2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

I Nengah Juliawan by I Nengah Juliawan
April 11, 2026
in Panggung
Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

Para narasumber dalam diskui museum dan wayang di Festival Wayang Bali Utara 2026

MUSEUM Soenda Ketjil di Singaraja tidak hanya menjadi ruang sunyi yang menyimpan masa lalu, melainkan juga ruang publik yang terus hidup. Festival Wayang Bali Utara yang diinisiasi Yayasan Lemah Tulis menjadi momentum untuk menata kembali peran museum sebagai pusat kebudayaan, pendidikan, sekaligus ruang kreativitas lintas generasi.

Berdiri di kawasan bekas Pelabuhan Buleleng—yang dahulu menjadi simpul perdagangan dan pemerintahan pada masa kolonial—museum ini memikul sejarah panjang. Dermaga yang dulu disinggahi kapal-kapal pembawa rempah, kain, dan kisah dari berbagai penjuru Nusantara kini tak lagi berdenyut secara ekonomi, melainkan secara kultural. Museum Soenda Ketjil menjelma sebagai ruang yang menghidupkan kembali ingatan kolektif. Singaraja sendiri pernah menjadi ibu kota Provinsi Sunda Kecil, wilayah administratif awal Indonesia yang mencakup Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Dengan demikian, museum ini bukan sekadar tempat penyimpanan artefak, tetapi juga ruang tafsir yang mempertemukan masa lalu dengan kebutuhan zaman kini.

Hal-hal semacam itulah yang dibincangkan dalam diskusi tentang museum dan wayang dalam Festival Wayang Bali Utara, Jumat siang, 10 April 2026.

Dalam diskusi itu Drs. Nyoman Wisandika, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng, menegaskan bahwa kebudayaan tidak boleh berhenti sebagai peninggalan mati; ia harus terus hidup melalui praktik tradisi. Wayang, menurutnya, bukan hanya hiburan, melainkan medium yang menyampaikan nilai-nilai kehidupan. Dalam gerak tokoh dan dialog punakawan, terkandung pesan moral tentang kebijaksanaan, keseimbangan, dan kemanusiaan. Karena itu, museum seharusnya menjadi ruang yang memungkinkan tradisi tetap bernapas, bukan sekadar etalase benda-benda bisu. Program Museum Masuk Sekolah (MMS) menjadi salah satu langkah strategis: museum tidak lagi pasif menunggu pengunjung, tetapi aktif hadir di ruang kelas, mempertemukan siswa dengan sejarah melalui pengalaman langsung. Dengan pendekatan ini, museum berubah menjadi ruang belajar yang hidup, bukan sekadar tempat mengenang.

Ida Bagus Gde Surya Bharata, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Buleleng, memperluas pemahaman tentang wayang. Ia melihat wayang sebagai tontonan, tatanan, sekaligus tuntunan. Di dalam kisah-kisah seperti Ramayana dan Mahabharata, tersimpan nilai-nilai pembentuk karakter—keberanian, kesetiaan, kebijaksanaan, dan kerendahan hati. Wayang menjadi cermin kehidupan yang membantu manusia memahami dirinya dan relasinya dengan orang lain.

Di Singaraja, tradisi wayang berkembang dalam beragam bentuk, mulai dari Wayang Wong Tejakula yang sakral hingga Wayang Kulit Pemaron yang lebih kreatif. Kekayaan ini, menurut Surya Bharata, harus dipandang sebagai warisan yang hidup. Wayang dapat menjadi sarana pendidikan karakter yang menyenangkan, sekaligus relevan dengan dunia generasi muda. Ia bisa hadir tidak hanya di panggung tradisional, tetapi juga di ruang kelas dan media digital, menjembatani masa lalu dengan masa kini.

Dalam konteks ini, museum dan wayang saling melengkapi. Museum menghadirkan artefak sebagai jejak sejarah, sementara wayang menghidupkannya melalui cerita dan pertunjukan. Keduanya menjadi ruang belajar yang kontekstual, di mana sejarah tidak hanya dibaca, tetapi juga dirasakan dan dihidupi. Wayang, sebagai tontonan, tatanan, dan tuntunan, menjadi penghubung antara museum dan generasi muda, menjadikan kebudayaan sebagai pengalaman yang membentuk identitas.

Prof. Dr. I Made Pageh mengingatkan bahwa Museum Soenda Ketjil lahir dari konteks sejarah penting Singaraja sebagai pusat administrasi dan interaksi lintas wilayah. Namun, ia menegaskan bahwa museum tidak boleh berhenti sebagai ruang masa lalu yang membeku. Museum harus menjadi ruang regenerasi—tempat lahirnya tafsir baru, tempat generasi muda menemukan akar sekaligus mengembangkan cabang kebudayaan yang relevan dengan zamannya. Dalam pandangannya, museum adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan, sementara wayang menjadi contoh konkret bagaimana tradisi dapat terus hidup dan beradaptasi.

Dengan demikian, museum seharusnya menghadirkan pengalaman, bukan sekadar koleksi. Ia perlu menjadi ruang interaksi yang memungkinkan masyarakat merasakan sejarah sebagai sesuatu yang hidup. Regenerasi budaya hanya akan terjadi jika museum berani keluar dari pola lama dan membuka diri terhadap tafsir baru, termasuk dengan menjadikan wayang sebagai medium yang kontekstual.

Made Adnyana Ole, pendiri Mahima Institute, menggarisbawahi bahwa museum kerap dipandang sebagai “ingatan yang dibekukan”. Ia mengkritik kecenderungan museum yang terjebak dalam fungsi penyimpanan, tanpa menghidupkan pengetahuan di dalamnya. Akibatnya, masyarakat sering terjebak dalam nostalgia dan kesulitan menghubungkan warisan budaya dengan realitas masa kini. Ia juga menyoroti bahwa wayang masih dominan hadir dalam konteks ritual, belum sepenuhnya masuk ke ranah ekonomi kreatif.

Ole menawarkan gagasan “alih wahana karakter”, yakni mentransformasikan nilai-nilai wayang ke dalam medium modern seperti film pendek, animasi, festival kreatif, desain kaus, hingga konten media sosial. Dengan cara ini, wayang tidak hanya bertahan sebagai peninggalan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi yang hidup dan relevan. Museum dan wayang, menurutnya, harus bergerak sebagai ruang pengetahuan yang dinamis: museum tidak hanya menyimpan, tetapi mengajarkan; wayang tidak hanya dipentaskan, tetapi juga ditafsirkan ulang.

Pada akhirnya, pertanyaan yang muncul tidak sederhana. Setelah festival usai, apakah Museum Soenda Ketjil akan kembali sunyi, sekadar menjadi latar dokumentasi, atau benar-benar berfungsi sebagai laboratorium budaya? Apakah wayang akan terus dipuja sebagai pusaka yang jauh dari kehidupan sehari-hari, atau dihidupkan kembali sebagai energi kreatif yang membentuk masa depan?

Yang pasti, kepedulian terhadap kebudayaan tidak boleh berhenti pada simbol dan seremoni. Ia harus hadir dalam tindakan nyata—dalam keberanian menafsir ulang, menghidupkan kembali, dan menjadikan warisan budaya sebagai bagian dari kehidupan yang terus bergerak. [T]

Tags: Festival Wayang Bali UtaraMuseum
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

Next Post

Koperasi Merah Putih Harus Merah Putih

I Nengah Juliawan

I Nengah Juliawan

Lahir di Denpasar. Kini dosen di STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

Koperasi Merah Putih Harus Merah Putih

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co