25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ogoh-ogoh dengan Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia: Refleksi Keseimbangan Hidup

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
March 31, 2025
in Panggung
Ogoh-ogoh dengan Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia: Refleksi Keseimbangan Hidup

Ogoh-ogoh dan Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia, Buleleng | Foto: Ist

MENONTON Wayang Sapuh Leger mungkin sudah biasa. Tetapi, kalau menyaksikan garapan Fragmentari Sapuh Leger dipadu dengan karya seni Ogoh-ogoh, ini mungkin yang baru. Ya, karya pragmentari itu disajikan oleh anak-anak muda dari Sekaa Teruna (ST) Eka Karya Bhakti di Jalan Raya Desa Padangbulia, Singaraja, Buleleng-Bali, pada Hari Pengupukan serangkaian Nyepi Caka 1947, Jumat 28 Maret 2025.

Ketika pragmentari ini dimulai, penonton kemudian mendekat seakan tak mau ketinggalan dengan kisah klasik yang dikemas dalam sajian seni gerak yang ekpresif itu. Sebanyak 18 penari bergerak lincah memperagakan tema yang penuh makna dan pesan, agar bisa sampai kepada penonton. Hal tersebut tentu dikuatkan dengan kostum yang ditata apik, sehingga karakter penari tampak lebih kuat.  

Karya seni ini merupakan garapan bersama dari Ketut Tara Listiawan sebagai penggarap tari dan Gede Ryan yang menata tabuh bleganjur. Mereka mengeksplorasi ogoh-ogoh Komang Restu Arya Sandhi yang merupakan undagi di desa itu. Kemudian sepakat mengangkat tema “Sapuh Leger” yang telah mentradisi di masyarakat Bali khususnya. “Cerita Sapuh Leger ini erat kaitannya dengan konsep Tri Hita Karana,” kata Tara Listiawan usai pentas.

Ogoh-ogoh dan Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia, Buleleng | Foto: Ist

Cerita Sapuh Leger ini sengaja diangkat karena ingin menyampaikan pesan untuk refleksi diri, menjaga keseimbangan hidup dengan pedoman Tri Hita Karana. Pedoman yang menjaga keseimbangan antara manusia dengan penciptaNya, manusia dengan sesamanya dan hubungan manusia dengan alamnya. “Di jaman ini, sangat penting mengingatkan semua orang untuk hidup harmonis,” imbuhnya. 

Lulusan Magister Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Bali tahun 2023 ini tampak fokus dalam menata gerak tari yang dituangkan ke dalam suatu karya tari syarat pesan. Setiap geraknya mangandung makna yang dapat diinterpretasikan penonton maupun penikmat tari secara umum. “Ide geraknya, kami peroleh dari eksplorasi atau penjelajahan yang didapat berdasar gagasan pokok pikiran dalam penciptaan karya yang disesuaikan dengan tema atau ide cerita,” ujarnya.

Ogoh-ogoh dan Sekaa Teruna (ST) Eka Karya Bhakti, Desa Padangbulia | Foto: Ist

Seniman akademis kelahiran Padangbulia, 20 Juni 1999 itu mengaku, dalam menata pragmentari ini dirinya menggunakan teori Angripta Sesolahan, lima dasar yang meliputi Ngrencana, Nuasen, Makalin, Nelesin, dan Ngebah. Kelima itu menjadi acuannya dalam menciptakan sebuah karya tari. ⁠”Sesungguhnya tidak ada perbedaan dalam menggarap tari kreasi dan pragmentari Ogoh-ogoh, semuanya sama saja,” ucapnya.

Termasuk menata kostum penari yang tetap menggunakan busana tari Bali yang di desain sesuai dengan kebutuhan peran dan pementasan karya tari. “Kendalanya, hanya pada minumnya dana, sehingga dalam proses pembuatan karya seni itu ST. Eka Karya Bhakti mengadakan penggalangan dana dalam bentuk penjualan Baju sebagai tambahan dari dana yang dimiliki selanjutnya bantuan dari beberapa donatur yang mensupport kegiatan ini,” papar pendiri Sanggar Seni Eka Ulangun Santhi ini.

Sinopsis Pragmentari Sapuh Leger

Dalam Kala Tattwa diceritakan Bhatara Siwa bersama saktinya Dewi Giriputri atau Uma, sedang bercengkrama di laut. Tiba-tiba birahi Dewa Siwa bangkit dan langsung menyatakan kehendaknya kepada Saktinya Dewi Uma. Hasrat tersebut dibantah oleh Dewi Uma Karena dianggap tidak sesuai dengan prilaku para dewa-dewa di Kahyangan.

Ogoh-ogoh dan para penari Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia, Buleleng | Foto: Ist

Tetapi, dalam waktu bersamaan Dewa Siwa Membantah, karena tidak dapat menahan nafsu, pada waktu itu kama, sukla Bhatara Siwa keluar dengan sendirinya dan jatuh di laut. Setelah itu sebagai Ardhanareswari, Bhatara Siwa dan Dewi Uma kembali ke Siwa Loka.

Diceritakan pada waktu tersebut Bhatara Brahma dan Bhatara Wisnu pergi ke laut dan melakukan tapa yoga dan akibat yoga tersebut kama/sukla Bhatara Siwa dapat berkumpul menjadi satu dan Kama itu berubah wujud menjadi raksasa yang sangat amat besar.

Salah satu adegan dalam Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia, Buleleng | Foto: Ist

Sosok raksasa yang lahir tesebut bernama Bhatara kala lahir tepat pada Wuku atau Weton Wayang lalu diberikan anugerah oleh Bhatara Siwa dan Dewi Uma boleh memakan orang yang lahir pada wuku wayang.

Pada wuku yang sama, lahirlah Hyang Rare Kumara yang merupakan adik dari Bhatara Kala. Karena hal tersebut Bhatara Kala meminta ijin untuk memakan adiknya. Karena rasa sayang Bhatara Siwa menangguhkan percintaan Bhatara Kala akan boleh memakannya pada umur 7 tahun (sapta warsa).

Hyang Rare Kumara diberikan anugerah agar tetap menjadi “rare” hal itu diketahui oleh Bhatara Kala. Terjadilah Pengejaran Bhatara Kala dan Hyang Rare Kumara menuju Mayapada. Pada pengejaran tersebut Hyang Rare Kumara melakukan persembunyian di gulungan alang alang dan

tumpukan kayu bakar, sehingga terjadinya kutukan bagi siapa yang tidak melepas ikatan alang-alang dan kayu bakar akan menjadi makanan bagi Bhatara Kala.

Tara Listiawan, penggarap tari pada Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia, Buleleng | Foto: Ist

Hyang Rare Kumara berhasil dikejar dan ditelannya kemudian Bhatara Siwa dan Dewi Uma memastu Bhatara Kala agar muntah. Pengejaran berlangsung sangat lama dan bertemulah Hyang Rare Kumara dengan Sang Mangku Dalang yang sedang mengadakan pementasan wayang guna pengeruwatan terhadap anak-anak yang lahir pada wuku wayang.

Hyang Rare Kumara memohon perlindungan dan mengatakan bahwa dirinya dikejar oleh Bhatara Kala. Seketika Hyang Rare Kumara disembunyikan pada “plawah gender”. Bhatara Kala menuju tempat tersebut dan terkagum melihat kelihaian dari Sang Dalam dalam memainkan wayang dengn menyisipkan tutur yang baik. Karena tidak dapat menahan rasa lapar Bhatara Kala kemudian memakan banten serta caru sampai habis.

Perdebatan pun terjadi antara Sang Dalang dengan Bhatara Kala hingga akhirnya Bhatara Kala mengakui kesalahnnya dan Sang Dalang diberikan waranugraha apabila anak-anak yang lahir pada wuku atau weton wayang apabila telah melakukan upacara pengeruwatan akan selamat dari mara bahaya. Upacara Ringgit tersebut ialah Sapuh Leger.

Cerita ini telah mentradisi dalam Masyarakat Bali dan menjadi suatu keyakinan bahwa orang yang lahir pada wuku/runggit wayang melakukan upacara Pengeruwatan Wayang Sapuh Leger guna memohon harapan agar terbebas dari pengaruh buruk wuku wayang. [T]

Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tradisi “Ngoncang” di Desa Padangbulia, Mengusir Energi Negatif, Bersama-sama Tapi Tidak Sama
Tulak Tunggul Kembali ke Jantung Imajinasi
Kemeriahan Total Menyambut Sunyi pada “Pengerupukan Festival” di Singaraja
Nyepi, Lailatul Qadar, Idulfitri, Meleburlebarkan Fitrah Umat Manusia.
“Meamuk-amukan” di Padangbulia: Percik Amarah yang Padam oleh Percik Api
Tara Listiawan, Kesetiaan Membina Anak-anak Menari di Desa Padang Bulia
Tags: Desa PadangbuliaHari Raya Nyepiogoh-ogoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I ❤ Bali : Masyarakat Bali yang Merasa Asing di Tanahnya Sendiri

Next Post

“Pengerupukan” di Desa Guwang, Parade Ogoh-ogoh dan Tradisi yang Menghidupkan Kebersamaan

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
“Pengerupukan” di Desa Guwang, Parade Ogoh-ogoh dan Tradisi yang Menghidupkan Kebersamaan

“Pengerupukan” di Desa Guwang, Parade Ogoh-ogoh dan Tradisi yang Menghidupkan Kebersamaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co