2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 27, 2025
in Panggung
Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025

Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025 | Foto: Tim Kreatif PKB 2025

KETIKA Tim Kesenian Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, menata gamelan di Kalangan Ratna Kanda, Art Center Taman Budaya Bali, sejumlah anak-anak menungguinya. Mereka seakan tak mau melewatkan tim kesenian luar daerah yang akan berpartisipasi dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 itu. Orang tuanya, hanya menunggui ketertarikan anaknya pada kesenian yang akan tampil itu.

Itulah gambaran sebelum Tim Kesenian Kabupaten Sumenep ini benar-benar tampil dalam rekasedana (pergelaran) PKB ke-47, Kamis 26 Juni 2025 itu. Tim kesenian dari Bumi Sumekar dan Kota Keris itu, menampilkan Tari Topeng dalam rekasadana (pergelaran) di Kalangan Ratna Kanda, mulai pukul 17.00 Wita. Garapan seni yang didukung 32 penari dan pengrawit itu mendapat apresiai pengunjung PKB, utamanya anak-anak. 

Tim kesenian Kabupaten Sumenep kali ini menampilkan seni Klenengan versi Madura. Lalu, dilanjutkan dengan sebuah Tari Topeng yang bercerita yang disampaikan seorang dalang. Tari yang disajikan ini, merupakan khas tradisional Kabupaten Sumenep. “Kami tampil di Bali karena ingin merasakan bagaimana rasanya pentas di pesta seni ini. Bali itu menjadi kota budaya. Nah, kami ingin ada beberapa hal yang bisa dipetik dari pentas ini untuk diterapkan di Sumenep,” kata Kepala Dinas, Mohamad Iksan disela-sela pementasan.

Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025 | Foto: Tim Kreatif PKB 2025

Tim Kabupaten Sumenep kemudian menampilkan Tari Topeng dengan lakon Gotot Koco Kembar.  Tari ini mengisahkan, Raja Brojo dento Musyawarah di Kraton Teloga Teledo Ingin meminang Sumbopro, Secara terang terangan tidak berani ( Mau Salin Rupa Gatot Koco ) Adiknya tidak setuju. Komfliks  Perang Adik kalah dan terus keluar dari pertemuan, Langsung lari ke pringgundani dengan tujuan ingin bantu Gatot Koco yang sakit, Raja terus menuju Madi Gondo. Sumbotro + Srikandi, Arjuna  Pamit ke Ngamarta.

Setelah Arjuna berangkat tidak lama kemudian Brojo Dento yang sudah berubah rupa Gatot Koco palsu masuk ke Kepotren. Membujuk Subodro akan dijadikan istrinya (yang jelas tidak mau) dipaksa dan terus dibawa Kabur dikejar oleh Srikandi (Gagal), Srikandi terus ke Ngamarta (Lapor). Broto Seno, Yudistira Darmo Kusuma, Krisna, Datang Arjuna. Datang Srikandi sambil nangis nangis (laporan). Bahwa Sumbodro dibawa Gatot Koco palsu.

Mendengar berita itu, tidak banyak bicara Broto Seno langsung keluar dari pertemuan menuju ke Pringgundani. Setelah itu Krisna mohon diri untuk menyusul Broto Seno, sebab yang jelas Gatot Koco asli yang sakit pasti dihajar habis-habisan bahkan bisa dibunuh. Arjuna juga menyusul. Gatot koco asli dihajar broto seno dan Dihalangi arimbi, Broto Seno lepas kontrol mengangkat kerisnya mau membunuh Gatot Koco asli, seketika itu juga Krisna menangkis dan mengambil kerisnya. Bersamaan itu hadir Arjuna Brojo Nesti.

Broto Seno dinasehati oleh Krisna dan Bri Nesti membeberkan semua kesalahfahaman ini dan langsung Bri Nesti menyatukan kekuatan ke Gatot Koco asli yang sakit. Dimasukkan ke tangan kanannya Seketika juga Gatot Koco asli sehat dan berkekuatan berlimpah dan langsung mencari Gatot Koco palsu.

Tidak lama, kemudian Gatot Koco asli datang (Tarung). Hampir Gatot Koco memenangkan perang. Keadaan tak berdaya Gatot Koco palsu tepat roboh di depan mereka dengan tubuh sudah babakbelur dan berubah wujut asli Raja Brojo Dento. Raja Brojo Dento diadili ke Ngamerta

Belajar dari Bali

Pergelaran Tari Topeng ini mirip dengan sendratari di Bali. Di dalam menyampaikan pesan, dalang menggunakan bahasa Madura dalam dialognya. “Semenjak saya menjadi kepala dinas, ini penampilan kali pertama Tim Kesenian Kabupaten Sumenep di ajang PKB tahun 2025,” ucapnya.

Ketika tim kesenian ini menata gamelan, pengunjung sudah ada yang duduk-duduk di kalangan pentas ini. Setelah semuanya siap, MC kemudian mengundang para penonton untuk menyaksikan pergelaran kesenian luar daerah yang memiliki kemiripan dengan Bali.

Mohamad Iksan mengatakan, melalui ajang PKB ini untuk memperkenalkan seni budaya Kabupaten Sumenep di Bali, daerah Provinsi Bali sudah menjadi tujuan wisata dunia. Maka, tampil di Pulau Dewata ini, orang akan bisa melihat secara dekat budaya Sumenep di Bali.

Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025 | Foto: Tim Kreatif PKB 2025

“Kami ingin meniru jejak Bali. Sumenep juga kaya dengan seni budaya yang mirip dengan Bali, ada tari dan gamelan, maka kami sajikan di sin agar orang bisa melihat secara lebih dekat, selanjutnya mengunjungi Sumenep melihat seni budaya yang lainnya,” harapnya.

Menurut Mohamad Iksan, tim kesenian yang dipimpinnya itu akan memetik beberapa hal dari pementasan di ajang PKB ini. Pertama, meniru kesadaran masyarakatnya yang dengan sadar menyaksikan berbagai pementasan seni budaya, seperti di ajang PKB ini.

Di Bali, keinginan masyarakat menyaksikan pentas seni itu, lahir dari dirinya sendiri tanpa harus di suruh ataupun diwajibkan. Untuk menyadarkan masyarajat seperti itu memang memerlukan proses lama. “Ini yang ingin kami petik dari Bali,” sebutnya.

Kedua, tim kesenian ini ingin mencontoh pengorganisasian dalam seni dan budaya. Sumenep memiliki banyak budaya yang bisa ditampilkan, tetapi belum bisa seperti di Taman Budaya ini. “Kalau ini bisa ditiru, maka itu akan berpengaruh kepada kepariwisataan Sumenep,” ungkapnya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Baleganjur Buleleng di Pesta Kesenian Bali: Garap Tradisi Karangasem yang Lestari di Bali Utara
Taman Penasar “Beberokan”, Suara Sastra Kesadaran Budaya dari Abang-Karangasem  
MENJAGA ARJA AGAR TAK MATI
Arja Lingsar, Arja Kekinian, Arja Tak Jadi Mati — Catatan Diskusi Kawiya Bali di Pesta Kesenian Bali 2025
Kreativitas Luar Biasa dari Sekolah Luar Biasa di Pesta Kesenian Bali 2025
Tags: Kabupaten Sumenepkesenian maduraMaduraPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Baleganjur Buleleng di Pesta Kesenian Bali: Garap Tradisi Karangasem yang Lestari di Bali Utara

Next Post

Baleganjur Manggung, Orang Tua Harap Minggir — Ini Mainan Gen Z di Pesta Kesenian Bali

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Baleganjur Manggung, Orang Tua Harap Minggir — Ini Mainan Gen Z di Pesta Kesenian Bali

Baleganjur Manggung, Orang Tua Harap Minggir -- Ini Mainan Gen Z di Pesta Kesenian Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co