23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Storynomics Tourism”: Tutur Cerita dalam Wisata

Chusmeru by Chusmeru
May 24, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BANYAK pertimbangan wisatawan berkunjung ke satu destinasi wisata. Selain potensi alam dan budayanya, daya tarik destinasi wisata terletak pada kelengkapan informasi yang diperoleh wisatawan. Meski objek wisata memiliki potensi menarik, namun tidak diinformasikan secara baik, akan kurang dikenal wisatawan.

Beragam cara digunakan wisatawan untuk mendapatkan informasi tentang destinasi wisata. Kekinian, wisatawan lebih memilih mencari sumber informasi wisata dari media sosial. Apalagi media sosial saat ini banyak digunakan untuk promosi pariwisata.

Kalangan industri pariwisata sendiri berupaya menyajikan informasi selengkap, semenarik, dan sejelas mungkin. Salah satu cara yang sering digunakan oleh industri pariwisata adalah dengan menarasikan objek dan daya tarik wisata di satu destinasi. Cara seperti ini biasa disebut dengan storynomic tourism atau tutur cerita dalam wisata.

Storynomics tourism adalah konsep yang menggabungkan penuturan cerita dengan ekonomi pariwisata untuk menciptakan pengalaman yang lebih mendalam dan menarik bagi wisatawan. Istilah ini mengacu pada cara-cara di mana industri pariwisata menggunakan narasi atau cerita untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata, memperkaya pengalaman pengunjung, dan memberikan nilai lebih dalam perjalanan mereka.

Dalam storynomics tourism, destinasi atau atraksi wisata tidak hanya menawarkan tempat atau pemandangan, tetapi juga cerita yang menghubungkan tempat tersebut dengan sejarah, budaya, atau mitos lokal. Cerita-cerita ini menciptakan hubungan emosional yang lebih kuat antara wisatawan dan destinasi, membuat pengalaman mereka lebih berkesan dan memikat.

Storynomics tourism seringkali melibatkan pengenalan lebih mendalam terhadap budaya lokal melalui cerita-cerita tradisional, legenda, atau pengalaman sejarah. Ini tidak hanya membuat perjalanan lebih menarik, tetapi juga mendidik wisatawan tentang nilai-nilai dan tradisi masyarakat setempat.

Potensi

Indonesia memiliki banyak potensi alam dan budaya yang dapat dinarasikan dalam tutur cerita wisata. Semua potensi itu jika dituturkan dengan baik akan membuat wisatawan bukan hanya kagum, namun juga merasa menjadi bagian dari alam dan budaya itu.

Semua gunung di Indonesia memiliki cerita yang menarik. Ketinggian gunung, kandungan mineral, keragaman flora dan fauna, serta sejarah erupsinya merupakan sebagian dari materi yang dapat dituturkan dalam storynomics tourism. Begitu pula dengan beragam mitos yang biasanya menyertai di setiap gunung.

Sungai, pantai, dan danau di Indonesia begitu indah. Jika wisatawan hanya sekadar menikmati keindahannya, perjalanan wisata tidak menimbulkan kesan yang mendalam. Padahal perairan Indonesia banyak menyimpan potensi yang dapat diceritakan kepada wisatawan, mulai dari kedalaman, keragaman satwa, maupun mitos tentang air yang dipercaya masyarakat Indonesia.

Indonesia juga memiliki banyak curug yang luar biasa indah. Namun storynomics tentang curug belum begitu maksimal. Hampir semua postingan di media sosial tentang curug lebih memamerkan keindahan air terjunnya. Sementara tutur cerita tentang curug belum disajikan kepada wisatawan.

Bukan hanya alam, potensi budaya dan sejarah di Indonesia begitu melimpah. Tarian, tradisi, candi, bangunan tua, dan situs bersejarah perlu dibuat storynomics agar wisatawan bukan hanya menyaksikan, tetapi juga merasakan pengalaman kultural. Bali dengan “seribu pura”-nya, Borobudur, dan Prambanan menjadi terkenal di mancanegara karena storynomics yang dituturkan dengan baik.

Kuliner daerah akan menjadi daya tarik wisata yang menjanjikan bila mampu dikemas dalam storynomics. Korea Selatan, Jepang, dan Thailand menjadi destinasi andalan di Asia lantaran narasi tentang kuliner mereka yang begitu bagus. Sementara Indonesia memiliki beragam kuliner yang akan menambah kuat citra destinasi wisata jika dibumbui dengan tutur cerita kuliner.

Busana daerah sebagai bagian dari budaya dan tradisi di Indonesia juga begitu banyak. Namun storynomics tentang busana daerah masih belum optimal. Barangkali wisatawan hanya mengenal batik. Padahal ragam busana daerah begitu banyak. Korea Selatan berhasil menarasikan Hanbok sebagai pakaian tradisional yang diminati wisatawan, sebagaimana Jepang menarasikan Kimono.

Kendala

Storynomics, tutur cerita, atau menarasikan sebuah objek dan daya tarik wisata tidak semudah menulis caption dalam media sosial. Diperluham pemahaman yang sangat mendalam terkait objek dan daya tarik wisata yang hendak diceritakan. Pemahaman yang tak memadai dapat menghasilkan cerita yang subjektif.

Narasi yang digunakan dalam storynomics akan menjadi bias bila bersifat subjektif, karena dapat diinterpretasikan secara berbeda oleh berbagai individu atau kelompok. Hal ini dapat berakibat pada kebingungan wisatawan untuk mendapatkan kebenaran cerita terhadap suatu destinasi.

Autentikasi cerita menjadi kendala tersendiri dalam storynomics. Bisa saja terjadi, cerita tentang destinasi wisata hanya untuk memenuhi keinginan pasar wisata. Mitologi lokal maupun cerita tentang tradisi dapat disesuaiakn dengan selera wisatawan, sehingga kehilangan keaslian narasinya.

Sensitivitas dalam storynomics melahirkan persoalan etika dalam bercerita tentang alam, budaya, dan tradisi kepada wisatawan. Kontroversi bisa saja terjadi antara masyarakat dan wisatawan berkaitan dengan isu-isu sensitif dalam cerita itu. Maka dari itu perlu pemahaman tentang latar belakang sosial budaya wisatawan.

Upaya

Menjadikan destinasi wisata sebagai bagian dari storynomics tourism perlu upaya mengintegrasikan prinsip-prinsip bertutur dalam strategi pesasaran dan pengalaman wisata. Setiap destinasi memiliki sejarah, budaya, dan keunikan tersendiri. Mengembangkan narasi yang memikat tentang destinasi wisata tertentu dapat menarik perhatian wisatawan. Cerita ini bisa melibatkan mitos lokal, legenda, atau peristiwa sejarah yang berkesan.

Upaya yang berbasis komunitas perlu dilakukan, agar tidak terjadi saling klaim kebenaran narasi cerita tentang destinasi. Setiap daerah perlu membuat kesepakatan secara dialogis di antara tokoh masyarakat tentang asal-usul destinasi dan tokoh-tokoh yang berperan dalam narasi cerita.

Strategi pemasaran destinasi wisata perlu dilengkap dengan pengalaman sejarah dan budaya di satu destinasi. Paket wisata tematik merupakan salah satu upaya membangun storynomics. Wisatawan diajak mengunjungi destinasi wisata dengan tema tertentu, seperti alam, sejarah, budaya, maupun kuliner yang didasarkan pada alur cerita.

Di era digital, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai upaya membangun cerita. Beragam platform media sosial sering digunakan untuk berbagi cerita. Narasi autentik tentang destinasi dapat tersebar secara cepat dan masif.

Manusia pada hakikatnya adalah homo narrans, begitu kata Walter Fisher. Manusia adalah makhluk pencerita. Lewat tutur cerita manusia akan menghasilkan makna. Dan, destinasi wisata yang bermakna adalah yang mampu bercerita kepada wisatawan. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Study Tour”, Bukan Remah-Remah dalam Pariwisata
“Pseudotourism”: Pepesan Kosong dalam Pariwisata
Desa Wisata, Ujung Tombak yang Tumpul?
Waspada “Cancel Culture” di Sektor Pariwisata
Apa Kabar 5 Destinasi Wisata Super Prioritas?
“Influencer” dan Promosi Pariwisata
Ironi Efisiensi dan Bangga Berwisata di Indonesia
Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?
Tags: PariwisataStorynomics Tourism
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sujiwo Tejo, Kim Nam Joon, dan Najwa Shihab:  Siapa yang Didengar, Siapa yang Ditiru?

Next Post

Kala Bukit Kini Berbuku, Inisiatif Literasi di Jimbaran

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Kala Bukit Kini Berbuku, Inisiatif Literasi di Jimbaran

Kala Bukit Kini Berbuku, Inisiatif Literasi di Jimbaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co