22 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apa Kabar 5 Destinasi Wisata Super Prioritas?

Chusmeru by Chusmeru
March 20, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PARIWISATA Indonesia selalu dikaitkan dengan Bali. Tolok ukur perkembangan pariwisata di Tanah Air kerap mengacu pada angka kunjungan wisatawan di Bali. Artinya, ketika kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali meningkat, maka pariwisata Indonesia membaik.

Atas dasar asumsi seperti itu, pemerintah mencanangkan pengembangan “ 10 Bali Baru”. Harapannya, destinasi wisata yang ada di penjuru Tanah Air dapat berkembang seperti Bali. Tahap awal pemerintah membentuk 5 (lima) Destinasi Wisata Super Prioritas (DSP), yaitu Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuhan Bajo, dan Likupang.

Lima destinasi wisata yang diharapkan menjadi Bali Baru itu juga digadang dapat menciptakan persebaran wisatawan, sehingga tidak hanya menumpuk di Bali. Selama ini Bali masih menjadi destinasi utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Sedangkan destinasi lain hanyalah limpahan setelah mengunjungi Bali.

Perkembangan 5 DSP ternyata tidak sesuai yang diharapkan. Alih-alih menjadi Bali Baru, 5 DSP terseok-seok untuk menggaet wisatawan. Kelima destinasi itu berhadapan dengan berbagai persoalannya sendiri, sehingga belum mampu menjadi Bali Baru bagi Indonesia.

Pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata memang dibangun di 5 Destinasi Wisata Super Prioritas. Namun tetap saja belum mampu mendongkrak angka kunjungan wisata secara signifikan. Dari kelima destinasi wisata itu, hanya Borobudur yang relatif berkembang. Danau Toba juga tidak terlalu menggembirakan.

Apa sesungguhnya yang membuat 5 DSP itu sulit berkembang? Jawabnya tentu sangat jelas, jika tolok ukurnya adalah pariwisata Bali. Mereka tidak memiliki seperti yang Bali miliki. Bali merupakan destinasi wisata yang komplet untuk dikunjungi. Wisatawan dapat menikmati dan melakukan apa saja di Bali.

Produk Spektakuler

Mengharap 5 DSP menjadi seperti Bali tidaklah mudah. Bali memiliki segalanya. Alam yang indah, fasilitas pariwisata yang lengkap, adat dan tradisi yang unik, atraksi seni budaya yang tiada henti, hasil kerajinan yang berkualitas, serta kuliner yang nikmat. Maka, jika 5 DSP itu hendak dijadikan Bali Baru, maka harus memiliki produk wisata yang spektakuler untuk sejajar dengan Bali.

Menjadi Bali Baru berarti produk wisata yang dimiliki lima destinasi wisata itu memiliki tiga kriteria capaian, selain angka kunjungan wisatawan. Pertama, tingkat penghunian kamar (occupancy rate) hotel. Tahun 2024 tingkat penghunian kamar (TPK) di Bali bedasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 68,78%. Jika ingin menjadi Bali Baru, maka 5 DSP itu harus memiliki TPK yang mendekati angka Bali.

Kedua, rata-rata lama menginap wisatawan (length of stay). Lama menginap wisatawan domestik dan mancanegara pada hotel berbintang di Bali periode Juli 2024 tercatat 2,748 hari. Pertanyaannya, mampukah 5 DSP itu mencapai rata-rata lama menginap seperti Bali?

Ketiga, pengeluaran wisatawan selama berada di destinasi (spending money). Rata-rata pengeluaran wisatawan di Bali mencapai 1.145 dolar Amerika Serikat atau sekitar 18 juta rupiah. Akankah 5 DSP itu juga mampu membuat target pengeluaran wisatawan sama dengan Bali?

Bukan hal yang mudah bagi 5 DSP untuk menjadi Bali Baru. Produk wisata mereka harus spektakuler. Mereka harus memiliki objek wisata, alam dan budaya, ekonomi kreatif, dan kuliner yang spektakuler. Jika tidak, maka sulit untuk disamakan dengan Bali.

Borobudur di Jawa Tengah memiliki objek spektakuler berupa candi yang menjadi warisan budaya dunia sebagaimana ditetapkan UNESCO pada tahun 1991. Namun Borobudur sebagai destinasi wisata masih perlu menggali potensi seni budaya lain serta event internasional. Begitu pula dengan Danau Toba, Mandalika, Labuhan Bajo, dan Likupang.

Interkonektivitas dan Atraksi

Selain Borobudur, pengembangan destinasi pada 5 DSP hampir memiliki problematika yang sama. Aksesibilitas menjadi salah satu masalah bagi wisatawan untuk berkunjung. Kalau pun ada bandara, wisatawan masih harus mengeluarkan biaya dan waktu untuk sampai ke destinasi wisata. Tidak ada interkonektivitas yang memudahkan wisatawan dari bandara menuju destinasi wisata.

Pembangunan infrastruktur pariwisata memang gencar dilakukan oleh pemerintahan Jokowi. Namun tidak dibarengi dengan interkonektivas yang memadai menuju destinasi. Akibatnya kunjungan wisatawan tidak sesuai dengan harapan. Hal itu terlihat dari kasus pencabutan status internasional pada 17 bandara di Indonesia, lantaran tidak mampu mendatangkan wisatawan mancanegara ke daerah-daerah itu.

Atraksi wisata menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan 5 DSP tersebut. Antraksi wisata dapat dikemas dalam bentuk event seni, budaya, maupun olah raga yang berskala nasional dan internasional. Betapa pun indah pemandangan alam di suatu destinasi, apabila tidak memiliki event akan sulit menarik kunjungan wisatawan.

Labuhan Bajo di Nusa Tenggara Timur menjadi bagian dari lima destinasi super prioritas, karena memiliki alam yang indah dan habitat Komodo yang langka di dunia. Angka kunjungan ke Labuhan Bajo dapat digenjot lebih baik jika memiliki agenda event berskala internasional.

Atraksi wisata di 5 DSP perlu dikemas secara berkelanjutan. Likupang di Sulawesi Utara memiliki pantai yang indah untuk berenang dan menyelam. Namun tanpa adanya event, Likupang tidak akan dapat memberikan kepuasan bagi wisatawan.

Mandalika di Nusa Tenggara Barat juga dikenal dunia karena event ajang balap MotoGP. Masalahnya, setelah gelaran MotoGP itu berakhir, apa yang dapat dinikmati wisatawan ketika mengunjungi Mandalika? Oleh karenanya perlu dukungan atraksi seni budaya di Mandalika agar wisatawan tetap tertarik untuk berkunjung, meskipun tak ada agenda MotoGP.

Saatnya Kementerian Pariwisata bertanggung jawab atas pencanangan 10 Bali Baru, termasuk 5 DSP ini. Bukan semata untuk kepentingan peningkatan angka kunjungan wisatawan. Lebih dari itu, masyarakat di sekitar destinasi juga mengharap manfaat ekonomi bagi peningkatan kesejahteraan mereka. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Influencer” dan Promosi Pariwisata
Ironi Efisiensi dan Bangga Berwisata di Indonesia
Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?
Kuliner sebagai Ikon Wisata: Ya Makan, Ya Wisata
“Nostalgic Tourism” : Reduksi dan Kanalisasi Kenangan
Bali Perlu Desain dan Terapi Kejut Pariwisata
“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan
Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
Tags: Pariwisatapariwisata indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tak Biasa Menjadi Seorang Ibu | Catatan Monolog Nova Aryani, “Hidup Dimulai di 40”

Next Post

Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bupati Sutjidra Minta Umat Hindu dan Muslim di Buleleng Tetap Kuatkan Persaudaraan

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

by Early NHS
July 20, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

Read moreDetails

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

by Chusmeru
July 20, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

Read moreDetails

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

by Rusdy Ulu
July 20, 2026
0
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

Read moreDetails

Krisis Baru Abad 21: Ketika Mesin Berpikir, Manusia Berhenti Merenung?

by Hairunnisa Br. Sagala
July 19, 2026
0
Krisis Baru Abad 21: Ketika Mesin Berpikir, Manusia Berhenti Merenung?

KONON, yang membedakan manusia dari makhluk lain bukan semata kemampuan berbicara, melainkan kemampuan merenung. Dari renungan lahir kebijaksanaan. Dari kebijaksanaan...

Read moreDetails

Langsung ke Intinya: Siapa Juara Piala Dunia?

by Nur Inayah Yushar
July 19, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

BAGI kelompok orang yang tidak mengikuti sepak bola, riuh rendah Piala Dunia sering kali terasa seperti latar belakang suara yang...

Read moreDetails

Bangkitlah Bali: Kesadaran Selalu Dimulai dari Keberanian Mengakui Kenyataan

by Agung Sudarsa
July 19, 2026
0
Bangkitlah Bali: Kesadaran Selalu Dimulai dari Keberanian Mengakui Kenyataan

"People will do anything, no matter how absurd, in order to avoid facing their own souls." Manusia rela melakukan apa...

Read moreDetails

Dari Stres Jadi Rileks: Menjadikan Musik Sebagai Pertolongan Pertama Emosi

by Muhammad Syahrul Wafda
July 19, 2026
0
Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?

MENGINGAT banyaknya pengguna media sosial saat ini, orang-orang gemar membagikan musik yang mereka dengarkan di platform seperti Instagram, WhatsApp, dan...

Read moreDetails

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

Read moreDetails

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
0
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

Read moreDetails

Satu Bahasa Dua Realitas: Mengapa Roy Suryo dan Jokowi Mustahil Saling Memahami?

by Nur Inayah Yushar
July 16, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

DALAM panggung politik kontemporer Indonesia, perseteruan antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Read moreDetails
Next Post
Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bupati Sutjidra Minta Umat Hindu dan Muslim di Buleleng Tetap Kuatkan Persaudaraan

Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bupati Sutjidra Minta Umat Hindu dan Muslim di Buleleng Tetap Kuatkan Persaudaraan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah
Khas

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila
Panggung

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA
Pemerintahan

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan penting mengenai postur APBD serta fenomena pencatatan...

by tatkala
July 20, 2026
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026
Ulas Pentas

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

by Satria Aditya
July 20, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

by Early NHS
July 20, 2026
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja
Opini

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026
Khas

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

KALA itu, pada hari keempat Ignite Fest, Kamis, 16 Juli 2026, kawasan di depan aula hingga halaman SMKS Kesehatan Bali...

by Dede Putra Wiguna
July 20, 2026
Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]
Ulas Rupa

Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]

"Kita tidak mewarisi bumi dari leluhur. Kita meminjamnya dari anak cucu." Kalimat yang sering dikutip dalam berbagai diskusi lingkungan itu...

by Angga Wijaya
July 20, 2026
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]
Ulas Musik

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

by Chusmeru
July 20, 2026
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026
Esai

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

by Rusdy Ulu
July 20, 2026
Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman
Khas

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

DI Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII tahun 2026 yang dipenuhi percakapan hangat pada Sabtu (18/7), para penyair...

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co