22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kreativitas Luar Biasa dari Sekolah Luar Biasa di Pesta Kesenian Bali 2025

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 23, 2025
in Panggung
Kreativitas Luar Biasa dari Sekolah Luar Biasa di Pesta Kesenian Bali 2025

Penampilan anak-anak SLB di Pesta Kesenian Bali 2025

BAGAI menyaksikan pertandingan sepak bola. Rekasadana (Pergelaran) Kreatifitas Anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Bali dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47, Senin 23 Juni 2025, dimeriahkan dengan euforia banyak penonton. Masing-masing penari mengajak pendamping sekaligus sebagai penonton yang menyaksikan pementasan seni itu. Maka tak heran, kehadiran para pecinta seni itu membuat Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, menjadi lautan manusia.

Bisa dibayangkan satu orang penari bisa mengajak 1-3 pendamping. Belum lagi mendapat sport dari teman-teman sekolahnya yang merupakan pecinta seni. Pergelaran seni ini dimulai pukul 17.00 Wita, namun para penonton sudah datang lebih awal untuk memberikan dukungan kepada anak-anak, teman-temannya yang peduli terhadap seni budaya Bali itu.

Anak-anak SLB Negeri 1 Gianyar yang mengawali pergelaran itu dengan menampilkan Tari Puspa Wresti, sebuah tari penyambutan yang diciptakan Prof, Dr. I Wayan Dibia dan I Nyoman Winda sebagi pencipta iringan. Tari ini dibawakan oleh 4 penari wanita dan 4 penari laki-laki dengan membawa property tombak. Mereka adalah penari berkebutuhan khusus, sehingga di depan mereka dipandu oleh guru tari dengan sebuah kode-kode atau isyarat.

Anak-anak SLB Negeri 1 Bangli menampilkan Tari Topeng Bujuh yang didukungan dua penari laki-laki. Anak-anak ini tampil cekatan, namun tetap dipandu seorang guru mereka dari depan panggung. Meski dua penari ini berkebutuhan khusus, namun mereka tampak memiliki teknik menari yang kuat. Hal itu bisa dilihat dari agem, dan kemampuannya meghidupkan tapel bujuh berbakan kayu itu.

Penampilan anak-anak SLB Negeri 1 Klungkung lenih menarik lagi. Saat menampilkan tari penyambutan berjudul “Sundara”, mereka tanpa pemandu di depan panggung. “Mereka memang tampil tanpa pemandu, karena gutu uang melatih mereka tiba-tiba sakit, sehingga tak bisa hadir. Syukurnya mereka sudah biasa menari yanpa pemandu. Mereka hanya dipandu pada awal keluar saja, selanjutnya mereka menggunakan hitungan,” kata I Gusti Ayu Sri Susilawati, selaku guru pendamping.

Penampilan anak-anak SLB dari Jembrana

Beberapa penonton mengaku sedih dan miris menyaksikan anak-anak itu menari tanpa ada yang memandu. Mereka tampil percaya diri, tanpa ada beban. Tari Sundara ini ditarikan oleh tiga penari gadis yang menceritakan gadis-gadis desa di jaman dulu yang rajin dan polos. Mereka menari tak dipandu oleh seorang guru didepan pangung, karena gurunya sakit. Namun, mereka tampil pecaya diri. “Tadi, kami tampil sangat baik. Untung, kami biasa berlatih tanpa bantuan pemandu di depan,” ucap Kadek Ayu Martini, salah satu dari penari itu.

Selanjutnya tampil anak-anak SLB Negeri 1 Denpasar yang membawaka Tari Wirayuda yang didukung oleh 6 penari laku-laku engan membawa property tombak. Anak-anak SLB Negeri 1 Karangasem menampilkan Tari Sekar Jagat. Tari ini didukung oleh 5 penari wanita dengan dirasi waktu sekitar 7 menit. Ketika anak-anak ini tampil, mereka dipandu sebanyak 3 guru tari untuk memberikan isyarat. Satu guru berada di samping kiri panggung, satu guru di samping kanan dan satu guru memberikan aba-aba di depan panggung. 

Anak-anak SLB Negeri 1 Jembrana kemudian menampilkan Tari Kreasi Wariga. Tari tergolong baru ini didukung tiga penari wanita yang menggunakan property dupa dalam dulang tanah. Pada bagian akhir dua penari membawa kain poleng sebagai simbol Tumpek Wariga sebagai hari kebesasan untuk menghormati tumbuh-tumbuhan.

Anak-anak SLB Negeri 1 Badung kemudian menampilkan Tari Merak Angelo dan didukung oleh lima orang penari wanita. “Anak-anak yang tampil kali ini, sebenarnya penari setingkat SD yang baru belajar mengenal panggung lebih luas. Sebelumnya mereka hanya biasa tampil di sekolah. Ini menjadi pengalaman berharga untuk mereka mengenal panggung yang professional, panggung sesugguhnya lengkap dengan lighting serta disaksikan penonton yang banyak,” kata guru pelatih Ni Nyoman Ari Aafitri, S.Sn.

Penampilan anak-anak SLB dari Klungkung

Anak-anak SLB Negeri 1 Tabanan tak mau kalah. Sekolah ini menampilkan Tari Kreasi Tedung Lalita yang didukung lima orang penari. Tari ini menggambarkan kegembiraan anak-anak yang bermain disaat musim hujan. Mereka menikmati, dan tak ingin momen itu berakhir tanpa aktivitas.

Berbeda dengan anak-anak SLB Sushrusa yang menampilkan dramatari “Sadhara Hita” yang didukung oleh 10 penari. Dramatari ini menghadirkan seorang dalang. Lalu, untuk gerak penari tetap dipandu oleh guru dari depan panggung.

Berbeda lagu garapan anak-anak SLB Negeri 3 Denpasar yang menampilkan Kecak Ramayana, yang melibatkan sebanyak 25 pendukung. Sajian kesenian kecak dengan durasi waktu yang pendek, yakni selama 15 menit. Walau demikian, Kecak Ramayana ini sangat menarik. Peran hanoman yang merupakan duta Rama untuk mencari Dewi Sinta ke Alengka menari dengan lincah dan melakukan gerakan akrobatik, sehingga mendapat sambutan penonton.

Pemandu yang berada di depan, cukup sibuk dibuatnya, karena harus memandu banyak penari di atas stage. Syukurnya dalang sangat cekatan, sehingga semua penari tampil dengan baik, sesuai dengan koreo yang diajarkan. “Jujru, kami melakukan latihan lebih awal, sebagai persiapan tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali ini,” kata peltih yang juga dalang, Anak Agung Gede Mahardika, S.Sn.,M.Sn. 

Penampilan anak-anak SLB dari Bangli

Pementasan seni ini kemudian dipungkasi oleh penampilan anak-anak SLB negeri 2 Denpasar menampilkan Dramatari Selat Bali yang didukung sebanyak 22 penari. Garapan SLB Negeri 2 Denpasar ini begitu apik. Meski para penari itu berkebutuhan khusus, namun mereka tampil menawan, sehingga penonton dibuat terkesima. “Anak-anak ini pasti mempelajari teknik tari, agem dan penampilan mereka sangat bagus,” ucap Komang Sari, salah satu penonton. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Kemandirian Anak-anak SD dalam Lomba Mewarnai Gambar di Pesta Kesenian Bali 2025
Peed Aya Pesta Kesenian Bali: Seni Pertunjukan Jalanan  di Dunia Modern
Tidak Ada Petruk dalam Drama Gong Lawas Banyuning Singaraja di Pesta Kesenian Bali 2025
Pesta Kesenian Bali 2025 Memberi Tempat Bagi Seni Budaya Desa-desa Kuno
Budaya  Tidak Sekadar Warisan Statis, Melainkan Kekuatan Dinamis yang Terus Hidup
Tags: Pesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2025sekolah luar biasa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kemandirian Anak-anak SD dalam Lomba Mewarnai Gambar di Pesta Kesenian Bali 2025

Next Post

Mengutuk Pernikahan Usia Dini pada Film “Kembang Eleh” — Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Seririt

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails
Next Post
Mengutuk Pernikahan Usia Dini pada Film “Kembang Eleh” — Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Seririt

Mengutuk Pernikahan Usia Dini pada Film “Kembang Eleh” -- Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Seririt

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co