22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Influencer” dan Promosi Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
March 14, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PARIWISATA saat ini diwarnai dengan tren influencer yang melakukan live streaming di suatu destinasi wisata. Melalui kanal Youtube, TikTok, atau Instagram yang dimiliki, para influencer memamerkan kunjungannya ke objek wisata.

Bukan hanya menikmati keindahan objek wisata, para influencer atau pemengaruh juga melakukan berbagai kegiatan yang mengundang kehebohan. Mencicipi kuliner yang belum pernah disantapnya atau menari tarian adat adalah keseruan para pemengaruh.

Kasus kedatangan youtuber IShowspeed ke Indonesia dan ke beberapa negara di Asia telah menimbulkan kegemparan di jagat maya. Polahnya yang lucu dan ekspresif membuat acara live streaming perjalanan wisatanya ditonton oleh jutaan orang.

IShowspeed tidak sendirian. Banyak influencer atau pun youtuber di dunia yang kerap memamerkan kunjungan wisatanya. Puluhan vloger di dunia kerap membagikan perjalanan wisata mereka melalui kanal Youtube maupun TikTok.

Youtuber asal Vietnam, Xuan-Mai Pham memiliki 3,27 juta subscriber. Kanal Youtube-nya telah menghasilkan 706 video. Konten kreator ini kerap membagikan perjalanan ke berbagai negara, seperti Vietnam, Fiji, dan juga Bali.

Moya Mawhinney adalah youtuber yang berdarah campuran Irlandia dan Indonesia. Videonya banyak bercerita tentang perjalanannya ke negara lain. Perempuan yang kini tinggal di Paris ini berbagi video travelling ke Italia, Korea Selatan, Paris, Barcelona, dan Yunani.

Indonesia juga banyak memiliki influencer yang sering mengunggah perjalanan wisatanya lewat Instagram, Youtube, dan TikTok. Di kanal Instagram dikenal nama Trinity Traveler dan Amrazing, yang biasa dipanggil Koh Lexy. Foto-foto dan caption mereka di Instagram banyak disukai pengikutnya.

Kanal Youtube Indonesia terdapat nama Kadek Arini yang memiliki subscriber sebanyak 3,35 juta. Video perjalanan wisatanya banyak bercerita tentang liburan di Indonesia, Jepang, India, Myanmar, Turki, dan Australia.

Akun TikTok @backpackertampan merupakan konten kreator travelling yang memiliki 2 juta followers. Dikutip dari Influence.id, akun milik Pandhu banyak mengambil hati khalayak TikTok. Bahkan salah satu videonya meraup 23,7 juta viewers dan 1,7 juta likes.

Efektif dan Efisien

Peran influencer dalam pariwisata cukup besar. Mereka dapat mempengaruhi orang yang akan melakukan perjalanan wisata, namun belum tahu destinasi mana yang akan dituju. Melalui konten yang dibagikan para pemengaruh, wisatawan bisa membuat itinerary wisatanya.

Promosi wisata melalui para influencer ini dianggap sangat efektif dan efisien. Para pemengaruh yang aktif di media sosial ini membawa dampak yang positif dan signifikan bagi industri pariwisata Tanah Air. Terutama pengaruh pada generasi Alpha, Z dan milenial yang saat ini mendominasi pasar wisata di dunia.

Efek yang paling dirasakan oleh tayangan konten influencer adalah imitatif dan FOMO (Fear of Missing Out). Wisatawan ingin meniru apa yang dilakukan para pemengaruh itu saat di destinasi wisata. Wisatawan takut kehilangan momentum dan harus segera mengunjungi destinasi wisata seperti yang dikunjungi para pemengaruh.

Efek ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) juga dirasakan oleh orang yang menonton Youtube para pemengaruh. Efek yang menyenangkan ini dipicu oleh konten para pemengaruh yang begitu riang saat berada di objek wisata.

Promosi wisata lewat influencer sangat efektif lantaran para pemengaruh itu memiliki subscriber maupun follower dalam jumlah banyak. Sekali tayang, konten perjalanan para pemengaruh bisa secara masif disaksikan oleh pengikutnya di berbagai belahan dunia.

Promosi dengan memanfaatkan pemengaruh juga sangat efektif dan lebih murah jika dibandingkan dengan promosi konvensional. Mengundang beberapa orang youtuber untuk berkeliling ke destinasi wisata di Indonesia biayanya lebih murah dibanding pameran ke berbagai negara maupun promosi melalui biro perjalanan.

Para pemengaruh dalam konteks promosi wisata juga dianggap memiliki kredibilitas sebagai komunikator; dibandingkan dengan biro perjalanan. Para pemengaruh menjajikan pengalaman yang lebih nyata dan ekspresif ketika berada di objek wisata. Sedangkan promosi oleh biro perjalanan kadangkala ada unsur yang dilebih-lebihkan.

Dukungan Event

Promosi wisata dengan berkolaborasi dengan para influencer perlu dilakukan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Melihat potensi pasar wisata yang didominasi oleh wisatawan yang internet minded, promosi kekinian dengan melibatkan pemengaruh sangat relevan.

Untuk mengundang minat para pemengaruh dan wisatawan berkunjung ke Indonesia, maka perlu dukungan penyelenggaraan event yang berskala internasional. Semakin banyak dan semakin sering event diadakan, maka para pemengaruh akan semakin semangat melakukan live streaming aktivitas wisatanya di Indonesia.

Pasca kunjungan IShowspeed ke beberapa kota di Indonesia, akan mengundang minat wisatawan maupun para youtuber lain untuk berkunjung ke Indonesia. Selain event yang perlu digarap, sektor kuliner dan infrastruktur pariwisata juga layak mendapat perhatian.

Sentra-sentra kuliner perlu ditata secara rapih dan instagramabel. Banyak pemengaruh yang mengujungi sentra kuliner serta mencicipi makanan dan minuman khas Indonesia. Spot kuliner yang menarik akan membuat efek ASMR ketika tayang di kanal media sosial mereka.

Banyak pengelola objek wisata yang ingin dikunjungi para influencer. Akan tetapi kadang terkendala oleh masalah infrastuktur yang buruk, baik kondisi jalan maupun jaringan telekomunikasi. Belum lagi masalah akesesibilitas dan konektivitas menuju objek wisata di daerah yang masih buruk.

Industri pariwisata memang selalu bergerak maju. Promosi wisata dituntut untuk menyesuaikan setiap perubahan pergerakan. Jika saat ini influencer punya andil dalam promosi pariwisata, suatu saat kelak akan tergantikan oleh fenomena baru yang lain. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Ironi Efisiensi dan Bangga Berwisata di Indonesia
Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?
Kuliner sebagai Ikon Wisata: Ya Makan, Ya Wisata
“Nostalgic Tourism” : Reduksi dan Kanalisasi Kenangan
Bali Perlu Desain dan Terapi Kejut Pariwisata
“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan
Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
“Voluntourism”: Berwisata Seraya Berderma
Tags: influencerPariwisatawisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dewata Kusayang, Dewataku Malang: Bali yang Digempur Kapitalisme

Next Post

Puisi-Puisi  Ira Apryanthi | Kedai Tua Jalan Kakatua

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Ira Apryanthi

Puisi-Puisi  Ira Apryanthi | Kedai Tua Jalan Kakatua

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co