3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?

Chusmeru by Chusmeru
February 8, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

RAMAI di pemberitaan media, masyarakat berbondong-bondong mengunjungi rumah mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi di Solo. Dikabarkan, rumah kediaman Jokowi menjadi tujuan wisata masyarakat. Bahkan warga rela antre untuk dapat berfoto dan mendapatkan kaos bergambar Jokowi.

Masyarakat yang mengunjungi rumah Jokowi datang dari berbagai daerah di Indonesia. Selama libur Imlek dan Isra Miraj 2025, warga sudah antre sejak pagi. Panjang antrean mencapai 50 meter. Sebagian warga yang datang membawa payung di tengah terik matahari (detikTravel,29/01/2025).

Diperkirakan, masyarakat masih akan banyak yang mengunjungi kediaman Jokowi pada lebaran Idul Fitri nanti. Lantas, ada apa masyarakat begitu antusias mengunjungi rumah Presiden Indonesia ke-7 ini? Mengapa rumah mantan presiden menjadi daya tarik wisata?

Fenomena wisatawan mengunjungi rumah tokoh, selebritis, dan pesohor sebenarnya sudah sejak lama terjadi. Wisata semacam itu biasa disebut celebrity tourism atau wisata selebritis. Bukan hanya di Indonesia, wisata selebritis banyak dilakukan di berbagai negara.

Inggris misalnya, memiliki destinasi wisata selebritis masa lalu maupun masa kini. Rumah sastrawan William Shakespeare  di Stratford menjadi tujuan wisata. Begitu pula kediaman John Lennon di Liverpool juga banyak dikunjungi penggemarnya.

Amerika Serikat banyak memiliki destinasi wisata selebritis. Rumah penulis Ernest Hemingway di Florida banyak dikunjungi wisatawan. Penggemar berat Michael Jackson juga masih banyak yang berkunjung ke rumahnya di Neverland Ranch, California.

Celebrity tourism sejatinya merujuk pada fenomena di mana para wisatawan tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan selebriti, seperti rumah pribadi mereka, lokasi syuting film, tempat tinggal, atau destinasi yang sering dikunjungi oleh tokoh terkenal. Pada dasarnya, fenomena ini melibatkan kegiatan wisata yang dipengaruhi oleh ketenaran dan popularitas seorang selebriti atau tokoh terkenal.

Kedekatan

Wisata selebritis sering kali menjadi daya tarik tersendiri karena penggemar ingin merasakan kedekatan dengan tokoh yang mereka kagumi dan melihat tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi atau yang berkaitan dengan kehidupan pribadi mereka. Beberapa tokoh atau selebriti yang menjadi tujuan utama dalam fenomena wisata selebritis berasal dari berbagai bidang, termasuk film, musik, olahraga, dan fesyen.

Bagi banyak orang, bertemu dengan selebriti atau mengunjungi tempat yang berkaitan dengan idola mereka memberikan pengalaman yang sangat berarti. Ini memberikan kesempatan untuk merasakan kedekatan dengan sosok yang mereka kagumi. Terlepas dari pro dan kontra, sosok Jokowi selama ini masih banyak yang mengaguminya. Ketika berkunjung ke rumahnya, masyarakat akan merasa dekat dengan Jokowi, meski tak lagi menjabat presiden.

Wisata selebritis juga memberikan pengalaman emosional dan kenangan pribadi yang berharga. Bagi beberapa orang, ini bisa menjadi impian yang menjadi kenyataan, seperti bertemu artis favorit atau tokoh politik. Berkunjung ke rumah Jokowi atau pesohor lain akan menggugah perasaan emosional terhadap tokoh-tokoh yang biasa mereka lihat dan elu-elukan lewat media massa.

Selain faktor kedekatan, celebrity tourism juga menciptakan peluang bagi komunitas penggemar untuk berkumpul, berbagi pengalaman, dan saling berinteraksi. Misalnya, para penggemar dapat bertemu di acara tertentu untuk berbincang tentang sosok yang digemarinya.  Penggemar The Beatles acapkali mengadakan kegiatan untuk mengenang tokoh idolanya, seperti festival, konser, pameran, dan kontes seni yang berkaitan dengan The Beatles.

Wisata selebritis juga berfungsi membentuk ikatan sosial di antara penggemar, menciptakan komunitas yang saling mendukung, dan berbagi minat yang sama terhadap selebriti tertentu. Mendapatkan kaos bergambar Jokowi dan menggunakannya di tempat umum merupakan kembanggan dan simbol ikatan sosial bagi penggemarnya.

Meski tidak seperti destinasi wisata alam maupun destinasi wisata populer, wisata selebritis juga memberi peluang ekonomi bagi pihak-pihak terkait. Sektor transportasi dan akomodasi sangat diuntungkan ketika wisatawan melakukan perjalanan ke kediaman tokoh tertentu. Belum lagi pedagang kecil yang juga kecipratan rizki ketika rumah selebriti banyak dikunjungi wisatawan.

Dalam pesrpektif pariwisata, mengunjungi rumah selebritis juga sangat berpengaruh terhadap popularitas satu kota. Banyaknya masyarakat yang mengunjungi rumah Jokowi tentu saja akan meningkatkan citra positif kota Solo sebagai destinasi wisata. Jika fenomena ini terus berlanjut, tidak mustahil berbagai objek wisata yang ada di Solo juga akan menjadi tujuan wisata tambahan bagi mereka yang berkunjung ke rumah Jokowi.

Kultus Individu

Wisata selebritis sesungguhnya bukan sekadar ikut-ikutan orang banyak mengunjungi kediaman tokoh populer. Orang lebih mengutamakan pengalaman yang autentik dan tidak hanya terpengaruh pemberitaan media. Pengunjung wisata selebritis lebih menghargai pengalaman yang memberikan wawasan nyata tentang selebriti atau tempat yang mereka kunjungi.

Hakikat wisata selebritis, jika dikaitkan dengan kasus rumah Jokowi; adalah pengalaman yang lebih mendalam, seperti mendengarkan cerita sejarah atau melihat rekaman tentang kehidupan Jokowi dari sejak kecil hingga menjadi presiden. Bukan sekadar berfoto bersama dan mendapatkan pembagian kaos.

Meskipun celebrity tourism bisa menjadi pengalaman menyenangkan, penting diperhatikan untuk tidak terjebak dalam pola pikir obsesif atau terlalu terfokus pada kehidupan pribadi selebriti. Rasa kagum yang berlebihan akan menimbulkan kultus individu pada satu tokoh. Akibatnya, orang tidak dapat berpikir jernih tentang sisi lain dari selebriti itu. Kultus individu akan membuat orang tidak mau mengakui sisi negatif tokoh yang dikagumi.

Popularitas tokoh menjadi daya tarik dalam wisata selebritis. Dan popularitas biasanya juga akan tergerus oleh waktu, peristiwa, dan munculnya tokoh lain yang memiliki daya tarik lebih. Jika hari-hari ini masyarakat dihebohkan dengan kunjungan ke rumah Jokowi, maka suatu saat akan muncul figur lain yang akan banyak dikunjungi wisatawan.

Sepertinya wisata selebritis hanya sebuah tren yang akan dipengaruhi oleh panggung depan sang tokoh. Ada saatnya panggung depan tokoh begitu gemerlap. Namun ada masanya redup dan surut oleh panggung belakang yang mulai tersibak. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Kuliner sebagai Ikon Wisata: Ya Makan, Ya Wisata
“Nostalgic Tourism” : Reduksi dan Kanalisasi Kenangan
Bali Perlu Desain dan Terapi Kejut Pariwisata
“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan
Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
“Voluntourism”: Berwisata Seraya Berderma
Tags: JokowiPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Warung Kopi Tionghoa di Kampung Baru, 50 Tahun Jadi Saksi Pasang-Surut Kota Singaraja

Next Post

Puisi-Puisi Putu Gede Pradipta  |   Kaidah Lidah, Biru Seperti Laut

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-Puisi Putu Gede Pradipta  |   Kaidah Lidah, Biru Seperti Laut

Puisi-Puisi Putu Gede Pradipta  |   Kaidah Lidah, Biru Seperti Laut

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co