26 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

Son Lomri by Son Lomri
April 12, 2026
in Panggung
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

Pameran wayang dalam Festival Wayang Bali Utara

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua Buleleng. Itu tentu sebuah peristiwa langka, karena biasanya di areal pelabuhan yang sudah tak terpakai itu lebih sering ada konser musik atau resepsi pernikahan.

Selain pementasan wayang kulit, di areal pelabuhan tua itu memang sedang dipertunjukkan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Di situ, hal-hal yang berkaitan dengan wayang juga dibicarakan dalam bentuk diskusi, workshop dan pameran.

Gedung tua yang masih tersisa di areal itu — gedung kini disulap jadi Museum Soenda Ketjil, seakan menjadi saksi bagaimana wayang diratapi, ditangisi, tapi tetap ada sekelompok orang yang ngotot memberi nyawa kepada wayang agar ia bisa tetap hidup dari zaman ke zaman.

Yayasan Lemah Tulis adalah salah satu lembaga yang berisi orang-orang yang ngotot itu. Lembaga itulah yang menggelar Festival Wayang Bali Utara selama tiga hari, mulai 9 hinggal 11 April di areal pelabuhan yang sejak lama tak pernah jelas fungsinya untuk apa.

“Aku melihat Bali Utara sebagai landscape kebudayaan yang sangat beragam dan menemukan kalau wayang itu salah satu kesenian yang masih eksis di Bali Utara.” kata I Putu Ardiyasa, direktur festival sekaligus sebagai Ketua Yayasan Lemah Tulis.

Malam itu, dua nomor pertunjukan wayang kulit oleh Jro Dalang Sudarma Bungkulan dan Dalang Cilik Dewa Komang Satya Aby Mantra asal Desa Banjar setidaknya telah menjadi jawaban atas pertanyaan, di mana posisi wayang hari ini khususnya di Bali Utara, baik sebagai tontonan yang masih eksis maupun sebagai pertunjukan itu sendiri.

“Wayang sesungguhnya, kan, memang bahasanya sangat kaku barangkali, dalam konteks kita saat ini—anak-anak muda zaman sekarang, tetapi nyatanya, malam ini, [pertunjukan wayang] ternyata bisa membuat orang bertahan di tempat duduknya,” lanjut I Putu Ardiyasa.

Anak-anak SMP dalam workshop wayang di Festival Wayang Bali Utara 2026

Ketika itu, orang-orang datang dan menikmati pertunjukan wayang. Bahkan, di hari yang sama, pagi, diskusi pengenalan wayang kulit dan lukis wayang kaca dan Workshop Pembuatan Wayang Kulit yang diadakan di Museum Sunda Ketjil, setidaknya telah menebar pemahaman terkait dunia pewayangan sebenarnya tak sempit.

“Wayang kulit di Bali Utara, itu cukup unik di antara wayang-wayang yang ada di Bali secara umum,” kata Ardiyasa.

Salah satunya, bisa dilihat dari sisi bentuk, seperti anatominya lebih besar dan atraktif, ukirannya juga mengikuti gaya ukiran seperti yang ada di Pura Beji. Perbedaan itu cukup mencolok jika dibandingkan dengan bentuk wayang yang ada di Bali selatan.

Kemudian secara fungsi, wayang di Bali Utara lebih beragam. Bahkan, tirta (air suci) wayang itu diposisikan sebagai tirta utama khususnya di upacara-upacara tiga bulanan dan kematian.

“Itu semua diposisikan tidak saja magis, tetapi juga eklusif.” lanjutnya.

Wayang Sebagai Pemantik dalam Membaca Masa Silam

Kemudian pemilihan Museum Soenda Ketjil sebagai lokasi kegiatan FWB 2026 itu, salah satu pertimbangannya karena saat ini negara sedang mengupayakan pendayagunaan ruang publik secara massif.

Lukisan wayang kaca dalam Festival Wayang Bali Utara 2026

Namun dalam praktiknya, Yayasan Lemah Tulis melihat yang lain, bagaimana Museum Soenda Ketjil justru cenderung berada dalam kondisi yang relatif pasif, baik sebagai institusi museum maupun sebagai bagian dari wacana publik yang jarang diangkat kembali.

“Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi sejarah yang dimiliki dengan pemanfaatannya dalam konteks kekinian,” kata I Putu Ardiyasa.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan apabila mengacu pada konteks masa lampau, Soenda Ketjil seharusnya dapat menjadi ruang yang produktif untuk dilakukan pembacaan ulang. Pembacaan ulang tersebut tidak hanya terbatas pada narasi sejarah formal, seperti posisinya sebagai bagian dari sejarah ibu kota pada masa lampau, tetapi juga perlu diarahkan pada nilai-nilai yang lebih terkini.

“Misalnya, semangat pluralisme dan keberagaman yang pernah tumbuh di kawasan tersebut, serta etos perjuangan para pedagang dalam mempertahankan kehidupan ekonomi mereka.” lanjutnya.

Selain itu, tokoh seperti I Gusti Ketut Pudja juga memiliki relevansi penting untuk diangkat kembali dalam konteks ini. Apalagi sebagai tokoh asal Buleleng yang turut berperan dalam perumusan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), telah memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat lokal.

Pementasan wayang dalam Festival Wayang Bali Utara 2026

I Gusti Ketut Pudja (1909-1977) memang merupakan salah satu tokoh penting asal Buleleng yang telah menjadi figur nasional, salah satu peran terpentingnya adalah keikutsertaannya dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Oleh karena itu, pemaknaan ulang terhadap peran dan pemikiran tokoh tersebut menjadi bagian penting untuk kembali diingat, bahkan dipelajari dan ditiru spiritnya.

Dengan demikian, melalui Festival Wayang Bali Utara 2026, sangat memungkinkan untuk kembali membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil agar tak ahistoris. [T]

Penulis: Son Lomri
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengFestival Wayang Bali Utarawayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

Next Post

Sepiring Seafood Kedonganan dan Pelajaran Resiliensi Pariwisata Bali

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
0
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

Read moreDetails

Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026

RASA rindu terhadap lagu-lagu Bali yang sempat mewarnai awal dekade 2000-an terobati dalam Pergelaran Musik "Bintang 5 Musik Jani" persembahan...

Read moreDetails

Dermaga Seni Buleleng Suguhkan “Sura Atma”, Ajak Penonton Merenungi Makna Kehidupan

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Dermaga Seni Buleleng Suguhkan “Sura Atma”, Ajak Penonton Merenungi Makna Kehidupan

TAWA penonton sesekali pecah mengikuti dialog-dialog jenaka yang menghidupkan panggung. Namun perlahan suasana berubah. Musik mengalun semakin sendu, puisi dilantunkan...

Read moreDetails

Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
0
Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026

SUASANA Citta Kelangen Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Jumat, 17 Juli 2026, terasa berbeda. Tak terdengar dentuman gamelan atau hingar-bingar...

Read moreDetails

“Dasa Muka, The Face of Humanity”, Saat Penonton Diajak Berkaca pada Wajah-Wajah dalam Diri Manusia

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
0
“Dasa Muka, The Face of Humanity”, Saat Penonton Diajak Berkaca pada Wajah-Wajah dalam Diri Manusia

MALAM itu Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, dipenuhi penonton dari berbagai penjuru. Kamis, 16 Juli 2026, kursi-kursi tribun tak...

Read moreDetails

“Kera Wuhan”, Ketika Sun Go Kong dan Hanoman Menertawakan Ego Manusia

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
0
“Kera Wuhan”, Ketika Sun Go Kong dan Hanoman Menertawakan Ego Manusia

GELAK tawa pecah bahkan sebelum adegan pertama benar-benar usai. Di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Rabu malam, 15 Juli 2026,...

Read moreDetails
Next Post
Sepiring Seafood Kedonganan dan Pelajaran Resiliensi Pariwisata Bali

Sepiring Seafood Kedonganan dan Pelajaran Resiliensi Pariwisata Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi
Ulas Buku

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan
Khas

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

by Angga Wijaya
July 26, 2026
Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego
Esai

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

ADA sebuah kalimat yang telah bertahan melewati pergantian zaman, melintasi peradaban, dan terus dikutip hingga hari ini: “Dan kamu akan...

by T.H. Hari Sucahyo
July 26, 2026
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan
Khas

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris
Khas

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

“Kapan Nikah?”: Ketika Usia Jadi Alat untuk Menghakimi Perempuan

"Kapan Nikah?" Dua kata yang terdengar ringan di telinga yang menanyakannya, tapi menjadi beban yang dibawa pulang bagi perempuan yang...

by Fitria Hani Aprina
July 25, 2026
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi
Ulas Pentas

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Tidak semua orang membatik untuk menghasilkan kain. Ada yang membatik agar hatinya tetap utuh." Di ruang terbuka lantai atas rumahnya,...

by Tri Nugroho Adi
July 25, 2026
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan
Panggung

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur
Budaya

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

by tatkala
July 25, 2026
Orkestra Warna Kun Adnyana
Ulas Rupa

Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

by Hartanto
July 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co