23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Influencer” dan Promosi Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
March 14, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PARIWISATA saat ini diwarnai dengan tren influencer yang melakukan live streaming di suatu destinasi wisata. Melalui kanal Youtube, TikTok, atau Instagram yang dimiliki, para influencer memamerkan kunjungannya ke objek wisata.

Bukan hanya menikmati keindahan objek wisata, para influencer atau pemengaruh juga melakukan berbagai kegiatan yang mengundang kehebohan. Mencicipi kuliner yang belum pernah disantapnya atau menari tarian adat adalah keseruan para pemengaruh.

Kasus kedatangan youtuber IShowspeed ke Indonesia dan ke beberapa negara di Asia telah menimbulkan kegemparan di jagat maya. Polahnya yang lucu dan ekspresif membuat acara live streaming perjalanan wisatanya ditonton oleh jutaan orang.

IShowspeed tidak sendirian. Banyak influencer atau pun youtuber di dunia yang kerap memamerkan kunjungan wisatanya. Puluhan vloger di dunia kerap membagikan perjalanan wisata mereka melalui kanal Youtube maupun TikTok.

Youtuber asal Vietnam, Xuan-Mai Pham memiliki 3,27 juta subscriber. Kanal Youtube-nya telah menghasilkan 706 video. Konten kreator ini kerap membagikan perjalanan ke berbagai negara, seperti Vietnam, Fiji, dan juga Bali.

Moya Mawhinney adalah youtuber yang berdarah campuran Irlandia dan Indonesia. Videonya banyak bercerita tentang perjalanannya ke negara lain. Perempuan yang kini tinggal di Paris ini berbagi video travelling ke Italia, Korea Selatan, Paris, Barcelona, dan Yunani.

Indonesia juga banyak memiliki influencer yang sering mengunggah perjalanan wisatanya lewat Instagram, Youtube, dan TikTok. Di kanal Instagram dikenal nama Trinity Traveler dan Amrazing, yang biasa dipanggil Koh Lexy. Foto-foto dan caption mereka di Instagram banyak disukai pengikutnya.

Kanal Youtube Indonesia terdapat nama Kadek Arini yang memiliki subscriber sebanyak 3,35 juta. Video perjalanan wisatanya banyak bercerita tentang liburan di Indonesia, Jepang, India, Myanmar, Turki, dan Australia.

Akun TikTok @backpackertampan merupakan konten kreator travelling yang memiliki 2 juta followers. Dikutip dari Influence.id, akun milik Pandhu banyak mengambil hati khalayak TikTok. Bahkan salah satu videonya meraup 23,7 juta viewers dan 1,7 juta likes.

Efektif dan Efisien

Peran influencer dalam pariwisata cukup besar. Mereka dapat mempengaruhi orang yang akan melakukan perjalanan wisata, namun belum tahu destinasi mana yang akan dituju. Melalui konten yang dibagikan para pemengaruh, wisatawan bisa membuat itinerary wisatanya.

Promosi wisata melalui para influencer ini dianggap sangat efektif dan efisien. Para pemengaruh yang aktif di media sosial ini membawa dampak yang positif dan signifikan bagi industri pariwisata Tanah Air. Terutama pengaruh pada generasi Alpha, Z dan milenial yang saat ini mendominasi pasar wisata di dunia.

Efek yang paling dirasakan oleh tayangan konten influencer adalah imitatif dan FOMO (Fear of Missing Out). Wisatawan ingin meniru apa yang dilakukan para pemengaruh itu saat di destinasi wisata. Wisatawan takut kehilangan momentum dan harus segera mengunjungi destinasi wisata seperti yang dikunjungi para pemengaruh.

Efek ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) juga dirasakan oleh orang yang menonton Youtube para pemengaruh. Efek yang menyenangkan ini dipicu oleh konten para pemengaruh yang begitu riang saat berada di objek wisata.

Promosi wisata lewat influencer sangat efektif lantaran para pemengaruh itu memiliki subscriber maupun follower dalam jumlah banyak. Sekali tayang, konten perjalanan para pemengaruh bisa secara masif disaksikan oleh pengikutnya di berbagai belahan dunia.

Promosi dengan memanfaatkan pemengaruh juga sangat efektif dan lebih murah jika dibandingkan dengan promosi konvensional. Mengundang beberapa orang youtuber untuk berkeliling ke destinasi wisata di Indonesia biayanya lebih murah dibanding pameran ke berbagai negara maupun promosi melalui biro perjalanan.

Para pemengaruh dalam konteks promosi wisata juga dianggap memiliki kredibilitas sebagai komunikator; dibandingkan dengan biro perjalanan. Para pemengaruh menjajikan pengalaman yang lebih nyata dan ekspresif ketika berada di objek wisata. Sedangkan promosi oleh biro perjalanan kadangkala ada unsur yang dilebih-lebihkan.

Dukungan Event

Promosi wisata dengan berkolaborasi dengan para influencer perlu dilakukan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Melihat potensi pasar wisata yang didominasi oleh wisatawan yang internet minded, promosi kekinian dengan melibatkan pemengaruh sangat relevan.

Untuk mengundang minat para pemengaruh dan wisatawan berkunjung ke Indonesia, maka perlu dukungan penyelenggaraan event yang berskala internasional. Semakin banyak dan semakin sering event diadakan, maka para pemengaruh akan semakin semangat melakukan live streaming aktivitas wisatanya di Indonesia.

Pasca kunjungan IShowspeed ke beberapa kota di Indonesia, akan mengundang minat wisatawan maupun para youtuber lain untuk berkunjung ke Indonesia. Selain event yang perlu digarap, sektor kuliner dan infrastruktur pariwisata juga layak mendapat perhatian.

Sentra-sentra kuliner perlu ditata secara rapih dan instagramabel. Banyak pemengaruh yang mengujungi sentra kuliner serta mencicipi makanan dan minuman khas Indonesia. Spot kuliner yang menarik akan membuat efek ASMR ketika tayang di kanal media sosial mereka.

Banyak pengelola objek wisata yang ingin dikunjungi para influencer. Akan tetapi kadang terkendala oleh masalah infrastuktur yang buruk, baik kondisi jalan maupun jaringan telekomunikasi. Belum lagi masalah akesesibilitas dan konektivitas menuju objek wisata di daerah yang masih buruk.

Industri pariwisata memang selalu bergerak maju. Promosi wisata dituntut untuk menyesuaikan setiap perubahan pergerakan. Jika saat ini influencer punya andil dalam promosi pariwisata, suatu saat kelak akan tergantikan oleh fenomena baru yang lain. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Ironi Efisiensi dan Bangga Berwisata di Indonesia
Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?
Kuliner sebagai Ikon Wisata: Ya Makan, Ya Wisata
“Nostalgic Tourism” : Reduksi dan Kanalisasi Kenangan
Bali Perlu Desain dan Terapi Kejut Pariwisata
“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan
Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
“Voluntourism”: Berwisata Seraya Berderma
Tags: influencerPariwisatawisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dewata Kusayang, Dewataku Malang: Bali yang Digempur Kapitalisme

Next Post

Puisi-Puisi  Ira Apryanthi | Kedai Tua Jalan Kakatua

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Ira Apryanthi

Puisi-Puisi  Ira Apryanthi | Kedai Tua Jalan Kakatua

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co