2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kreativitas Luar Biasa dari Sekolah Luar Biasa di Pesta Kesenian Bali 2025

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 23, 2025
in Panggung
Kreativitas Luar Biasa dari Sekolah Luar Biasa di Pesta Kesenian Bali 2025

Penampilan anak-anak SLB di Pesta Kesenian Bali 2025

BAGAI menyaksikan pertandingan sepak bola. Rekasadana (Pergelaran) Kreatifitas Anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Bali dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47, Senin 23 Juni 2025, dimeriahkan dengan euforia banyak penonton. Masing-masing penari mengajak pendamping sekaligus sebagai penonton yang menyaksikan pementasan seni itu. Maka tak heran, kehadiran para pecinta seni itu membuat Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, menjadi lautan manusia.

Bisa dibayangkan satu orang penari bisa mengajak 1-3 pendamping. Belum lagi mendapat sport dari teman-teman sekolahnya yang merupakan pecinta seni. Pergelaran seni ini dimulai pukul 17.00 Wita, namun para penonton sudah datang lebih awal untuk memberikan dukungan kepada anak-anak, teman-temannya yang peduli terhadap seni budaya Bali itu.

Anak-anak SLB Negeri 1 Gianyar yang mengawali pergelaran itu dengan menampilkan Tari Puspa Wresti, sebuah tari penyambutan yang diciptakan Prof, Dr. I Wayan Dibia dan I Nyoman Winda sebagi pencipta iringan. Tari ini dibawakan oleh 4 penari wanita dan 4 penari laki-laki dengan membawa property tombak. Mereka adalah penari berkebutuhan khusus, sehingga di depan mereka dipandu oleh guru tari dengan sebuah kode-kode atau isyarat.

Anak-anak SLB Negeri 1 Bangli menampilkan Tari Topeng Bujuh yang didukungan dua penari laki-laki. Anak-anak ini tampil cekatan, namun tetap dipandu seorang guru mereka dari depan panggung. Meski dua penari ini berkebutuhan khusus, namun mereka tampak memiliki teknik menari yang kuat. Hal itu bisa dilihat dari agem, dan kemampuannya meghidupkan tapel bujuh berbakan kayu itu.

Penampilan anak-anak SLB Negeri 1 Klungkung lenih menarik lagi. Saat menampilkan tari penyambutan berjudul “Sundara”, mereka tanpa pemandu di depan panggung. “Mereka memang tampil tanpa pemandu, karena gutu uang melatih mereka tiba-tiba sakit, sehingga tak bisa hadir. Syukurnya mereka sudah biasa menari yanpa pemandu. Mereka hanya dipandu pada awal keluar saja, selanjutnya mereka menggunakan hitungan,” kata I Gusti Ayu Sri Susilawati, selaku guru pendamping.

Penampilan anak-anak SLB dari Jembrana

Beberapa penonton mengaku sedih dan miris menyaksikan anak-anak itu menari tanpa ada yang memandu. Mereka tampil percaya diri, tanpa ada beban. Tari Sundara ini ditarikan oleh tiga penari gadis yang menceritakan gadis-gadis desa di jaman dulu yang rajin dan polos. Mereka menari tak dipandu oleh seorang guru didepan pangung, karena gurunya sakit. Namun, mereka tampil pecaya diri. “Tadi, kami tampil sangat baik. Untung, kami biasa berlatih tanpa bantuan pemandu di depan,” ucap Kadek Ayu Martini, salah satu dari penari itu.

Selanjutnya tampil anak-anak SLB Negeri 1 Denpasar yang membawaka Tari Wirayuda yang didukung oleh 6 penari laku-laku engan membawa property tombak. Anak-anak SLB Negeri 1 Karangasem menampilkan Tari Sekar Jagat. Tari ini didukung oleh 5 penari wanita dengan dirasi waktu sekitar 7 menit. Ketika anak-anak ini tampil, mereka dipandu sebanyak 3 guru tari untuk memberikan isyarat. Satu guru berada di samping kiri panggung, satu guru di samping kanan dan satu guru memberikan aba-aba di depan panggung. 

Anak-anak SLB Negeri 1 Jembrana kemudian menampilkan Tari Kreasi Wariga. Tari tergolong baru ini didukung tiga penari wanita yang menggunakan property dupa dalam dulang tanah. Pada bagian akhir dua penari membawa kain poleng sebagai simbol Tumpek Wariga sebagai hari kebesasan untuk menghormati tumbuh-tumbuhan.

Anak-anak SLB Negeri 1 Badung kemudian menampilkan Tari Merak Angelo dan didukung oleh lima orang penari wanita. “Anak-anak yang tampil kali ini, sebenarnya penari setingkat SD yang baru belajar mengenal panggung lebih luas. Sebelumnya mereka hanya biasa tampil di sekolah. Ini menjadi pengalaman berharga untuk mereka mengenal panggung yang professional, panggung sesugguhnya lengkap dengan lighting serta disaksikan penonton yang banyak,” kata guru pelatih Ni Nyoman Ari Aafitri, S.Sn.

Penampilan anak-anak SLB dari Klungkung

Anak-anak SLB Negeri 1 Tabanan tak mau kalah. Sekolah ini menampilkan Tari Kreasi Tedung Lalita yang didukung lima orang penari. Tari ini menggambarkan kegembiraan anak-anak yang bermain disaat musim hujan. Mereka menikmati, dan tak ingin momen itu berakhir tanpa aktivitas.

Berbeda dengan anak-anak SLB Sushrusa yang menampilkan dramatari “Sadhara Hita” yang didukung oleh 10 penari. Dramatari ini menghadirkan seorang dalang. Lalu, untuk gerak penari tetap dipandu oleh guru dari depan panggung.

Berbeda lagu garapan anak-anak SLB Negeri 3 Denpasar yang menampilkan Kecak Ramayana, yang melibatkan sebanyak 25 pendukung. Sajian kesenian kecak dengan durasi waktu yang pendek, yakni selama 15 menit. Walau demikian, Kecak Ramayana ini sangat menarik. Peran hanoman yang merupakan duta Rama untuk mencari Dewi Sinta ke Alengka menari dengan lincah dan melakukan gerakan akrobatik, sehingga mendapat sambutan penonton.

Pemandu yang berada di depan, cukup sibuk dibuatnya, karena harus memandu banyak penari di atas stage. Syukurnya dalang sangat cekatan, sehingga semua penari tampil dengan baik, sesuai dengan koreo yang diajarkan. “Jujru, kami melakukan latihan lebih awal, sebagai persiapan tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali ini,” kata peltih yang juga dalang, Anak Agung Gede Mahardika, S.Sn.,M.Sn. 

Penampilan anak-anak SLB dari Bangli

Pementasan seni ini kemudian dipungkasi oleh penampilan anak-anak SLB negeri 2 Denpasar menampilkan Dramatari Selat Bali yang didukung sebanyak 22 penari. Garapan SLB Negeri 2 Denpasar ini begitu apik. Meski para penari itu berkebutuhan khusus, namun mereka tampil menawan, sehingga penonton dibuat terkesima. “Anak-anak ini pasti mempelajari teknik tari, agem dan penampilan mereka sangat bagus,” ucap Komang Sari, salah satu penonton. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Kemandirian Anak-anak SD dalam Lomba Mewarnai Gambar di Pesta Kesenian Bali 2025
Peed Aya Pesta Kesenian Bali: Seni Pertunjukan Jalanan  di Dunia Modern
Tidak Ada Petruk dalam Drama Gong Lawas Banyuning Singaraja di Pesta Kesenian Bali 2025
Pesta Kesenian Bali 2025 Memberi Tempat Bagi Seni Budaya Desa-desa Kuno
Budaya  Tidak Sekadar Warisan Statis, Melainkan Kekuatan Dinamis yang Terus Hidup
Tags: Pesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2025sekolah luar biasa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kemandirian Anak-anak SD dalam Lomba Mewarnai Gambar di Pesta Kesenian Bali 2025

Next Post

Mengutuk Pernikahan Usia Dini pada Film “Kembang Eleh” — Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Seririt

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Mengutuk Pernikahan Usia Dini pada Film “Kembang Eleh” — Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Seririt

Mengutuk Pernikahan Usia Dini pada Film “Kembang Eleh” -- Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Seririt

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co