22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 27, 2025
in Panggung
Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025

Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025 | Foto: Tim Kreatif PKB 2025

KETIKA Tim Kesenian Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, menata gamelan di Kalangan Ratna Kanda, Art Center Taman Budaya Bali, sejumlah anak-anak menungguinya. Mereka seakan tak mau melewatkan tim kesenian luar daerah yang akan berpartisipasi dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 itu. Orang tuanya, hanya menunggui ketertarikan anaknya pada kesenian yang akan tampil itu.

Itulah gambaran sebelum Tim Kesenian Kabupaten Sumenep ini benar-benar tampil dalam rekasedana (pergelaran) PKB ke-47, Kamis 26 Juni 2025 itu. Tim kesenian dari Bumi Sumekar dan Kota Keris itu, menampilkan Tari Topeng dalam rekasadana (pergelaran) di Kalangan Ratna Kanda, mulai pukul 17.00 Wita. Garapan seni yang didukung 32 penari dan pengrawit itu mendapat apresiai pengunjung PKB, utamanya anak-anak. 

Tim kesenian Kabupaten Sumenep kali ini menampilkan seni Klenengan versi Madura. Lalu, dilanjutkan dengan sebuah Tari Topeng yang bercerita yang disampaikan seorang dalang. Tari yang disajikan ini, merupakan khas tradisional Kabupaten Sumenep. “Kami tampil di Bali karena ingin merasakan bagaimana rasanya pentas di pesta seni ini. Bali itu menjadi kota budaya. Nah, kami ingin ada beberapa hal yang bisa dipetik dari pentas ini untuk diterapkan di Sumenep,” kata Kepala Dinas, Mohamad Iksan disela-sela pementasan.

Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025 | Foto: Tim Kreatif PKB 2025

Tim Kabupaten Sumenep kemudian menampilkan Tari Topeng dengan lakon Gotot Koco Kembar.  Tari ini mengisahkan, Raja Brojo dento Musyawarah di Kraton Teloga Teledo Ingin meminang Sumbopro, Secara terang terangan tidak berani ( Mau Salin Rupa Gatot Koco ) Adiknya tidak setuju. Komfliks  Perang Adik kalah dan terus keluar dari pertemuan, Langsung lari ke pringgundani dengan tujuan ingin bantu Gatot Koco yang sakit, Raja terus menuju Madi Gondo. Sumbotro + Srikandi, Arjuna  Pamit ke Ngamarta.

Setelah Arjuna berangkat tidak lama kemudian Brojo Dento yang sudah berubah rupa Gatot Koco palsu masuk ke Kepotren. Membujuk Subodro akan dijadikan istrinya (yang jelas tidak mau) dipaksa dan terus dibawa Kabur dikejar oleh Srikandi (Gagal), Srikandi terus ke Ngamarta (Lapor). Broto Seno, Yudistira Darmo Kusuma, Krisna, Datang Arjuna. Datang Srikandi sambil nangis nangis (laporan). Bahwa Sumbodro dibawa Gatot Koco palsu.

Mendengar berita itu, tidak banyak bicara Broto Seno langsung keluar dari pertemuan menuju ke Pringgundani. Setelah itu Krisna mohon diri untuk menyusul Broto Seno, sebab yang jelas Gatot Koco asli yang sakit pasti dihajar habis-habisan bahkan bisa dibunuh. Arjuna juga menyusul. Gatot koco asli dihajar broto seno dan Dihalangi arimbi, Broto Seno lepas kontrol mengangkat kerisnya mau membunuh Gatot Koco asli, seketika itu juga Krisna menangkis dan mengambil kerisnya. Bersamaan itu hadir Arjuna Brojo Nesti.

Broto Seno dinasehati oleh Krisna dan Bri Nesti membeberkan semua kesalahfahaman ini dan langsung Bri Nesti menyatukan kekuatan ke Gatot Koco asli yang sakit. Dimasukkan ke tangan kanannya Seketika juga Gatot Koco asli sehat dan berkekuatan berlimpah dan langsung mencari Gatot Koco palsu.

Tidak lama, kemudian Gatot Koco asli datang (Tarung). Hampir Gatot Koco memenangkan perang. Keadaan tak berdaya Gatot Koco palsu tepat roboh di depan mereka dengan tubuh sudah babakbelur dan berubah wujut asli Raja Brojo Dento. Raja Brojo Dento diadili ke Ngamerta

Belajar dari Bali

Pergelaran Tari Topeng ini mirip dengan sendratari di Bali. Di dalam menyampaikan pesan, dalang menggunakan bahasa Madura dalam dialognya. “Semenjak saya menjadi kepala dinas, ini penampilan kali pertama Tim Kesenian Kabupaten Sumenep di ajang PKB tahun 2025,” ucapnya.

Ketika tim kesenian ini menata gamelan, pengunjung sudah ada yang duduk-duduk di kalangan pentas ini. Setelah semuanya siap, MC kemudian mengundang para penonton untuk menyaksikan pergelaran kesenian luar daerah yang memiliki kemiripan dengan Bali.

Mohamad Iksan mengatakan, melalui ajang PKB ini untuk memperkenalkan seni budaya Kabupaten Sumenep di Bali, daerah Provinsi Bali sudah menjadi tujuan wisata dunia. Maka, tampil di Pulau Dewata ini, orang akan bisa melihat secara dekat budaya Sumenep di Bali.

Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025 | Foto: Tim Kreatif PKB 2025

“Kami ingin meniru jejak Bali. Sumenep juga kaya dengan seni budaya yang mirip dengan Bali, ada tari dan gamelan, maka kami sajikan di sin agar orang bisa melihat secara lebih dekat, selanjutnya mengunjungi Sumenep melihat seni budaya yang lainnya,” harapnya.

Menurut Mohamad Iksan, tim kesenian yang dipimpinnya itu akan memetik beberapa hal dari pementasan di ajang PKB ini. Pertama, meniru kesadaran masyarakatnya yang dengan sadar menyaksikan berbagai pementasan seni budaya, seperti di ajang PKB ini.

Di Bali, keinginan masyarakat menyaksikan pentas seni itu, lahir dari dirinya sendiri tanpa harus di suruh ataupun diwajibkan. Untuk menyadarkan masyarajat seperti itu memang memerlukan proses lama. “Ini yang ingin kami petik dari Bali,” sebutnya.

Kedua, tim kesenian ini ingin mencontoh pengorganisasian dalam seni dan budaya. Sumenep memiliki banyak budaya yang bisa ditampilkan, tetapi belum bisa seperti di Taman Budaya ini. “Kalau ini bisa ditiru, maka itu akan berpengaruh kepada kepariwisataan Sumenep,” ungkapnya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Baleganjur Buleleng di Pesta Kesenian Bali: Garap Tradisi Karangasem yang Lestari di Bali Utara
Taman Penasar “Beberokan”, Suara Sastra Kesadaran Budaya dari Abang-Karangasem  
MENJAGA ARJA AGAR TAK MATI
Arja Lingsar, Arja Kekinian, Arja Tak Jadi Mati — Catatan Diskusi Kawiya Bali di Pesta Kesenian Bali 2025
Kreativitas Luar Biasa dari Sekolah Luar Biasa di Pesta Kesenian Bali 2025
Tags: Kabupaten Sumenepkesenian maduraMaduraPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Baleganjur Buleleng di Pesta Kesenian Bali: Garap Tradisi Karangasem yang Lestari di Bali Utara

Next Post

Baleganjur Manggung, Orang Tua Harap Minggir — Ini Mainan Gen Z di Pesta Kesenian Bali

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails
Next Post
Baleganjur Manggung, Orang Tua Harap Minggir — Ini Mainan Gen Z di Pesta Kesenian Bali

Baleganjur Manggung, Orang Tua Harap Minggir -- Ini Mainan Gen Z di Pesta Kesenian Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co