2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Destinasi Bikin Kapok, Alarm bagi Industri Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
July 19, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PENGALAMAN yang menyenangkan merupakan sesuatu yang didambakan wisatawan ketika mengunjungi satu destinasi. Namun tidak jarang wisatawan mengalami kedongkolan saat berada di destinasi wisata. Tentu saja ini akan membuat wisatawan kapok untuk kembali mengunjungi destinasi tersebut.

Biasanya wisatawan melakukan perjalanan tidak ujug-ujug. Sebelum mengunjungi destinasi wisata, orang akan melakukan perencanaan dan persiapan yang matang. Pilihan terhadap destinasi maupun objek wisata direncanakan berdasarkan pada banyak hal, seperti anggaran perjalanan, moda transportasi yang digunakan, akomodasi, tempat kuliner, jumlah peserta, apakah melakukan perjalanan secara mandiri atau melalui biro perjalanan, maupun barang bawaan selama berwisata.

Kedongkolan wisatawan dapat muncul kapan saja dan di mana saja. Kesiapan anggaran kerap menjadi alasan bagi wisatawan untuk berhati-hati dalam pengeluaran. Anggaran akan menentukan apakah wisatawan akan menggunakan pesawat, kereta api, atau kendaraan pribadi. Harga tiket pesawat yang mahal sempat membuat wisatawan kesal dan kapok, sehingga memilih menunda perjalanan atau menggunakan moda transportasi lain yang lebih murah.

Di mana wisatawan akan menginap juga ditentukan oleh anggaran perjalanan. Apakah menginap di hotel atau homestay. Informasi tentang akomodasi sering diperoleh melalui internet, lantaran pengusaha akomodasi melakukan promosi dan pemasaran secara digital. Kekecewaan yang berujung kapok dapat terjadi ketika fasilitas yang diberikan berbeda dengan yang dipromosikan.

Tempat kuliner acap mejadi sasaran kedongkolan wisatawan. Salah satu pengalaman yang menyenangkan bagi wisatawan memang menikmati kuliner khas daerah. Namun kadang wisatawan dibuat kapok untuk kembali menikmati kuliner itu, entah karena rasanya yang tidak sesuai ekspektasi maupun harga makanan yang terlalu mahal. Hal ini akan sangat dirasakan bagi wisatawan yang mengajak anggota keluarga dalam jumlah banyak.

Menikmati perjalanan wisata melalui biro perjalanan kadang menjadi pilihan bagi wisatawan, karena dianggap praktis, utamanya bagi wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi satu destinasi. Akan tetapi ketidakcermatan dalam memilih biro perjalanan juga dapat berujung kekecewaan. Ada saja yang membuat wisatawan kapok, lantaran apa yang diterima wisatawan tidak sesuai dengan paket wisata yang ditawarkan. Ini bisa terjadi pada biro perjalanan wisata yang abal-abal atau tidak tersertifikasi.

Destinasi yang Bikin Kapok

Keluhan setiap wisatawan tentang destinasi yang dikunjungi berbeda-beda. Ada wisatawan yang mengeluhkan fasilitas akomodasi, ada yang kecewa terhadap wahana wisata, ada yang tidak puas pada pelayanan pekerja wisata, ada pula yang kapok berkunjung karena lingkungan yang rusak di destinasi wisata. Semua keluhan, kekecewaan, dan ketidakpuasan yang bikin kapok wisatawan adalah alarm dalam industri pariwisata, peringatan keras bagi pengembangan pariwisata.

Tidak sedikit destinasi yang bikin kapok wisatawan, baik yang ada di Indonesia maupun mancanegara. Beberapa destinasi di Indonesia berpotensi membuat kapok wisatawan. Sebut saja Puncak Bogor, Bandung, Yogyakarta, Bali, Danau Toba, Labuhan Bajo, Raja Ampat, dan daerah lain yang pernah dikeluhkan wisatawan.

Puncak Bogor di Jawa Barat merupakan salah satu destinasi wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap libur panjang tiba. Namun alih-alih menikmati kenyamanan, wisatawan justru disuguhi kemacetan lalu lintas. Bagi yang mendambakan kenyamanan dalam berwisata, Puncak Bogor bisa bikin kapok. Meski kenyataannya setiap libur panjang Puncak Bogor selalu diburu wisatawan.

Nyaris sama dengan Puncak Bogor, Bandung juga kerap membuat kesal wisatawan. Kota yang konon disebut Paris Van Java ini tak lagi senyaman dulu. Berwisata ke Bandung pada libur panjang harus bersiap dengan kemacetan dan kesemerawutan lalu lintas di dalam kota. Kuliner Sunda mungkin bisa menyajikan kenikmatan, namun rasa lelah di jalanan akan sulit terobati.

Senada, Yogyakarta juga destinasi yang menyenangkan dan penuh kenangan bagi wisatawan. Namun Yogyakarta juga menyimpan banyak persoalan yang membuat kapok wisatawan. Selain kemacetan, Yogyakarta juga bermasalah dengan parkir liar maupun tarif parkir yang tak wajar, membuat kesal wisatawan. Belum lagi Jalan Malioboro yang legendaris diwarnai dengan pengamen yang membuat wisatawan dongkol; apalagi pengamen yang marah ketika tidak diberikan uang.

Bali sempat menjadi destinasi yang bikin kapok wisatawan. Bahkan Fodor’s Travel pernah menyarankan wisatawan untuk mempertimbangkan jika ingin berkunjung ke Pantai Kuta. Padatnya wisatawan domestik dan mancanegara membuat Pantai Kuta tak lagi nyaman untuk dikunjungi. Belum lagi persoalan sampah dan abrasi pantai membuat wisatawan kapok untuk berkunjung kembali.

Walau Bali tetap ramai dikunjungi wisatawan, namun bagi mereka yang mengejar kualitas berwisata, Bali mendapat alarm berbahaya. Kemacetan lalu lintas di Badung, Denpasar, Gianyar, dan Tabanan memasuki tahap parah. Belum lagi tindak kriminalitas yang melibatkan wisatawan membuat Bali tidak lagi aman dan nyaman. Bule yang mabuk dan ugal-ugalan di jalanan membuat was-was wisatawan lain yang menginginkan kenyamanan dan keamanan.

Raja Ampat di Papua Barat Daya sesungguhnya merupakan destinasi yang masih alami. Namun Raja Ampat juga didera masalah yang dapat membuat wisatawan kapok dan menjadi alarm berbahaya bagi industri pariwisata Tanah Air. Pungutan liar kepada wisatawan di Raja Ampat sempat meresahkan. Disusul kemudian kasus sejumlah warga yang mengusir wisatawan asing di Raja Ampat sebagai buntut pencabutan izin usaha pertambangan di wilayah itu. Hal ini tentu dapat memicu rasa kapok wisatawan.

Tren Anti Promosi Influencer

Animo wisatawan mengunjungi satu destinasi dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Selain keunggulan yang dimiliki destinasi, promosi wisata terhadap destinasi juga mengundang wisatawan untuk berkunjung. Peran influencer atau kaum pemengaruh ini cukup besar dalam menumbuhkan keinginan orang untuk berwisata.

Meski begitu, saat terjadi masalah di sebuah destinasi, maka peran influencer akan terabaikan. Wisatawan yang terlanjur dongkol atas kualitas produk wisata di destinasi akan menganggap tayangan influencer di berbagai media sosial adalah omong kosong belaka. Apalagi kini muncul tren anti influencer yang dilakukan wisatawan.

Mengutip CEO jejaring sosial ASMALLWORD, Jan Luescher sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia (11/2/2025), para wisatawan mulai menghindari rekomendasi destinasi dari para influencer sebagai upaya menghindari tempat yang terlalu ramai. Wisatawan mencari perjalanan yang lebih bersifat personal dan berbeda dari rencana perjalanan yang dapat diprediksi dan penuh dengan foto yang dibentuk media sosial.

Tren ini sesungguhnya bersifat linier dengan pengalaman wisatawan ketika mengunjungi satu destinasi. Pekerjaan influencer hanya sia-sia saat memuji dan mengunggah foto-foto menarik tentang destinasi bila wisatawan justru dikecewakan dan dibuat kapok mengunjungi destinasi itu.

Bukan hanya di Indonesia, destinasi bermasalah juga dijumpai di beberapa negara. Venesia di Italia, Menara Eiffel di Prancis, Grand Canyon Amerika Serikat, Times Square di New York, Tembok Besar Cina, Santorini di Yunani, dan masih banyak destinasi lain yang bikin wisatawan kapok untuk berkunjung kembali lantaran padat, macet, kumuh, kerusakan lingkungan, dan tak lagi nyaman.

Destinasi yang bikin kapok adalah persoalan besar dalam pariwisata, alarm serius dalam industri pariwisata. Destinasi bikin kapok bukan hanya di kota-kota besar di Tanah Air. Banyak pula wisatawan yang kapok mengunjungi destinasi wisata di daerah karena masalah yang dianggap sepele, seperti parkir liar, toilet jorok, serta objek wisata yang tidak ramah anak dan penyandang disabilitas. Saatnya wisatawan diutamakan, waktunya alarm tanda bahaya diperhatikan. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Micro Tourism”: Berwisata Demi Efisiensi
Promosi Produk Wisata Manipulatif, Bisa Saja
“Noctourism”: Berwisata Sambil Begadang
“Storynomics Tourism”: Tutur Cerita dalam Wisata
“Study Tour”, Bukan Remah-Remah dalam Pariwisata
“Pseudotourism”: Pepesan Kosong dalam Pariwisata
Tags: destinasi wisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ancaman Video AI dalam Diseminasi Informasi Kesehatan

Next Post

Kalau “Geguritan” bisa Dijadikan Novel, Bukankah Novel bisa Diadaptasi jadi “Geguritan”?

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Kalau “Geguritan” bisa Dijadikan Novel, Bukankah Novel bisa Diadaptasi jadi “Geguritan”?

Kalau “Geguritan” bisa Dijadikan Novel, Bukankah Novel bisa Diadaptasi jadi “Geguritan”?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co