14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Desa Wisata, Ujung Tombak yang Tumpul?

Chusmeru by Chusmeru
May 4, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

DESA wisata adalah ujung tombak pariwisata kita. Dari Sabang hingga Merauke, desa-desa wisata telah menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga masyarakat yang ramah dan berdedikasi dalam mengembangkan daerahnya.

Pernyataan di atas disampaikan oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana saat memberikan sambutan dalam acara Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Menurutnya, pengelola dan warga desa wisata untuk terus berinovasi dan berkomitmen dalam mengembangkan potensi desanya. Ia juga berjanji untuk mendukung dan memastikan keberlanjutan program desa wisata.(Marketeers.com, 19/11/2024).

Benarkah desa wisata menjadi ujung tombak pariwisata Indonesia seperti dinyatakan Menteri Pariwisata? Bagaimana perkembangan desa wisata dalam industri pariwisata Tanah Air? Akankah desa wisata mampu bersaing dengan destinasi wisata yang telah mapan?

Desa wisata memang memiliki potensi besar untuk menjadi ujung tombak pariwisata Indonesia, terutama dalam menghadapi tuntutan wisatawan akan pengalaman yang lebih autentik dan berkelanjutan. Apalagi belakangan tren kunjungan ke desa wisata juga mulai meningkat seiring dengan isu wisata hijau.

Desa wisata berkontribusi dalam diversifikasi sektor pariwisata, mendukung perekonomian lokal, dan melestarikan budaya serta lingkungan. Namun, untuk benar-benar menjadi ujung tombak, desa wisata harus mengatasi berbagai tantangan terkait infrastruktur, pengelolaan, dan pemasaran yang lebih baik.

Di sisi lain, desa wisata berpotensi besar untuk dieksploitasi oleh investor, terutama mengingat potensi ekonomi dan pengembangan infrastruktur yang ditawarkan. Kendati , eksploitasi yang dilakukan secara tidak bijaksana dengan mengabaikan aspek sosial, budaya, dan lingkungan dapat merusak keunikan desa wisata itu sendiri.

Oleh karena itu, pengembangan desa wisata harus dilakukan dengan prinsip keberlanjutan, dengan melibatkan masyarakat lokal dan memastikan bahwa mereka mendapat manfaat langsung dari sektor pariwisata. Tanpa itu semua, desa wisata hanya akan menjadi ujung tombak pariwisata yang tumpul.

Peran Desa Wisata

Desa wisata adalah desa yang mengandalkan potensi alam, budaya, dan tradisi lokal sebagai daya tarik utama untuk wisatawan. Konsep desa wisata semakin berkembang, terutama dengan meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman autentik dan keberlanjutan.

Salah satu kontribusi utama desa wisata adalah pemberdayaan masyarakat lokal, dengan menciptakan peluang kerja dan mendongkrak perekonomian desa melalui sektor pariwisata. Banyak desa wisata yang berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat melalui homestay, usaha kerajinan tangan, atau pertanian organik yang dijual kepada wisatawan.

Desa wisata memiliki peran penting dalam diversifikasi dengan menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan destinasi wisata massal seperti Bali atau Jakarta. Dengan keunikan budaya dan alam, desa wisata memperkaya pilihan wisatawan yang mencari pengalaman yang lebih intim dan autentik.

Peran desa wisata adalah menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya. Desa wisata menjaga tradisi lokal sambil memanfaatkan potensi alam untuk pariwisata yang ramah lingkungan. Desa wisata di Kabupaten Bantul, Yogyakarta misalnya, menjaga tradisi lokal sambil memanfaatkan potensi alam untuk pariwisata yang ramah lingkungan.

Tantangan

Menjadi ujung tombak pariwisata nasional, desa wisata dihadapkan dengan banyak tantangan. Keterbatasan infrastruktur adalah problem klasik desa wisata. Kebanyakan desa wisata terletak di daerah yang jauh dari kota besar dan memiliki infrastruktur yang terbatas, baik dalam hal akses transportasi, fasilitas akomodasi, maupun sarana pendukung lainnya.

Pembenahan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan desa wisata. Banyak desa wisata yang terisolasi dengan akses jalan yang buruk. Lemahnya infrastruktur dapat membatasi potensi desa wisata untuk berkembang dan bersaing dengan destinasi wisata yang sudah mapan.

Dari sisi pengelolaan, masih banyak desa wisata yang belum profesional. Masyarakat lokal yang terlibat dalam mengelola desa wisata memiliki keterbatasan dalam hal manajerial, pemasaran, atau pelayanan wisata. Tidak sedikit desa wisata mengandalkan sistem manajemen yang sederhana atau belum memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran.

Tidak heran jika wisatawan lebih memilih mengunjungi destinasi wisata yang telah mapan. Selain infrastruktur lengkap dan daya tarik yang sudah dikenal luas, destinasi wisata yang telah mapan juga memiliki  beragam fasilitas. Oleh karenanya desa wisata sulit untuk bersaing.

Jika desa wisata hendak dijadikan ujung tombak yang tidak tumpul, maka pemerintah dan pihak swasta harus bekerja sama untuk meningkatkan infrastruktur di desa wisata, seperti memperbaiki akses jalan, menyediakan fasilitas publik yang lebih baik, dan meningkatkan kualitas akomodasi di desa.

Profesionalisme pengelola desa wisata juga perlu terus ditingkatkan. Masyarakat desa perlu diberikan pelatihan dalam pengelolaan desa wisata, termasuk dalam bidang pemasaran digital, pelayanan kepada wisatawan, dan pengelolaan lingkungan.

Tumpul oleh Eksploitasi

Potensi ekonomi yang dimiliki desa wisata seringkali menjadi daya tarik bagi investor. Keadaan ini bisa menjadi dilematis bagi desa wisata. Di satu sisi desa wisata membutuhkan dana untuk memperbaiki infrastruktur dan aksesibilitasnya. Namun di sisi lain, kehadiran investor dari luar desa cenderung eksploitatif.

Eksploitasi terjadi ketika desa wisata berkembang menjadi objek wisata massal serta komersialisasi yang berlebihan. Eksploitasi juga dapat terjadi ketika pembangunan hotel mewah atau resor besar mengubah desa menjadi destinasi wisata yang kurang berakar pada tradisi dan budaya lokal.

Alih-alih menjadi ujung tombak yang dapat menyejahterakan warga, desa wisata justru menjadi tumpul oleh eksploitasi. Bisa saja terjadi kasus, pengembangan desa wisata oleh investor besar  mengabaikan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan keuntungan dari sektor pariwisatanya.

Dampak buruk dari eksploitasi desa wisata yang paling serius tentunya kerusakan ekosistem. Desa yang semula sejuk dan asri dapat berubah menjadi kotor dan polutif ketika dieksploitasi secara berlebihan; dengan dalih meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Desa Wisata Les di Buleleng, Bali, dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik dalam ADWI 2024. Akankah desa wisata di Bali utara itu mampu mengembangkan potensinya? Apakah Desa Wisata Les dapat menjadi ujung tombak pariwisata Bali dan Indonesia?

Bisa saja desa wisata itu menjadi ujung tombak yang tumpul ketika dieksploitasi secara berlebihan. Apalagi bila investasi pengelolaan desa wisata didominasi oleh investor asing. Mengingat nama besar Bali sebagai magnet pariwisata dunia, sebagaimana terjadi di Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar.

Apalagi, rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di Buleleng semakin menguat. Tidak mustahil investor asing akan menyerbu hingga ke pelosok desa. Keindahan pantai, bukit, dan sawah akan berebut visualisasi dengan hotel-hotel yang berdiri kokoh.

Harapan Menteri Pariwisata agar desa wisata menjadi ujung tombak pariwisata Indonesia tentu sangat menjanjikan. Namun ketika tidak dikelola secara profesional dan hanya dieksploitasi oleh pemilik modal, desa wisata akan menikam dirinya sendiri. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Waspada “Cancel Culture” di Sektor Pariwisata
Apa Kabar 5 Destinasi Wisata Super Prioritas?
“Influencer” dan Promosi Pariwisata
Ironi Efisiensi dan Bangga Berwisata di Indonesia
Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?
Kuliner sebagai Ikon Wisata: Ya Makan, Ya Wisata
“Nostalgic Tourism” : Reduksi dan Kanalisasi Kenangan
Tags: desa wisatailmu pariwisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Unity Concert“ dari Prodi Musik ISI Bali:  Musik Membentuk dan Menyatukan Generasi

Next Post

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tentang Harimau Jawa

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

by Angga Wijaya
October 13, 2026
0
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

Read moreDetails

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

Read moreDetails

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
0
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

Read moreDetails

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

Read moreDetails

Wartawan Kehabisan Bensin

by Angga Wijaya
October 12, 2026
0
Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

Read moreDetails

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

Read moreDetails

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tentang Harimau Jawa

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tentang Harimau Jawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co