2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?

Chusmeru by Chusmeru
February 8, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

RAMAI di pemberitaan media, masyarakat berbondong-bondong mengunjungi rumah mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi di Solo. Dikabarkan, rumah kediaman Jokowi menjadi tujuan wisata masyarakat. Bahkan warga rela antre untuk dapat berfoto dan mendapatkan kaos bergambar Jokowi.

Masyarakat yang mengunjungi rumah Jokowi datang dari berbagai daerah di Indonesia. Selama libur Imlek dan Isra Miraj 2025, warga sudah antre sejak pagi. Panjang antrean mencapai 50 meter. Sebagian warga yang datang membawa payung di tengah terik matahari (detikTravel,29/01/2025).

Diperkirakan, masyarakat masih akan banyak yang mengunjungi kediaman Jokowi pada lebaran Idul Fitri nanti. Lantas, ada apa masyarakat begitu antusias mengunjungi rumah Presiden Indonesia ke-7 ini? Mengapa rumah mantan presiden menjadi daya tarik wisata?

Fenomena wisatawan mengunjungi rumah tokoh, selebritis, dan pesohor sebenarnya sudah sejak lama terjadi. Wisata semacam itu biasa disebut celebrity tourism atau wisata selebritis. Bukan hanya di Indonesia, wisata selebritis banyak dilakukan di berbagai negara.

Inggris misalnya, memiliki destinasi wisata selebritis masa lalu maupun masa kini. Rumah sastrawan William Shakespeare  di Stratford menjadi tujuan wisata. Begitu pula kediaman John Lennon di Liverpool juga banyak dikunjungi penggemarnya.

Amerika Serikat banyak memiliki destinasi wisata selebritis. Rumah penulis Ernest Hemingway di Florida banyak dikunjungi wisatawan. Penggemar berat Michael Jackson juga masih banyak yang berkunjung ke rumahnya di Neverland Ranch, California.

Celebrity tourism sejatinya merujuk pada fenomena di mana para wisatawan tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan selebriti, seperti rumah pribadi mereka, lokasi syuting film, tempat tinggal, atau destinasi yang sering dikunjungi oleh tokoh terkenal. Pada dasarnya, fenomena ini melibatkan kegiatan wisata yang dipengaruhi oleh ketenaran dan popularitas seorang selebriti atau tokoh terkenal.

Kedekatan

Wisata selebritis sering kali menjadi daya tarik tersendiri karena penggemar ingin merasakan kedekatan dengan tokoh yang mereka kagumi dan melihat tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi atau yang berkaitan dengan kehidupan pribadi mereka. Beberapa tokoh atau selebriti yang menjadi tujuan utama dalam fenomena wisata selebritis berasal dari berbagai bidang, termasuk film, musik, olahraga, dan fesyen.

Bagi banyak orang, bertemu dengan selebriti atau mengunjungi tempat yang berkaitan dengan idola mereka memberikan pengalaman yang sangat berarti. Ini memberikan kesempatan untuk merasakan kedekatan dengan sosok yang mereka kagumi. Terlepas dari pro dan kontra, sosok Jokowi selama ini masih banyak yang mengaguminya. Ketika berkunjung ke rumahnya, masyarakat akan merasa dekat dengan Jokowi, meski tak lagi menjabat presiden.

Wisata selebritis juga memberikan pengalaman emosional dan kenangan pribadi yang berharga. Bagi beberapa orang, ini bisa menjadi impian yang menjadi kenyataan, seperti bertemu artis favorit atau tokoh politik. Berkunjung ke rumah Jokowi atau pesohor lain akan menggugah perasaan emosional terhadap tokoh-tokoh yang biasa mereka lihat dan elu-elukan lewat media massa.

Selain faktor kedekatan, celebrity tourism juga menciptakan peluang bagi komunitas penggemar untuk berkumpul, berbagi pengalaman, dan saling berinteraksi. Misalnya, para penggemar dapat bertemu di acara tertentu untuk berbincang tentang sosok yang digemarinya.  Penggemar The Beatles acapkali mengadakan kegiatan untuk mengenang tokoh idolanya, seperti festival, konser, pameran, dan kontes seni yang berkaitan dengan The Beatles.

Wisata selebritis juga berfungsi membentuk ikatan sosial di antara penggemar, menciptakan komunitas yang saling mendukung, dan berbagi minat yang sama terhadap selebriti tertentu. Mendapatkan kaos bergambar Jokowi dan menggunakannya di tempat umum merupakan kembanggan dan simbol ikatan sosial bagi penggemarnya.

Meski tidak seperti destinasi wisata alam maupun destinasi wisata populer, wisata selebritis juga memberi peluang ekonomi bagi pihak-pihak terkait. Sektor transportasi dan akomodasi sangat diuntungkan ketika wisatawan melakukan perjalanan ke kediaman tokoh tertentu. Belum lagi pedagang kecil yang juga kecipratan rizki ketika rumah selebriti banyak dikunjungi wisatawan.

Dalam pesrpektif pariwisata, mengunjungi rumah selebritis juga sangat berpengaruh terhadap popularitas satu kota. Banyaknya masyarakat yang mengunjungi rumah Jokowi tentu saja akan meningkatkan citra positif kota Solo sebagai destinasi wisata. Jika fenomena ini terus berlanjut, tidak mustahil berbagai objek wisata yang ada di Solo juga akan menjadi tujuan wisata tambahan bagi mereka yang berkunjung ke rumah Jokowi.

Kultus Individu

Wisata selebritis sesungguhnya bukan sekadar ikut-ikutan orang banyak mengunjungi kediaman tokoh populer. Orang lebih mengutamakan pengalaman yang autentik dan tidak hanya terpengaruh pemberitaan media. Pengunjung wisata selebritis lebih menghargai pengalaman yang memberikan wawasan nyata tentang selebriti atau tempat yang mereka kunjungi.

Hakikat wisata selebritis, jika dikaitkan dengan kasus rumah Jokowi; adalah pengalaman yang lebih mendalam, seperti mendengarkan cerita sejarah atau melihat rekaman tentang kehidupan Jokowi dari sejak kecil hingga menjadi presiden. Bukan sekadar berfoto bersama dan mendapatkan pembagian kaos.

Meskipun celebrity tourism bisa menjadi pengalaman menyenangkan, penting diperhatikan untuk tidak terjebak dalam pola pikir obsesif atau terlalu terfokus pada kehidupan pribadi selebriti. Rasa kagum yang berlebihan akan menimbulkan kultus individu pada satu tokoh. Akibatnya, orang tidak dapat berpikir jernih tentang sisi lain dari selebriti itu. Kultus individu akan membuat orang tidak mau mengakui sisi negatif tokoh yang dikagumi.

Popularitas tokoh menjadi daya tarik dalam wisata selebritis. Dan popularitas biasanya juga akan tergerus oleh waktu, peristiwa, dan munculnya tokoh lain yang memiliki daya tarik lebih. Jika hari-hari ini masyarakat dihebohkan dengan kunjungan ke rumah Jokowi, maka suatu saat akan muncul figur lain yang akan banyak dikunjungi wisatawan.

Sepertinya wisata selebritis hanya sebuah tren yang akan dipengaruhi oleh panggung depan sang tokoh. Ada saatnya panggung depan tokoh begitu gemerlap. Namun ada masanya redup dan surut oleh panggung belakang yang mulai tersibak. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Kuliner sebagai Ikon Wisata: Ya Makan, Ya Wisata
“Nostalgic Tourism” : Reduksi dan Kanalisasi Kenangan
Bali Perlu Desain dan Terapi Kejut Pariwisata
“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan
Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
“Voluntourism”: Berwisata Seraya Berderma
Tags: JokowiPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Warung Kopi Tionghoa di Kampung Baru, 50 Tahun Jadi Saksi Pasang-Surut Kota Singaraja

Next Post

Puisi-Puisi Putu Gede Pradipta  |   Kaidah Lidah, Biru Seperti Laut

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-Puisi Putu Gede Pradipta  |   Kaidah Lidah, Biru Seperti Laut

Puisi-Puisi Putu Gede Pradipta  |   Kaidah Lidah, Biru Seperti Laut

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co