14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Storynomics Tourism”: Tutur Cerita dalam Wisata

Chusmeru by Chusmeru
May 24, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BANYAK pertimbangan wisatawan berkunjung ke satu destinasi wisata. Selain potensi alam dan budayanya, daya tarik destinasi wisata terletak pada kelengkapan informasi yang diperoleh wisatawan. Meski objek wisata memiliki potensi menarik, namun tidak diinformasikan secara baik, akan kurang dikenal wisatawan.

Beragam cara digunakan wisatawan untuk mendapatkan informasi tentang destinasi wisata. Kekinian, wisatawan lebih memilih mencari sumber informasi wisata dari media sosial. Apalagi media sosial saat ini banyak digunakan untuk promosi pariwisata.

Kalangan industri pariwisata sendiri berupaya menyajikan informasi selengkap, semenarik, dan sejelas mungkin. Salah satu cara yang sering digunakan oleh industri pariwisata adalah dengan menarasikan objek dan daya tarik wisata di satu destinasi. Cara seperti ini biasa disebut dengan storynomic tourism atau tutur cerita dalam wisata.

Storynomics tourism adalah konsep yang menggabungkan penuturan cerita dengan ekonomi pariwisata untuk menciptakan pengalaman yang lebih mendalam dan menarik bagi wisatawan. Istilah ini mengacu pada cara-cara di mana industri pariwisata menggunakan narasi atau cerita untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata, memperkaya pengalaman pengunjung, dan memberikan nilai lebih dalam perjalanan mereka.

Dalam storynomics tourism, destinasi atau atraksi wisata tidak hanya menawarkan tempat atau pemandangan, tetapi juga cerita yang menghubungkan tempat tersebut dengan sejarah, budaya, atau mitos lokal. Cerita-cerita ini menciptakan hubungan emosional yang lebih kuat antara wisatawan dan destinasi, membuat pengalaman mereka lebih berkesan dan memikat.

Storynomics tourism seringkali melibatkan pengenalan lebih mendalam terhadap budaya lokal melalui cerita-cerita tradisional, legenda, atau pengalaman sejarah. Ini tidak hanya membuat perjalanan lebih menarik, tetapi juga mendidik wisatawan tentang nilai-nilai dan tradisi masyarakat setempat.

Potensi

Indonesia memiliki banyak potensi alam dan budaya yang dapat dinarasikan dalam tutur cerita wisata. Semua potensi itu jika dituturkan dengan baik akan membuat wisatawan bukan hanya kagum, namun juga merasa menjadi bagian dari alam dan budaya itu.

Semua gunung di Indonesia memiliki cerita yang menarik. Ketinggian gunung, kandungan mineral, keragaman flora dan fauna, serta sejarah erupsinya merupakan sebagian dari materi yang dapat dituturkan dalam storynomics tourism. Begitu pula dengan beragam mitos yang biasanya menyertai di setiap gunung.

Sungai, pantai, dan danau di Indonesia begitu indah. Jika wisatawan hanya sekadar menikmati keindahannya, perjalanan wisata tidak menimbulkan kesan yang mendalam. Padahal perairan Indonesia banyak menyimpan potensi yang dapat diceritakan kepada wisatawan, mulai dari kedalaman, keragaman satwa, maupun mitos tentang air yang dipercaya masyarakat Indonesia.

Indonesia juga memiliki banyak curug yang luar biasa indah. Namun storynomics tentang curug belum begitu maksimal. Hampir semua postingan di media sosial tentang curug lebih memamerkan keindahan air terjunnya. Sementara tutur cerita tentang curug belum disajikan kepada wisatawan.

Bukan hanya alam, potensi budaya dan sejarah di Indonesia begitu melimpah. Tarian, tradisi, candi, bangunan tua, dan situs bersejarah perlu dibuat storynomics agar wisatawan bukan hanya menyaksikan, tetapi juga merasakan pengalaman kultural. Bali dengan “seribu pura”-nya, Borobudur, dan Prambanan menjadi terkenal di mancanegara karena storynomics yang dituturkan dengan baik.

Kuliner daerah akan menjadi daya tarik wisata yang menjanjikan bila mampu dikemas dalam storynomics. Korea Selatan, Jepang, dan Thailand menjadi destinasi andalan di Asia lantaran narasi tentang kuliner mereka yang begitu bagus. Sementara Indonesia memiliki beragam kuliner yang akan menambah kuat citra destinasi wisata jika dibumbui dengan tutur cerita kuliner.

Busana daerah sebagai bagian dari budaya dan tradisi di Indonesia juga begitu banyak. Namun storynomics tentang busana daerah masih belum optimal. Barangkali wisatawan hanya mengenal batik. Padahal ragam busana daerah begitu banyak. Korea Selatan berhasil menarasikan Hanbok sebagai pakaian tradisional yang diminati wisatawan, sebagaimana Jepang menarasikan Kimono.

Kendala

Storynomics, tutur cerita, atau menarasikan sebuah objek dan daya tarik wisata tidak semudah menulis caption dalam media sosial. Diperluham pemahaman yang sangat mendalam terkait objek dan daya tarik wisata yang hendak diceritakan. Pemahaman yang tak memadai dapat menghasilkan cerita yang subjektif.

Narasi yang digunakan dalam storynomics akan menjadi bias bila bersifat subjektif, karena dapat diinterpretasikan secara berbeda oleh berbagai individu atau kelompok. Hal ini dapat berakibat pada kebingungan wisatawan untuk mendapatkan kebenaran cerita terhadap suatu destinasi.

Autentikasi cerita menjadi kendala tersendiri dalam storynomics. Bisa saja terjadi, cerita tentang destinasi wisata hanya untuk memenuhi keinginan pasar wisata. Mitologi lokal maupun cerita tentang tradisi dapat disesuaiakn dengan selera wisatawan, sehingga kehilangan keaslian narasinya.

Sensitivitas dalam storynomics melahirkan persoalan etika dalam bercerita tentang alam, budaya, dan tradisi kepada wisatawan. Kontroversi bisa saja terjadi antara masyarakat dan wisatawan berkaitan dengan isu-isu sensitif dalam cerita itu. Maka dari itu perlu pemahaman tentang latar belakang sosial budaya wisatawan.

Upaya

Menjadikan destinasi wisata sebagai bagian dari storynomics tourism perlu upaya mengintegrasikan prinsip-prinsip bertutur dalam strategi pesasaran dan pengalaman wisata. Setiap destinasi memiliki sejarah, budaya, dan keunikan tersendiri. Mengembangkan narasi yang memikat tentang destinasi wisata tertentu dapat menarik perhatian wisatawan. Cerita ini bisa melibatkan mitos lokal, legenda, atau peristiwa sejarah yang berkesan.

Upaya yang berbasis komunitas perlu dilakukan, agar tidak terjadi saling klaim kebenaran narasi cerita tentang destinasi. Setiap daerah perlu membuat kesepakatan secara dialogis di antara tokoh masyarakat tentang asal-usul destinasi dan tokoh-tokoh yang berperan dalam narasi cerita.

Strategi pemasaran destinasi wisata perlu dilengkap dengan pengalaman sejarah dan budaya di satu destinasi. Paket wisata tematik merupakan salah satu upaya membangun storynomics. Wisatawan diajak mengunjungi destinasi wisata dengan tema tertentu, seperti alam, sejarah, budaya, maupun kuliner yang didasarkan pada alur cerita.

Di era digital, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai upaya membangun cerita. Beragam platform media sosial sering digunakan untuk berbagi cerita. Narasi autentik tentang destinasi dapat tersebar secara cepat dan masif.

Manusia pada hakikatnya adalah homo narrans, begitu kata Walter Fisher. Manusia adalah makhluk pencerita. Lewat tutur cerita manusia akan menghasilkan makna. Dan, destinasi wisata yang bermakna adalah yang mampu bercerita kepada wisatawan. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Study Tour”, Bukan Remah-Remah dalam Pariwisata
“Pseudotourism”: Pepesan Kosong dalam Pariwisata
Desa Wisata, Ujung Tombak yang Tumpul?
Waspada “Cancel Culture” di Sektor Pariwisata
Apa Kabar 5 Destinasi Wisata Super Prioritas?
“Influencer” dan Promosi Pariwisata
Ironi Efisiensi dan Bangga Berwisata di Indonesia
Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?
Tags: PariwisataStorynomics Tourism
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sujiwo Tejo, Kim Nam Joon, dan Najwa Shihab:  Siapa yang Didengar, Siapa yang Ditiru?

Next Post

Kala Bukit Kini Berbuku, Inisiatif Literasi di Jimbaran

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Kala Bukit Kini Berbuku, Inisiatif Literasi di Jimbaran

Kala Bukit Kini Berbuku, Inisiatif Literasi di Jimbaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co