12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kreativitas Luar Biasa dari Sekolah Luar Biasa di Pesta Kesenian Bali 2025

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 23, 2025
in Panggung
Kreativitas Luar Biasa dari Sekolah Luar Biasa di Pesta Kesenian Bali 2025

Penampilan anak-anak SLB di Pesta Kesenian Bali 2025

BAGAI menyaksikan pertandingan sepak bola. Rekasadana (Pergelaran) Kreatifitas Anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Bali dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47, Senin 23 Juni 2025, dimeriahkan dengan euforia banyak penonton. Masing-masing penari mengajak pendamping sekaligus sebagai penonton yang menyaksikan pementasan seni itu. Maka tak heran, kehadiran para pecinta seni itu membuat Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, menjadi lautan manusia.

Bisa dibayangkan satu orang penari bisa mengajak 1-3 pendamping. Belum lagi mendapat sport dari teman-teman sekolahnya yang merupakan pecinta seni. Pergelaran seni ini dimulai pukul 17.00 Wita, namun para penonton sudah datang lebih awal untuk memberikan dukungan kepada anak-anak, teman-temannya yang peduli terhadap seni budaya Bali itu.

Anak-anak SLB Negeri 1 Gianyar yang mengawali pergelaran itu dengan menampilkan Tari Puspa Wresti, sebuah tari penyambutan yang diciptakan Prof, Dr. I Wayan Dibia dan I Nyoman Winda sebagi pencipta iringan. Tari ini dibawakan oleh 4 penari wanita dan 4 penari laki-laki dengan membawa property tombak. Mereka adalah penari berkebutuhan khusus, sehingga di depan mereka dipandu oleh guru tari dengan sebuah kode-kode atau isyarat.

Anak-anak SLB Negeri 1 Bangli menampilkan Tari Topeng Bujuh yang didukungan dua penari laki-laki. Anak-anak ini tampil cekatan, namun tetap dipandu seorang guru mereka dari depan panggung. Meski dua penari ini berkebutuhan khusus, namun mereka tampak memiliki teknik menari yang kuat. Hal itu bisa dilihat dari agem, dan kemampuannya meghidupkan tapel bujuh berbakan kayu itu.

Penampilan anak-anak SLB Negeri 1 Klungkung lenih menarik lagi. Saat menampilkan tari penyambutan berjudul “Sundara”, mereka tanpa pemandu di depan panggung. “Mereka memang tampil tanpa pemandu, karena gutu uang melatih mereka tiba-tiba sakit, sehingga tak bisa hadir. Syukurnya mereka sudah biasa menari yanpa pemandu. Mereka hanya dipandu pada awal keluar saja, selanjutnya mereka menggunakan hitungan,” kata I Gusti Ayu Sri Susilawati, selaku guru pendamping.

Penampilan anak-anak SLB dari Jembrana

Beberapa penonton mengaku sedih dan miris menyaksikan anak-anak itu menari tanpa ada yang memandu. Mereka tampil percaya diri, tanpa ada beban. Tari Sundara ini ditarikan oleh tiga penari gadis yang menceritakan gadis-gadis desa di jaman dulu yang rajin dan polos. Mereka menari tak dipandu oleh seorang guru didepan pangung, karena gurunya sakit. Namun, mereka tampil pecaya diri. “Tadi, kami tampil sangat baik. Untung, kami biasa berlatih tanpa bantuan pemandu di depan,” ucap Kadek Ayu Martini, salah satu dari penari itu.

Selanjutnya tampil anak-anak SLB Negeri 1 Denpasar yang membawaka Tari Wirayuda yang didukung oleh 6 penari laku-laku engan membawa property tombak. Anak-anak SLB Negeri 1 Karangasem menampilkan Tari Sekar Jagat. Tari ini didukung oleh 5 penari wanita dengan dirasi waktu sekitar 7 menit. Ketika anak-anak ini tampil, mereka dipandu sebanyak 3 guru tari untuk memberikan isyarat. Satu guru berada di samping kiri panggung, satu guru di samping kanan dan satu guru memberikan aba-aba di depan panggung. 

Anak-anak SLB Negeri 1 Jembrana kemudian menampilkan Tari Kreasi Wariga. Tari tergolong baru ini didukung tiga penari wanita yang menggunakan property dupa dalam dulang tanah. Pada bagian akhir dua penari membawa kain poleng sebagai simbol Tumpek Wariga sebagai hari kebesasan untuk menghormati tumbuh-tumbuhan.

Anak-anak SLB Negeri 1 Badung kemudian menampilkan Tari Merak Angelo dan didukung oleh lima orang penari wanita. “Anak-anak yang tampil kali ini, sebenarnya penari setingkat SD yang baru belajar mengenal panggung lebih luas. Sebelumnya mereka hanya biasa tampil di sekolah. Ini menjadi pengalaman berharga untuk mereka mengenal panggung yang professional, panggung sesugguhnya lengkap dengan lighting serta disaksikan penonton yang banyak,” kata guru pelatih Ni Nyoman Ari Aafitri, S.Sn.

Penampilan anak-anak SLB dari Klungkung

Anak-anak SLB Negeri 1 Tabanan tak mau kalah. Sekolah ini menampilkan Tari Kreasi Tedung Lalita yang didukung lima orang penari. Tari ini menggambarkan kegembiraan anak-anak yang bermain disaat musim hujan. Mereka menikmati, dan tak ingin momen itu berakhir tanpa aktivitas.

Berbeda dengan anak-anak SLB Sushrusa yang menampilkan dramatari “Sadhara Hita” yang didukung oleh 10 penari. Dramatari ini menghadirkan seorang dalang. Lalu, untuk gerak penari tetap dipandu oleh guru dari depan panggung.

Berbeda lagu garapan anak-anak SLB Negeri 3 Denpasar yang menampilkan Kecak Ramayana, yang melibatkan sebanyak 25 pendukung. Sajian kesenian kecak dengan durasi waktu yang pendek, yakni selama 15 menit. Walau demikian, Kecak Ramayana ini sangat menarik. Peran hanoman yang merupakan duta Rama untuk mencari Dewi Sinta ke Alengka menari dengan lincah dan melakukan gerakan akrobatik, sehingga mendapat sambutan penonton.

Pemandu yang berada di depan, cukup sibuk dibuatnya, karena harus memandu banyak penari di atas stage. Syukurnya dalang sangat cekatan, sehingga semua penari tampil dengan baik, sesuai dengan koreo yang diajarkan. “Jujru, kami melakukan latihan lebih awal, sebagai persiapan tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali ini,” kata peltih yang juga dalang, Anak Agung Gede Mahardika, S.Sn.,M.Sn. 

Penampilan anak-anak SLB dari Bangli

Pementasan seni ini kemudian dipungkasi oleh penampilan anak-anak SLB negeri 2 Denpasar menampilkan Dramatari Selat Bali yang didukung sebanyak 22 penari. Garapan SLB Negeri 2 Denpasar ini begitu apik. Meski para penari itu berkebutuhan khusus, namun mereka tampil menawan, sehingga penonton dibuat terkesima. “Anak-anak ini pasti mempelajari teknik tari, agem dan penampilan mereka sangat bagus,” ucap Komang Sari, salah satu penonton. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Kemandirian Anak-anak SD dalam Lomba Mewarnai Gambar di Pesta Kesenian Bali 2025
Peed Aya Pesta Kesenian Bali: Seni Pertunjukan Jalanan  di Dunia Modern
Tidak Ada Petruk dalam Drama Gong Lawas Banyuning Singaraja di Pesta Kesenian Bali 2025
Pesta Kesenian Bali 2025 Memberi Tempat Bagi Seni Budaya Desa-desa Kuno
Budaya  Tidak Sekadar Warisan Statis, Melainkan Kekuatan Dinamis yang Terus Hidup
Tags: Pesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2025sekolah luar biasa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kemandirian Anak-anak SD dalam Lomba Mewarnai Gambar di Pesta Kesenian Bali 2025

Next Post

Mengutuk Pernikahan Usia Dini pada Film “Kembang Eleh” — Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Seririt

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails
Next Post
Mengutuk Pernikahan Usia Dini pada Film “Kembang Eleh” — Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Seririt

Mengutuk Pernikahan Usia Dini pada Film “Kembang Eleh” -- Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Seririt

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co