14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kreativitas Luar Biasa dari Sekolah Luar Biasa di Pesta Kesenian Bali 2025

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 23, 2025
in Panggung
Kreativitas Luar Biasa dari Sekolah Luar Biasa di Pesta Kesenian Bali 2025

Penampilan anak-anak SLB di Pesta Kesenian Bali 2025

BAGAI menyaksikan pertandingan sepak bola. Rekasadana (Pergelaran) Kreatifitas Anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Bali dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47, Senin 23 Juni 2025, dimeriahkan dengan euforia banyak penonton. Masing-masing penari mengajak pendamping sekaligus sebagai penonton yang menyaksikan pementasan seni itu. Maka tak heran, kehadiran para pecinta seni itu membuat Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, menjadi lautan manusia.

Bisa dibayangkan satu orang penari bisa mengajak 1-3 pendamping. Belum lagi mendapat sport dari teman-teman sekolahnya yang merupakan pecinta seni. Pergelaran seni ini dimulai pukul 17.00 Wita, namun para penonton sudah datang lebih awal untuk memberikan dukungan kepada anak-anak, teman-temannya yang peduli terhadap seni budaya Bali itu.

Anak-anak SLB Negeri 1 Gianyar yang mengawali pergelaran itu dengan menampilkan Tari Puspa Wresti, sebuah tari penyambutan yang diciptakan Prof, Dr. I Wayan Dibia dan I Nyoman Winda sebagi pencipta iringan. Tari ini dibawakan oleh 4 penari wanita dan 4 penari laki-laki dengan membawa property tombak. Mereka adalah penari berkebutuhan khusus, sehingga di depan mereka dipandu oleh guru tari dengan sebuah kode-kode atau isyarat.

Anak-anak SLB Negeri 1 Bangli menampilkan Tari Topeng Bujuh yang didukungan dua penari laki-laki. Anak-anak ini tampil cekatan, namun tetap dipandu seorang guru mereka dari depan panggung. Meski dua penari ini berkebutuhan khusus, namun mereka tampak memiliki teknik menari yang kuat. Hal itu bisa dilihat dari agem, dan kemampuannya meghidupkan tapel bujuh berbakan kayu itu.

Penampilan anak-anak SLB Negeri 1 Klungkung lenih menarik lagi. Saat menampilkan tari penyambutan berjudul “Sundara”, mereka tanpa pemandu di depan panggung. “Mereka memang tampil tanpa pemandu, karena gutu uang melatih mereka tiba-tiba sakit, sehingga tak bisa hadir. Syukurnya mereka sudah biasa menari yanpa pemandu. Mereka hanya dipandu pada awal keluar saja, selanjutnya mereka menggunakan hitungan,” kata I Gusti Ayu Sri Susilawati, selaku guru pendamping.

Penampilan anak-anak SLB dari Jembrana

Beberapa penonton mengaku sedih dan miris menyaksikan anak-anak itu menari tanpa ada yang memandu. Mereka tampil percaya diri, tanpa ada beban. Tari Sundara ini ditarikan oleh tiga penari gadis yang menceritakan gadis-gadis desa di jaman dulu yang rajin dan polos. Mereka menari tak dipandu oleh seorang guru didepan pangung, karena gurunya sakit. Namun, mereka tampil pecaya diri. “Tadi, kami tampil sangat baik. Untung, kami biasa berlatih tanpa bantuan pemandu di depan,” ucap Kadek Ayu Martini, salah satu dari penari itu.

Selanjutnya tampil anak-anak SLB Negeri 1 Denpasar yang membawaka Tari Wirayuda yang didukung oleh 6 penari laku-laku engan membawa property tombak. Anak-anak SLB Negeri 1 Karangasem menampilkan Tari Sekar Jagat. Tari ini didukung oleh 5 penari wanita dengan dirasi waktu sekitar 7 menit. Ketika anak-anak ini tampil, mereka dipandu sebanyak 3 guru tari untuk memberikan isyarat. Satu guru berada di samping kiri panggung, satu guru di samping kanan dan satu guru memberikan aba-aba di depan panggung. 

Anak-anak SLB Negeri 1 Jembrana kemudian menampilkan Tari Kreasi Wariga. Tari tergolong baru ini didukung tiga penari wanita yang menggunakan property dupa dalam dulang tanah. Pada bagian akhir dua penari membawa kain poleng sebagai simbol Tumpek Wariga sebagai hari kebesasan untuk menghormati tumbuh-tumbuhan.

Anak-anak SLB Negeri 1 Badung kemudian menampilkan Tari Merak Angelo dan didukung oleh lima orang penari wanita. “Anak-anak yang tampil kali ini, sebenarnya penari setingkat SD yang baru belajar mengenal panggung lebih luas. Sebelumnya mereka hanya biasa tampil di sekolah. Ini menjadi pengalaman berharga untuk mereka mengenal panggung yang professional, panggung sesugguhnya lengkap dengan lighting serta disaksikan penonton yang banyak,” kata guru pelatih Ni Nyoman Ari Aafitri, S.Sn.

Penampilan anak-anak SLB dari Klungkung

Anak-anak SLB Negeri 1 Tabanan tak mau kalah. Sekolah ini menampilkan Tari Kreasi Tedung Lalita yang didukung lima orang penari. Tari ini menggambarkan kegembiraan anak-anak yang bermain disaat musim hujan. Mereka menikmati, dan tak ingin momen itu berakhir tanpa aktivitas.

Berbeda dengan anak-anak SLB Sushrusa yang menampilkan dramatari “Sadhara Hita” yang didukung oleh 10 penari. Dramatari ini menghadirkan seorang dalang. Lalu, untuk gerak penari tetap dipandu oleh guru dari depan panggung.

Berbeda lagu garapan anak-anak SLB Negeri 3 Denpasar yang menampilkan Kecak Ramayana, yang melibatkan sebanyak 25 pendukung. Sajian kesenian kecak dengan durasi waktu yang pendek, yakni selama 15 menit. Walau demikian, Kecak Ramayana ini sangat menarik. Peran hanoman yang merupakan duta Rama untuk mencari Dewi Sinta ke Alengka menari dengan lincah dan melakukan gerakan akrobatik, sehingga mendapat sambutan penonton.

Pemandu yang berada di depan, cukup sibuk dibuatnya, karena harus memandu banyak penari di atas stage. Syukurnya dalang sangat cekatan, sehingga semua penari tampil dengan baik, sesuai dengan koreo yang diajarkan. “Jujru, kami melakukan latihan lebih awal, sebagai persiapan tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali ini,” kata peltih yang juga dalang, Anak Agung Gede Mahardika, S.Sn.,M.Sn. 

Penampilan anak-anak SLB dari Bangli

Pementasan seni ini kemudian dipungkasi oleh penampilan anak-anak SLB negeri 2 Denpasar menampilkan Dramatari Selat Bali yang didukung sebanyak 22 penari. Garapan SLB Negeri 2 Denpasar ini begitu apik. Meski para penari itu berkebutuhan khusus, namun mereka tampil menawan, sehingga penonton dibuat terkesima. “Anak-anak ini pasti mempelajari teknik tari, agem dan penampilan mereka sangat bagus,” ucap Komang Sari, salah satu penonton. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Kemandirian Anak-anak SD dalam Lomba Mewarnai Gambar di Pesta Kesenian Bali 2025
Peed Aya Pesta Kesenian Bali: Seni Pertunjukan Jalanan  di Dunia Modern
Tidak Ada Petruk dalam Drama Gong Lawas Banyuning Singaraja di Pesta Kesenian Bali 2025
Pesta Kesenian Bali 2025 Memberi Tempat Bagi Seni Budaya Desa-desa Kuno
Budaya  Tidak Sekadar Warisan Statis, Melainkan Kekuatan Dinamis yang Terus Hidup
Tags: Pesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2025sekolah luar biasa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kemandirian Anak-anak SD dalam Lomba Mewarnai Gambar di Pesta Kesenian Bali 2025

Next Post

Mengutuk Pernikahan Usia Dini pada Film “Kembang Eleh” — Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Seririt

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

Read moreDetails

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

Read moreDetails

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
0
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

Read moreDetails

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
0
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

Read moreDetails

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

Read moreDetails

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails
Next Post
Mengutuk Pernikahan Usia Dini pada Film “Kembang Eleh” — Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Seririt

Mengutuk Pernikahan Usia Dini pada Film “Kembang Eleh” -- Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Seririt

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co