3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warung Kopi Tionghoa di Kampung Baru, 50 Tahun Jadi Saksi Pasang-Surut Kota Singaraja

Son Lomri by Son Lomri
February 8, 2025
in Khas
Warung Kopi Tionghoa di Kampung Baru, 50 Tahun Jadi Saksi Pasang-Surut Kota Singaraja

Warung kopi dengan nuansa Tionghoa di wilayah kampung Baru, Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

KE arah Timur dari Klenteng Ling Gwan Kiong, atau dari jembatan Pelabuhan Tua Buleleng di Singaraja, vibes jaman kolonial menyeruak sepanjang tepi jalan. Bangunan-bangunan tua itu peninggalan jaman Hindia Belanda yang kini disulap menjadi toko-toko atau jajakan kuliner dengan nuansa Cina.

Aktivitas kuliner dan jajanan itu menjadikan bangunan itu tidak lapuk di makan usia. Tidak terbengkalai, dan terasa sangat merdeka dihidupkan oleh orang-orang, yang sebagian besar merupakan etnis Tionghoa.

Bahkan di sela pagi langit masih gelap sekitar jam 4.30 WITA, Sebuah warung kopi—orang-orang menyebutnya dengan nama Warung Kopi Surapati, barangkali karena warung itu berada di Jalan Surapati—sudah membuka matanya menanti pengunjung datang. Sudah sekitar 50 tahunan warung ini tetap bertahan dari gibasan jaman. Sejak 1975.

Kota Singaraja, selama 50 tahun ini, mengalami pasang-surut kehidupan. Pernah ramai, pernah sepi. Kadang ramai, kadang sepi. Dan warung itu, 50 tahun menjadi saksi.

Warung kopi dengan nuansa Tionghoa di wilayah kampung Baru, Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Warung Kopi Surapati bertempat di Kampung Baru, Kelurahan Kampung Baru, Singaraja Bali. Warung ini berdekatan dengan kedai makanan khusus vegan dan vegetarian dengan tulisan “Loving Hut”. Mereka menjajakan menu yang berbeda, pula dengan pasarnya yang berbeda. Tapi sama-sama bertahan di bangunan lama itu.

“Warung Surapati sendiri, sudah lima puluh tahunan atau mungkin lebih. Saya sendiri generasi ke tiga setelah ayah. Generasi pertamanya itu kakek. Kake saya asli dari Cina, leluhur kami dari China,” kata Koh Guan, generasi ketiga Warung Kopi Surapati.

Foto-foto leluhur di dinding warung | Foto: tatkala.co/Son

Di sebuah tembok yang tak jauh dari arah pintu masuk ke ruang keluarga, sebagaimana bangunan itu merupakan bagian dari rumah tempat tinggal. Warisan. Terdapat foto-foto lawas sang kakek dipajang masih baik untuk mengenang leluhur dan masa lalu. Dengan nama Liem Tiek Khim. Tidak ada tahun masehi yang tertulis di foto itu.

Tapi penampakan wajah si kakek saat masih muda, dan masa tua itu, dapat diperkirakan dipotret sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan.

Di sebuah Solo, atau tempat mendiang foto leluhur—disemayakan suci, dihaturkan banten. Tampak jelas kehormatan dan doa diluhurkan untuk mereka para mendiang. “Di Hari Raya Imlek kemarin, doa-doa baik sudah disematkan untuk mereka,” kata Koh Guan.

Koh Guan | Foto: tatkala.co/Son

Koh Guan sendiri lahir pada tahun 1977. Sewaktu kecil, katanya, lelaki itu ingat betul ketika warungnya saat masih dikelola sang kakek. Ramainya minta ampun. Selebihnya, ia tak ingat lagi—bagaimana sang kakek menjaga warung itu tetap hangat dan ramai, dan banyak dikunjungi orang.

Tapi rasanya, kata lelaki itu, para pengunjung waktu di jaman kakeknya, masih ada yang terus datang hingga saat ini, dengan umur yang tua-tua. Langganannya sudah banyak, tetap, dan setia. Tetapi soal nama-nama mereka yang setiap hari datang Koh Guan tidak ingat.

“Saya ingat di wajah, tapi tak ingat di nama,” katanya.

Koh Guan tak sendiri mengelola warung yang diwariskan kakeknya, Liem Tiek Khim. Setelah dibantu paman dan kemudian paman wafat, Koh Guan kemudian mengelola warung warisan itu bersama istrinya tahun 1999.

Istri Koh Guan berdarah Bali, namanya Ketut Suardani. Mereka dikaruniai tiga anak, satu perempuan dan dua laki-laki.

Pecah Telor Ayam Kampung, Rahasia Stamina Leluhur

Dari lima puluh tahun yang lalu sampai sekarang, menu mereka tetap sama. Yaitu kuning telur ayam kampung campur madu, harganya lima ribu rupiah. Juga dengan telur setengah matang dengan tambahan garam dan merica, tegantung selera si pembeli.

Telur setengah matang | Foto: tatkala.co/Son

Setiap hari, Koh Guan bisa menghabiskan sekitar 100 telor ayam kampung bahkan bisa lebih, dan menghabiskan satu botol madu. Selain itu, jajakan kopi susu dan kopi pahit juga masih dipertahankan di sana, baik rasa maupun cara pembuatannya.

Untuk membuat kopi, caranya sederhana. Ia merebus terlebih dahulu kopi dengan air bersamaan, setelah mendidih, disaring ampas ke wadah yang lain. Kemudian, kopi tanpa amas itu dihidangkan, siap diminum. Harganya tiga ribu rupiah untuk kopi biasa, lima ribu untuk kopi susu.

Sekitar jam 05.00, dari arah timur seorang lelaki dengan rambut putih tua datang. Tubuhnya cukup kurus dan ringkih, menggunakan kacamata minus berjalan di atas trotoar dengan bantuan lampu-lampu toko menyala. Walaupun sedikit membungkuk, dari cara berjalannya tanpa tongkat memperlihatkan tubuhnya sehat. Lelaki tua itu duduk dan memesan segelas kopi susu dan dua buah telor setengah matang.

“Untuk penahan rasa lapar,” kata Sukadana. “Bisa juga menambah stamina tubuh, Mas. Saya sering ke sini. Sudah sedari dulu, saat dipegang sama kakeknya Guan,” kata dia.

Sukadana, atau Pak Sukadana, adalah pembeli setia di warung itu. Ia lahir tahun 1940. Di usia senjanya, mengkonsumsi telor ayam kampung memang cukup baik. Di dalamnya terdapat protein, kalium, kalsium, dan fosfor yang dapat mencegah tulang tidak cepat dihantam kropos.  

Di dapur kopi dimasak | Foto: tatkala.co/Son

Selain itu, juga bermanfaat menjaga otak tidak mudah pikun. Saat usianya—masih produktif, sebelum berangkat kerja, pagi ia selalu datang di warung itu. Efeknya, terhadap ingatannya yang sekarang masih kuat terjaga, walaupun mesti membuka laci ingatan itu agak lama.

“Dulu rame di sini, Mas. Pas (Singaraja) jadi ibukotanya Bali. Di sebelah sana ada gedung bioskop. Rame. Sekarang udah enggak ada,” katanya.

Yang setia, tak hanya Sukadana. I Nyoman Danu, kelahiran 1954 itu juga sering datang setiap hari ke Warung Kopi Surapati. Bahkan lebih pagi dari Pak Sukadana, Pak Danu jam 04.00 sudah duduk di sana berhadapan dengan kopi susu. Ia datang untuk ngopi dan menikmati suasana bertemu dengan teman-teman lama, seperti Pak Sukadana, dan teman-teman lainnya.

Setelah matahari mulai menampakkan dirinya, Pak Danu bergegas pulang. “Saya tinggal dulu, ya, Mas. Mau ke toko saya. Toko Mandarin Baut di Jalan A. Yani No. 128. Mampirlah kapan-kapan ke sana, tapi nanti jangan sebut nama, sebut saja pernah ketemu di warung ini. Hehe.” [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet
Farm Brew & Co, Menikmati Kopi di Tanah Legendanya
Tags: SingarajaTionghoawarung kopi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lomba Gebogan Sambut Hari Suci Saraswati di UPMI Bali: Merangkai Buah dan Merajut Kebersamaan

Next Post

Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co