12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lomba Gebogan Sambut Hari Suci Saraswati di UPMI Bali: Merangkai Buah dan Merajut Kebersamaan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
February 8, 2025
in Khas
Lomba Gebogan Sambut Hari Suci Saraswati di UPMI Bali: Merangkai Buah dan Merajut Kebersamaan

Lomba membuat gebogan di UPMI Bali | Foto: tatkala.co/Dede

“Kalau mau juara, harus juari dulu!” begitulah ucap salah satu juri saat itu.

Kala itu, tengah berlangsung lomba membuat gebogan dan lomba persembahyangan di Wantilan Pura Jagat Widya Aksara, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Kegiatan tersebut digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPMI Bali dalam rangka memperingati hari suci Saraswati.

Lomba gebogan dan persembahyangan di UPMI Bali | Foto: tatkala.co/Dede

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 7 Februari 2025 itu mengusung tema, “Jnana Buddhi Vidya Shiksha” yang bermakna ‘Kebijaksanaan, Kecerdasan, Ilmu Pengetahuan, dan Pengajaran’.

Ketua BEM UPMI Bali, I Gusti Ayu Mira Ardanantya menjelaskan, “kegiatan ini merupakan program kerja rutin yang kami adakan setiap enam bulan sekali, yaitu tepat sehari sebelum hari suci Saraswati, kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkan kreativitas serta memupuk rasa persaudaraan di antara mahasiswa UPMI Bali,” jelas Mira dalam sambutannya.

Ida Bagus Adhiyoga Wiratama selaku ketua panitia menyebutkan, pelaksanaan lomba gebogan kali ini diikuti oleh sembilan tim dari berbagai program studi, setiap tim terdiri dari lima anggota kelompok. Sedangkan untuk lomba persembahyangan, diikuti oleh lima orang perwakilan dari beberapa program studi.

Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum. saat memberikan sambutan | Foto: tatkala.co/Dede

 

Rektor UPMI Bali beserta jajaran membuka acara dengan simbolisasi penancapan buah | Foto: tatkala.co/Dede

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum. dengan simbolis penancapan buah ke gedebong (batang pisang), layaknya seperti orang yang sedang membuat gebogan (persembahan berupa rangkaian buah, jajan, janur, dan bunga).

Prof. I Made Suarta mengapresiasi antusiasme para mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan, “lomba-lomba yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari suci Saraswati ini merupakan kegiatan yang bagus untuk saling mengeratkan tali persaudaraan, dan sebagai wujud bakti kepada Tuhan. Jadi tak hanya dilombakan, tetapi semua gebogan yang dibuat juga akan dihaturkan sebagai persembahan,” ujarnya.

Lomba persembahyangan di UPMI Bali | Foto: tatkala.co/Dede

Lomba membuat gebogan di UPMI Bali | Foto: tatkala.co/Dede

Tepat pukul 09.30 Wita, seusai pembukaan secara formal, perlombaan pun dimulai serentak. Para peserta lomba persembahyangan mulai mengambil posisi, mereka maju satu-persatu sesuai dengan nomor urut yang tertempel di badan mereka. Kemudian, peserta nomor urut 01 pun mulai melantunkan Puja Tri Sandya dan Kramaning Sembah.

Sementara itu, para peserta gebogan tampak sibuk mempersiapkan segala piranti. Setelah semua dirasa lengkap, mereka pun mulai merangkai janur terlebih dahulu, sebelum merangkai buah dan bunga. Sebagian kelompok tampak tergopoh-gopoh, barangkali mereka takut kehabisan waktu.

Sembahyang Itu Tidak Mudah!

Khusus untuk lomba persembahyangan, ketika semua peserta telah usai tampil, ketiga dewan juri memberikan masukan kepada para peserta saat sesi evaluasi. Seluruh peserta menyimak dengan saksama, ada yang tampak serius memandangi dewan juri, ada pula yang menunduk tak menampakkan muka.

Ternyata sembahyang tidak semudah membalikkan telapak tangan, ada banyak hal yang bisa dipelajari. Mulai dari bagaimana bersikap yang baik, bagaimana teknik melafalkan mantra, bagaimana sikap tangan yang tepat, bagaimana rentetan persembahyangan yang benar, dan masih banyak lagi. Jika diselami lebih dalam, mungkin takkan mudah ditemukan dasarnya.

Para peserta lomba persembahyangan | Foto: tatkala.co/Dede

 

Dewan juri lomba persembahyangan saat mengevaluasi (I Ketut Muada–kiri) | Foto: tatkala.co/Dede

Salah satu dewan juri, I Ketut Muada, S.Sn., M.Sn. menerangkan, meskipun banyak teori dan teknik dalam persembahyangan, yang paling utama ketika menghaturkan rasa syukur kepada Tuhan adalah rasa tulus ikhlas. “Tidak ada salah dan benar ketika sembahyang, yang terpenting pikiran kita harus fokus dan berpusat pada Tuhan, tidak memikirkan hal-hal lain,” terangnya kepada lima peserta itu.

“Tetapi karena ini adalah lomba persembahyangan, tentu ada beberapa hal yang menjadi poin penilaian. Mulai dari sikap, pelafalan mantra, rentetan sembahyang, dan lain sebagainya,” lanjut Ketut Muada dengan lugas.

Para peserta lomba persembahyangan itu hanya bengong melongo, dan sesekali mengangguk-anggukan kepala.

“Kalian seharusnya berbangga, karena dari ratusan mahasiswa UPMI Bali, hanya kalianlah yang berani tampil. Intinya, jangan mikirin juara dulu, yang penting itu harus juari (percaya diri) dulu baru juara,” ucap Ketut Muada menyemangati mereka.

Lomba Gebogan, Merangkai Buah dan Merajut Kebersamaan

Ketika lomba persembahyangan telah usai dilaksanakan, acara berfokus dengan lomba gebogan yang masih berlangsung. Mereka baru setengah jalan dalam menyelesaikan gebogan-nya. Ada yang sudah memasang buah, ada pula yang baru selesai merangkai janur.

Beberapa kelompok juga tampak saling toleh, saling lirik. Mereka membandingkan progres gebogan-nya dengan kelompok lain.

Lomba membuat gebogan di UPMI Bali | Foto: tatkala.co/Dede

“Rasanya deg-degan, panik, pokoknya semua campur aduk. Biasanya saya dituntun sama kakak tingkat, tapi sekarang malah jadi leader. Tetapi, semua tutorial yang sudah saya pelajari di Youtube sebelumnya, saya praktikan di sini hari ini dan syukurnya berhasil,” kata Ni Komang Sariasih (19), Sarah sapaan akrabnya, mahasiswi semester III di program studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah (PBID).

Sarah mengatakan, persiapan yang ia lakukan bersama kawan-kawannya sebelum mengikuti lomba adalah membeli berbagai perlengkapan gebogan, seperti buah-buah lokal, janur, bolu, dan jajan apem yang merona.

Gadis berkacamata asal Jimbaran, Badung itu juga mengaku, konsep gebogan yang dibuat oleh kelompoknya tidak direncanakan sebelumnya. “Karena kita terlalu sibuk menyiapkan perlengkapan gebogan, jadinya lupa merancang konsep. Alhasil, konsepnya secara spontan, mengikuti imajinasi kita saja,” ucapnya tersenyum.

Lomba membuat gebogan di UPMI Bali (Ni Komang Sariasih–kiri) | Foto: tatkala.co/Dede

Mirip seperti Sarah, salah satu peserta dari kelompok lain, I Dewa Ayu Devika Cahyani (21) juga merasakan hal yang sama.

Mahasiswi semester V di program studi Bimbingan Konseling yang akrab disapa Devika itu mengungkapkan, “mengikuti lomba gebogan ini sangat menantang, karena ini pertama kalinya saya membuat sampian cili (rangkaian janur untuk gebogan) dan langsung dilombakan. Cukup bangga dan puas karena bisa membuat sampian cili gebogan. Perasaannya tadi ya grogi, deg-degan, karena biasanya dikasih arahan oleh kakak tingkat, tetapi sekarang harus membantu adik tingkat berlomba,” ungkapnya setelah menyelesaikan gebogan.

Lomba membuat gebogan di UPMI Bali (I Dewa Ayu Devika Cahyani–kanan berkacamata) | Foto: tatkala.co/Dede

Tidak seperti kelompok Sarah yang membuat gebogan dengan konsep dadakan, Devika justru sudah menyiapkan konsep terlebih dahulu sebelum berlomba. Jadi, ketika hari perlombaan, ia dan kawan-kawannya hanya tinggal mengeksekusi.

Dara asal Kesiman, Denpasar itu mengatakan bahwa dirinya kurang puas karena waktu yang terbatas. “Meskipun berkejaran dengan waktu, tetapi sangat menyenangkan bisa mengikuti lomba ini, pengalaman yang sangat berharga bagi wanita Bali seperti saya, hahaha,” sahut Devika dengan nada bercanda.

Gebogan dari sembilan tim yang berlomba | Foto: tatkala.co/Dede

Lantas, Siapa yang Menjadi Jawaranya?

Dengan pelantang suara, ia mengatakannya.

“Hasil perlombaan akan diumumkan besok, pada hari Sabtu, 8 Februari 2025, sebelum persembahyangan hari suci Saraswati dilaksanakan,” tegas Adhiyoga Wiratama saat mengakhiri laporannya sebagai ketua panitia.

Siapakah yang akan menjadi jawaranya? Mari kita nantikan! [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: Hari SaraswatiUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura  Goa Selonding   

Next Post

Warung Kopi Tionghoa di Kampung Baru, 50 Tahun Jadi Saksi Pasang-Surut Kota Singaraja

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Warung Kopi Tionghoa di Kampung Baru, 50 Tahun Jadi Saksi Pasang-Surut Kota Singaraja

Warung Kopi Tionghoa di Kampung Baru, 50 Tahun Jadi Saksi Pasang-Surut Kota Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co