2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Branding Baru Novel Berlatar Tragedi Erupsi Gunung Agung 1963 Karya I Gusti Ngurah Pindha

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
July 23, 2023
in Ulas Buku
Branding Baru Novel Berlatar Tragedi Erupsi Gunung Agung 1963 Karya I Gusti Ngurah Pindha

Novel berjudul Selubung Barong dalam Lahar, edisi lama dan baru

MANTAN PEJABAT Wakil Gubernur Bali, I Gusti Ngurah Pindha, ternyata pernah menulis novel berjudul Selubung Barong dalam Lahar (1979). Novel penting dan langka yang berkisah tentang tragedi erupsi Gunung Agung 1963 itu kurang dikenal publik.

Atas inisiatif Agung Budhiantika Pindha (Gung Pindha), putra I Gusti Ngurah Pindha yang tinggal di Gold Coast, Australia, novel ini dicetak ulang. “Kami ingin setidaknya anggota keluarga kami semua bisa membaca karya leluhur kami,” ujar Gung Pindha.

Selain menulis novel ini, Ngurah Pindha juga menulis buku Perang Bali: Sebuah Kisah Nyata yang juga belum lama dicetak ulang.

Buku karya Ngurah Pindha: Perang Bali: Sebuah Kisah Nyata

Saya beruntung dipercaya memproses penerbitan kembali novel Selubung Barong dalam Lahar. Berikut adalah pengantar ringkas sebagai editor.

Puji syukur kami panjatkan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa karena berkat karunia-Nya-lah, novel Selubung Barong dalam Lahar karya I Gusti Ngurah Pindha (1924-1991) ini bisa diterbitkan kembali setelah 44 tahun berselang.

Novel ini pertama kali terbit tahun 1979 oleh penerbit Sarana Bhakti, Denpasar, ukuran 18 x 12 cm, tebal 141 halaman. Rupa dan warna desain sampul bisa dilihat di bagian belakang novel ini. Desain sampulnya sengaja dipasang dengan berwarna di belakang (dan di bawah untuk hitam putih) untuk memenuhi rasa ingin tahu pembaca, yang mungkin bertanya: kayak apa sih bentuk sampul edisi perdana?

Novel ini diterbitkan kembali karena sulit didapatkan dan untuk memperluas akses pembacaan bagi peminat. Faktanya bahwa novel Selubung Barong dalam Lahar ini tidak dikenal masyarakat, termasuk kurang dikenal kalangan penggemar atau mahasiswa pecinta dan peneliti sastra di Bali. Ini petanda kehadiran novel I Gusti Ngurah Pindha ini tidak sampai ke tangan pembacanya, padahal isinya sangat menarik dan penting.

Seperti bisa disimak dari judul dan gambar sampul aslinya, novel ini dikisahkan dengan latar letusan Gunung Agung 1963. Meski berkisah tentang bencana alam mahadashsyat yang dialami Bali saat itu, novel ini berkisah jauh tentang filosofi Hindu, seperti ihwal karma phala, tri sarira (tiga lapis unsur dalam diri manusia: stula, suksma, dan anta karana sarira, masing-masing adalah badan kasar, badan halus, dan jiwa manusia), dan tentu saja Tuhan. Elemen percintaan diselipkan untuk membuat kisah dan cerita memiliki daya pikat yang multidimensional.

Situasi kaos mencekam yang terjadi saat bencana, lanskap puing, soal hukum karma, mitos, dan ihwal magis, dan kemahakuasaan Tuhan dinarasikan oleh pengarang lewat perjalanan dan dialog tokoh utama cerita, pemuda Bali yang kuliah di Yogya. Dalam perjalanan pulang ke desanya yang terletak tak jauh dari lereng Gunung Agung itu, dia melihat dan merasakan segala kedukaan yang bisa dirasakan pembaca.

Di akhir cerita, dia dikisahkan bertemu sosok gaib yang tampak seperti kakeknya tetapi bukan. Tokoh gaib ini menjelaskan semua rasa ingin tahu pemuda itu untuk menjelaskan berbagai misteri di balik lahar Gunung agung. Mengapa kata ‘barong’ digunakan di dalam judul novel, bisa disimak jawabannya dalam dialog sang tokoh dengan kakek tua gaib itu.

Peristiwa besar biasanya menjadi inspirasi tiada habis bagi sastrawan untuk menulis. Namun, erupsi Gunung Agung 1963 yang mahadasyat apalagi dikaitkan dengan pelaksanaan gagal upacara Eka Dasa Rudra saat itu belum banyak ditulis sebagai latar atau tema cerita. Bukan tidak ada sama sekali, tetapi hanya ada sedikit, bisa dihitung dengan jari tangan. Dari karya yang ada itu, semuanya bisa dikatakan kurang dikenal pembaca, karena tidak mudah diperoleh.

Sejauh yang bisa dicatat, ada empat karya yang sastra berlatar dan bertema utama tentang Gunung Agung meletus.

Buku-buku berisi karya dengan tema Gunung Agung

Pertama, “Geguritan Gunung Agung Meletus” karya Made Jelantik dari Sibetan, Karangasem, 10 km dari Gunung Agung. Geguritan berbahasa Bali ini terdiri atas 116 bait, ditulis tahun 1964, jarak yang sangat dekat dengan terjadinya erupsi. Naskah geguritan ini merupakan koleksi sastrawan terkemuka Dewa Gede Catra, dimuat di majalah Buratwangi tahun 2004.

Kedua, novel Selubung Barong dalam Lahar (1979) karya I Gusti Ngurah Pindha. Karya ini tidak banyak dikenal, baru ditemukan 2023, dan dicetak kembali tahun ini juga.

Ketiga, novel berbahasa Inggris The Night of Purnama (1983) karya Anna Mathews, diterbitkan oleh Oxford University Press, tebal 219 halaman. Buku ini pertama kali diinformasikan kepada saya oleh Graeme MacRae, sahabat dari New Zealand. Lalu, arsitek penggemar buku I Nyoman Gede Maha Putra, S.T., M.Sc., Ph.D. (dosen Universitas Warmadewa) dengan baik hati meminjamkannya.

Keempat, novel Di Bawah Letusan Gunung Agung (2015) karya Djelantik Santha, penulis asal Karangasem. Ditulis dalam bahasa Indonesia, novel yang diterbitkan Balai Bahasa Bali ini mengisahkan bencana dan ritual Eka Dasa Rudra yang dikemas dalam kisah cinta.

Penemuan sampai cetak ulang novel ini berawal dari suatu hari di bulan Mei 2023. Seorang kawan, I Dewa Gede Windhu Sancaya, dosen Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Unud mendapatkan novel Ngurah Pindha ini di sebuah toko buku sederhana di Denpasar. Dia membeli dua buku dan meneruskan sebuah kepada Agung Budhiantika Pindha (Gung Pindha), putra I Gusti Ngurah Pindha yang tinggal di Gold Coast, Australia.

Gung Pindha mengatakan tidak tahu ayahnya pernah menulis novel ini. Dari “penemuan” Pak Windhu inilah, Gung Pindha berinisiatif menerbitkan buku ini untuk diteruskan pertama-tama kepada keluarga, dan juga kepada peminat sastra atau pembaca lain yang berminat.

Selain itu, penerbitan ulang ini buku ini bisa bermakna sebagai lanjutan dari usaha untuk membuat karya-karya penting I Gusti Ngurah Pindha, yang berlatar belakang militer dan birokrat sebagai pejabat Wakil Gubernur Bali (lihat profil di bawah), bisa diakses dan dinikmati pembaca.

Sebelumnya, sudah diterbitkan buku karya beliau yang berjudul Perang Bali: Sebuah Kisah Nyata (2013), yang awalnya dimuat bersambung di koran Suara Indonesia (kemudian bernama Bali Post) tahun 1960-an.

Sebagai editor penerbitan ulang atau rebranding novel ini, saya sempat memeriksa beberapa arsip koran Suluh Marhaen atau Suara Indonesia dari tahun 1964 hingga 1979 secara acak, namun tidak menemukan novel Selubung Barong dalam Lahar ini pernah dimuat. Riset lebih cermat mungkin perlu dilakukan sehingga lebih terkuak riwayat naskah novel ini.

Saya berterima kasih kepada sahabat Gung Pindha yang memberikan kepercayaan untuk mengawal proses cetak ulang novel ini. Sebagai editor, saya berusaha untuk merapikan ejaan, tata tulis, dan hal teknis lainnya. Jika masih ada yang kurang tepat, ampunilah!

Saya berterima kasih kepada I Gusti Bagus Arya Yudiastina yang memindai novel agar tidak mengetik ulang dan mengerjakan tata letak buku dengan cermat dan indah. Juga apresiasi saya sampaikan kepada sahabat pelukis hebat Made Kaek yang mengizinkan kami menggunakan karya dahsyatnya sebagai sampul novel edisi baru ini.

Profil Ringkas I Gusti Ngurah Pindha

I Gusti Ngurah Pindha lahir di Denpasar pada tahun 1924, dan wafat tahun 1991 dalam usia 67 tahun.

Ngurah Pindha

Masa kanak-kanak hingga Sekolah Dasar dihabiskannya di Bali. Memasuki awal usia 20-an ia bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA) dan menjalani pendidikan militer Jepang di Singaraja selama dua tahun (1943-1945). Pada masa perjuangan melawan Belanda, ia turut menjadi anggota Kesatuan Resimen Sunda Kecil di bawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai. Jabatan resminya saat itu adalah Kepala Staf Batalion I dengan pangkat letnan. Tetapi, selama perjuangan ia sering berganti-ganti tugas sesuai perintah atasan dan mengikuti kebutuhan pasukan.

Setelah Indonesia berdaulat penuh, Ngurah Pindha melanjutkan karier militernya di Makassar (Sulawesi Selatan) sambil melanjutkan sekolah hingga lulus sebagai sarjana muda sosial politik. Kemudian ia disekolahkan lagi di Sekolah Staf Angkatan Darat di Bandung pada tahun 1960. Ia sempat menjabat sebagai Komandan Komando Pelabuhan Laut Makassar dan Kepala Staf I Korem III Makassar (1960-1962).

Tahun 1962 ia kembali ke Bali dan bertugas sebagai Kapendam Udayana, merangkap sebagai Kepala Kamuved Nusa Tenggara (1962-1966). Tahun 1965-1970 ia ditunjuk menjadi Wakil Gubernur tingkat I Bali. Kemudian pada 1977-1982, ia menjadi anggota MPRRI dan terakhir menjadi anggota DPRRI untuk masa jabatan 1982-1987.

Berbagai bintang jasa di bidang militer telah diterimanya, antara lain Bintang Gerilya, Satya Lencana Penegak, Satya Lencana, dan Medali 3 Windu. Ketika wafat pada usia 67 tahun, beliau diupacarai secara militer di tempat asal keluarga besarnya di Denkayu, Mengwi, Badung, Bali. Tahun 2017, almarhum dianugerahi Parama Budaya oleh Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Selain novel ini, beliau juga menulis buku Perang Bali: Sebuah Kisah Nyata (2013), seperti disebutkan di awal tulisan ini. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis NYOMAN DARMA PUTRA
Ulasan Nominasi Sastra Bali untuk Anugerah Sastra Rancage 2022
Mengenal Kembali Sosok Panji Tisna: Kaitan antara Biografi, Proses Kreatif, dan Karya-karyanya
Mengapa Kumpulan Cerpen “Nglekadang Meme” Mendapat Hadiah Sastera Rancage 2021?
Tags: BukuGunung AgungNgurah PindhanovelProf. Darma Putrasastrawan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menghidupkan Kembali Atraksi Sapi Gerumbungan dalam Lovina Festival 2023

Next Post

Quo Vadis Dokter Indonesia? | Renungan dari Polemik Menkes vs IDI

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
0
Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

Read moreDetails

Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

by Dede Putra Wiguna
July 1, 2026
0
Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh  –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

Judul             : Korpus Uterus Penulis          : Sasti Gotama Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama Editor             : Ruth Priscilia Angelina Tebal buku  ...

Read moreDetails

Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
May 31, 2026
0
Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

SAYA masih ingat pertemuan pertama dengan Angga Wijaya di sebuah rumah sakit besar di Denpasar, bertahun-tahun lalu, ketika saya masih...

Read moreDetails
Next Post
Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

Quo Vadis Dokter Indonesia? | Renungan dari Polemik Menkes vs IDI

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co