2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Storynomics Tourism”: Tutur Cerita dalam Wisata

Chusmeru by Chusmeru
May 24, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BANYAK pertimbangan wisatawan berkunjung ke satu destinasi wisata. Selain potensi alam dan budayanya, daya tarik destinasi wisata terletak pada kelengkapan informasi yang diperoleh wisatawan. Meski objek wisata memiliki potensi menarik, namun tidak diinformasikan secara baik, akan kurang dikenal wisatawan.

Beragam cara digunakan wisatawan untuk mendapatkan informasi tentang destinasi wisata. Kekinian, wisatawan lebih memilih mencari sumber informasi wisata dari media sosial. Apalagi media sosial saat ini banyak digunakan untuk promosi pariwisata.

Kalangan industri pariwisata sendiri berupaya menyajikan informasi selengkap, semenarik, dan sejelas mungkin. Salah satu cara yang sering digunakan oleh industri pariwisata adalah dengan menarasikan objek dan daya tarik wisata di satu destinasi. Cara seperti ini biasa disebut dengan storynomic tourism atau tutur cerita dalam wisata.

Storynomics tourism adalah konsep yang menggabungkan penuturan cerita dengan ekonomi pariwisata untuk menciptakan pengalaman yang lebih mendalam dan menarik bagi wisatawan. Istilah ini mengacu pada cara-cara di mana industri pariwisata menggunakan narasi atau cerita untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata, memperkaya pengalaman pengunjung, dan memberikan nilai lebih dalam perjalanan mereka.

Dalam storynomics tourism, destinasi atau atraksi wisata tidak hanya menawarkan tempat atau pemandangan, tetapi juga cerita yang menghubungkan tempat tersebut dengan sejarah, budaya, atau mitos lokal. Cerita-cerita ini menciptakan hubungan emosional yang lebih kuat antara wisatawan dan destinasi, membuat pengalaman mereka lebih berkesan dan memikat.

Storynomics tourism seringkali melibatkan pengenalan lebih mendalam terhadap budaya lokal melalui cerita-cerita tradisional, legenda, atau pengalaman sejarah. Ini tidak hanya membuat perjalanan lebih menarik, tetapi juga mendidik wisatawan tentang nilai-nilai dan tradisi masyarakat setempat.

Potensi

Indonesia memiliki banyak potensi alam dan budaya yang dapat dinarasikan dalam tutur cerita wisata. Semua potensi itu jika dituturkan dengan baik akan membuat wisatawan bukan hanya kagum, namun juga merasa menjadi bagian dari alam dan budaya itu.

Semua gunung di Indonesia memiliki cerita yang menarik. Ketinggian gunung, kandungan mineral, keragaman flora dan fauna, serta sejarah erupsinya merupakan sebagian dari materi yang dapat dituturkan dalam storynomics tourism. Begitu pula dengan beragam mitos yang biasanya menyertai di setiap gunung.

Sungai, pantai, dan danau di Indonesia begitu indah. Jika wisatawan hanya sekadar menikmati keindahannya, perjalanan wisata tidak menimbulkan kesan yang mendalam. Padahal perairan Indonesia banyak menyimpan potensi yang dapat diceritakan kepada wisatawan, mulai dari kedalaman, keragaman satwa, maupun mitos tentang air yang dipercaya masyarakat Indonesia.

Indonesia juga memiliki banyak curug yang luar biasa indah. Namun storynomics tentang curug belum begitu maksimal. Hampir semua postingan di media sosial tentang curug lebih memamerkan keindahan air terjunnya. Sementara tutur cerita tentang curug belum disajikan kepada wisatawan.

Bukan hanya alam, potensi budaya dan sejarah di Indonesia begitu melimpah. Tarian, tradisi, candi, bangunan tua, dan situs bersejarah perlu dibuat storynomics agar wisatawan bukan hanya menyaksikan, tetapi juga merasakan pengalaman kultural. Bali dengan “seribu pura”-nya, Borobudur, dan Prambanan menjadi terkenal di mancanegara karena storynomics yang dituturkan dengan baik.

Kuliner daerah akan menjadi daya tarik wisata yang menjanjikan bila mampu dikemas dalam storynomics. Korea Selatan, Jepang, dan Thailand menjadi destinasi andalan di Asia lantaran narasi tentang kuliner mereka yang begitu bagus. Sementara Indonesia memiliki beragam kuliner yang akan menambah kuat citra destinasi wisata jika dibumbui dengan tutur cerita kuliner.

Busana daerah sebagai bagian dari budaya dan tradisi di Indonesia juga begitu banyak. Namun storynomics tentang busana daerah masih belum optimal. Barangkali wisatawan hanya mengenal batik. Padahal ragam busana daerah begitu banyak. Korea Selatan berhasil menarasikan Hanbok sebagai pakaian tradisional yang diminati wisatawan, sebagaimana Jepang menarasikan Kimono.

Kendala

Storynomics, tutur cerita, atau menarasikan sebuah objek dan daya tarik wisata tidak semudah menulis caption dalam media sosial. Diperluham pemahaman yang sangat mendalam terkait objek dan daya tarik wisata yang hendak diceritakan. Pemahaman yang tak memadai dapat menghasilkan cerita yang subjektif.

Narasi yang digunakan dalam storynomics akan menjadi bias bila bersifat subjektif, karena dapat diinterpretasikan secara berbeda oleh berbagai individu atau kelompok. Hal ini dapat berakibat pada kebingungan wisatawan untuk mendapatkan kebenaran cerita terhadap suatu destinasi.

Autentikasi cerita menjadi kendala tersendiri dalam storynomics. Bisa saja terjadi, cerita tentang destinasi wisata hanya untuk memenuhi keinginan pasar wisata. Mitologi lokal maupun cerita tentang tradisi dapat disesuaiakn dengan selera wisatawan, sehingga kehilangan keaslian narasinya.

Sensitivitas dalam storynomics melahirkan persoalan etika dalam bercerita tentang alam, budaya, dan tradisi kepada wisatawan. Kontroversi bisa saja terjadi antara masyarakat dan wisatawan berkaitan dengan isu-isu sensitif dalam cerita itu. Maka dari itu perlu pemahaman tentang latar belakang sosial budaya wisatawan.

Upaya

Menjadikan destinasi wisata sebagai bagian dari storynomics tourism perlu upaya mengintegrasikan prinsip-prinsip bertutur dalam strategi pesasaran dan pengalaman wisata. Setiap destinasi memiliki sejarah, budaya, dan keunikan tersendiri. Mengembangkan narasi yang memikat tentang destinasi wisata tertentu dapat menarik perhatian wisatawan. Cerita ini bisa melibatkan mitos lokal, legenda, atau peristiwa sejarah yang berkesan.

Upaya yang berbasis komunitas perlu dilakukan, agar tidak terjadi saling klaim kebenaran narasi cerita tentang destinasi. Setiap daerah perlu membuat kesepakatan secara dialogis di antara tokoh masyarakat tentang asal-usul destinasi dan tokoh-tokoh yang berperan dalam narasi cerita.

Strategi pemasaran destinasi wisata perlu dilengkap dengan pengalaman sejarah dan budaya di satu destinasi. Paket wisata tematik merupakan salah satu upaya membangun storynomics. Wisatawan diajak mengunjungi destinasi wisata dengan tema tertentu, seperti alam, sejarah, budaya, maupun kuliner yang didasarkan pada alur cerita.

Di era digital, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai upaya membangun cerita. Beragam platform media sosial sering digunakan untuk berbagi cerita. Narasi autentik tentang destinasi dapat tersebar secara cepat dan masif.

Manusia pada hakikatnya adalah homo narrans, begitu kata Walter Fisher. Manusia adalah makhluk pencerita. Lewat tutur cerita manusia akan menghasilkan makna. Dan, destinasi wisata yang bermakna adalah yang mampu bercerita kepada wisatawan. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Study Tour”, Bukan Remah-Remah dalam Pariwisata
“Pseudotourism”: Pepesan Kosong dalam Pariwisata
Desa Wisata, Ujung Tombak yang Tumpul?
Waspada “Cancel Culture” di Sektor Pariwisata
Apa Kabar 5 Destinasi Wisata Super Prioritas?
“Influencer” dan Promosi Pariwisata
Ironi Efisiensi dan Bangga Berwisata di Indonesia
Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?
Tags: PariwisataStorynomics Tourism
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sujiwo Tejo, Kim Nam Joon, dan Najwa Shihab:  Siapa yang Didengar, Siapa yang Ditiru?

Next Post

Kala Bukit Kini Berbuku, Inisiatif Literasi di Jimbaran

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Kala Bukit Kini Berbuku, Inisiatif Literasi di Jimbaran

Kala Bukit Kini Berbuku, Inisiatif Literasi di Jimbaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co