3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Branding Baru Novel Berlatar Tragedi Erupsi Gunung Agung 1963 Karya I Gusti Ngurah Pindha

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
July 23, 2023
in Ulas Buku
Branding Baru Novel Berlatar Tragedi Erupsi Gunung Agung 1963 Karya I Gusti Ngurah Pindha

Novel berjudul Selubung Barong dalam Lahar, edisi lama dan baru

MANTAN PEJABAT Wakil Gubernur Bali, I Gusti Ngurah Pindha, ternyata pernah menulis novel berjudul Selubung Barong dalam Lahar (1979). Novel penting dan langka yang berkisah tentang tragedi erupsi Gunung Agung 1963 itu kurang dikenal publik.

Atas inisiatif Agung Budhiantika Pindha (Gung Pindha), putra I Gusti Ngurah Pindha yang tinggal di Gold Coast, Australia, novel ini dicetak ulang. “Kami ingin setidaknya anggota keluarga kami semua bisa membaca karya leluhur kami,” ujar Gung Pindha.

Selain menulis novel ini, Ngurah Pindha juga menulis buku Perang Bali: Sebuah Kisah Nyata yang juga belum lama dicetak ulang.

Buku karya Ngurah Pindha: Perang Bali: Sebuah Kisah Nyata

Saya beruntung dipercaya memproses penerbitan kembali novel Selubung Barong dalam Lahar. Berikut adalah pengantar ringkas sebagai editor.

Puji syukur kami panjatkan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa karena berkat karunia-Nya-lah, novel Selubung Barong dalam Lahar karya I Gusti Ngurah Pindha (1924-1991) ini bisa diterbitkan kembali setelah 44 tahun berselang.

Novel ini pertama kali terbit tahun 1979 oleh penerbit Sarana Bhakti, Denpasar, ukuran 18 x 12 cm, tebal 141 halaman. Rupa dan warna desain sampul bisa dilihat di bagian belakang novel ini. Desain sampulnya sengaja dipasang dengan berwarna di belakang (dan di bawah untuk hitam putih) untuk memenuhi rasa ingin tahu pembaca, yang mungkin bertanya: kayak apa sih bentuk sampul edisi perdana?

Novel ini diterbitkan kembali karena sulit didapatkan dan untuk memperluas akses pembacaan bagi peminat. Faktanya bahwa novel Selubung Barong dalam Lahar ini tidak dikenal masyarakat, termasuk kurang dikenal kalangan penggemar atau mahasiswa pecinta dan peneliti sastra di Bali. Ini petanda kehadiran novel I Gusti Ngurah Pindha ini tidak sampai ke tangan pembacanya, padahal isinya sangat menarik dan penting.

Seperti bisa disimak dari judul dan gambar sampul aslinya, novel ini dikisahkan dengan latar letusan Gunung Agung 1963. Meski berkisah tentang bencana alam mahadashsyat yang dialami Bali saat itu, novel ini berkisah jauh tentang filosofi Hindu, seperti ihwal karma phala, tri sarira (tiga lapis unsur dalam diri manusia: stula, suksma, dan anta karana sarira, masing-masing adalah badan kasar, badan halus, dan jiwa manusia), dan tentu saja Tuhan. Elemen percintaan diselipkan untuk membuat kisah dan cerita memiliki daya pikat yang multidimensional.

Situasi kaos mencekam yang terjadi saat bencana, lanskap puing, soal hukum karma, mitos, dan ihwal magis, dan kemahakuasaan Tuhan dinarasikan oleh pengarang lewat perjalanan dan dialog tokoh utama cerita, pemuda Bali yang kuliah di Yogya. Dalam perjalanan pulang ke desanya yang terletak tak jauh dari lereng Gunung Agung itu, dia melihat dan merasakan segala kedukaan yang bisa dirasakan pembaca.

Di akhir cerita, dia dikisahkan bertemu sosok gaib yang tampak seperti kakeknya tetapi bukan. Tokoh gaib ini menjelaskan semua rasa ingin tahu pemuda itu untuk menjelaskan berbagai misteri di balik lahar Gunung agung. Mengapa kata ‘barong’ digunakan di dalam judul novel, bisa disimak jawabannya dalam dialog sang tokoh dengan kakek tua gaib itu.

Peristiwa besar biasanya menjadi inspirasi tiada habis bagi sastrawan untuk menulis. Namun, erupsi Gunung Agung 1963 yang mahadasyat apalagi dikaitkan dengan pelaksanaan gagal upacara Eka Dasa Rudra saat itu belum banyak ditulis sebagai latar atau tema cerita. Bukan tidak ada sama sekali, tetapi hanya ada sedikit, bisa dihitung dengan jari tangan. Dari karya yang ada itu, semuanya bisa dikatakan kurang dikenal pembaca, karena tidak mudah diperoleh.

Sejauh yang bisa dicatat, ada empat karya yang sastra berlatar dan bertema utama tentang Gunung Agung meletus.

Buku-buku berisi karya dengan tema Gunung Agung

Pertama, “Geguritan Gunung Agung Meletus” karya Made Jelantik dari Sibetan, Karangasem, 10 km dari Gunung Agung. Geguritan berbahasa Bali ini terdiri atas 116 bait, ditulis tahun 1964, jarak yang sangat dekat dengan terjadinya erupsi. Naskah geguritan ini merupakan koleksi sastrawan terkemuka Dewa Gede Catra, dimuat di majalah Buratwangi tahun 2004.

Kedua, novel Selubung Barong dalam Lahar (1979) karya I Gusti Ngurah Pindha. Karya ini tidak banyak dikenal, baru ditemukan 2023, dan dicetak kembali tahun ini juga.

Ketiga, novel berbahasa Inggris The Night of Purnama (1983) karya Anna Mathews, diterbitkan oleh Oxford University Press, tebal 219 halaman. Buku ini pertama kali diinformasikan kepada saya oleh Graeme MacRae, sahabat dari New Zealand. Lalu, arsitek penggemar buku I Nyoman Gede Maha Putra, S.T., M.Sc., Ph.D. (dosen Universitas Warmadewa) dengan baik hati meminjamkannya.

Keempat, novel Di Bawah Letusan Gunung Agung (2015) karya Djelantik Santha, penulis asal Karangasem. Ditulis dalam bahasa Indonesia, novel yang diterbitkan Balai Bahasa Bali ini mengisahkan bencana dan ritual Eka Dasa Rudra yang dikemas dalam kisah cinta.

Penemuan sampai cetak ulang novel ini berawal dari suatu hari di bulan Mei 2023. Seorang kawan, I Dewa Gede Windhu Sancaya, dosen Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Unud mendapatkan novel Ngurah Pindha ini di sebuah toko buku sederhana di Denpasar. Dia membeli dua buku dan meneruskan sebuah kepada Agung Budhiantika Pindha (Gung Pindha), putra I Gusti Ngurah Pindha yang tinggal di Gold Coast, Australia.

Gung Pindha mengatakan tidak tahu ayahnya pernah menulis novel ini. Dari “penemuan” Pak Windhu inilah, Gung Pindha berinisiatif menerbitkan buku ini untuk diteruskan pertama-tama kepada keluarga, dan juga kepada peminat sastra atau pembaca lain yang berminat.

Selain itu, penerbitan ulang ini buku ini bisa bermakna sebagai lanjutan dari usaha untuk membuat karya-karya penting I Gusti Ngurah Pindha, yang berlatar belakang militer dan birokrat sebagai pejabat Wakil Gubernur Bali (lihat profil di bawah), bisa diakses dan dinikmati pembaca.

Sebelumnya, sudah diterbitkan buku karya beliau yang berjudul Perang Bali: Sebuah Kisah Nyata (2013), yang awalnya dimuat bersambung di koran Suara Indonesia (kemudian bernama Bali Post) tahun 1960-an.

Sebagai editor penerbitan ulang atau rebranding novel ini, saya sempat memeriksa beberapa arsip koran Suluh Marhaen atau Suara Indonesia dari tahun 1964 hingga 1979 secara acak, namun tidak menemukan novel Selubung Barong dalam Lahar ini pernah dimuat. Riset lebih cermat mungkin perlu dilakukan sehingga lebih terkuak riwayat naskah novel ini.

Saya berterima kasih kepada sahabat Gung Pindha yang memberikan kepercayaan untuk mengawal proses cetak ulang novel ini. Sebagai editor, saya berusaha untuk merapikan ejaan, tata tulis, dan hal teknis lainnya. Jika masih ada yang kurang tepat, ampunilah!

Saya berterima kasih kepada I Gusti Bagus Arya Yudiastina yang memindai novel agar tidak mengetik ulang dan mengerjakan tata letak buku dengan cermat dan indah. Juga apresiasi saya sampaikan kepada sahabat pelukis hebat Made Kaek yang mengizinkan kami menggunakan karya dahsyatnya sebagai sampul novel edisi baru ini.

Profil Ringkas I Gusti Ngurah Pindha

I Gusti Ngurah Pindha lahir di Denpasar pada tahun 1924, dan wafat tahun 1991 dalam usia 67 tahun.

Ngurah Pindha

Masa kanak-kanak hingga Sekolah Dasar dihabiskannya di Bali. Memasuki awal usia 20-an ia bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA) dan menjalani pendidikan militer Jepang di Singaraja selama dua tahun (1943-1945). Pada masa perjuangan melawan Belanda, ia turut menjadi anggota Kesatuan Resimen Sunda Kecil di bawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai. Jabatan resminya saat itu adalah Kepala Staf Batalion I dengan pangkat letnan. Tetapi, selama perjuangan ia sering berganti-ganti tugas sesuai perintah atasan dan mengikuti kebutuhan pasukan.

Setelah Indonesia berdaulat penuh, Ngurah Pindha melanjutkan karier militernya di Makassar (Sulawesi Selatan) sambil melanjutkan sekolah hingga lulus sebagai sarjana muda sosial politik. Kemudian ia disekolahkan lagi di Sekolah Staf Angkatan Darat di Bandung pada tahun 1960. Ia sempat menjabat sebagai Komandan Komando Pelabuhan Laut Makassar dan Kepala Staf I Korem III Makassar (1960-1962).

Tahun 1962 ia kembali ke Bali dan bertugas sebagai Kapendam Udayana, merangkap sebagai Kepala Kamuved Nusa Tenggara (1962-1966). Tahun 1965-1970 ia ditunjuk menjadi Wakil Gubernur tingkat I Bali. Kemudian pada 1977-1982, ia menjadi anggota MPRRI dan terakhir menjadi anggota DPRRI untuk masa jabatan 1982-1987.

Berbagai bintang jasa di bidang militer telah diterimanya, antara lain Bintang Gerilya, Satya Lencana Penegak, Satya Lencana, dan Medali 3 Windu. Ketika wafat pada usia 67 tahun, beliau diupacarai secara militer di tempat asal keluarga besarnya di Denkayu, Mengwi, Badung, Bali. Tahun 2017, almarhum dianugerahi Parama Budaya oleh Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Selain novel ini, beliau juga menulis buku Perang Bali: Sebuah Kisah Nyata (2013), seperti disebutkan di awal tulisan ini. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis NYOMAN DARMA PUTRA
Ulasan Nominasi Sastra Bali untuk Anugerah Sastra Rancage 2022
Mengenal Kembali Sosok Panji Tisna: Kaitan antara Biografi, Proses Kreatif, dan Karya-karyanya
Mengapa Kumpulan Cerpen “Nglekadang Meme” Mendapat Hadiah Sastera Rancage 2021?
Tags: BukuGunung AgungNgurah PindhanovelProf. Darma Putrasastrawan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menghidupkan Kembali Atraksi Sapi Gerumbungan dalam Lovina Festival 2023

Next Post

Quo Vadis Dokter Indonesia? | Renungan dari Polemik Menkes vs IDI

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails
Next Post
Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

Quo Vadis Dokter Indonesia? | Renungan dari Polemik Menkes vs IDI

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co