3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merobek Romantisme Tentang Kota pada Pameran Foto “Singaraja Pagi Hari” di Pasar Intaran

Son Lomri by Son Lomri
March 11, 2025
in Pameran
Merobek Romantisme Tentang Kota pada Pameran Foto “Singaraja Pagi Hari” di Pasar Intaran

Pameran foto di Pasar Intaran

DI TENGAH orang-orang berdiri menyimak kota pada sebuah foto, seekor anjing masuk seolah juga hendak menyimak kota dalam foto itu.

Penuh kasih. Seorang lelaki dengan rambut panjang sambil tersenyum, menyapa anjing putih itu dengan menghampirinya di salah satu dinding yang tak jauh dari beberapa poto itu tercantel.

 Lelaki itu menepuk-nepuk areal pantat anjing—tiga centi dari lubang anus. Menepuk-nepuk badan anjing, lalu mengelus-elusnya.

Anjing itu menurut. Mereka menjadi teman baru barangkali, dan merayakan kota diam-diam, pada pameran foto dengan tajuk Singaraja Pagi Hari di Pasar Intaran, Desa Bengkala, Buleleng-Bali, Minggu siang, 9 Maret 2025.

Pengunjung pameran foto Singaraja Pagi Hari di Pasar Intaran | Foto: tatkala.co/Son

Ada 11 foto tentang Kota Singaraja yang ditangkap 10 forografer di sela-sela pagi, yang dipajang dalam pameran itu. Antara lain, “Pagi yang Hangat di Bali Utara” oleh Putu Eka, “Menyusuri Heningnya Ombak” oleh Tony Atama,  “Soenda Ketjil” dan “Aktifitas Singaraja di Pagi Hari” oleh Budi Susila Darma.

“Arus Lintas” oleh  Eka Candra, “Bangun Pagi Menuju Mimpi” oleh Dila Cintia, “Pantulan Waktu di Museum” oleh Kadek Gopala Sai Wiswadara  Arista, dan “Pantai Panimbangan” oleh Dek Dodi.

Kemudian, ada juga “Turis Meken” oleh Deka, “Tradisi dan Interaksi Masyarakat” oleh Zero Garo, dan “Pedagang di Jl. Sawo Depan Pasar Anyar Singaraja” oleh Yahya Umar. 

Anjing dan seorang lelaki di ruang pameran | Foto: tatkala.co/Son

Pameran itu diselenggarakan dalam merayakan Kota Singaraja pada ulang tahunnya ke-421. Acara ini digagas Pasar Intaran dan Nutur di Natah.

Foto-foto itu tercantel di dinding pameran yang terbuat dari bambu, alias gedek. Masing-masing foto berukuran 14 R, dengan frame daur ulang plastik yang diproduksi Rumah Plastik Mandiri.

Kurator pameran, Anggara Mahendra, melalui catatan pengantar pameran menjelaskan, pameran itu seperti “pagi” yang diinterpretasikan oleh para perekam citra tentang Singaraja.

“Selayang pandang ini ibarat bersalaman untuk perkenalan pertama, sebelum kita mengenal lebih dalam dan berdiskusi tentang kota ini,” kata Anggara Mahendra dari catatannya tentang pameran.

Pengunjung pameran | Foto: Khumairoh

Selain pameran, di Pasar Intaran juga berlangsung, seperti biasa, berbagai macam aktivitas yang riuhnya terdengar melalui celah lubang dinding hingga ke ruang pameran.

Mereka yang berbincang di luar, berpindah tempat ke ruang pameran setelah pameran dibuka siang hari. Di ruangan itu, tak hanya ada pameran foto, tetapi juga ada baju-baju dari pewarna alam yang diproduksi Pagi Motley. Baju-baju itu tergantung di samping foto-foto yang dipamerkan.

Para pengunjung, selain menyaksikan pameran foto, juga sekaligus bisa membeli pakaian. Atau, setelah itu, bisa dianjutkan dengan mengobrol tentang romantisme kota setelah melihat foto-foto yang dipamerkan.

Misalnya mengobrolkan tentang sunrise ketika melihat foto berjudul “Pagi yang Hangat di Bali Utara”. Foto itu menggambarkan pemandangan basah kabut pagi di sela bebatuan dan air laut yang sedang tenang di Pelabuhan Tua Buleleng.

Warna biru dari langit dan laut yang dikecup manis kabut pagi terlihat jelas dalam foto karya Putu Eka itu. Apalagi tampak batu-batu berwarna hijau diselimuti lumut-lumut waktu. Putu Eka seakan berhasil menangkap berkat Tuhan dari sudut kota ini melalui kameranya.

Dila Cintia sedang menjelaskan hasil potretnya yang berjudul “Bangun Pagi Menuju Mimpi”. | Foto: tatkala.co/Son

Sedang di pintu sebelah utara, Dila Cintia sedang menjelaskan hasil jepretannya tentang “Bangun Pagi Menuju Mimpi”. Di dalam fotonya, seorang anak berbaju sekolah dengan tas di punggungnya—sambil menjinjing totebag di tangan kiri. Anak itu berjalan menuju sekolah seperti sedang memasuki dunia mimpi. Dua orang menyambut anak itu seumuran, sesama pelajar.

“Di sana, mereka seperti penuh kehangatan saling sapa di pintu masuk sekolah,” kata Dila Cintia. Melalui fotonya, Dila seakan menegaskan, di pagi hari, kota ini dibangun dari mimpi-mimpi.

Kota Tua yang Tak Lagi Puitik

Tak hanya dibangun dari mimpi, kota ini juga dibangun dari kerja-kerja. Setidaknya itulah yang dilukiskan Tony Atama melalui foto “Menyusuri Heningnya Ombak”. Ia  berhasil mengabadikan sebuah momen seseorang sedang membawa pengunjung dengan jukungnya, untuk merasakan ombak laut utara di pagi hari.

Sementara Eka Candra, menangkap dua mobil angkot berwarna biru dan satu truk sedang membawa bahan-bahan material, melintas di depan sebuah patung ikonik Singaraja. Eka Candra memberi nama fotonya dengan judul; “Arus Lintas”.

Itu gambaran pekerja di jalan sedang mengayuh hidup. Sedang di sela riuh pasar tradisional tengah kota, Deka dan Zero Caro mengabadikan aktivitas jual beli di pasar dengan judul “Turis Meken” (artinya turis sedang ke pasar) dan “Tradisi dan Interaksi Masyarakat”.

Nyaris semua foto-foto itu memperlihatkan keindahan dan keramahan, juga optimisme. Buah-buah dijajakan di pasar. Ikan-ikan dijajakan di pasar. Kota dibangun dari orang-orang menaruh hidupnya di pasar. Kerja-kerja di laut. Dan dikuatkan dengan mimpi anak-anak manusia pergi belajar.

Tapi semua itu seakan dirobek oleh Yahya Umar dengan kamera bututnya. Hasil jepretannya mencolok mata, menohok. Merobek semua warna tentang kota romantik yang ditangkap para fotografer.

Yahya Umar dan foto karyanya | Foto: tatkala.co/Son

Fotonya diberi judul tak mendayu-dayu, “Pedagang di Jl. Sawo Depan Pasar Anyar Singaraja”. Judul seakan memberi ketegasan bahwa kota ini dibangun dari derita manusia di antara embun-embun pagi yang dingin.

Yahya Umar adalah seorang wartawan senior kawakan juga adalah seorang penyair. Melalui kaca mata puitiknya, lelaki itu seakan menelanjangi kota ini secara brutal dari para penganut eksotisme, melalui gambar yang jujur.

“Saya moto dari hape biasa saja,” kata Yahya Umar. “Sebuah kebetulan waktu itu, saat pergi belanja ke pasar dengan istri. Saya melihat ibu itu, dan saya memotretnya!”

Di foto itu, seorang ibu tengah mengantuk menjajakan daun singkong, daun kelor dan beberapa jagung di sebuah bakul. Perempuan yang tampak paruh baya itu berjualan di dekat tempat bak sampah yang menggunung sampah-sampah, yang barangkali, secara kasarnya—anjing liar lebih dulu mencari makan di sana pada malam hari sebelumnya.

Salah satu pengunjung pameran memandangi foto itu cukup terhenyak. “Hanya poto ini yang beda,” kata Ge Jyo, salah satu pengunjung masih SMA, menunjuk foto itu. “Ibunya jualan dekat tempat sampah, apa gak kebauan?”

“Tapi sekarang, tidak ada lagi yang jualan di sana. Foto ini diambil beberapa bulan lalu,” kata Yahya Umar, menghaluskan sudut pandangnya sebelum orang-orang berfikir lebih liar.

Ketika Yahya Umar bicara, anjing yang tadi ikut menyimak pameran tampak bengong. Barangkali ia ingin ikut bicara. Tapi orang-orang tak peduli. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • Liputan ini terselenggara atas kerjasama Pasar Intaran dan tatkala.co
Dari Yogya ke Pasar Intaran, Bertemu Kejutan Bernama Bulan Bahasa Bali
Di Pasar Intaran, Anak-anak Riang Menyanyi dalam Wimbakara Karaoke Gending Bali, Bulan Bahasa Bali
Menyusuri Rasa dan Tradisi: Sate Keladi di Pasar Intaran
Pasar Intaran, Pasar Minggu, Pasar Ekonomi Kreatif di Bali Utara
Tags: Kota Singarajapameran fotoPasar Intaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dodit Artawan: Merayakan Bali dalam Hiruk Pikuk Kemacetan

Next Post

BALI: Bakal Amblas Lantaran Investor

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

Read moreDetails

Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

Jauh sebelum para undangan itu hadir, karya seni rupa berbagai ukuran sudah terpasang rapi pada dinding tembok putih. Lampu sorot...

Read moreDetails

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
0
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

Read moreDetails

Enam Perupa Asal Yogyakarta Pamerkan ‘Togetherness’: Berbeda Arah, Warna, Bentuk dan Latar Budaya

by Nyoman Budarsana
March 9, 2026
0
Enam Perupa Asal Yogyakarta Pamerkan ‘Togetherness’: Berbeda Arah, Warna, Bentuk dan Latar Budaya

Enam perupa dari berbagai wilayah di Indonesia menggelar pameran bertajuk “Togetherness” di Artspace, ARTOTEL Sanur Bali. Pameran lukisan dan patung...

Read moreDetails

Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

by tatkala
February 19, 2026
0
Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

Foto-foto karya yang dipertunjukkan Bagus Made Irawan alias Piping dalam pameran Magic in the Waves di Warung Kubukopi, Denpasar, 18-28...

Read moreDetails

“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

by I Gede Made Surya Darma
January 25, 2026
0
“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

Pameran “Wianta & Legacy” resmi dibuka pada tanggal 23 Januari 2026 di Gallery of Art, The Apurva Kempinski Bali, menghadirkan...

Read moreDetails

Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

by tatkala
January 18, 2026
0
Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

RIUH ramai terdengar berbeda di salah satu venue Berbagi Ruang & Kopi, Denpasar, Sabtu 17 Januari 2026. Jika biasanya ia...

Read moreDetails

Menengok Lukisan Bercorak ‘Young Artist Style’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur

by Nyoman Budarsana
January 17, 2026
0
Menengok Lukisan Bercorak ‘Young Artist Style’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur

Wisatawan yang sedang melakukan check in ataupun check out di The 1O1 Bali Oasis Sanur tiba-tiba terhenti sejenak. Mereka bukan...

Read moreDetails

Ayo, Pameran “Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif” Sudah Dibuka di Kencu Ruang Seni, Kuta, Bali

by tatkala
January 5, 2026
0
Ayo, Pameran “Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif” Sudah Dibuka di Kencu Ruang Seni, Kuta, Bali

DI Kencu Ruang Seni di Kuta, Bali, pameran "Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif", sebuah rekonstruksi perjalanan kreatif...

Read moreDetails

Pulang ke Palung: Estetika yang Meraba-raba

by Made Chandra
January 4, 2026
0
Pulang ke Palung: Estetika yang Meraba-raba

---Sebuah catatan reflektif tentang pameran yang meleburkan batas-batas kelokalan MENJELANG satu purnama, sejak kami—para peraba mimpi—dipertemukan oleh sebuah perhelatan kebudayaan...

Read moreDetails
Next Post
BALI: Bakal Amblas Lantaran Investor

BALI: Bakal Amblas Lantaran Investor

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co