2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyusuri Rasa dan Tradisi: Sate Keladi di Pasar Intaran

Gia by Gia
February 22, 2025
in Kuliner
Menyusuri Rasa dan Tradisi: Sate Keladi di Pasar Intaran

Membakar sate keladi di Pasar Intaran | Foto: Dok. Pasar Intara

SETIAP Minggu pagi, Pasar Intaran yang terletak di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, menjadi surga bagi para pecinta kuliner, komunitas, maupun individu yang mencari tempat untuk berkumpul. Banyak orang dari berbagai kalangan, baik itu anak-anak, orang tua, anak muda, pelajar, pengusaha, jurnalis, aktivis, dan mahasiswa datang untuk menikmati berbagai acara yang diadakan oleh pasar ini.

Terletak di pedesaan dengan pepohonan rindang dan udara segar, Pasar Intaran menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar tempat berbelanja. Di sini, pengunjung bisa memulai hari dengan olahraga Zumba, mencari sarapan, bertukar gagasan, hingga menikmati hangatnya matahari pagi.

Dari banyak hal yang dapat kita temukan di Pasar Intaran, tetap yang menjadi daya tarik utamanya adalah keberagaman makanan tradisional yang menggugah selera. Bagi generasi yang lebih tua, sarapan pagi di Pasar Intaran bisa jadi kesempatan untuk bernostalgia, mengingat kembali rasa-rasa yang dulu pernah ada, eakk.

Sementara bagi muda-mudi, sarapan pagi di Pasar Intaran bisa jadi ini adalah pengalaman mencicipi kembali hidangan yang semakin jarang ditemukan sekaligus merasakan kedekatan dengan akar budaya melalui kuliner.

Pada hari Minggu, 16 Februari 2025, salah satu makanan yang paling mencuri perhatian adalah sate keladi, primadona baru di antara jajanan Pasar Intaran.  Sate keladi terbuat dari campuran keladi (talas), kentang, dan ikan cakalang yang menghasilkan perpaduan rasa gurih yang unik. Teksturnya lembut namun tetap memberikan sedikit gigitan khas dari keladi.

Dengan hanya satu koin neem (alat tukar/transaksi di Pasar Intaran), setara dengan Rp10.000, pengunjung sudah bisa menikmati lima tusuk sate keladi yang kaya rasa dan sarat sejarah. Lokasinya pun mudah ditemukan, berada di dekat Pojok Literasi, dengan ciri khas meja dan alat pemanggang yang menguar aroma khas sate yang sedang dibakar.

Namun, menikmati sate keladi di Pasar Intaran bukan sekadar soal mencicipi makanan lezat. Ini juga menjadi perjalanan untuk mengenali kembali jejak kuliner khas Bali Utara yang semakin langka. Sebuah pengalaman yang mengajak kita untuk tidak sekadar makan, tetapi juga memahami makna di balik setiap suapan.

Mengapa Sate Keladi Bukan Sekadar Hidangan Biasa?

Konon kuliner adalah jendela untuk memahami sebuah kebudayaan. Lewat rasa, aroma, tekstur, dan tampilan, makanan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar mengenyangkan perut. Setiap gigitan mengandung cerita, sejarah, dan nilai-nilai yang melekat dalam suatu masyarakat.

Namun, merasakan sebuah hidangan tidak cukup hanya dengan indera perasa. Di balik setiap makanan, ada kisah yang menjadikannya lebih bermakna. Mengetahui latar belakang suatu hidangan akan memberikan apresiasi yang lebih mendalam terhadap cita rasanya.

Memabakar sate keladi di Pasar Intaran | Foto: Dok. Pasar Intaran

Begitulah pengalaman saya ketika berada di Pasar Intaran. Berawal dari mencicipi sate keladi, percakapan dengan sesama pengunjung pasar yaitu Pak Patut dan Pak Made, membawa saya pada perjalanan mengenal lebih jauh tipologi peradaban di Bali Utara. Hal itu diawali dengan pertanyaan sederhana yaitu, “Apakah sate keladi banyak ditemukan di Singaraja?”.

Dari pertanyaan sederhana itu diketahui bahwa sate keladi bukan sekadar sajian khas, tetapi juga bagian dari identitas kuliner desa-desa di Bali Aga, kelompok masyarakat Bali asli yang mempertahankan tradisi leluhurnya di wilayah Bali Utara.

“Mereka itu yang budayanya Bali sebelum ‘dijajah’, kalau kita kan sudah pernah ‘dijajah’,” jelas Pak Made.

Tentu yang ia maksudkan dari jajah-dijajah ini merujuk pada proses akulturasi dan asimilasi kebudayaan Bali di era Kerajaan Majapahit (1343), yang mana hal itu tidak terjadi di desa-desa Bali Aga.  

Sate keladi dikenal sebagai makanan khas dari Desa Pedawa. Sebuah desa yang berada di dataran tinggi di Kabupaten Buleleng, di mana keladi menjadi tumbuhan yang bisa tumbuh di mana-mana,  bahkan ia tumbuh liar di pekarangan rumah, hingga menjadi sumber pangan yang vital bagi masyarakat.

Jika keladi pada umumnya direbus atau dikukus, diolah menjadi kue, atau juga dicampur dengan nasi seperti nasi muranan. Uniknya, masyarakat Pedawa mengolah keladi menjadi bahan baku sate lilit. Kok bisa ya?

“Kalau saya sih melihatnya, sate keladi ini spesial karena dia pakai keladi, tidak perlu lagi tepung tapioka atau terigu untuk merekatkan adonannya,” ujar Pak Patut.

Sate keladi siap disantap | Foto: Dok. Pasar Intaran

Sama hal nya dengan kentang ataupun singkong, keladi juga kaya akan pati sehingga tanaman ini merupakan potensi sumber karbohidrat lokal. Selain itu kandungan amilopektin yang tinggi juga membuat talas atau keladi terasa lengket dan pulen.

Bisa dibayangkan bahwa sate keladi merupakan buah pikiran arif dan kreatif dari komunitas Bali Aga, yang kehidupannya penuh dengan kesadaran ekologis. Tidak perlu membeli tepung terigu atau tapioka yang sudah mengalami proses yang cukup panjang, cukup dengan memanfaatkan keladi yang ada di lingkungan sekitar, satu makanan lezat sudah bisa terhidang di meja makan.

Santapan lain yang bisa dinikmati di Pasar Intaran

Tidak hanya sate keladi, di Pasar Intaran kita bisa mencicipi santapan khas Bali Utara lainnya dalam bentuk jaje, di antaranya: nagasari, olen-olen, injin (ketan hitam), dan jaje giling-giling yang dikemas dalam wadah daun pisang.

Selain itu kudapan lain seperti nasi bakar, tipat cantok, siomay, mie asin, dan mengguh dapat ditemukan dengan mudah di pasar ini. Hanya dengan satu koin neem, kita bisa mendapatkan satu porsi dari makanan tersebut.

Jika anda haus setelah mejajaki makanan tradisional yang ada di pasar, ada es daluman yang kaya akan serat dan manis karena gula aren. Dalam proses pembuatannya tidak menggunakan bahan pengawet maupun pemanis buatan. Selain itu ada juga es kelapa muda yang laris manis, dan kopi dari Kedai Kopi Dekakiang yang nikmat sekali disruput sembari bercengkerama.

BACA JUGA:

Di Pasar Intaran, Anak-anak Riang Menyanyi dalam Wimbakara Karaoke Gending Bali, Bulan Bahasa Bali

Tidak hanya sekedar makan, di Pasar Intaran juga kita dikenalkan pada gaya hidup yang berkelanjutan. Karena semua produk, baik itu makanan atau barang-barang yang dijual di Pasar Intaran merupakan hasil kurasi pihak penyelenggara.

Produk-produk di pasar ini sebanyak mungkin harus mengakomodasi penggunaan bahan-bahan alami, dimulai dari bahan baku produk hingga pengemasannya. Seperti daun kelapa dan daun pisang yang dijadikan bungkus, alas, atau piring menggantikan plastik. Ini bukan sekadar nostalgia, melainkan cara belajar dari masa lalu dengan mengadopsi kebiasaan lama yang lebih ramah lingkungan.

Lebih dari Sekadar Pasar, Lebih dari Sekadar Kuliner

Sate keladi di Pasar Intaran adalah lebih dari sekadar jajanan baru yang sedang naik daun. Ia membawa cerita tentang asal-usul, kearifan lokal, dan bagaimana kuliner bisa menjadi jembatan untuk memahami sejarah dan identitas sebuah masyarakat.

Pasar Intaran sendiri bukan sekadar tempat bertransaksi. Ia adalah ruang hidup yang menghubungkan manusia dengan tradisi, mengenalkan kembali kearifan lokal dalam keseharian, serta memberikan ruang bagi komunitas untuk berbagi pengalaman.

Di sini, kita tidak hanya makan, tetapi juga belajar. Kita tidak sekadar membeli, tetapi juga mengapresiasi. Dan di antara semua itu, kita diingatkan bahwa makanan bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang perjalanan dan makna di baliknya. [T]

Reporter/Penulis: Gia
Editor: Adnyana Ole

  • Liputan ini terselenggara atas kerjasama Pasar Intaran dan tatkala.co
Pasar Intaran, Pasar Minggu, Pasar Ekonomi Kreatif di Bali Utara
Rumah Intaran, Inspirasi Kearifan Lokal dari Desa Bengkala
Ini tentang Bandara Bali Utara: Bukan Debat Politisi atau Akademisi, Jangan Baper!
Tags: bulelengkulinerPasar Intaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pura di Tengah Hiruk-Pikuk Hotel Kawasan ITDC Nusa Dua   

Next Post

Gede Suanda aka Sayur, dan Cara Dia Merespon Hari Tumpek Landep dengan Lukisan

Gia

Gia

Seorang peneliti kebudayaan dan komunitas maritim (suku nomaden laut) di Indonesia. Meski sempat mengalami pasang-surut dalam dunia penulisan kreatif, ia senang menulis catatan perjalanannya berkeliling Indonesia di kosongtong.worpress.com.

Related Posts

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails
Next Post
Gede Suanda aka Sayur, dan Cara Dia Merespon Hari Tumpek Landep dengan Lukisan

Gede Suanda aka Sayur, dan Cara Dia Merespon Hari Tumpek Landep dengan Lukisan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co