massal yang populer. Pantai dan taman rekreasi menjadi objek wisata pilihannya. Alasannya sangat pragmatis, destinasi massal memungkinan wisatawan berinteraksi dengan orang dari berbagai penjuru, dan tersedia banyak fasilitas.

Sedangkan yang kedua, wisatawan yang lebih memilih destinasi wisata yang sepi dengan melakukan silent travelling. Alasannya lebih bersifat idealis dan futuristik, yaitu menjaga keberlanjutan destinasi dengan menikmati perjalanan wisata secara personal.

Kuliner akan menjadi faktor penting bagi wisatawan dalam menentukan destinasi wisata pilihannya. Saat berkunjung ke destinasi, wisatawan bukan hanya menikmati objek wisata saja, tetapi juga berburu kuliner. Apalagi konten media sosial saat ini banyak menyajikan tayangan beragam kuliner daerah.

Selain kuliner, atraksi seni budaya juga banyak diminati wisatawan di tahun 2025. Alasannya, wisatawan ingin mendapatkan pengalaman yang autentik dalam berwisata. Mengunjungi festival budaya, ritual adat daerah, maupun konser musik menjadi bagian dari agenda wisata seseorang.

Destinasi wisata yang mengusung konsep berkelanjutan menjadi pertimbangan wisatawan. Objek wisata yang sejuk, hijau, dan nyaman lebih dipilih ketimbang objek wisata yang ramai, padat, polutif, dan didera kemacetan lalu lintas setiap hari.

Tata Kelola

Pariwisata Indonesia di tahun 2025 sepertinya tidak ada perubahan yang signifikan dalam urusan tata kelola. Banyak pihak yang bergerak di sektor pariwisata bermain dengan wacana. Konsep pengembangan pariwisata begitu bagus, namun nihil implementasi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Quality tourism atau pariwisata berkualitas menjadi pokok bahasan serius dalam setiap seminar dan pidato pejabat. Sayangnya, konsep ini juga acapkali menjadi sekadar wacana tanpa dibarengi tata kelola yang baik. Hotel, vila, dan resort pariwisata terus dibangun, seolah siap menampung wisatawan sebanyak mungkin.

Pariwisata berkelanjutan terus digaungkan. Akan tetapi banyak terjadi alih fungsi lahan produktif untuk kepentingan pariwisata. Tebing-tebing dibombardir untuk resort pariwisata. Perbukitan kehilangan keindahan lantaran tertutup wahana wisata. Perusakan lingkungan terus terjadi, sementara konservasi selalu terlambat sebagai antisipasi.

Kontradiksi tata kelola pariwisata Indonesia tahun 2025 akan terus terjadi. Pengembangan pariwisata yang berbasis masyarakat (community base tourism) dibarengi pula dengan semakin leluasanya investor asing berbisnis wisata di Indonesia.

Pemerintah akan selalu mendorong masyarakat untuk berwisata dengan dalih peningkatan pendapatan negara. Untuk itu hari libur nasional akan dimanfaatkan untuk mobilitas masyarakat berwisata. Namun tata kelola sektor transportasi tidak mendukung. Tiket transportasi yang mahal kerap dikeluhkan wisatawan.

Desa wisata akan menjadi andalan dalam pengembangan pariwisata di daerah. Akan tetapi tidak dibarengi dengan konsep yang jelas, sehingga desa wisata layaknya objek wisata populer. Nuansa pedesaan dikalahkan oleh berbagai wahana permainan. Pengawasan dan pembinaan pemerintah kurang optimal dalam pengembangan desa wisata.

Optimisme tetap diperlukan dalam menyikapi tren pariwisata tahun 2025. Apalagi Presiden Prabowo Subianto telah membentuk kabinet baru Kementerian Pariwisata. Saatnya bekerja untuk perkembangan pariwisata Indonesia. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Voluntourism”: Berwisata Seraya Berderma
“Historical 65 City Tour”: Sisi Kelam Gemerlap Pariwisata Bali
Meraba Kecenderungan Pilihan Destinasi Wisata
Wisata Ziarah Berharap Berkah
Manajemen Penanganan Bencana dalam Pariwisata
Badan Intelijen Keuangan: Urgensi dan Tantangan Komunikasi
Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”
Wisata Halal, untuk Siapa?
Harapan Pariwisata Indonesia di Tangan Prabowo-Gibran
Tags: PariwisataPariwisata Berkelanjutantren pariwisatatrend
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Aku yang Sudah Lama Hilang: Menelisik Perubahan dalam Diri

Next Post

Susiawan dalam Pameran “Bridges of Light”: Pengalaman Transformatif yang Mendorong Dialog, Kreativitas, dan Refleksi

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Susiawan dalam Pameran “Bridges of Light”: Pengalaman Transformatif yang Mendorong Dialog, Kreativitas, dan Refleksi

Susiawan dalam Pameran “Bridges of Light”: Pengalaman Transformatif yang Mendorong Dialog, Kreativitas, dan Refleksi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co