7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tentang Cinta dan Lain-lain  pada Album Cerpen Siswa SMAN 2 Kuta

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
March 12, 2025
in Ulas Buku
Tentang Cinta dan Lain-lain  pada Album Cerpen Siswa SMAN 2 Kuta

SALAH satulegasi Anies Baswedan ketika menjabat Mendikbud yang sampai kini diwariskan adalah Program Gerakan Literasi Nasional (GLN). Hilir dari program ini berada di sekolah yang disebut Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Walaupun Anies Baswedan hanya menjabat Mendikbud selama 18 bulan, legasi Anies Baswedan ini tampaknya akan terus berlanjut secara konsisten dan kontinu. Mengapa?

Dunia Pendidikan tidak mungkin terlepas dari literasi yang makin hari makin banjir informasi dan memerlukan orang-orang cerdas untuk memilah dan memilih sehingga tidak terjadi bencana komunikasi.

Bencana komunikasi tidak saja mencerminkan rendahnya kecerdasan linguistik, tetapi juga menggambarkan rendahnya peradaban suatu bangsa.

Dasar Hukum Program Literasi di sekolah adalah Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti yang memuat kewajiban membaca 15 menit sebelum mulai pembelajaran di sekolah setiap hari efektif belajar.

Program ini sudah berlangsung 9 tahun  sejak 2016 dan melewati 2 Kurikulum (Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka) dan melewati 3 Menteri (Muhadjir Effendi, Nadiem Makarim, Abul Mut’ti). Walaupun Abdul Mu’ti santer mengevaluasi kebijakan Nadiem Makarim terkait Kurikulum Merdeka, tampaknya tidak mengevaluasi Program GLN dan GLS karena program ini adalah pondasi membangun pendidikan yang memerdekakan dan mencerdaskan.

Bagaimana program ini dirawat di sekolah-sekolah? Sejak 2016, program ini dilaksanakan mengawali pembelajaran tiap hari di sekolah dengan 15 menit membaca buku nonteks (fiksi dan nonfiksi) sesuai dengan bakat dan minat siswa. Untuk mengukur keberhasilan ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan.

Pertama, dengan menceritakan kembali buku yang telah dibaca dihadapan teman-teman sekelas difasilitasi guru di kelas.

Kedua, merayakan literasi setiap akhir bulan dalam apel bendera di lapangan sekolah dengan menampilkan peserta terbaik versi tim literasi dan diberikan penguatan.

Ketiga, mengapresiasi karya siswa dan guru dengan menerbitkan majalah atau buku secara konsisten dan kontinu.

Cara ketiga ini dilakukan oleh SMA Negeri 2 Kuta dengan menerbitkan Antologi Cerpen karya siswa bertajuk, “Dalam Lantunan Gamelan, Aku Ingin Mencintaimu dengan Perlahan”  (Album Cerpen Siswa SMAN 2 Kuta).

Sesuai dengan judulnya, dominan cerpen dalam album ini berkisah tentang cinta. Hal ini bisa dimaklumi karena penulisnya remaja dengan pengalaman batin dan kegelisahannya mencari identitas diri.

Hal itu juga sudah dikisahkan oleh Obbie Mesakh dalam lagu, “Kisah Kasih di Sekolah”  “…Tiada masa paling indah/Masa-masa di sekolah/Tiada kisah paling indah/Kisah kasih di sekolah…”

Album ini  berisi 21 cerpen ditulis oleh 19 siswa diterbitkan oleh Frimepublishing Yogyakarta. Catatan penyunting ditulis oleh Raudal Tanjung Banua dalam tajuk “Album Cerita Kaya Warna”.

Ada 2 siswa menyumbang dua cerpen yaitu I Made Krisna Ananta Wirya dan Ni Putu Wina Febriani. Krisna dengan cerpen berjudul, “Jutaan Warna dalam Satu Ruang” dan cerpen “Di Waktu yang Singkat, Aku Ingin Mencitaimu dengan Perlahan”. Febriani dengan cerpen berjudul “Sang Pelukis” dan “Di Kala Cinta, Menggoda”.

Cerpen Krisna berjudul “Jutaan Warna dalam Satu Ruang” mengisahkan tragedi  ayah dan ibu dibalut dalam warna gelap. Kegelapan demi kegelapan menyertai keluarga ini dinarasikan bak lukisan di atas kanvas dengan pilihan warna yang berimbang dan serasi sehingga semua bidang kanvas penuh berisi.

Namun, pada awal kisah, dilukiskan warna hitam selalu mengganggu pikiran tokoh Aku. Hitam sebagai warna berkabung, hitam sebagai gelapnya hubungan pergaulan, hitam sebagai lambang bullying, hitam sebagai lambang kekeruhan suasana hati, hitam sebagai lambang kelamnya SARA yang menimbulkan dengki dan irihati, bahkan pembunuhan. Lebih-lebih yang bernasib baik dan karier melejit berhasil diraih oleh golongan minoritas dapat memicu benih-benih kegelapan. Dalam konteks kekinian tampak aktual dengan narasi “Indonesia Gelap” yang dibangun oleh kaum aktivis.

Namun demikian, tokoh Aku (Lia) yang ditimpa kegelapan bertubi-tubi, ditemukan oleh Pak Ridwan, guru teater yang tampaknya mencari pemain peran yang menggambarkan  Nusantara yang terbangun dari aneka perbedaan. Aku  bangga berguru pada Pak Ridwan dan memainkan peran yang sesuai walaupun sebelumnya aku dibuly teman-teman. Nyaris aku menyerah.

“… Sinar matahari dari jendela menerangi seluruh ruangan. Lukisan bertemakan Nusantara disebarkan di mana-mana. Tak hanya itu,anak-anak yang seumuran denganku memakai pakaian yang berbeda-beda. Pakaian itu dipakai berdasarkan adat suku di Indonesia yang beragam adanya. Mereka juga dikumpulkan sesuai dengan tempat asal nya. Ada dari Aceh, Batak,Minang, Jawa, Sunda, Dayak, Banjar, Bugis, Minahasa, Bali, hingga Papua”.

Di teater, Lia menemukan potensi dirinya dan membuatnya semangat ke sekolah pagi-pagi. Tiba-tiba ia dikejutkan suara seruling yang merdu, ditiup anak yang duduk di kursi roda dengan menggunakan alat bantu dengar di telinganya. Itu makin membesarkan hati Lia, yang sempurna pancaindranya dan berfungsi baik.

Pada kesempatan lain, Lia bertemu dengan seorang anak kecil lagi menggambar Indonesia, kira-kira warna apa yang cocok ya, Kak?

Aku tersenyum mendengar pertanyaan itu. “Oawalah, gampang, Dik. Gabungin aja semua warna yang adik punya. Indonesia punya banyak warna…”

Begitulah Lia seorang Papua yang digambarkan lian daripada teman-teman sekolahnya dan menimbulkan benih-benih disharmonis di sekolahnya dan selalu mendapat ancamaan.

Syukurlah Pak Ridwan menemukan cara memersatukan perbedaan lewat teater. Lia  bangga dengan perannya. Teman-teman yang selalu mengejeknya, berubah menjadi simpati. Adalah salah, menilai orang dari kulit luarnya, yang ujungnya menimbulkan dskriminasi. Lia mampu melewati fase itu untuk meng-Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

Sebagaimana cerpen remaja pada umumnya, cerpen Krisna juga dibumbui cinta walaupun tidak dominan. Namun, secara umum tema cinta dominan dalam album ini, aktualisasi Kurikulum Merdeka juga tampak jelas, terutama terkait dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P-5) yang kabarnya dievaluasi Mendikdasmen, Abdul Mu’ti. 

Selain itu, isu-isu terkini tentang sekolah aman, bullying, pertentangan antara orang tua dan anak, penggunaan media sosial, penguatan budaya lokal, hubungan sekolah dengan pariwisata digarap dengan apik dalam jalinan kisah.

Secara keseluruhan cerpen-cerpen dalam album ini menarik dari segi diksi yang melancarkan alur cerita cukup menggugah memenuhi syarat kohesi dan koherensi. Selain itu, masuknya kosakata Bahasa Bali menunjukkan penulisnya kesulitan memadankan ke dalam Bahasa Indonesia, selain mencerminkan kearifan lokal yang membingkai cerita.

Pengakuan tokoh tua di akhir kisah mengamini bakat dan minat anaknya, menunjukkan kekuatan generasi Z memengaruhi keputusan orang tua. Hal ini juga menunjukkan, generasi Z tidak membabibuta memaksakan kehendaknya, tetapi dibuktikan dengan kerja nyata dan berhasil.

Orang tua ditaklukkan anak dengan bukti prestasi. Orang tua menyesal ketika hendak menghalangi cita-cita anaknya, seperti tergambar dalam Cerpen “Lantunan Gamelan di Tanah Dewata” karya Ni Luh Anandita Nalya Putri dan Cerpen “Aninda dan Ayah” karya Steffany.

Kedua cerpenis muda ini mampu memengaruhi tokoh orang tua yang pada awalnya menentang cita-cita anaknya menjadi penari atau penabuh gamelan, tetapi pada akhir kisah penyesalan sekaligus penyadaran terjadi. Pada ujungnya, orang tua minta maaf kepada tokoh anak.

Kisah itu ditulis oleh Stefany dalam cerpen berjudul  “Aninda dan Ayah”. Karena ingin melaksanakan hoby menari, Anin sampai minggat  selama 5 tahun dari rumah karena ayahnya tidak setuju dengan pilihannya.

Ternyata Ayah trauma dengan Ibu Anin yang juga penari, saking fokusnya, ia lupa dengan penyakitnya. Ibu meninggal ketika Anin berumur 5 tahun.

“…Ibumu terlalu fokus menjadi penari lupa dengan penyakit yang serius diderita hingga saat usiamu 5 tahun, ibumu meninggal. Bapak sangat terpukul Nak, dan tidak ingin kejadian itu terulang pada dirimu”.

Makna penting dari tokoh Anin dalam cerpen Stefany setidaknya ada dua. Pertama, Anin meneruskan cita-cita ibunya yang penari sekaligus melestarikan Tari Jaipongan di desanya, yang kurang diminati anak seusianya. Kedua, Anin berhasil meyakinkan Ayah sehingga ayah pun mendukung pilihan cita-cita Anin.

Secara keseluruhan, Album Cerpen SMA Negeri 2 Kuta ini berhasil mencuri perhatian pembaca karena mampu menerjemahkan isu-isu terkini di dunia Pendidikan dan situasi kebangsaan dan kenegaraan terkini. Jika kemudian para tokoh tua berhasil diubah cara pikirnya karena prestasi yang ditunjukkan sang anak adalah sebuah pelajaran : saatnya berguru kepada sang anak. Jadikan mereka teman.

Kenyataan itu mengingatkan saya pada kisah Gus Dur yang mengaku berubah caranya beragama, setelah membaca cerpen A.A. Navis berjudul “Robohnya Surau Kami”.

Saya berharap guru/orang tua yang  membaca Album Cerpen siswa SMA Negeri 2 Kuta selain memberikan persfektif baru dalam mendidik generasi Z yang kreatif dan inovatif memainkan diksi, juga dapat memerkuat ketahanan mentalnya sehingga generasi strawberry yang dilekatkan padanya dapat dianulir.

Sebagai karya pemula, cerpen-cerpen dalam album ini juga memiliki kelemahan, antara lain beberapa cerpen, klimaksnya terasa datar, pertentangan antartokoh perlu diperdalam lagi. Secara teknis, penulisan perlu mengikuti kaidah walaupun dimungkinkan untuk melakukan pendobrakan sebagai wujud licencia poetica.

Namun demikian, album cerita ini dapat menjadi album kenangan bagi penulisnya sebagai Jejak Literasi di Smanduta. “Jika kecil rajin membaca, niscaya dewasa dipenuhi Mutiara kata-kata”, kata Joko Pinurbo. Salam Literasi! [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Jaswanto

  • BACA JUGA:
Mencatatkan Laut dalam Puisi — Ulasan Buku Puisi SMKN 1 Klungkung
Mengurai Senja dari Timur – Ulasan Buku Puisi karya SMKN 1 Manggis
Tags: buku cerpenSMAN 2 Kuta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

Next Post

Warna, Imajinasi dan Intuisi, dalam Lukisan Anak-Anak dari Rumah Seni Dewi Sri di Buleleng

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

by Putu Lina Kamelia
February 28, 2026
0
Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 RUMAH itu mungil...

Read moreDetails

Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

by Wayan Esa Bhaskara
February 20, 2026
0
Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

Judul Buku: Lampah Sang Pragina Penulis: Ketut Sugiartha Penerbit: Pustaka Ekspresi Cetakan: Pertama, November 2025 Tebal: 116 halaman ISBN: 978-634-7225-31-3...

Read moreDetails

Catatan Seorang Pembaca atas ‘Epigram 60’ Karya Joko Pinurbo

by Luqi Aditya Wahyu Ramadan
February 11, 2026
0
Catatan Seorang Pembaca atas ‘Epigram 60’ Karya Joko Pinurbo

SUDAH setahun lebih maestro puisi Indonesia, Joko Pinurbo, berpulang ke rumah yang sesungguhnya, meninggalkan jejak yang sunyi namun abadi dalam...

Read moreDetails

“Jangan Mati Dulu, Mie Ayam Masih Enak” – Membaca Keputusasaan dan Harapan dalam ‘Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati’ Karya Brian Khrisna

by Dede Putra Wiguna
January 31, 2026
0
“Jangan Mati Dulu, Mie Ayam Masih Enak” – Membaca Keputusasaan dan Harapan dalam ‘Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati’ Karya Brian Khrisna

“Aku belajar bahwa kunci untuk bertahan hidup bukanlah selalu berpikir positif, tetapi mempunyai kemampuan untuk menerima.” Demikian salah satu penggalan...

Read moreDetails

Belajar Menerima Konsekuensi –Catatan Setelah Membaca Buku 23;59

by Radha Dwi Pradnyani
January 29, 2026
0
Belajar Menerima Konsekuensi –Catatan Setelah Membaca Buku 23;59

Judul Buku: 23:59 Penulis Buku: Brian Khrisna Penerbit: Media Kita Tahun Terbit: 2023 Halaman: 232 hlm “Tidak ada yang lebih...

Read moreDetails

Terapi Bagi Dokter yang Normal –Catatan Buku Cerpen ‘Dokter Gila’ karya Putu Arya Nugraha

by Yahya Umar
January 26, 2026
0
Terapi Bagi Dokter yang Normal –Catatan Buku Cerpen ‘Dokter Gila’ karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 DOKTER seperti apa...

Read moreDetails

Risalah Rindu dan Ranting — Membaca Buku Puisi ‘Memilih Pohon Sebelum Pinangan’ karya Made Adnyana Ole

by I Nengah Juliawan
January 20, 2026
0
Risalah Rindu dan Ranting — Membaca Buku Puisi ‘Memilih Pohon Sebelum Pinangan’ karya Made Adnyana Ole

Aksamayang atas kedangkalan yang saya miliki. Saya mencoba menantang diri dengan membaca dan memberikan pandangan pada buku kumpulan puisi "Memilih...

Read moreDetails

Mengepak di Tengah Badai 

by Ahmad Fatoni
January 19, 2026
0
Mengepak di Tengah Badai 

Judul : Kepak Sayap Bunda: “Anak Merah Putih Tak Takut Masalah!” Penulis : A. Kusairi, dkk. Editor : Dyah Nkusuma...

Read moreDetails

Dentang yang Tak Pernah Sepenuhnya Hilang: Membaca ‘Broken Strings’ dalam Cermin Feminisme Perempuan Bali

by Luh Putu Anggreny
January 13, 2026
0
Dentang yang Tak Pernah Sepenuhnya Hilang: Membaca ‘Broken Strings’ dalam Cermin Feminisme Perempuan Bali

ADA jenis luka yang tidak berdarah, tetapi bergaung lebih lama dari suara jeritan. Ia hidup dalam ingatan, dalam rasa bersalah...

Read moreDetails

Jeda di Secangkir Kopi

by Angga Wijaya
January 2, 2026
0
Jeda di Secangkir Kopi

SIANG di Dalung, Badung, Bali, di penghujung 2025, bergerak pelan. Jalanan tidak benar-benar lengang, tapi cukup memberi ruang bagi pikiran...

Read moreDetails
Next Post
Warna, Imajinasi dan Intuisi, dalam Lukisan Anak-Anak dari Rumah Seni Dewi Sri di Buleleng

Warna, Imajinasi dan Intuisi, dalam Lukisan Anak-Anak dari Rumah Seni Dewi Sri di Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co