13 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pura di Tengah Hiruk-Pikuk Hotel Kawasan ITDC Nusa Dua   

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
February 21, 2025
in Tualang
Pura di Tengah Hiruk-Pikuk Hotel Kawasan ITDC Nusa Dua   

Pura Bias Tugel di Kawasan Pantai Nusa Dua, area elite ITDC (Foto : Widya Cahyani)

SABTU Umanais Watugunung, 8 Februari 2025, adalah Hari Suci Saraswati, saya bersama Wolf Bagus Wiguna berkesempatansembahyang ke Pura Dalem Lamun, Pura Taman Sari, dan Pura Bias Tugel di Kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua. Persembahyangan saya lakukan setelah melaksanakan Saraswati Puja di SMA Negeri 2 Kuta Selatan.

Menariknya  ketiga Pura tersebut (Pura Dalem Lamun, Pura Taman Sari, dan Pura Bias Tugel) berada di Kawasan elit ITDC, tepatnya di Kawasan Resort Nusa Dua  (Grand Hyatt Bali). Untuk sampai di Pura Taman Sari— sebagai Pura Beji dari Pura Dalem Lamun— harus melalui lobi hotel Grand Hyatt Bali dengan bule lalu lalang.

Bule memerhatikan sambil tersenyum ketika kami lewat lobi  membawa canang menuju Pura. Mereka tampak tidak merasa terganggu dengan kehadiran kami menuju area Pura Taman Sari. “Jangan-jangan, kami menjadi taman hidup buat mereka,” pikir saya dalam hati.

Pengempon ketiga Pura itu adalah sekaa pemaksan yang diwariskan secara turun-temurun. Karena berada di Kawasan hotel, Pura ini juga menjadi tempat pemujaan para karyawan (Hindu) Hotel Grand Hyatt. Pemandangan itu saya lihat, seorang Bali bersembahyang di Pura Taman Sari tanpa Pemangku, tetapi tirta dan bija  tersedia setiap hari di Pura.

Tampaknya, Jro Mangku maturan saban pagi dan menyiapkan tirta dan bija. Jika ada pemedek sembahyang, dapat melayani diri-sendiri. Artinya, Jro Mangku memberikan keleluasaan kepada para pemedek Hindu untuk bersembahyang sesuai waktunya masing-masing. Dengan demikian, Pura Taman Sari sebagai Pura Beji-nya Pura Dalem  Lamun dapat digolongkan  Pura Swagina.

Pura swagina adalah Pura tempat pemujaan sesuai bidang pekerjaan yang dilakoni, seperti Pura Melanting untuk pedagang, Pura Segara untuk nelayan, Pura Ulun Suwi untuk petani.

Pura Dalem Lamun di Kawasan ITDC Nusa Dua Bali | Foto : I Nyoman Tingkat

Di antara ketiga Pura di Kawasan ITDC  tersebut tampaknya saling terhubung satu dengan yang lain. Ir. I Wayan Wita, mantan Bandesa Desa Adat Bualu mengatakan, dulu, kalau Pujawali Nadi, Sekaa-Sekaa Unen yang ngaturang ayah di Pura Dalem Lamun itu juga mesucian ke Taman Sari dan Pura Bias Tugel.

Sekaa Unen yang biasanya ngaturang ayah di Pura Lamun adalah Barong Sampi dengan Pura Pererepan-nya di Pura Dalem Tanjung (Pura Bungkah Kaang) di sebelah Utara Banjar Bualu.

Selain itu, Sekaa Unen Jaba Bualu, Sekaa Unen Sawangan, Sekaa Unen Dalem Lamun Alitan Kuta, dan Jro Nyoman Banjar Celuk Bualu.

Pernyataan I Wayan Wita itu dibenarkan oleh Sumantra Karang, yang menjadi biasa nyolahang Barong Sampi  dengan Rangda. “Awalnya, hanya ada Barong Sampi, belakangan  dilengkapi dengan rangda,” kata I Wayan Wita.

 Jika Pura Taman Sari adalah beji Pura Dalem Lamun, maka  Pura Bias Tugel adalah tempat melasti-nya. Pura Bias Tugel berdampingan dengan Pura Dharma dipercaya sebagai tempat pasraman Dang Hyang Dwijendra melahirkan kakawin Anyang Nirartha.

Mencermati sejarah dan situs-situs hidup peninggalan Dang Hyang Nirartha di Gumi Delod Ceking, tampaknya upaya penyatuan aneka aliran agama dan sikap toleransi telah dibumikan sejak dahulu kala, di Nusa Dua. Nusa Dua tiada duanya di dunia untuk semangat toleransi beragama. Tinggalan Konco tertua di Gumi Delod Ceking ada Desa Adat Tanjung Benoa, yang paling modern juga ada di Desa Adat Bualu, juga di Gumi Delod Ceking dengan berdirinya Puja Mandala menjelang tumbangnya Orde Baru.

Nyatanya, semua itu menjadi objek kunjungan wisata bersenang-senang kini, kalau dulu untuk penekun spiritual menyepi meraih ketenangan batin. “Ngawe degdeg ajeg sekala niskala”.

Pura Dalem Lamun, sesuai dengan namanya mencitrakan Pura yang terhubung dengan ekosistem laut. Kata ‘lamun’ adalah Bahasa Bali yang berarti padang laut. Bahkan ada metafora Bahasa Bali,  “mapadang di pasih”  yang diartikan sebagai  suka ngelamun.

Pura Dalem Lamun menarik sebagaimana Pura-Pura lain di ngampan Gumi Delod Ceking.

Pertama, di sini juga ada beberapa Sekaa Unen yang menandakan bahwa di tempat Pura ini berdiri berbagai taksu seni dilahirkan, tak ubahnya bunga kembang bermekaran yang mengundang kumbang-kumbang berdatangan mengisap sari bunganya. Bila sari bunganya sudah berhasil dijadikan madu, madu pun kembali dipersembahkan kepada-Nya, setiap pujawali yang jatuh pada Hari Suci Kuningan.

Jika Pura Dalem Lamun, Pura Taman Sari, dan Pura Bias Tugel menjadi satu-kesatuan dalam pencarian ke dalam, bukanlah kebetulan melainkan sudah takdir semesta. Sesuai namanya, lamun biasanya ditemukan di pasih sekeh, relatif di kedangkalan, sedangkan taman sari umumnya ada di darat, dan bias (pasir) tugel di laut, di kedalaman.

Hal itu mengingatkan saya kisah sandiwara radio tempo dulu (1970-1980-an), “Butir-butir Pasir di Laut” yang ditulis oleh Eddy Basrul Intan dan disutradarai oleh Jhon Simamora. Di kedalaman laut, mutiara diangkat ke permukaan untuk menjadi tontonan sekaligus tuntunan, menyenangkan sekaligus menenangkan. Seni  membawa kelangon, lango.

Kedua, dengan mengatakan bahwa Pura Dalem Lamun adalah Pura Swagina, diperkirakan leluhur sekaa pemaksan-nya adalah nelayan dan petani. Sebagai nelayan  dapat  dikaitkan dengan Pura Bias Tugel, di pantainya ada batu jangkar.

“Begitu memasuki area Pura Bias Tugel, jika pemedek memperhatikan akan melihat batu Jangkar di pinggir laut. Sesuai dengan namanya, Batu Jangkar adalah jangkar bagi para nelayan tempo doeloe untuk memarkir jukung-jukungnya agar tidak berpindah diterjang ombak,” kata I Wayan Wita, mantan Bandesa Adat Bualu yang banyak berguru tentang adat kepada Anak Agung Oka Suweca, S.H. dari Glogor Denpasar.  

Jejak nelayan tradisional Bualu, sampai akhir 1980-an biasanya noreng (menjaring ikan di sekeh berkelompok) sampai ke Sekeh Pasih Kutuh, dengan jukung tanpa mesin.

Sebagai petani,  anggota Sekaa Pemaksan Pura Dalem Lamun berasal dari  lintas banjar bahkan lintas Desa Adat. Ini terkait dengan kepemilikan tanah dekat lokasi Pura dulu sebelum dijadikan filoting Proyek Kawasan Wisata Elit pada 1970-an. Kepemilikan tanah orang Bali pada umumnya tidak menggunakan blok seperti zaman modern kini.  Itu sebabnya, anggota banjar di Bali umumnya saling seluk. Artinya, warga Banjar Penyarikan Bualu misalnya belum tentu bertempat tinggal di Lingkungan Banjar Penyarikan, bisa jadi tinggal di Lingkungan Banjar Mumbul Bualu, atau sebaliknya yang notabena jaraknya jauh dari tempat tinggal mereka. Fenomena itu hampir sama di seluruh Bali jika memerhatikan posisi krama Desa Adat di Bali pada umumnya.

Pura Taman Sari di Kawasan ITDC Nusa Dua. Pemedek melewati Lobi Hotel Grand Hyatt untuk sampai ke Pura ini | Foto : Wolf Bagus Wiguna

Ketiga, sebelum 1970, Kawasan ITDC Nusa Dua adalah abian bangkuang dengan nyiur melambai-lambai dan penduduknya adalah petani – pelaut. Jejak agraris-maritim sangat kental walaupun kini makin redup memudar.

Namun, jejak ritual yang dilakoninya tidak keluar dari tradisi agraris dan maritim yang diaktualisasikan dalam tradisi nyegara – gunung. Laut harus dibersihkan dari segala sampah apalagi sampah plastik dan disucikan dengan mapekelem sedangkan gunung dengan Puranya disucikan sesuai dengan pujawali masing-masing Pura.

Begitulah tiga Pura di Kawasan ITDC Nusa Dua terjepit Kawasan elit tempat berbagai keputusan penting dunia tentang berbagai hal dilahirkan. Menjadi miris, bila tinggalan maha bersejarah ini tidak menerima dampak positip dari hiruk-pikuk pasar bebas pariwisata dunia. Pura Dalem Lamun dengan bejinya di Pura Taman Sari, jangan-jangan merupakan pusat taman sari dunia yang membuat Bali bersinar ke seantero dunia.

Pura Bias Tugel di Kawasan Pantai Nusa Dua, area elite ITDC | Foto : Widya Cahyani

Dang Hyang Nirartha sudah melukiskan tempo doeloe dari Pura Bias Tugel dan kaum kapitalis memetik hasilnya kini. Pembelajar di jalan kehidupan mestinya memahami hal ini sebagai bagian dari penguatan kearifan lokal. Tidak semua mesti diobral dan dijual untuk kepentingan keduniawian karena ada dunia lain yang perlu dirawat dan dilestarikan untuk pembangunan berkelanjutan.

Ibarat laut, di lamun kita bertemu ikan-ikan bersembunyi yang bila dijaring akan didapat ikan terseleksi cukup untuk makan siang. Jadi, tidak semua ikan harus dijaring. Ikan pun punya perikeikanan, sebagaimana manusia dengan perikemanusiaannya.  

Di Taman Sari kita petik bunga-bunga kehidupan yang membuat terhibur dengan hati berbunga-bunga, yang walaupun bunga-bunga itu berguguran, tetap menyuburkan menjadi humus dan di Bias Tugel butir-butir pasir di laut menyiapkan Mutiara tiada ternilai. Mari kita rawat bersama untuk kesejahteraan lahir batin dunia sekala niskala.

Begitulah seyogyanya Pura di tengah arus hiruk-pikuk pariwisata dimaknai lebih-lebih saat Saniscara Kliwon Landep (Tumpek Landep), 22 Februari 2025.  Hakikat Tumpek Landep adalah me-landep-kan (menajamkan, mencerdaskan) pikiran untuk mewujudkan Wiweka Jaya Sadhu (arif bijaksana dalam memenangkan persaingan berlandaskan budaya bangsa).

Dengan demikian, Bali diharapkan tetap mendapat pulung ketakson berkelanjutan, sebagaimana Sekaa Unen dari berbagai wilayah di Gumi Delod Ceking dan Denpasar secara konsisten masolah di Pura Karang Boma Sawangan Desa Adat Peminge setiap Tumpek Landep. Rahajeng Tumpek Landep mohon anugrah Bhatara Siwa dan Sang Hyang Pasupati. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis  NYOMAN TINGKAT
Rahajeng Pagerwesi dari Pura Goa Peteng di Gumi Delod Ceking   
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Luhur  Uluwatu   
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura  Goa Selonding   
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura  Batu Pageh  
Tags: hinduITDCNusa Dua
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MEDITASI [1] :  ORANG BALI MEMIKIRKAN PIKIRAN

Next Post

Menyusuri Rasa dan Tradisi: Sate Keladi di Pasar Intaran

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

Read moreDetails
Next Post
Menyusuri Rasa dan Tradisi: Sate Keladi di Pasar Intaran

Menyusuri Rasa dan Tradisi: Sate Keladi di Pasar Intaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka...

by Ahmad Prasetya Hady
June 12, 2026
Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa
Pendidikan

Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa

DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada...

by tatkala
June 12, 2026
OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali
Pendidikan

OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali

Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali...

by Dede Putra Wiguna
June 12, 2026
Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?
Bahasa

Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen...

by Ni Wayan Suwini
June 12, 2026
Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri
Esai

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan...

by Angga Wijaya
June 11, 2026
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional
Lingkungan

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng
Tualang

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
Tempe dan Ekonomi yang Teriris
Esai

Tempe dan Ekonomi yang Teriris

DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan...

by Dodik Suprayogi
June 11, 2026
Fiksi

Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik

BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat...

by Chusmeru
June 11, 2026
Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan
Esai

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

by Chandra Manikan
June 10, 2026
‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan
Panggung

‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan

PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
June 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co