13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Noctourism”: Berwisata Sambil Begadang

Chusmeru by Chusmeru
June 1, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

“Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya, begadang boleh saja, kalau ada perlunya”. Itulah sebait lagu dangdut yang dibawakan Rhoma Irama pada tahun 1970-an. Pada masanya, lagu itu begitu terkenal di kalangan anak muda. Hal itu tak terlepas dari aktivitas anak muda kala itu yang suka tidur larut malam, atau biasa disebut begadang.

 Lagu yang berisi nasihat kepada kawula muda untuk tidak begadang jika tak ada perlunya itu didasari pada fenomena saat itu. Anak-anak muda berkumpul malam hari dan melakukan hal-hal yang kadang kurang berguna.

Kekinian, begadang menjadi aktivitas berwisata yang banyak dilakukan orang. Berwisata di malam hari disebut dengan noctourism. Konsep ini telah berkembang di beberapa negara, terutama di kota-kota besar yang memiliki atraksi wisata yang menarik dan kegiatan malam yang beragam.

Berbagai kegiatan dapat dilakukan dalam noctourism. Mengunjungi tempat-tempat hiburan malam seperti klub malam, bar, dan restoran yang buka hingga larut malam merupakan kenikmatan tersendiri bagi wisatawan.

Banyak pula atraksi seni budaya yang dipertunjukkan pada malam hari. Taman bermain dan atraksi cahaya malam hari merupakan keindahan yang biasanya diburu wisatawan. Sekadar jalan-jalan menikmati pemandangan kota di malam hari atau mengunjungi landmark terkenal di malam hari, selain murah juga menyenangkan.

Tidak sedikit pula biro perjalanan wisata yang menawarkan paket wisata malam hari. Aktivitasnya bisa berupa eksplorasi kota malam hari hingga berburu kuliner khas suatu kota di malam hari. Sangat sederhana, namun memiliki nilai hiburan yang tinggi bagi wisatawan.

Noctourism tentu saja mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Peredaran uang bukan hanya terjadi pada siang hari, tetapi juga pada larut malam. Wisatawan sendiri memetik manfaat pengalaman unik berwisata pada malam hari yang sensasinya berbeda dengan siang hari.

Berbagai Kota Wisata Malam

Banyak kota di seluruh dunia yang cocok untuk kegiatan noctourism. Masing-masing menawarkan pengalaman unik pada malam hari. Kota Tokyo di Jepang dikenal dengan kehidupan malamnya yang beragam, dari bar unik di Shinjuku hingga klub malam yang mewah di Roppongi. Untuk mendapatkan pengalaman yang autentik, wisatawan dapat menikmati kuliner malam, tur ke kuil-kuil yang buka malam, dan menikmati suasana lampu neon yang ikonik.

New York City, Amerika Serikat merupakan kota yang benar-benar tak pernah tidur. Wisatawan bisa mengunjungi Times Square yang terang benderang sepanjang malam, atau menikmati berbagai pilihan restoran dan bar yang buka 24 jam. Wisatawan juga akan mendapat pengalaman menyaksikan Broadway Show pada malam hari, atau tur malam ke Central Park yang memberi suasana berbeda.

Kota Paris di Prancis dikenal sebagai kota yang romantis. Paris menawarkan pengalaman noctourism yang penuh pesona, dengan berbagai kafe dan restoran yang buka hingga larut malam. Mengunjungi Menara Eiffel yang diterangi lampu di malam hari, atau tur malam ke Montmartre yang penuh seni dan budaya merupakan sesuatu yang memanjakan mata.

Di kawasan Asia Tenggara, Kuala Lumpur memiliki berbagai pusat perbelanjaan dan restoran yang buka hingga malam, serta atraksi-atraksi ikonik yang dapat dinikmati pada malam hari, seperti Petronas Twin Towers yang menyala indah. Wisatawan dapat melakukan tur malam ke Batu Caves atau menikmati kuliner jalanan di pasar malam.

Indonesia memiliki beberapa kota yang sangat cocok untuk kegiatan noctourism, menawarkan berbagai aktivitas menarik yang bisa dinikmati pada malam hari. Jakarta adalah salah satu pilihan destinasi wisata malam. Selain bar, kafe, dan restoran, wisatawan bisa menjelajahi berbagai kawasan seperti Kemang, SCBD, atau Kota Tua yang menawarkan suasana berbeda di malam hari.

Bali, utamanya Denpasar, Badung, dan Gianyar merupakan destinasi noctourism yang layak dinikmati wisatawan. Teramat banyak bar dan klub malam yang buka hingga dini hari. Menikmati makan malam di bibir pantai Jimbaran akan mendatangkan sensasi tersendiri.

Yogyakarta menawarkan pengalaman noctourism yang kaya akan budaya, terutama di sekitar kawasan Malioboro yang sangat hidup di malam hari. Selain itu, banyak kafe, restoran, dan tempat hiburan yang buka sampai larut malam. Menikmati makan malam dengan kuliner khas Yogya sering menjadi tujuan wisatawan.

Bandung memiliki suasana yang lebih santai namun tetap menyenangkan untuk noctourism. Banyak kafe dan restoran dengan pemandangan indah, dan kawasan Dago serta Lembang sering menjadi pusat kegiatan malam. Menikmati kuliner malam di Jalan Riau atau Dago, atau mengunjungi Bukit Moko yang memberikan pemandangan kota Bandung yang indah di malam hari tentu mengasyikkan.

Selain kota-kota tersebut, Indonesia masih banyak memiliki destinasi wisata malam yang cocok untuk begadang. Solo, Surabaya, Medan, Batam, dan Lombok adalah kota-kota yang siap menerima wisatawan di malam hari. Semua memiliki keunikan dan pengalaman berwisata yang berbeda.

Kewaspadaan

Noctourism memang menawarkan pengalaman menarik, namun seperti halnya kegiatan wisata lainnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diwaspadai agar pengalaman tersebut tetap aman dan menyenangkan. Keamanan pribadi wisatawan merupakan hal penting. Di kota-kota besar risiko terjadinya tindak kriminalitas sangat besar, seperti penipuan, pencurian, dan pelecehan seksual.

Kewaspadaan di jalanan sangat perlu diperhatikan, terutama bagi yang menikmati wisata malam sendirian. Tempat yang sepi atau tidak familiar perlu dihindari. Jika tidak berkendara sendiri, pastikan menggunakan layanan taksi atau transportasi yang aman dan dapat dipercaya.

Faktor kesehatan layak menjadi pertimbangan. Aktivitas noctourism seringkali berlangsung hingga larut malam atau bahkan dini hari. Jika wisatawan tidak cukup tidur, ini dapat mengganggu kesehatan  atau membuat  kelelahan pada keesokan harinya.

Kehidupan malam seringkali identik dengan konsumsi alkohol atau makanan yang tidak sehat, yang bisa berdampak buruk pada tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Bagi yang mengkonsumsi alkohol, pastikan menjaga batasan agar aman, dan mengatur pola makan agar tetap sehat.

Terpenting, untuk memastikan pengalaman noctourism yang aman, wisatawan dapat mencari informasi dan ulasan dari wisatawan lain. Gunakan situs atau aplikasi yang terpercaya untuk mendapatkan rekomendasi tempat-tempat yang aman dan berkualitas.

Wisata malam memang menjanjikan sensasi tersendiri dibanding siang hari. Meski demikian, seperti lagu Rhoma Irama di atas, berwisata di malam hari tidak disarankan terlalu sering dilakukan. Sebab, begadang yang berlebihan tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Storynomics Tourism”: Tutur Cerita dalam Wisata
“Study Tour”, Bukan Remah-Remah dalam Pariwisata
“Pseudotourism”: Pepesan Kosong dalam Pariwisata
Desa Wisata, Ujung Tombak yang Tumpul?
Waspada “Cancel Culture” di Sektor Pariwisata
Apa Kabar 5 Destinasi Wisata Super Prioritas?
Tags: Pariwisatawisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lengkingan Gagak Hitam | Cerpen Mas Ruscitadewi

Next Post

Study of Mechanical Reproduction: Melihat Kembali Peran Fotografi Sebagai Karya Seni yang Terbebas dari Konvensi Klasik

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Study of Mechanical Reproduction: Melihat Kembali Peran Fotografi Sebagai Karya Seni yang Terbebas dari Konvensi Klasik

Study of Mechanical Reproduction: Melihat Kembali Peran Fotografi Sebagai Karya Seni yang Terbebas dari Konvensi Klasik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co