16 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warna, Imajinasi dan Intuisi, dalam Lukisan Anak-Anak dari Rumah Seni Dewi Sri di Buleleng

Son Lomri by Son Lomri
March 12, 2025
in Pameran
Warna, Imajinasi dan Intuisi, dalam Lukisan Anak-Anak dari Rumah Seni Dewi Sri di Buleleng

Warna, Imajinasi dan Intuisi,dalam Lukisan Anak-Anak dari Rumah Seni Dewi Sri di Buleleng

SEKITAR 130 lukisan memperlihatkan permainan warna, imajinasi dan intusisi yang segar dan bernas dalam Pameran Lukisan Anak-anak Buleleng Tahun 2025 di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Jalan A. Yani Singaraja, Sabtu, 8 Maret 2025..

Lukisan-lukisan itu dibuat oleh 18 anak yang usianya ada pasa kisaran 6 sampai 11 tahun. Acara itu diselanggarakan oleh Rumah Seni Dewi Sri dengan tajuk “Magical Colors”. Setiap anak, memiliki kesempatan memamerkan delapan lukisan dan memberi bandrol lukisan itu dengan harga yang sesuai.

“Untuk pertama kalinya kami menyelenggarakan kegiatan pameran ini dengan mengusung tema Magical Colors yang kami maksud dengan warna-warni ajaib yang murni dari goresan tangan anak-anak ini atau seniman-seniman cilik kita ini,” kata Dewi Sri selaku tutor Rumah Seni Dewi Sri.

Pameran itu setidaknya menjadi satu ruang ekspresi untuk anak-anak dalam berimajinasi dengan warna pada kanvas, dan memamerkannya di PLUT. Ada banyak orang yang datang dan menonton pameran yang diadakan di lantai satu dan lantai dua  Gedung PLUT.

Abimmanyu bersama pengunjung di depan lukisannya berjudul “Cat” yang lunas terjual | foto Adit

Dewi Sri selaku tutor menjelaskan pameran ini memiliki tujuan penting bagi anak-anaknya di Rumah Dewi Sri, tempat belajar mereka dalam hal melukis. Pertama, agar dapat mempublikasikan hasil para seniman-seniman cilik dari Buleleng ke khalayak lebih luas.

Kedua, seniman-seniman cilik ini dapat menginspirasi anak-anak lain untuk berkarya dan mengekspresikan bakat serta kemampuan seni mereka.

Kemudian yang ketiga, mengajarkan anak-anak sejak dini untuk bekerja dengan serius dan mengembangkan jiwa entrepreneur atau wirausaha melalui lukisan—melalui hobi melukis.

Pameran lukisan ini dirancang betul untuk memantik minat anak-anak pada dunia seni terutama seni lukis. Seperti pada Abimmanyu salah satunya. Umur Abimmanyu 11 tahun. Tapi soal menggambar, ia tergolong matang. Ia menggambar sejak berumur enam tahun, dan satu bulan yang lalu ia bergabung dengan Rumah Seni Dewi.

Pengunjung berpose di depan lukisan Abigail yang berjudul “Alien and Astronot” | Foto : Son

Seorang pelukis sedang berdiri di depan lukisannya berjudul “Colourful Emotion” | Foto: Son

Setelah satu bulan melukis dan dipamerkan, dan mendapat kunjungan dari penggemar lukisan, baik lokal maupun mancaranegara, juga dikunjungi para pejabat, Abimmanyu merasakan kepuasan tersendiri dan terpantik untuk terus melukis.

Biasanya, Abimmanyu hanya menggambar di kertas dengan krayon, sesekali juga ia menggambar di tembok rumahnya. “Saya senang menggambar Pura, pemandangan dan binatang-binatang,” kata Abimmanyu menceritakan kesukaannya dalam menggambar.

Di lantai satu, lukisan Abimmanyu berdiri dengan judul “Pura Ulun Danu Beratan”, menyambut pengunjung yang datang.

Bermain dengan Imajinasi, dengan Intuisi

Lukisan itu mempresentasikan alam dan manusia: Pura Ulun Danu Beratan, melambangkan keseimbangan antara alam dan manusia. Secara lokasi, Pura ini terletak di tepi Danau Beratan, yang merupakan sumber air dan kehidupan orang-orang di sekitarnya.

Di lukisan itu, pewarnaan menjadi kekuatan Abimmanyu pada lukisannya sehingga timbul kesan abstrak. Hal itu juga terlihat pada lukisannya yang berjudul “Ikan Koi” dari oil on canvas.

Di pameran, setidaknya ada empat lukisannya terjual lunas, antara lain; “Cat”, “Lady in The Moon”, “Ikan Koi” dan “Dewa Siwa”.

Istri Bupati Buleleng, Wardhany Sutjidra, sedang sambutan, mengapresiasi pameran penuh suka cita | Foto: Son

Para seniman anak-anak sedang berfoto bersama di acara pembukaan pameran | Foto: Son

Sementara Abigail, bocah berumur enam tahun itu—mengekspose kesenangan dirinya dengan gambar yang lebih terlihat kuat secara bentuk. Abigail terlihat pemalu di pameran, tetapi dalam lukisannya, imajinasi Abigail justru cukup liar. Keliaran itu tertumpahkan di kanvas.

Seperti pada lukisannya yang berjudul “Alien dan Astronot” yang sedang berteman. “Mereka ceritanya bersahabat di planet lain,” kata Abigail.

Secara intuitif, Abigail menggambarkan satu keharmonisan yang cukup kuat dengan simbol love di antara Alien dan Astronot yang sedang mengacungkan dua jari masing-masing sebagai simbol peace.

Di sana, imajinasi Abigail termanifestasikan cukup baik, sehingga lukisan sederhananya itu terkesan jadi lebih kuat secara gagasan. Bahkan, pada lukisannya yang berjudul “ROOOARR”—yang dibandrol tiga juta rupiah itu, juga memiliki makna cukup dalam.

Dua orang setia di pameran sedang berfose di lukisan Abimmanyu dengan judul “Ikan Koi” | Foto: Son

Abigail (kanan) tampak malu-malu di hadapan kamera | Foto: Son

Ada simbol-simbol yang dimainkan Abigail di dalam lukisannya. Seekor kucing hamil, dengan perutnya yang sedang mangap dan giginya yang runcing. Kemudian ada anak kucing lagi di perut kucing yang mangap itu.

Barangkali Abigail hendak mengatakan sesuatu yang penting tetang rahim dari betina kucing yang sedang hamil itu. Berikut adalah makna dari lukisan Abigial yang saya kutip dari lukisannya berjudul “ROOOARR” itu:

“Didalam hidupku yang indah, ada juga calon kehidupan baru yang akan segera lahir..lucu dan imut”

Di pameran lukisan itu, setidaknya mereka tidak sekadar menyaksikan lukisan mereka laku terjual. Tetapi lebih penting lagi, mereka benar-benar telah belajar bagaimana perasaan tumpah pada kanvas, sangat dalam. Penuh arti. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Merobek Romantisme Tentang Kota pada Pameran Foto “Singaraja Pagi Hari” di Pasar Intaran
Dari Pameran Lukisan “Sesananing Luh” – Kenyamanan, Kepasrahan dan Kekuatan Perempuan
Kartun Anak-Anak Asuhan Oom Pasikom – Catatan Pameran “Kartun Ber(b)isik” di Bentara Budaya Bali
Tags: lukisan anak-anakpameran seniPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tentang Cinta dan Lain-lain  pada Album Cerpen Siswa SMAN 2 Kuta

Next Post

Masalah Manusia Tidak Jauh dari Uang

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

Read moreDetails

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
0
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

Read moreDetails
Next Post
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Masalah Manusia Tidak Jauh dari Uang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026
Panggung

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
Suka-Duka di Rumah Sakit
Esai

Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

by Angga Wijaya
September 15, 2026
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co