14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 27, 2025
in Panggung
Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025

Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025 | Foto: Tim Kreatif PKB 2025

KETIKA Tim Kesenian Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, menata gamelan di Kalangan Ratna Kanda, Art Center Taman Budaya Bali, sejumlah anak-anak menungguinya. Mereka seakan tak mau melewatkan tim kesenian luar daerah yang akan berpartisipasi dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 itu. Orang tuanya, hanya menunggui ketertarikan anaknya pada kesenian yang akan tampil itu.

Itulah gambaran sebelum Tim Kesenian Kabupaten Sumenep ini benar-benar tampil dalam rekasedana (pergelaran) PKB ke-47, Kamis 26 Juni 2025 itu. Tim kesenian dari Bumi Sumekar dan Kota Keris itu, menampilkan Tari Topeng dalam rekasadana (pergelaran) di Kalangan Ratna Kanda, mulai pukul 17.00 Wita. Garapan seni yang didukung 32 penari dan pengrawit itu mendapat apresiai pengunjung PKB, utamanya anak-anak. 

Tim kesenian Kabupaten Sumenep kali ini menampilkan seni Klenengan versi Madura. Lalu, dilanjutkan dengan sebuah Tari Topeng yang bercerita yang disampaikan seorang dalang. Tari yang disajikan ini, merupakan khas tradisional Kabupaten Sumenep. “Kami tampil di Bali karena ingin merasakan bagaimana rasanya pentas di pesta seni ini. Bali itu menjadi kota budaya. Nah, kami ingin ada beberapa hal yang bisa dipetik dari pentas ini untuk diterapkan di Sumenep,” kata Kepala Dinas, Mohamad Iksan disela-sela pementasan.

Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025 | Foto: Tim Kreatif PKB 2025

Tim Kabupaten Sumenep kemudian menampilkan Tari Topeng dengan lakon Gotot Koco Kembar.  Tari ini mengisahkan, Raja Brojo dento Musyawarah di Kraton Teloga Teledo Ingin meminang Sumbopro, Secara terang terangan tidak berani ( Mau Salin Rupa Gatot Koco ) Adiknya tidak setuju. Komfliks  Perang Adik kalah dan terus keluar dari pertemuan, Langsung lari ke pringgundani dengan tujuan ingin bantu Gatot Koco yang sakit, Raja terus menuju Madi Gondo. Sumbotro + Srikandi, Arjuna  Pamit ke Ngamarta.

Setelah Arjuna berangkat tidak lama kemudian Brojo Dento yang sudah berubah rupa Gatot Koco palsu masuk ke Kepotren. Membujuk Subodro akan dijadikan istrinya (yang jelas tidak mau) dipaksa dan terus dibawa Kabur dikejar oleh Srikandi (Gagal), Srikandi terus ke Ngamarta (Lapor). Broto Seno, Yudistira Darmo Kusuma, Krisna, Datang Arjuna. Datang Srikandi sambil nangis nangis (laporan). Bahwa Sumbodro dibawa Gatot Koco palsu.

Mendengar berita itu, tidak banyak bicara Broto Seno langsung keluar dari pertemuan menuju ke Pringgundani. Setelah itu Krisna mohon diri untuk menyusul Broto Seno, sebab yang jelas Gatot Koco asli yang sakit pasti dihajar habis-habisan bahkan bisa dibunuh. Arjuna juga menyusul. Gatot koco asli dihajar broto seno dan Dihalangi arimbi, Broto Seno lepas kontrol mengangkat kerisnya mau membunuh Gatot Koco asli, seketika itu juga Krisna menangkis dan mengambil kerisnya. Bersamaan itu hadir Arjuna Brojo Nesti.

Broto Seno dinasehati oleh Krisna dan Bri Nesti membeberkan semua kesalahfahaman ini dan langsung Bri Nesti menyatukan kekuatan ke Gatot Koco asli yang sakit. Dimasukkan ke tangan kanannya Seketika juga Gatot Koco asli sehat dan berkekuatan berlimpah dan langsung mencari Gatot Koco palsu.

Tidak lama, kemudian Gatot Koco asli datang (Tarung). Hampir Gatot Koco memenangkan perang. Keadaan tak berdaya Gatot Koco palsu tepat roboh di depan mereka dengan tubuh sudah babakbelur dan berubah wujut asli Raja Brojo Dento. Raja Brojo Dento diadili ke Ngamerta

Belajar dari Bali

Pergelaran Tari Topeng ini mirip dengan sendratari di Bali. Di dalam menyampaikan pesan, dalang menggunakan bahasa Madura dalam dialognya. “Semenjak saya menjadi kepala dinas, ini penampilan kali pertama Tim Kesenian Kabupaten Sumenep di ajang PKB tahun 2025,” ucapnya.

Ketika tim kesenian ini menata gamelan, pengunjung sudah ada yang duduk-duduk di kalangan pentas ini. Setelah semuanya siap, MC kemudian mengundang para penonton untuk menyaksikan pergelaran kesenian luar daerah yang memiliki kemiripan dengan Bali.

Mohamad Iksan mengatakan, melalui ajang PKB ini untuk memperkenalkan seni budaya Kabupaten Sumenep di Bali, daerah Provinsi Bali sudah menjadi tujuan wisata dunia. Maka, tampil di Pulau Dewata ini, orang akan bisa melihat secara dekat budaya Sumenep di Bali.

Tari Topeng dari Kabupaten Sumenep di Pesta Kesenian Bali 2025 | Foto: Tim Kreatif PKB 2025

“Kami ingin meniru jejak Bali. Sumenep juga kaya dengan seni budaya yang mirip dengan Bali, ada tari dan gamelan, maka kami sajikan di sin agar orang bisa melihat secara lebih dekat, selanjutnya mengunjungi Sumenep melihat seni budaya yang lainnya,” harapnya.

Menurut Mohamad Iksan, tim kesenian yang dipimpinnya itu akan memetik beberapa hal dari pementasan di ajang PKB ini. Pertama, meniru kesadaran masyarakatnya yang dengan sadar menyaksikan berbagai pementasan seni budaya, seperti di ajang PKB ini.

Di Bali, keinginan masyarakat menyaksikan pentas seni itu, lahir dari dirinya sendiri tanpa harus di suruh ataupun diwajibkan. Untuk menyadarkan masyarajat seperti itu memang memerlukan proses lama. “Ini yang ingin kami petik dari Bali,” sebutnya.

Kedua, tim kesenian ini ingin mencontoh pengorganisasian dalam seni dan budaya. Sumenep memiliki banyak budaya yang bisa ditampilkan, tetapi belum bisa seperti di Taman Budaya ini. “Kalau ini bisa ditiru, maka itu akan berpengaruh kepada kepariwisataan Sumenep,” ungkapnya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Baleganjur Buleleng di Pesta Kesenian Bali: Garap Tradisi Karangasem yang Lestari di Bali Utara
Taman Penasar “Beberokan”, Suara Sastra Kesadaran Budaya dari Abang-Karangasem  
MENJAGA ARJA AGAR TAK MATI
Arja Lingsar, Arja Kekinian, Arja Tak Jadi Mati — Catatan Diskusi Kawiya Bali di Pesta Kesenian Bali 2025
Kreativitas Luar Biasa dari Sekolah Luar Biasa di Pesta Kesenian Bali 2025
Tags: Kabupaten Sumenepkesenian maduraMaduraPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Baleganjur Buleleng di Pesta Kesenian Bali: Garap Tradisi Karangasem yang Lestari di Bali Utara

Next Post

Baleganjur Manggung, Orang Tua Harap Minggir — Ini Mainan Gen Z di Pesta Kesenian Bali

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

Read moreDetails

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

Read moreDetails

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
0
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

Read moreDetails

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
0
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

Read moreDetails

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

Read moreDetails

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails
Next Post
Baleganjur Manggung, Orang Tua Harap Minggir — Ini Mainan Gen Z di Pesta Kesenian Bali

Baleganjur Manggung, Orang Tua Harap Minggir -- Ini Mainan Gen Z di Pesta Kesenian Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co