3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apa Kabar 5 Destinasi Wisata Super Prioritas?

Chusmeru by Chusmeru
March 20, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PARIWISATA Indonesia selalu dikaitkan dengan Bali. Tolok ukur perkembangan pariwisata di Tanah Air kerap mengacu pada angka kunjungan wisatawan di Bali. Artinya, ketika kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali meningkat, maka pariwisata Indonesia membaik.

Atas dasar asumsi seperti itu, pemerintah mencanangkan pengembangan “ 10 Bali Baru”. Harapannya, destinasi wisata yang ada di penjuru Tanah Air dapat berkembang seperti Bali. Tahap awal pemerintah membentuk 5 (lima) Destinasi Wisata Super Prioritas (DSP), yaitu Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuhan Bajo, dan Likupang.

Lima destinasi wisata yang diharapkan menjadi Bali Baru itu juga digadang dapat menciptakan persebaran wisatawan, sehingga tidak hanya menumpuk di Bali. Selama ini Bali masih menjadi destinasi utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Sedangkan destinasi lain hanyalah limpahan setelah mengunjungi Bali.

Perkembangan 5 DSP ternyata tidak sesuai yang diharapkan. Alih-alih menjadi Bali Baru, 5 DSP terseok-seok untuk menggaet wisatawan. Kelima destinasi itu berhadapan dengan berbagai persoalannya sendiri, sehingga belum mampu menjadi Bali Baru bagi Indonesia.

Pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata memang dibangun di 5 Destinasi Wisata Super Prioritas. Namun tetap saja belum mampu mendongkrak angka kunjungan wisata secara signifikan. Dari kelima destinasi wisata itu, hanya Borobudur yang relatif berkembang. Danau Toba juga tidak terlalu menggembirakan.

Apa sesungguhnya yang membuat 5 DSP itu sulit berkembang? Jawabnya tentu sangat jelas, jika tolok ukurnya adalah pariwisata Bali. Mereka tidak memiliki seperti yang Bali miliki. Bali merupakan destinasi wisata yang komplet untuk dikunjungi. Wisatawan dapat menikmati dan melakukan apa saja di Bali.

Produk Spektakuler

Mengharap 5 DSP menjadi seperti Bali tidaklah mudah. Bali memiliki segalanya. Alam yang indah, fasilitas pariwisata yang lengkap, adat dan tradisi yang unik, atraksi seni budaya yang tiada henti, hasil kerajinan yang berkualitas, serta kuliner yang nikmat. Maka, jika 5 DSP itu hendak dijadikan Bali Baru, maka harus memiliki produk wisata yang spektakuler untuk sejajar dengan Bali.

Menjadi Bali Baru berarti produk wisata yang dimiliki lima destinasi wisata itu memiliki tiga kriteria capaian, selain angka kunjungan wisatawan. Pertama, tingkat penghunian kamar (occupancy rate) hotel. Tahun 2024 tingkat penghunian kamar (TPK) di Bali bedasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 68,78%. Jika ingin menjadi Bali Baru, maka 5 DSP itu harus memiliki TPK yang mendekati angka Bali.

Kedua, rata-rata lama menginap wisatawan (length of stay). Lama menginap wisatawan domestik dan mancanegara pada hotel berbintang di Bali periode Juli 2024 tercatat 2,748 hari. Pertanyaannya, mampukah 5 DSP itu mencapai rata-rata lama menginap seperti Bali?

Ketiga, pengeluaran wisatawan selama berada di destinasi (spending money). Rata-rata pengeluaran wisatawan di Bali mencapai 1.145 dolar Amerika Serikat atau sekitar 18 juta rupiah. Akankah 5 DSP itu juga mampu membuat target pengeluaran wisatawan sama dengan Bali?

Bukan hal yang mudah bagi 5 DSP untuk menjadi Bali Baru. Produk wisata mereka harus spektakuler. Mereka harus memiliki objek wisata, alam dan budaya, ekonomi kreatif, dan kuliner yang spektakuler. Jika tidak, maka sulit untuk disamakan dengan Bali.

Borobudur di Jawa Tengah memiliki objek spektakuler berupa candi yang menjadi warisan budaya dunia sebagaimana ditetapkan UNESCO pada tahun 1991. Namun Borobudur sebagai destinasi wisata masih perlu menggali potensi seni budaya lain serta event internasional. Begitu pula dengan Danau Toba, Mandalika, Labuhan Bajo, dan Likupang.

Interkonektivitas dan Atraksi

Selain Borobudur, pengembangan destinasi pada 5 DSP hampir memiliki problematika yang sama. Aksesibilitas menjadi salah satu masalah bagi wisatawan untuk berkunjung. Kalau pun ada bandara, wisatawan masih harus mengeluarkan biaya dan waktu untuk sampai ke destinasi wisata. Tidak ada interkonektivitas yang memudahkan wisatawan dari bandara menuju destinasi wisata.

Pembangunan infrastruktur pariwisata memang gencar dilakukan oleh pemerintahan Jokowi. Namun tidak dibarengi dengan interkonektivas yang memadai menuju destinasi. Akibatnya kunjungan wisatawan tidak sesuai dengan harapan. Hal itu terlihat dari kasus pencabutan status internasional pada 17 bandara di Indonesia, lantaran tidak mampu mendatangkan wisatawan mancanegara ke daerah-daerah itu.

Atraksi wisata menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan 5 DSP tersebut. Antraksi wisata dapat dikemas dalam bentuk event seni, budaya, maupun olah raga yang berskala nasional dan internasional. Betapa pun indah pemandangan alam di suatu destinasi, apabila tidak memiliki event akan sulit menarik kunjungan wisatawan.

Labuhan Bajo di Nusa Tenggara Timur menjadi bagian dari lima destinasi super prioritas, karena memiliki alam yang indah dan habitat Komodo yang langka di dunia. Angka kunjungan ke Labuhan Bajo dapat digenjot lebih baik jika memiliki agenda event berskala internasional.

Atraksi wisata di 5 DSP perlu dikemas secara berkelanjutan. Likupang di Sulawesi Utara memiliki pantai yang indah untuk berenang dan menyelam. Namun tanpa adanya event, Likupang tidak akan dapat memberikan kepuasan bagi wisatawan.

Mandalika di Nusa Tenggara Barat juga dikenal dunia karena event ajang balap MotoGP. Masalahnya, setelah gelaran MotoGP itu berakhir, apa yang dapat dinikmati wisatawan ketika mengunjungi Mandalika? Oleh karenanya perlu dukungan atraksi seni budaya di Mandalika agar wisatawan tetap tertarik untuk berkunjung, meskipun tak ada agenda MotoGP.

Saatnya Kementerian Pariwisata bertanggung jawab atas pencanangan 10 Bali Baru, termasuk 5 DSP ini. Bukan semata untuk kepentingan peningkatan angka kunjungan wisatawan. Lebih dari itu, masyarakat di sekitar destinasi juga mengharap manfaat ekonomi bagi peningkatan kesejahteraan mereka. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Influencer” dan Promosi Pariwisata
Ironi Efisiensi dan Bangga Berwisata di Indonesia
Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?
Kuliner sebagai Ikon Wisata: Ya Makan, Ya Wisata
“Nostalgic Tourism” : Reduksi dan Kanalisasi Kenangan
Bali Perlu Desain dan Terapi Kejut Pariwisata
“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan
Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
Tags: Pariwisatapariwisata indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tak Biasa Menjadi Seorang Ibu | Catatan Monolog Nova Aryani, “Hidup Dimulai di 40”

Next Post

Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bupati Sutjidra Minta Umat Hindu dan Muslim di Buleleng Tetap Kuatkan Persaudaraan

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
0
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

Read moreDetails

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
0
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

Read moreDetails

Musik, Agama dan Politik

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
0
Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

Read moreDetails

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

by I Wayan Artika
November 1, 2026
0
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

Read moreDetails

Saraswati dan Kenaikan Kelas

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
0
Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

Read moreDetails

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

by tatkala
October 31, 2026
0
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

Read moreDetails

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails
Next Post
Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bupati Sutjidra Minta Umat Hindu dan Muslim di Buleleng Tetap Kuatkan Persaudaraan

Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bupati Sutjidra Minta Umat Hindu dan Muslim di Buleleng Tetap Kuatkan Persaudaraan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co