2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Noctourism”: Berwisata Sambil Begadang

Chusmeru by Chusmeru
June 1, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

“Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya, begadang boleh saja, kalau ada perlunya”. Itulah sebait lagu dangdut yang dibawakan Rhoma Irama pada tahun 1970-an. Pada masanya, lagu itu begitu terkenal di kalangan anak muda. Hal itu tak terlepas dari aktivitas anak muda kala itu yang suka tidur larut malam, atau biasa disebut begadang.

 Lagu yang berisi nasihat kepada kawula muda untuk tidak begadang jika tak ada perlunya itu didasari pada fenomena saat itu. Anak-anak muda berkumpul malam hari dan melakukan hal-hal yang kadang kurang berguna.

Kekinian, begadang menjadi aktivitas berwisata yang banyak dilakukan orang. Berwisata di malam hari disebut dengan noctourism. Konsep ini telah berkembang di beberapa negara, terutama di kota-kota besar yang memiliki atraksi wisata yang menarik dan kegiatan malam yang beragam.

Berbagai kegiatan dapat dilakukan dalam noctourism. Mengunjungi tempat-tempat hiburan malam seperti klub malam, bar, dan restoran yang buka hingga larut malam merupakan kenikmatan tersendiri bagi wisatawan.

Banyak pula atraksi seni budaya yang dipertunjukkan pada malam hari. Taman bermain dan atraksi cahaya malam hari merupakan keindahan yang biasanya diburu wisatawan. Sekadar jalan-jalan menikmati pemandangan kota di malam hari atau mengunjungi landmark terkenal di malam hari, selain murah juga menyenangkan.

Tidak sedikit pula biro perjalanan wisata yang menawarkan paket wisata malam hari. Aktivitasnya bisa berupa eksplorasi kota malam hari hingga berburu kuliner khas suatu kota di malam hari. Sangat sederhana, namun memiliki nilai hiburan yang tinggi bagi wisatawan.

Noctourism tentu saja mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Peredaran uang bukan hanya terjadi pada siang hari, tetapi juga pada larut malam. Wisatawan sendiri memetik manfaat pengalaman unik berwisata pada malam hari yang sensasinya berbeda dengan siang hari.

Berbagai Kota Wisata Malam

Banyak kota di seluruh dunia yang cocok untuk kegiatan noctourism. Masing-masing menawarkan pengalaman unik pada malam hari. Kota Tokyo di Jepang dikenal dengan kehidupan malamnya yang beragam, dari bar unik di Shinjuku hingga klub malam yang mewah di Roppongi. Untuk mendapatkan pengalaman yang autentik, wisatawan dapat menikmati kuliner malam, tur ke kuil-kuil yang buka malam, dan menikmati suasana lampu neon yang ikonik.

New York City, Amerika Serikat merupakan kota yang benar-benar tak pernah tidur. Wisatawan bisa mengunjungi Times Square yang terang benderang sepanjang malam, atau menikmati berbagai pilihan restoran dan bar yang buka 24 jam. Wisatawan juga akan mendapat pengalaman menyaksikan Broadway Show pada malam hari, atau tur malam ke Central Park yang memberi suasana berbeda.

Kota Paris di Prancis dikenal sebagai kota yang romantis. Paris menawarkan pengalaman noctourism yang penuh pesona, dengan berbagai kafe dan restoran yang buka hingga larut malam. Mengunjungi Menara Eiffel yang diterangi lampu di malam hari, atau tur malam ke Montmartre yang penuh seni dan budaya merupakan sesuatu yang memanjakan mata.

Di kawasan Asia Tenggara, Kuala Lumpur memiliki berbagai pusat perbelanjaan dan restoran yang buka hingga malam, serta atraksi-atraksi ikonik yang dapat dinikmati pada malam hari, seperti Petronas Twin Towers yang menyala indah. Wisatawan dapat melakukan tur malam ke Batu Caves atau menikmati kuliner jalanan di pasar malam.

Indonesia memiliki beberapa kota yang sangat cocok untuk kegiatan noctourism, menawarkan berbagai aktivitas menarik yang bisa dinikmati pada malam hari. Jakarta adalah salah satu pilihan destinasi wisata malam. Selain bar, kafe, dan restoran, wisatawan bisa menjelajahi berbagai kawasan seperti Kemang, SCBD, atau Kota Tua yang menawarkan suasana berbeda di malam hari.

Bali, utamanya Denpasar, Badung, dan Gianyar merupakan destinasi noctourism yang layak dinikmati wisatawan. Teramat banyak bar dan klub malam yang buka hingga dini hari. Menikmati makan malam di bibir pantai Jimbaran akan mendatangkan sensasi tersendiri.

Yogyakarta menawarkan pengalaman noctourism yang kaya akan budaya, terutama di sekitar kawasan Malioboro yang sangat hidup di malam hari. Selain itu, banyak kafe, restoran, dan tempat hiburan yang buka sampai larut malam. Menikmati makan malam dengan kuliner khas Yogya sering menjadi tujuan wisatawan.

Bandung memiliki suasana yang lebih santai namun tetap menyenangkan untuk noctourism. Banyak kafe dan restoran dengan pemandangan indah, dan kawasan Dago serta Lembang sering menjadi pusat kegiatan malam. Menikmati kuliner malam di Jalan Riau atau Dago, atau mengunjungi Bukit Moko yang memberikan pemandangan kota Bandung yang indah di malam hari tentu mengasyikkan.

Selain kota-kota tersebut, Indonesia masih banyak memiliki destinasi wisata malam yang cocok untuk begadang. Solo, Surabaya, Medan, Batam, dan Lombok adalah kota-kota yang siap menerima wisatawan di malam hari. Semua memiliki keunikan dan pengalaman berwisata yang berbeda.

Kewaspadaan

Noctourism memang menawarkan pengalaman menarik, namun seperti halnya kegiatan wisata lainnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diwaspadai agar pengalaman tersebut tetap aman dan menyenangkan. Keamanan pribadi wisatawan merupakan hal penting. Di kota-kota besar risiko terjadinya tindak kriminalitas sangat besar, seperti penipuan, pencurian, dan pelecehan seksual.

Kewaspadaan di jalanan sangat perlu diperhatikan, terutama bagi yang menikmati wisata malam sendirian. Tempat yang sepi atau tidak familiar perlu dihindari. Jika tidak berkendara sendiri, pastikan menggunakan layanan taksi atau transportasi yang aman dan dapat dipercaya.

Faktor kesehatan layak menjadi pertimbangan. Aktivitas noctourism seringkali berlangsung hingga larut malam atau bahkan dini hari. Jika wisatawan tidak cukup tidur, ini dapat mengganggu kesehatan  atau membuat  kelelahan pada keesokan harinya.

Kehidupan malam seringkali identik dengan konsumsi alkohol atau makanan yang tidak sehat, yang bisa berdampak buruk pada tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Bagi yang mengkonsumsi alkohol, pastikan menjaga batasan agar aman, dan mengatur pola makan agar tetap sehat.

Terpenting, untuk memastikan pengalaman noctourism yang aman, wisatawan dapat mencari informasi dan ulasan dari wisatawan lain. Gunakan situs atau aplikasi yang terpercaya untuk mendapatkan rekomendasi tempat-tempat yang aman dan berkualitas.

Wisata malam memang menjanjikan sensasi tersendiri dibanding siang hari. Meski demikian, seperti lagu Rhoma Irama di atas, berwisata di malam hari tidak disarankan terlalu sering dilakukan. Sebab, begadang yang berlebihan tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Storynomics Tourism”: Tutur Cerita dalam Wisata
“Study Tour”, Bukan Remah-Remah dalam Pariwisata
“Pseudotourism”: Pepesan Kosong dalam Pariwisata
Desa Wisata, Ujung Tombak yang Tumpul?
Waspada “Cancel Culture” di Sektor Pariwisata
Apa Kabar 5 Destinasi Wisata Super Prioritas?
Tags: Pariwisatawisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lengkingan Gagak Hitam | Cerpen Mas Ruscitadewi

Next Post

Study of Mechanical Reproduction: Melihat Kembali Peran Fotografi Sebagai Karya Seni yang Terbebas dari Konvensi Klasik

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Study of Mechanical Reproduction: Melihat Kembali Peran Fotografi Sebagai Karya Seni yang Terbebas dari Konvensi Klasik

Study of Mechanical Reproduction: Melihat Kembali Peran Fotografi Sebagai Karya Seni yang Terbebas dari Konvensi Klasik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co