2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warung Kopi Tionghoa di Kampung Baru, 50 Tahun Jadi Saksi Pasang-Surut Kota Singaraja

Son Lomri by Son Lomri
February 8, 2025
in Khas
Warung Kopi Tionghoa di Kampung Baru, 50 Tahun Jadi Saksi Pasang-Surut Kota Singaraja

Warung kopi dengan nuansa Tionghoa di wilayah kampung Baru, Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

KE arah Timur dari Klenteng Ling Gwan Kiong, atau dari jembatan Pelabuhan Tua Buleleng di Singaraja, vibes jaman kolonial menyeruak sepanjang tepi jalan. Bangunan-bangunan tua itu peninggalan jaman Hindia Belanda yang kini disulap menjadi toko-toko atau jajakan kuliner dengan nuansa Cina.

Aktivitas kuliner dan jajanan itu menjadikan bangunan itu tidak lapuk di makan usia. Tidak terbengkalai, dan terasa sangat merdeka dihidupkan oleh orang-orang, yang sebagian besar merupakan etnis Tionghoa.

Bahkan di sela pagi langit masih gelap sekitar jam 4.30 WITA, Sebuah warung kopi—orang-orang menyebutnya dengan nama Warung Kopi Surapati, barangkali karena warung itu berada di Jalan Surapati—sudah membuka matanya menanti pengunjung datang. Sudah sekitar 50 tahunan warung ini tetap bertahan dari gibasan jaman. Sejak 1975.

Kota Singaraja, selama 50 tahun ini, mengalami pasang-surut kehidupan. Pernah ramai, pernah sepi. Kadang ramai, kadang sepi. Dan warung itu, 50 tahun menjadi saksi.

Warung kopi dengan nuansa Tionghoa di wilayah kampung Baru, Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Warung Kopi Surapati bertempat di Kampung Baru, Kelurahan Kampung Baru, Singaraja Bali. Warung ini berdekatan dengan kedai makanan khusus vegan dan vegetarian dengan tulisan “Loving Hut”. Mereka menjajakan menu yang berbeda, pula dengan pasarnya yang berbeda. Tapi sama-sama bertahan di bangunan lama itu.

“Warung Surapati sendiri, sudah lima puluh tahunan atau mungkin lebih. Saya sendiri generasi ke tiga setelah ayah. Generasi pertamanya itu kakek. Kake saya asli dari Cina, leluhur kami dari China,” kata Koh Guan, generasi ketiga Warung Kopi Surapati.

Foto-foto leluhur di dinding warung | Foto: tatkala.co/Son

Di sebuah tembok yang tak jauh dari arah pintu masuk ke ruang keluarga, sebagaimana bangunan itu merupakan bagian dari rumah tempat tinggal. Warisan. Terdapat foto-foto lawas sang kakek dipajang masih baik untuk mengenang leluhur dan masa lalu. Dengan nama Liem Tiek Khim. Tidak ada tahun masehi yang tertulis di foto itu.

Tapi penampakan wajah si kakek saat masih muda, dan masa tua itu, dapat diperkirakan dipotret sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan.

Di sebuah Solo, atau tempat mendiang foto leluhur—disemayakan suci, dihaturkan banten. Tampak jelas kehormatan dan doa diluhurkan untuk mereka para mendiang. “Di Hari Raya Imlek kemarin, doa-doa baik sudah disematkan untuk mereka,” kata Koh Guan.

Koh Guan | Foto: tatkala.co/Son

Koh Guan sendiri lahir pada tahun 1977. Sewaktu kecil, katanya, lelaki itu ingat betul ketika warungnya saat masih dikelola sang kakek. Ramainya minta ampun. Selebihnya, ia tak ingat lagi—bagaimana sang kakek menjaga warung itu tetap hangat dan ramai, dan banyak dikunjungi orang.

Tapi rasanya, kata lelaki itu, para pengunjung waktu di jaman kakeknya, masih ada yang terus datang hingga saat ini, dengan umur yang tua-tua. Langganannya sudah banyak, tetap, dan setia. Tetapi soal nama-nama mereka yang setiap hari datang Koh Guan tidak ingat.

“Saya ingat di wajah, tapi tak ingat di nama,” katanya.

Koh Guan tak sendiri mengelola warung yang diwariskan kakeknya, Liem Tiek Khim. Setelah dibantu paman dan kemudian paman wafat, Koh Guan kemudian mengelola warung warisan itu bersama istrinya tahun 1999.

Istri Koh Guan berdarah Bali, namanya Ketut Suardani. Mereka dikaruniai tiga anak, satu perempuan dan dua laki-laki.

Pecah Telor Ayam Kampung, Rahasia Stamina Leluhur

Dari lima puluh tahun yang lalu sampai sekarang, menu mereka tetap sama. Yaitu kuning telur ayam kampung campur madu, harganya lima ribu rupiah. Juga dengan telur setengah matang dengan tambahan garam dan merica, tegantung selera si pembeli.

Telur setengah matang | Foto: tatkala.co/Son

Setiap hari, Koh Guan bisa menghabiskan sekitar 100 telor ayam kampung bahkan bisa lebih, dan menghabiskan satu botol madu. Selain itu, jajakan kopi susu dan kopi pahit juga masih dipertahankan di sana, baik rasa maupun cara pembuatannya.

Untuk membuat kopi, caranya sederhana. Ia merebus terlebih dahulu kopi dengan air bersamaan, setelah mendidih, disaring ampas ke wadah yang lain. Kemudian, kopi tanpa amas itu dihidangkan, siap diminum. Harganya tiga ribu rupiah untuk kopi biasa, lima ribu untuk kopi susu.

Sekitar jam 05.00, dari arah timur seorang lelaki dengan rambut putih tua datang. Tubuhnya cukup kurus dan ringkih, menggunakan kacamata minus berjalan di atas trotoar dengan bantuan lampu-lampu toko menyala. Walaupun sedikit membungkuk, dari cara berjalannya tanpa tongkat memperlihatkan tubuhnya sehat. Lelaki tua itu duduk dan memesan segelas kopi susu dan dua buah telor setengah matang.

“Untuk penahan rasa lapar,” kata Sukadana. “Bisa juga menambah stamina tubuh, Mas. Saya sering ke sini. Sudah sedari dulu, saat dipegang sama kakeknya Guan,” kata dia.

Sukadana, atau Pak Sukadana, adalah pembeli setia di warung itu. Ia lahir tahun 1940. Di usia senjanya, mengkonsumsi telor ayam kampung memang cukup baik. Di dalamnya terdapat protein, kalium, kalsium, dan fosfor yang dapat mencegah tulang tidak cepat dihantam kropos.  

Di dapur kopi dimasak | Foto: tatkala.co/Son

Selain itu, juga bermanfaat menjaga otak tidak mudah pikun. Saat usianya—masih produktif, sebelum berangkat kerja, pagi ia selalu datang di warung itu. Efeknya, terhadap ingatannya yang sekarang masih kuat terjaga, walaupun mesti membuka laci ingatan itu agak lama.

“Dulu rame di sini, Mas. Pas (Singaraja) jadi ibukotanya Bali. Di sebelah sana ada gedung bioskop. Rame. Sekarang udah enggak ada,” katanya.

Yang setia, tak hanya Sukadana. I Nyoman Danu, kelahiran 1954 itu juga sering datang setiap hari ke Warung Kopi Surapati. Bahkan lebih pagi dari Pak Sukadana, Pak Danu jam 04.00 sudah duduk di sana berhadapan dengan kopi susu. Ia datang untuk ngopi dan menikmati suasana bertemu dengan teman-teman lama, seperti Pak Sukadana, dan teman-teman lainnya.

Setelah matahari mulai menampakkan dirinya, Pak Danu bergegas pulang. “Saya tinggal dulu, ya, Mas. Mau ke toko saya. Toko Mandarin Baut di Jalan A. Yani No. 128. Mampirlah kapan-kapan ke sana, tapi nanti jangan sebut nama, sebut saja pernah ketemu di warung ini. Hehe.” [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet
Farm Brew & Co, Menikmati Kopi di Tanah Legendanya
Tags: SingarajaTionghoawarung kopi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lomba Gebogan Sambut Hari Suci Saraswati di UPMI Bali: Merangkai Buah dan Merajut Kebersamaan

Next Post

Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co