7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Peran Penting “Gamelan Penting” dari Sanggar Seni Semara, Karangasem, di Pesta Kesenian Bali 2025

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 29, 2025
in Panggung
Peran Penting “Gamelan Penting” dari Sanggar Seni Semara, Karangasem, di Pesta Kesenian Bali 2025

"Gamelan Penting" dari Sanggar Seni Semara, Karangasem, di Pesta Kesenian Bali 2025

GAMELAN penting juga bisa dipadukan dengan jenis gamelan lain, termasuk dikolaborasikan dengan musik diatonis. Ayu Laksmi sering membawakan lagu-lagu klasik yang dipadu dengan permainan penting. Nah, dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 ini, Sanggar Seni Gamelan Penting Semara Geya Banjar Pasek, Desa Muncan, Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem, menyajikan gamelan penting yang dimainkan bersama gamelan lain yang menghasilkan pertunjukan seni bernuansa baru.

Dalam Rekasadana (Pergelaran) Gamelan Penting yang berlangsung di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali itu, Minggu 29 Juni 2025, Sanggar Seni Semara Geya menyajikan lima jenis garapan baru, terdiri dari tiga harapan musik murni, dan 2 garapan tari. Ke lima sajian seni ini memang berbeda dari sajian penting sebelumnya atau yang biasa digunakan dalam upacara piodalan di Bali, khususnya di Karangasem.

Alat musik penting ini punya peran penting dalam gamelan yang dimainkan Sanggar Seni Gamelan Penting Semara Geya. Penting merupakan instrumen khas Karangasem menyerupai gitar, namun memiliki tuts seperti piano, dan dimainkan dengan cara digesek menggunakan alat “pengocet”. Kali ini alat musik tradisional ini dimainkan oleh sekitar 20 penabuh dengan memadukan gong, kempur, reong, jublag, tawa-tawa dan kendang jedugan (ukuran besar) dan kendang krumpungan (ukuran kecil). “Kami mencoba mengembangkan gamelan tua di era modernisasi ini, melalui ajang PKB ini,” kata Ketua Sanggar Seni Semara Geya, Kadek Agus Pandu Putra.

Jujur, banyak masyarakat Bali awam, bahkan tidak mengetahui gemelan penting sebagai gamelan tua. Maka itu, sanggar seni ini mencoba memperkenalkan kembali utamanya kepada Generation Z. “Kami mengajukan proposal ke Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, dan ternyata disetujui, sehingga kami berusaha menampilkan gamelan penting lebih enerjik dan bisa diterima oleh kalangan anak-anak muda,” papar pria yang mencintai seni tradisi ini.

Dalam penyajiannya, Sanggar Seni Semara Geya menyajikan beberapa garapan yang masih lumrah dan tidak asing di telinga masyarakat pecinta seni, yaitu “sekatian”. Jenis tabuh ini khusus ada dalam gamelan penting. “Ini jenis gending lawas yang biasa dimainkan ketika mengiringi upacara jaman dulu. Kali ini, kami mengembangkan dengan pola modern, seperti pola kotekan yang kemudian diimplementasikan lewat garapan Tari Tunas Ambara,” paparnya.

Jenis gending sekatian yang disajikan berjudul “Penggalang” yang diambil dari kata Galang yang dimana  merupakan waktu pada saat Bintang Tenggala muncul di ufuk Timur, kisaran waktu pukul 04.15 wita. Waktu yang diyakini dan dinilai tepat untuk memulai kehidupan bekerja, belajar dan berdoa. Belakangan Galang Kangin disebut sebagai waktu Satvika, jika merujuk Bhagavad Gita.

Garapan ini diambil dengan konsep penggalang untuk membuka sebuah proses kegiatan bahwa kehidupan awal telah dimulai khususnya dalam berkesenian awal atau petanda tetabuhan itu dimulai dengan perpaduan gending-gending Sekatian. Garapan ini dibina oleh Kadek Agus Pandu Wibawa Putra.

Sementara Tari Tunas Ambara menggambarkan sekelompok pemudi yang memiliki berbagai sifat watak, dan karakter berbeda-beda yang dimana disatukan dalam suatu wadah guna berbakti kepada Yadnya yang tulus ikhlas dan bijaksanaan dalam kehidupan ini, sebagaimana Tunas yang berarti suatu bibit atau sebuah penerus kepemudaan dan kepemudian dan Ambara yang berarti sebuah tempat atau wadah kehidupan untuk menempatkan pemuda pemudi mengembangkan ssebuah bakat kesenian khususnya yang ada di Desa Muncan.

Tarian ini di bentuk sedemikan rupa dengan pola pola sederhana hingga tercapainya sebuah tarian dengan konsep gerak tari yang dinamis, ritmis, dan harmonis. Dalam sebuah tarian, estimasi waktu sangat bergantung pada bentuk gerak yang akan dibawakannya. Tari ditata oleh I Wayan Wira Aimbawa dan Kadek Agus Pandu Wibawa Putra sebagai penata iringan.

Beda lagu dengan sajia yang ketiga, yakni Tabuh Pepanggulan “Giriwara” yang memggambarkan panorama indah pedesaan layaknya lukisan surga yang elok, terlihat di salah satu desa di Bali Timur, tempat tersebut bernama Desa Muncan, desa yang masih alami dengan selimut alam hijau, di tempat inilah Terlihat pegunungan menjulang tinggi, sangat indah dengan aura sucinya sebagai Lingga Pulau Bali.

Suasana indah ini yang juga di dalamnya terkandung nilai nilai spiritual kedalam komposisi Tabuh Kreasi Pepanggulan Giriwara. Giri bermakna Gunung sedangkan Wara bermakna agung, mulia ataupun suci. Maka, Giriwara untuk memberikan penghormatan kepada Gunung Agung atau Gunung Tohlangkir sebagai sumber kehidupan semua makhluk, baik memberi sumber oksigen, sumber air, sumber material serta sebagai pusat media spiritual.

Komposisi tabuh ini merupakan tabuh kreasi yang mengambil Nada Diatonis, dengan memadukan kreasi patet atau kelompok nada dasar, mencerminkan ciri khas Gamelan Penting Karangasem serta mengikuti perkembangan Seni Karawitan era kekinian. Tabuh yang ditata oleh I Putu Ade Januarta ini, merupakan tabuh pepanggulan yang rasanya seperti gong kebyar, tetapi memasukan ke dalam gamelab penting.

Lalu menampilkan tari baris mabuang, yang mencoba menawarkan garapan baru sebagai bentuk pelestarian. Gerak tarinya lucu dan unik. Karena ada gerak klejang-klejing, dengklang-dengkleng seperti tarian orang Papua. “Disini, permainan gamelan penting tidak lagi seperti biasanya halus, tetapi mencoba dengan isntrimen keras dan menggelar. Ini memang jarang terjadi dalam pementasannya. Gamelan penting disini dimainkan lebih keras berbeda dari baiasnya yang selalu halus untuk mengiringi upacara dewa yadnya atau manusa yadnya.

Sedangkan sajian terakhir, takni “Padu Rasa” yang merupakan tabuh genjek membawakan rasa senang. Sehabis minum-minum, kumpul-kumpul lalu mencoba menuanhkan ke dalam garapan seni karawitan, sehinga memasukan gamelan lain, namun lebih pada menonjolkan rasa. Iringannya, memadukan dua elemen musik yang memiliki karakter yang berbeda. Padu yang berarti bersatu padu, dan Rasa berarti ungkapan ekspresi diri yang disampaikan melalui nada-nada atau suara-suara yang harmonis yang berasal dari pikiran atau perasaan manusia.

Musiknya adalah gamelan golongan tua dipadu dengan golongan madya yang dijadikan satu dengan esambel-esambel yang cenderung atraktif dan keras. Lalu, dikolaborasikan dengan olah vocal, harmoni, irama, melodi tempo, dan ritme yang memiliki karakter lirih, lembut, gembira dengan olahan bersaut-sautan antara penabuh dan gerong yang diharapkan bisa membuat nuansa baru dalam perkembangan gamelan untuk kedepannya dengan tidak menghilangkan esensi dari pakem yang sudah ada. Sebagai penata adalah I Gede Ari Sugiartana Putra. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Karya-karya Bersejarah dari Sekaa Gong Legendaris Giri Kusuma Bontihing-Buleleng di Pesta Kesenian Bali
Anak-anak Main Gender Wayang: Tak Sekadar Cepat, Tapi juga Kuasai Spirit Gending
Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025
Baleganjur Buleleng di Pesta Kesenian Bali: Garap Tradisi Karangasem yang Lestari di Bali Utara
Tags: gamelan pentingPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berguru Kepada Sopir Ambulance Jenazah

Next Post

Ketika Kita Terlalu Cepat Menilai — Catatan untuk Film “Abu-abu” dan “Nyambutin” pada Layar Kolektif Bali Utara

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

Sasolahan “I Sigir Jlema Tuah Asibak” bakal menutup perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII yang telah berlangsung selama sebukan penuh, 1-28...

Read moreDetails

Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

LAMPU panggung menyala. Seorang penari perempuan masuk panggung. Ia membaca puisi bahasa Bali. Suaranya menggema dari panggung ke seluruh ruangan....

Read moreDetails

‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

MESKI tetap menampilkan suasana magis ala Bali, Drama "Basur" yang dipentaskan Teater Jineng SMA Negeri 1 Tabanan (Smasta) sesungguhnya lebih...

Read moreDetails

‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

SANGGAR Nong Nong Kling adalah kelompok seni pertunjukan yang lebih sering mementaskan drama gong, misalnya di ajang Pesta Kesenian Bali...

Read moreDetails

Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 21, 2026
0
Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

SELASA pagi, 10 Februari 2026, ruang rapat Gedung A lantai 2 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) mendadak berubah fungsi....

Read moreDetails

Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

by Dede Putra Wiguna
February 19, 2026
0
Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

SORE itu, di atas panggung utama, lima penari perempuan berdiri dalam sikap anggun nan tegas. Jemari mereka lentik, sorot mata...

Read moreDetails

Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 17, 2026
0
Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

PESERTA Wimbakara (Lomba) Musikalisasi Puisi Bali serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 di Gedung Ksirarnbawa, Taman Budaya Bali,...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

by tatkala
February 16, 2026
0
Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

DI Bali, seni tumbuh seperti napas: alami, dekat, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun tidak semua seni mendapat panggung...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

by Radha Dwi Pradnyani
February 15, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

DI tengah arus modernisasi dan industri hiburan yang masif, upaya pelestarian kesenian terus dihidupkan melalui berbagai ruang kolaborasi. Salah satunya...

Read moreDetails

‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

by Nyoman Budarsana
February 11, 2026
0
‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

PANGGUNG gelap, kecuali panggung di sisi kiri. Di situ cahaya jatuh pada bangunan berbentuk pondok beratap alang-alang. Di teras pondok...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Kita Terlalu Cepat Menilai — Catatan untuk Film “Abu-abu” dan “Nyambutin” pada Layar Kolektif Bali Utara

Ketika Kita Terlalu Cepat Menilai -- Catatan untuk Film "Abu-abu" dan "Nyambutin" pada Layar Kolektif Bali Utara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co