23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kalau “Geguritan” bisa Dijadikan Novel, Bukankah Novel bisa Diadaptasi jadi “Geguritan”?

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
July 19, 2025
in Kritik Sastra
Kalau “Geguritan” bisa Dijadikan Novel, Bukankah Novel bisa Diadaptasi jadi “Geguritan”?

Geguritan Jerum ke novel

Jika geguritan atau kidung Bali bisa digubah menjadi novel, mengapa tidak menggubah novel menjadi geguritan atau kidung?

Ide itu tiba-tiba saya lontarkan ketika menjadi penguji pada ujian promosi doktor sastra di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Jumat, 18 Juli 2025. Yang ujian promosi doktor waktu itu adalah I Wayan Juliana, dosen Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja, yang mempertahankan disertasi berjudul Wacana Satya Lintas Genre: Transformasi Ideologi Kesetiaan Kidung Jerum Kundangdia dalam Novel Jerum. Yang hadir saat ujian itu cukup banyak. Selain mahasiswa S3 FIB Unud, juga dosen-dosen sahabat Juliana dari IAHN Mpu Kuturan.

Ujian promosi doktor sastra I Wayan Juliana di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Jumat, 18 Juli 2025

Alih wahana, objek kajian disertasi itulah, menjadi sumber inspirasi. Oka Rusmini mengadaptasi Kidung Jerum Kundangdia—sebuah karya puisi naratif tradisional Bali yang ditulis dalam bentuk kidung—menjadi novel berjudul Jerum yang diterbitkan pada 2020 oleh Grasindo. Kidung Jerum terdiri atas 325 bait pupuh, seluruhnya menggunakan pupuh Jerum, dan ditulis dalam bahasa Kawi. Geguritan atau puisi naratif ini memuat lapisan-lapisan nilai religius, etis, dan sosial yang khas Bali.

Dalam versi novelnya, Oka Rusmini mentransformasikan karya tersebut menjadi narasi sepanjang 186 halaman, berbentuk novel, berbahasa Indonesia, menjadikannya lebih mudah diakses oleh pembaca modern tanpa kehilangan kekayaan simbolik dan filosofis dari versi kidung. Alih wahana ini menjadi contoh bagaimana warisan sastra klasik bisa dihidupkan kembali melalui pendekatan sastra modern. Pembaca yang tidak paham bahasa Bali pun bisa menikmati cerita ini dalam versi novel.

Dari geguritan ke Novel Tantri, Perempuan yang Bercerita karya Cok Sawitri

Sebelumnya, Cok Sawitri juga melakukan alih wahana dengan mengadaptasi cerita Geguritan Ni Dyah Tantri, yang berasal dari tradisi sastra Jawa dan Bali atau mirip kisah berbingkai Seribu Satu Malam, menjadi novel modern berjudul Tantri: Perempuan yang Bicara (2003). Novel ini mentransformasikan kisah klasik penuh alegori pelecehan perempuan oleh raja tersebut menjadi narasi yang lebih reflektif dan berorientasi pada kesadaran perempuan dalam masyarakat kontemporer. Alih wahana ini tidak hanya mengubah bentuk naratif dari lisan atau geguritan ke prosa modern, tetapi juga menyesuaikan sudut pandang dan ideologi sesuai konteks zaman.

Dalam kajian sastra, istilah alih wahana merujuk pada proses pengalihan atau transformasi sebuah karya dari satu bentuk media ke bentuk media lainnya, tanpa menghilangkan inti atau makna utama karya tersebut. Secara etimologis, “alih” berarti memindahkan, sedangkan “wahana” berarti sarana atau media. Dengan demikian, alih wahana adalah bentuk adaptasi kreatif dari satu medium ke medium lain, misalnya dari teks ke visual, dari tulisan ke audio, atau dari narasi menjadi pertunjukan. Pengertian alih wahana bisa diperluas menjadi penggubahan bentuk geguritan menjadi novel; dari bentuk tradisional ke bentuk modern.

Kalau geguritan atau kidung bisa diadaptasi menjadi novel yang menarik, mestinya novel juga bisa digubah ke dalam geguritan atau kidung. Jika ide ini mendapat sambutan, terbayang bagaimana novel Sukreni Gadis Bali atau I Swasta Setahun di Bedahulu, keduanya karya Panji Tisna, akan lahir menjadi Geguritan Sukreni Gadis Bali atau Kidung I Swasta Setahun di Bedahulu. Kita juga mungkin akan melihat Geguritan Tarian Bumi sebagai alih wahana dari novel Tarian Bumi (2000) karya Oka Rusmini, atau Geguritan Katemu ring Tampaksiring gubahan atas cerita pendek berbahasa Bali karya I Made Sanggra. Novel-novel klasik yang diterbitkan oleh Balai Pustaka dan Pustaka Jaya, juga bisa diadaptasi menjadi geguritan seperti Siti Nurbaya karya Marah Rusli atau Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya.

Secara teknis, alih wahana ini tidak sulit. Secara estetik, tentu tergantung pada kemampuan penggubah. Yang jelas, prosesnya mungkin lebih mudah karena sudah tersedia pakem pupuh dengan aturan padalingsa yang ketat, tinggal penggubah mematuhi ketentuan itu. Alih wahana prosa ke dalam geguritan bukan hal baru. Geguritan Sampik Ing Tay adalah salah satu contoh. Cerita rakyat Cina yang mengisahkan percintaan tragis antara Sampik dan Ing Tai ini pertama kali disadur dari prosa bahasa Mandarin ke dalam bahasa Melayu oleh Boen Sing Hoo pada tahun 1885. Saduran prosa naratif ini kemudian diadaptasi dan disesuaikan ke dalam bentuk geguritan oleh Ida Ketut Sari dari Desa Sanur pada tahun 1915.

Meskipun demikian, tidak ada konsensus mengenai siapa yang pertama kali menulis Geguritan Sampik ini dalam bahasa Bali. Beberapa sumber menyebutkan bahwa pengarangnya anonim, sementara yang lain menyebut Ida Ketut Sari sebagai penggubahnya. Yang jelas, cerita ini sangat terkenal di Bali, dan telah dialihwahanakan ke dalam pertunjukan drama gong maupun diadaptasi ke dalam lagu pop Bali, salah satunya dinyanyikan oleh Widi Widiana.

Novel karya Marah Rusli dan Pandji Tisna

Jika alih wahana novel ke geguritan atau kidung bisa terjadi, niscaya karya-karya tersebut dapat memperkaya khazanah sastra Indonesia dan sastra Bali, serta memperkuat karakteristik heterogenitas sastra di Bali. Selain itu, kita akan mulai bisa—dan lama-lama terbiasa—mendengarkan kidung Gita Shanti di acara ritual Bali, Geguritan I Swasta di Bedahulu atau Geguritan Sukreni Gadis Bali, dan Geguritan Siti Nurbaya yang nilai pendidikan dan moralnya tak kalah dari geguritan lain. Tergantung kemampuan juru artos (penafsir) dalam gita shanti.

Pendek kata, alih wahana atau adaptasi novel (sastra modern) ke bentuk kidung atau geguritan (sastra tradisional Bali), akan memberikan empat keuntungan berikut:

  1. Menjaga api apresiasi sastra, karena adaptasi karya pasti diawali dengan membaca dan menikmati karya sastra yang akan dijadikan target adaptasi.
  2. Menjaga semangat kreativitas, karena adaptasi adalah kegiatan kreatif. Makin banyak yang tertarik melakukannya, semangat kreativitas akan makin kuat dan memberikan hasil yang memikat.
  3. Menambah kuantitas khazanah teks Gita Shanti. Bukan saja karya tradisional memperkaya sastra modern, tetapi karya modern pun dapat memperkaya sastra tradisional.
  4. Menyediakan variasi kisah dalam penembangan ritual, tak hanya berkutat pada Geguritan Jayaprana-Layonsari, Cupak-Grantang, Lubdaka, atau Ni Dyah Tantri, tetapi juga Geguritan Sukreni Gadis Bali atau mungkin Geguritan Siti Nurbaya.

Salam sastra, salam kreatif. [T]

Penulis: I Nyoman Darma Putra
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis I NYOMAN DARMA PUTRA

Kumpulan Puisi “Renganis” Karya Komang Sujana dari Buleleng Meraih Hadiah Sastra Rancage 2025
“Prosa Gerilya: Mengurai Kisah Ngurah Rai” Dalam Festival Powerful Indonesia The Apurva Kempinski Bali
Branding Baru Novel Berlatar Tragedi Erupsi Gunung Agung 1963 Karya I Gusti Ngurah Pindha
Tags: geguritannovelProf. Darma PutraUnud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Destinasi Bikin Kapok, Alarm bagi Industri Pariwisata

Next Post

Puisi-puisi Gm. Sukawidana | Upacara Kelahiran

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

by Andre Syahreza
August 23, 2026
0
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

Read moreDetails

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
0
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

Read moreDetails

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

by Andre Syahreza
August 22, 2026
0
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

Read moreDetails

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

by Andre Syahreza
August 22, 2026
0
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

Read moreDetails

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [2]: Pintu yang Terbuka, Pagar yang Runtuh

by Andre Syahreza
August 22, 2026
0
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan

PADA tahun 1999, Seno Gumira Ajidarma menerbitkan kumpulan essay Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara. Judulnya adalah pernyataan sekaligus pengakuan,...

Read moreDetails

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan

by Andre Syahreza
August 22, 2026
0
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan

PADA masa Orde Baru, sebuah karya sastra tidak begitu saja bisa diterbitkan. Ia harus bergulat dengan dunia pemikiran, terjebak dalam...

Read moreDetails

Apa Keunggulan Novel ‘Lampah Sang Pragina’ Hingga Raih Hadiah Sastra Rancage 2026?

by I Nyoman Darma Putra
February 2, 2026
0
Apa Keunggulan Novel ‘Lampah Sang Pragina’ Hingga Raih Hadiah Sastra Rancage 2026?

NOVEL Lampah Sang Pragina (Perjalanan Sang Penari) karya Ketut Sugiartha ditetapkan menerima Hadiah Sastra Rancage 2026 untuk sastra Bali. Menurut...

Read moreDetails

Puitika Ruang Sitor Situmorang

by Isnan Waluyo
November 9, 2025
0
Puitika Ruang Sitor Situmorang

RUANG menjadi titik keberangkatan sekaligus penanda akhir perjalanan panjang kepenyairan Sitor Situmorang (1994-2014). Puisi berjudul “Pasar Senen” bukan hanya puisi...

Read moreDetails

Kelam Jiwa Georg Trakl – Puisi, Trauma, Skizofrenia

by Angga Wijaya
September 13, 2025
0
Kelam Jiwa Georg Trakl – Puisi, Trauma, Skizofrenia

MEMBACA sajak-sajak Georg Trakl seperti memasuki lorong jiwa yang tak berujung. Lahir pada 3 Februari 1887 di Salzburg, Austria, Trakl...

Read moreDetails

“Tarian Bumi” dan Kuasa Teori Sastra

by I Wayan Artika
July 21, 2025
0
“Tarian Bumi” dan Kuasa Teori Sastra

NOVEL Tarian Bumi telah memasuki usia tiga dekade. Awalnya terbit di Magelang di Indonesia Tera. Lalu dan selanjutnya terbit di...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Gm. Sukawidana | Upacara Kelahiran

Puisi-puisi Gm. Sukawidana | Upacara Kelahiran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co