2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Peran Penting “Gamelan Penting” dari Sanggar Seni Semara, Karangasem, di Pesta Kesenian Bali 2025

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 29, 2025
in Panggung
Peran Penting “Gamelan Penting” dari Sanggar Seni Semara, Karangasem, di Pesta Kesenian Bali 2025

"Gamelan Penting" dari Sanggar Seni Semara, Karangasem, di Pesta Kesenian Bali 2025

GAMELAN penting juga bisa dipadukan dengan jenis gamelan lain, termasuk dikolaborasikan dengan musik diatonis. Ayu Laksmi sering membawakan lagu-lagu klasik yang dipadu dengan permainan penting. Nah, dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 ini, Sanggar Seni Gamelan Penting Semara Geya Banjar Pasek, Desa Muncan, Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem, menyajikan gamelan penting yang dimainkan bersama gamelan lain yang menghasilkan pertunjukan seni bernuansa baru.

Dalam Rekasadana (Pergelaran) Gamelan Penting yang berlangsung di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali itu, Minggu 29 Juni 2025, Sanggar Seni Semara Geya menyajikan lima jenis garapan baru, terdiri dari tiga harapan musik murni, dan 2 garapan tari. Ke lima sajian seni ini memang berbeda dari sajian penting sebelumnya atau yang biasa digunakan dalam upacara piodalan di Bali, khususnya di Karangasem.

Alat musik penting ini punya peran penting dalam gamelan yang dimainkan Sanggar Seni Gamelan Penting Semara Geya. Penting merupakan instrumen khas Karangasem menyerupai gitar, namun memiliki tuts seperti piano, dan dimainkan dengan cara digesek menggunakan alat “pengocet”. Kali ini alat musik tradisional ini dimainkan oleh sekitar 20 penabuh dengan memadukan gong, kempur, reong, jublag, tawa-tawa dan kendang jedugan (ukuran besar) dan kendang krumpungan (ukuran kecil). “Kami mencoba mengembangkan gamelan tua di era modernisasi ini, melalui ajang PKB ini,” kata Ketua Sanggar Seni Semara Geya, Kadek Agus Pandu Putra.

Jujur, banyak masyarakat Bali awam, bahkan tidak mengetahui gemelan penting sebagai gamelan tua. Maka itu, sanggar seni ini mencoba memperkenalkan kembali utamanya kepada Generation Z. “Kami mengajukan proposal ke Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, dan ternyata disetujui, sehingga kami berusaha menampilkan gamelan penting lebih enerjik dan bisa diterima oleh kalangan anak-anak muda,” papar pria yang mencintai seni tradisi ini.

Dalam penyajiannya, Sanggar Seni Semara Geya menyajikan beberapa garapan yang masih lumrah dan tidak asing di telinga masyarakat pecinta seni, yaitu “sekatian”. Jenis tabuh ini khusus ada dalam gamelan penting. “Ini jenis gending lawas yang biasa dimainkan ketika mengiringi upacara jaman dulu. Kali ini, kami mengembangkan dengan pola modern, seperti pola kotekan yang kemudian diimplementasikan lewat garapan Tari Tunas Ambara,” paparnya.

Jenis gending sekatian yang disajikan berjudul “Penggalang” yang diambil dari kata Galang yang dimana  merupakan waktu pada saat Bintang Tenggala muncul di ufuk Timur, kisaran waktu pukul 04.15 wita. Waktu yang diyakini dan dinilai tepat untuk memulai kehidupan bekerja, belajar dan berdoa. Belakangan Galang Kangin disebut sebagai waktu Satvika, jika merujuk Bhagavad Gita.

Garapan ini diambil dengan konsep penggalang untuk membuka sebuah proses kegiatan bahwa kehidupan awal telah dimulai khususnya dalam berkesenian awal atau petanda tetabuhan itu dimulai dengan perpaduan gending-gending Sekatian. Garapan ini dibina oleh Kadek Agus Pandu Wibawa Putra.

Sementara Tari Tunas Ambara menggambarkan sekelompok pemudi yang memiliki berbagai sifat watak, dan karakter berbeda-beda yang dimana disatukan dalam suatu wadah guna berbakti kepada Yadnya yang tulus ikhlas dan bijaksanaan dalam kehidupan ini, sebagaimana Tunas yang berarti suatu bibit atau sebuah penerus kepemudaan dan kepemudian dan Ambara yang berarti sebuah tempat atau wadah kehidupan untuk menempatkan pemuda pemudi mengembangkan ssebuah bakat kesenian khususnya yang ada di Desa Muncan.

Tarian ini di bentuk sedemikan rupa dengan pola pola sederhana hingga tercapainya sebuah tarian dengan konsep gerak tari yang dinamis, ritmis, dan harmonis. Dalam sebuah tarian, estimasi waktu sangat bergantung pada bentuk gerak yang akan dibawakannya. Tari ditata oleh I Wayan Wira Aimbawa dan Kadek Agus Pandu Wibawa Putra sebagai penata iringan.

Beda lagu dengan sajia yang ketiga, yakni Tabuh Pepanggulan “Giriwara” yang memggambarkan panorama indah pedesaan layaknya lukisan surga yang elok, terlihat di salah satu desa di Bali Timur, tempat tersebut bernama Desa Muncan, desa yang masih alami dengan selimut alam hijau, di tempat inilah Terlihat pegunungan menjulang tinggi, sangat indah dengan aura sucinya sebagai Lingga Pulau Bali.

Suasana indah ini yang juga di dalamnya terkandung nilai nilai spiritual kedalam komposisi Tabuh Kreasi Pepanggulan Giriwara. Giri bermakna Gunung sedangkan Wara bermakna agung, mulia ataupun suci. Maka, Giriwara untuk memberikan penghormatan kepada Gunung Agung atau Gunung Tohlangkir sebagai sumber kehidupan semua makhluk, baik memberi sumber oksigen, sumber air, sumber material serta sebagai pusat media spiritual.

Komposisi tabuh ini merupakan tabuh kreasi yang mengambil Nada Diatonis, dengan memadukan kreasi patet atau kelompok nada dasar, mencerminkan ciri khas Gamelan Penting Karangasem serta mengikuti perkembangan Seni Karawitan era kekinian. Tabuh yang ditata oleh I Putu Ade Januarta ini, merupakan tabuh pepanggulan yang rasanya seperti gong kebyar, tetapi memasukan ke dalam gamelab penting.

Lalu menampilkan tari baris mabuang, yang mencoba menawarkan garapan baru sebagai bentuk pelestarian. Gerak tarinya lucu dan unik. Karena ada gerak klejang-klejing, dengklang-dengkleng seperti tarian orang Papua. “Disini, permainan gamelan penting tidak lagi seperti biasanya halus, tetapi mencoba dengan isntrimen keras dan menggelar. Ini memang jarang terjadi dalam pementasannya. Gamelan penting disini dimainkan lebih keras berbeda dari baiasnya yang selalu halus untuk mengiringi upacara dewa yadnya atau manusa yadnya.

Sedangkan sajian terakhir, takni “Padu Rasa” yang merupakan tabuh genjek membawakan rasa senang. Sehabis minum-minum, kumpul-kumpul lalu mencoba menuanhkan ke dalam garapan seni karawitan, sehinga memasukan gamelan lain, namun lebih pada menonjolkan rasa. Iringannya, memadukan dua elemen musik yang memiliki karakter yang berbeda. Padu yang berarti bersatu padu, dan Rasa berarti ungkapan ekspresi diri yang disampaikan melalui nada-nada atau suara-suara yang harmonis yang berasal dari pikiran atau perasaan manusia.

Musiknya adalah gamelan golongan tua dipadu dengan golongan madya yang dijadikan satu dengan esambel-esambel yang cenderung atraktif dan keras. Lalu, dikolaborasikan dengan olah vocal, harmoni, irama, melodi tempo, dan ritme yang memiliki karakter lirih, lembut, gembira dengan olahan bersaut-sautan antara penabuh dan gerong yang diharapkan bisa membuat nuansa baru dalam perkembangan gamelan untuk kedepannya dengan tidak menghilangkan esensi dari pakem yang sudah ada. Sebagai penata adalah I Gede Ari Sugiartana Putra. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Karya-karya Bersejarah dari Sekaa Gong Legendaris Giri Kusuma Bontihing-Buleleng di Pesta Kesenian Bali
Anak-anak Main Gender Wayang: Tak Sekadar Cepat, Tapi juga Kuasai Spirit Gending
Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025
Baleganjur Buleleng di Pesta Kesenian Bali: Garap Tradisi Karangasem yang Lestari di Bali Utara
Tags: gamelan pentingPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berguru Kepada Sopir Ambulance Jenazah

Next Post

Ketika Kita Terlalu Cepat Menilai — Catatan untuk Film “Abu-abu” dan “Nyambutin” pada Layar Kolektif Bali Utara

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Kita Terlalu Cepat Menilai — Catatan untuk Film “Abu-abu” dan “Nyambutin” pada Layar Kolektif Bali Utara

Ketika Kita Terlalu Cepat Menilai -- Catatan untuk Film "Abu-abu" dan "Nyambutin" pada Layar Kolektif Bali Utara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co