12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Destinasi Bikin Kapok, Alarm bagi Industri Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
July 19, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PENGALAMAN yang menyenangkan merupakan sesuatu yang didambakan wisatawan ketika mengunjungi satu destinasi. Namun tidak jarang wisatawan mengalami kedongkolan saat berada di destinasi wisata. Tentu saja ini akan membuat wisatawan kapok untuk kembali mengunjungi destinasi tersebut.

Biasanya wisatawan melakukan perjalanan tidak ujug-ujug. Sebelum mengunjungi destinasi wisata, orang akan melakukan perencanaan dan persiapan yang matang. Pilihan terhadap destinasi maupun objek wisata direncanakan berdasarkan pada banyak hal, seperti anggaran perjalanan, moda transportasi yang digunakan, akomodasi, tempat kuliner, jumlah peserta, apakah melakukan perjalanan secara mandiri atau melalui biro perjalanan, maupun barang bawaan selama berwisata.

Kedongkolan wisatawan dapat muncul kapan saja dan di mana saja. Kesiapan anggaran kerap menjadi alasan bagi wisatawan untuk berhati-hati dalam pengeluaran. Anggaran akan menentukan apakah wisatawan akan menggunakan pesawat, kereta api, atau kendaraan pribadi. Harga tiket pesawat yang mahal sempat membuat wisatawan kesal dan kapok, sehingga memilih menunda perjalanan atau menggunakan moda transportasi lain yang lebih murah.

Di mana wisatawan akan menginap juga ditentukan oleh anggaran perjalanan. Apakah menginap di hotel atau homestay. Informasi tentang akomodasi sering diperoleh melalui internet, lantaran pengusaha akomodasi melakukan promosi dan pemasaran secara digital. Kekecewaan yang berujung kapok dapat terjadi ketika fasilitas yang diberikan berbeda dengan yang dipromosikan.

Tempat kuliner acap mejadi sasaran kedongkolan wisatawan. Salah satu pengalaman yang menyenangkan bagi wisatawan memang menikmati kuliner khas daerah. Namun kadang wisatawan dibuat kapok untuk kembali menikmati kuliner itu, entah karena rasanya yang tidak sesuai ekspektasi maupun harga makanan yang terlalu mahal. Hal ini akan sangat dirasakan bagi wisatawan yang mengajak anggota keluarga dalam jumlah banyak.

Menikmati perjalanan wisata melalui biro perjalanan kadang menjadi pilihan bagi wisatawan, karena dianggap praktis, utamanya bagi wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi satu destinasi. Akan tetapi ketidakcermatan dalam memilih biro perjalanan juga dapat berujung kekecewaan. Ada saja yang membuat wisatawan kapok, lantaran apa yang diterima wisatawan tidak sesuai dengan paket wisata yang ditawarkan. Ini bisa terjadi pada biro perjalanan wisata yang abal-abal atau tidak tersertifikasi.

Destinasi yang Bikin Kapok

Keluhan setiap wisatawan tentang destinasi yang dikunjungi berbeda-beda. Ada wisatawan yang mengeluhkan fasilitas akomodasi, ada yang kecewa terhadap wahana wisata, ada yang tidak puas pada pelayanan pekerja wisata, ada pula yang kapok berkunjung karena lingkungan yang rusak di destinasi wisata. Semua keluhan, kekecewaan, dan ketidakpuasan yang bikin kapok wisatawan adalah alarm dalam industri pariwisata, peringatan keras bagi pengembangan pariwisata.

Tidak sedikit destinasi yang bikin kapok wisatawan, baik yang ada di Indonesia maupun mancanegara. Beberapa destinasi di Indonesia berpotensi membuat kapok wisatawan. Sebut saja Puncak Bogor, Bandung, Yogyakarta, Bali, Danau Toba, Labuhan Bajo, Raja Ampat, dan daerah lain yang pernah dikeluhkan wisatawan.

Puncak Bogor di Jawa Barat merupakan salah satu destinasi wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap libur panjang tiba. Namun alih-alih menikmati kenyamanan, wisatawan justru disuguhi kemacetan lalu lintas. Bagi yang mendambakan kenyamanan dalam berwisata, Puncak Bogor bisa bikin kapok. Meski kenyataannya setiap libur panjang Puncak Bogor selalu diburu wisatawan.

Nyaris sama dengan Puncak Bogor, Bandung juga kerap membuat kesal wisatawan. Kota yang konon disebut Paris Van Java ini tak lagi senyaman dulu. Berwisata ke Bandung pada libur panjang harus bersiap dengan kemacetan dan kesemerawutan lalu lintas di dalam kota. Kuliner Sunda mungkin bisa menyajikan kenikmatan, namun rasa lelah di jalanan akan sulit terobati.

Senada, Yogyakarta juga destinasi yang menyenangkan dan penuh kenangan bagi wisatawan. Namun Yogyakarta juga menyimpan banyak persoalan yang membuat kapok wisatawan. Selain kemacetan, Yogyakarta juga bermasalah dengan parkir liar maupun tarif parkir yang tak wajar, membuat kesal wisatawan. Belum lagi Jalan Malioboro yang legendaris diwarnai dengan pengamen yang membuat wisatawan dongkol; apalagi pengamen yang marah ketika tidak diberikan uang.

Bali sempat menjadi destinasi yang bikin kapok wisatawan. Bahkan Fodor’s Travel pernah menyarankan wisatawan untuk mempertimbangkan jika ingin berkunjung ke Pantai Kuta. Padatnya wisatawan domestik dan mancanegara membuat Pantai Kuta tak lagi nyaman untuk dikunjungi. Belum lagi persoalan sampah dan abrasi pantai membuat wisatawan kapok untuk berkunjung kembali.

Walau Bali tetap ramai dikunjungi wisatawan, namun bagi mereka yang mengejar kualitas berwisata, Bali mendapat alarm berbahaya. Kemacetan lalu lintas di Badung, Denpasar, Gianyar, dan Tabanan memasuki tahap parah. Belum lagi tindak kriminalitas yang melibatkan wisatawan membuat Bali tidak lagi aman dan nyaman. Bule yang mabuk dan ugal-ugalan di jalanan membuat was-was wisatawan lain yang menginginkan kenyamanan dan keamanan.

Raja Ampat di Papua Barat Daya sesungguhnya merupakan destinasi yang masih alami. Namun Raja Ampat juga didera masalah yang dapat membuat wisatawan kapok dan menjadi alarm berbahaya bagi industri pariwisata Tanah Air. Pungutan liar kepada wisatawan di Raja Ampat sempat meresahkan. Disusul kemudian kasus sejumlah warga yang mengusir wisatawan asing di Raja Ampat sebagai buntut pencabutan izin usaha pertambangan di wilayah itu. Hal ini tentu dapat memicu rasa kapok wisatawan.

Tren Anti Promosi Influencer

Animo wisatawan mengunjungi satu destinasi dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Selain keunggulan yang dimiliki destinasi, promosi wisata terhadap destinasi juga mengundang wisatawan untuk berkunjung. Peran influencer atau kaum pemengaruh ini cukup besar dalam menumbuhkan keinginan orang untuk berwisata.

Meski begitu, saat terjadi masalah di sebuah destinasi, maka peran influencer akan terabaikan. Wisatawan yang terlanjur dongkol atas kualitas produk wisata di destinasi akan menganggap tayangan influencer di berbagai media sosial adalah omong kosong belaka. Apalagi kini muncul tren anti influencer yang dilakukan wisatawan.

Mengutip CEO jejaring sosial ASMALLWORD, Jan Luescher sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia (11/2/2025), para wisatawan mulai menghindari rekomendasi destinasi dari para influencer sebagai upaya menghindari tempat yang terlalu ramai. Wisatawan mencari perjalanan yang lebih bersifat personal dan berbeda dari rencana perjalanan yang dapat diprediksi dan penuh dengan foto yang dibentuk media sosial.

Tren ini sesungguhnya bersifat linier dengan pengalaman wisatawan ketika mengunjungi satu destinasi. Pekerjaan influencer hanya sia-sia saat memuji dan mengunggah foto-foto menarik tentang destinasi bila wisatawan justru dikecewakan dan dibuat kapok mengunjungi destinasi itu.

Bukan hanya di Indonesia, destinasi bermasalah juga dijumpai di beberapa negara. Venesia di Italia, Menara Eiffel di Prancis, Grand Canyon Amerika Serikat, Times Square di New York, Tembok Besar Cina, Santorini di Yunani, dan masih banyak destinasi lain yang bikin wisatawan kapok untuk berkunjung kembali lantaran padat, macet, kumuh, kerusakan lingkungan, dan tak lagi nyaman.

Destinasi yang bikin kapok adalah persoalan besar dalam pariwisata, alarm serius dalam industri pariwisata. Destinasi bikin kapok bukan hanya di kota-kota besar di Tanah Air. Banyak pula wisatawan yang kapok mengunjungi destinasi wisata di daerah karena masalah yang dianggap sepele, seperti parkir liar, toilet jorok, serta objek wisata yang tidak ramah anak dan penyandang disabilitas. Saatnya wisatawan diutamakan, waktunya alarm tanda bahaya diperhatikan. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Micro Tourism”: Berwisata Demi Efisiensi
Promosi Produk Wisata Manipulatif, Bisa Saja
“Noctourism”: Berwisata Sambil Begadang
“Storynomics Tourism”: Tutur Cerita dalam Wisata
“Study Tour”, Bukan Remah-Remah dalam Pariwisata
“Pseudotourism”: Pepesan Kosong dalam Pariwisata
Tags: destinasi wisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ancaman Video AI dalam Diseminasi Informasi Kesehatan

Next Post

Kalau “Geguritan” bisa Dijadikan Novel, Bukankah Novel bisa Diadaptasi jadi “Geguritan”?

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Kalau “Geguritan” bisa Dijadikan Novel, Bukankah Novel bisa Diadaptasi jadi “Geguritan”?

Kalau “Geguritan” bisa Dijadikan Novel, Bukankah Novel bisa Diadaptasi jadi “Geguritan”?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co