22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Pasar Intaran, Anak-anak Riang Menyanyi dalam Wimbakara Karaoke Gending Bali, Bulan Bahasa Bali

Gia by Gia
February 17, 2025
in Panggung
Di Pasar Intaran, Anak-anak Riang Menyanyi dalam Wimbakara Karaoke Gending Bali, Bulan Bahasa Bali

Di Pasar Intaran, Anak-anak Riang Menyanyi dalam Wimbakara Karaoke Gending Bali, Bulan Bahasa Bali

MINGGU pagi di Pasar Intaran, di halaman depan Rumah Intaran, Desa Bengkala,  Kubutambahan, Buleleng. selalu penuh dengan suka cita. Musik tradisional Bali mengiringi gerakan energik para peserta Tiba-tiba Zumba yang dipandu oleh Zin Yeyes. Di sisi lain, pengunjung yang tak ikut serta memilih menikmati pagi dengan cara yang berbeda—ada yang asik menonton peserta senam, ada juga yang sedang asik menikmati jajanan tradisional dan segelas kopi sembari berbincang santai.

Selesai zumba, giliran alunan gending Bali yang mengudara. Tampak di berbagai sudut pasar, anak-anak usia 6 hingga 12 tahun tengah bersiap mengikuti Wimbakara Karaoke Gending Bali yang diselenggarakan pada tanggal 9 Februari 2025.

Ada yang sibuk berlatih dengan ibunya, ada yang sibuk merapikan pakaian dan riasan sambil mengudap sarapan mereka. Mereka semua mengenakan pakaian adat Bali lengkap dengan sanggul dan aksesoris lainnya, datang bersama sanak keluarga yang ingin menyaksikan anak-anak atau juga cucu kesayangannya tampil.

Salah satu pengunjung pasar, seorang seorang ibu yang sedang sibuk menyuapi cucunya mengaku bahwa ini adalah kali pertamanya ia datang ke Pasar Intaran, itu pun datang untuk mengantar muridnya yang berpartisipasi dalam lomba. Awalnya ia ragu saat mengetahui ada kegiatan ini yang diselenggarakan oleh Pasar Intaran.

“Pasar? Pasar apa ini yang bisa mengadakan lomba di Bulan Bahasa? Tapi ternyata saat saya datang, respon saya langsung ‘oooooh’ ternyata bukan seperti pasar yang biasanya. Hehe,” kata ibu itu.

Peserta wimbakara (lomba) karaoke gending Bali di Pasar Intaran | Foto: Dok. Pasar Intaran

Di sisi lain, cucu laki-lakinya yang masih di usia sekitar 6 tahun itu sedang asik memainkan mainan ikan dari kayu bersama teman-teman barunya. 

Hingga akhirnya MC membuka acara utama, perhatian para pengunjung dan peserta lomba pun mulai beralih ke Taman Dompu, sebuah gelanggang terbuka di halaman depan Rumah Intaran. Semua orang mulai berkumpul, tampak para peserta yang menunggu giliran tampil dengan wajah penuh harap.

Ragam Ekspresi dan Emosi Peserta di Wimbakara Karaoke Gending Bali

Masing-masing peserta menyanyikan satu tembang wajib dan satu tembang pilihan yang sudah ditentukan oleh panitia. Peserta perempuan wajib menyanyikan tembang Bali Sutrepti karya Ida Ayu Sutha Yuniati. Sedangkan peserta laki-laki wajib menyanyikan Anglurah Ki Gusti Panji Sakti karya I Gde Darna. Saat di panggung, mereka semua tidak hanya bernyanyi, tapi juga menari dan berakting untuk menunjukkan seberapa dalam mereka dapat menjiwai lagunya.

Selalu ada yang berkesan dari melibatkan anak-anak dalam suatu kegiatan. Tingkah lucu, sederhana, dan jujur, memperlihatkan ketulusan dan usaha anak-anak peserta lomba karaoke.

Selain itu rentang usia peserta yang cukup beragam, serta tingkat pengalaman yang juga berbeda-beda, membuat kegiatan ini menjadi sangat menarik. Hal ini berkaitan dengan pesan yang ingin disampaikan oleh Pasar Intaran sebagai penyelenggara yang inisiatifnya berbasis komunitas, bahwa “Siapa saja bisa tampil di panggung. Tidak peduli kalah menang, tapi keberanian untuk bersaing adalah hal yang patut untuk diapresiasi.”

Keinginan untuk merangkul lebih banyak kalangan dalam perlombaan ini, menjadikan Wimbakara Karaoke Gending Bali di Pasar Intaran sebagai ruang inklusif yang dapat memberikan kesempatan bagi siapa pun yang menginginkannya. Belum lagi model panggung yang berbeda dari pengaturan panggung perlombaan pada umumnya, yaitu diselenggarakan di gelanggang terbuka dengan dekorasi minimalis dan alami membuat suasana lomba menjadi santai seperti sedang berpiknik. 

Gus Mahadi, salah seorang panitia lomba berharap bahwa model perlombaan seperti ini bisa menjadi standar baru di Buleleng. “Anak-anak perlu lebih banyak diberikan kesempatan, momen-momen seperti ini juga bisa jadi tempaan untuk mereka berproses,” katanya.

Salah satu kakak dari peserta menceritakan bahwa ini adalah kali kesebelas bagi adiknya ikut berpartisipasi dalam lomba sejenis.

Di salah satu sudut penonton, terdapat salah satu peserta laki-laki yang cukup menonjol. Ia duduk di kursi dengan pakaian adat lengkap beserta riasan dan aksesoris seperti anting, mencerminkan persiapan dan kesiapannya. Saat ditanya apakah merasa gugup? Dengan mantap ia menjawab “tidak”.

Seorang peserta sedang tampil percaya diri | Foto: Dok. Pasar Intaran

Selain peserta yang siap, tampak juga mereka yang terlihat sangat gugup dan tiada henti berlatih dengan orang tuanya. Ada juga yang terlihat menyesal karena merasa kurang puas dengan penampilan dirinya sendiri. Tapi dari semua itu, tampak keluarga dan guru pembimbing yang sangat suportif. Mereka mencurahkan dukungan pada anak-anak tersebut, selalu setia mendampingi hingga acara selesai.

Salah satu momen sedih sekaligus menyentuh terjadi saat kejadian malang dialami salah satu peserta.  Sempat terjadi kesalahan teknis saat lagu pengiring tiba-tiba terhenti, peserta perempuan yang saat itu sedang tampil tiba-tiba kehilangan fokus dan lupa lirik.

Selesai tampil ia tidak dapat membendung air mata kekecewaan, ayahnya terus memeluk erat sambil memberikan afirmasi positif. “Gak apa-apa..gak apa-apa,” katanya. Begitupun anggota keluarganya yang lain turut menghibur peserta tersebut.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00 WITA ini tetap berjalan meriah meski sesekali diguyur hujan gerimis. Bahkan ketika hujan deras memaksa panitia memindahkan panggung, semangat peserta dan suporter nya tidak surut. Mereka tetap tampil percaya diri, menyuguhkan penampilan terbaik di depan para juri dan penonton.

Hingga akhirnya masuk ke penghujung acara, hari itu ditutup dengan kesan dan pesan dari para juri. Tentunya semua aksi panggung anak-anak memberi kesan yang mendalam di hati para juri. “Anggap saja ini bagian dari proses, jika di sini tidak juara berarti belum masanya. Masing-masing orang ada masanya, dan di setiap masa ada orangnya. Percayalah pada proses,” kata salah seorang juri, Bli Arya..

Sebulan Penuh Merayakan Bahasa Bali di Pasar Intaran

Setiap tahunnya Bulan Bahasa Bali selalu dirayakan, baik itu di sekolah-sekolah atau lewat acara yang diselenggarakan oleh dinas terkait, termasuk di Pasar Intaran. Acara Wimbakara Karaoke Gending Bali merupakan bagian kedua dari serangkaian kegiatan di Pasar Intaran untuk merayakan Bulan Bahasa Bali yang diadakan setiap hari minggu.

Peserta lomba karaoke gending Bali riang bersama | Foto: Dok. Pasar Intaran

Tak berhenti di karaoke gending Bali, pada 16 Februari, Pasar Intaran akan menyelenggarakan lomba Wimbakara Baligrafi dan Stand-Up Comedy berbahasa Bali. Untuk pemenang lomba belum diumumkan, akan diumumkan pada tanggal 23 Februari 2025 langsung penyerahan hadiah.

Dengan berbagai kegiatan ini, Pasar Intaran terus berupaya menjadi ruang yang tidak hanya memfasilitasi aktivitas ekonomi lokal tetapi juga menjaga dan merayakan kekayaan budaya Bali di tengah gempuran modernisasi.

Lebih dari sekadar pasar, tempat ini telah menjadi titik temu bagi komunitas, tempat di mana tradisi dan kreativitas bertemu, serta ruang bagi siapa saja yang ingin merayakan budaya Bali dengan cara yang menyenangkan. Ditambah di pasar ini kita dapat mengingat kembali rupa-rupa kuliner tradisional khas Bali Utara dengan model kemasan dan penyajian makanan yang ramah lingkungan. [T]

Reporter/Penulis: Gia
Editor: Adnyana Ole

  • Liputan ini terselenggara atas kerjasama Pasar Intaran dan tatkala.co
Pasar Intaran, Pasar Minggu, Pasar Ekonomi Kreatif di Bali Utara
Rumah Intaran, Inspirasi Kearifan Lokal dari Desa Bengkala
Ini tentang Bandara Bali Utara: Bukan Debat Politisi atau Akademisi, Jangan Baper!
Tags: Bulan Bahasa Baligending BaliPasar IntaranRumah Intaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

Next Post

Sawig, Album “Lakuta”, dan Lakuta Bali Tour di Singaraja

Gia

Gia

Seorang peneliti kebudayaan dan komunitas maritim (suku nomaden laut) di Indonesia. Meski sempat mengalami pasang-surut dalam dunia penulisan kreatif, ia senang menulis catatan perjalanannya berkeliling Indonesia di kosongtong.worpress.com.

Related Posts

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails
Next Post
Sawig, Album “Lakuta”, dan Lakuta Bali Tour di Singaraja

Sawig, Album “Lakuta”, dan Lakuta Bali Tour di Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co