1 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [9]: Mahasiswi yang Duduk di Pojok Kantin

Chusmeru by Chusmeru
February 27, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

LINGKARAN pertemanan atau yang kini dikenal dengan circle dianggap penting di kalangan kaum muda. Tak terkecuali di kalangan mahasiswa. Banyak alasan memilih circle pertemanan. Selain faktor kecocokan dan kenyamanan, lingkaran pertemanan kadang terbentuk karena hal-hal yang sepele.

Seperti Gadis 3 D, kelompok pertemanan di kampus yang terbentuk karena kesamaan nama depan mereka, yaitu Dina, Dini, dan Dita. Mereka dikenal di kampus sebagai bestie yang sulit terpisahkan. Ke mana pun Dina pergi, pasti ada Dini dan Dita. Gadis 3 D bahkan sudah menjadi perhatian beberapa dosen.

Setiap perkuliahan mereka bertiga pasti akan masuk kelas bersamaan dan duduk di kursi terdepan dengan bersebelahan. Pernah suatu ketika, Dina sakit flu dan tidak dapat mengikuti kuliah  Aldo Nugroho, dosen Fotografi. Anehnya, Dini dan Dita juga tidak datang ke kampus. Alasan mereka, bersimpati kepada Dina yang sedang sakit.

Mereka sebetulnya berasal dari daerah yang berbeda. Dina mahasiswi perantau dari Bandung. Dini berasal dari Solo. Sedangkan Dita berasal dari Medan. Ketiganya juga kost di tempat yang berbeda, meski masih di seputaran kampus. Latar belakang daerah dan budaya yang berbeda tidak membuat Gadis 3 D itu kesulitan berinteraksi. Justru mereka tampak akrab dan saling menghormati adat dan budaya mereka.

Seperti pagi ini, mereka kompak kuliah dengan baju yang sama-sama biru dengan hijab hitam yang sama pula. Bukan tanpa alasan mereka tampil dengan busana seragam dan rapi. Kuliah Humas Perusahaan dengan dosen Risa Mutiara memang harus rapi. Apalagi Risa Mutiara juga selalu tampil necis dengan busana dan asesorinya.

Selesai kuliah, mereka bertiga bergegas ke kantin. Kebetulan mereka memang belum sempat sarapan pagi. Kantin fakultas tidak terlalu jauh dari ruang kuliah, hanya dalam kisaran 30 meter. Kantin itu pula yang selalu menjadi tempat mereka bergosip tentang apa saja.

***

Kantin belum begitu ramai. Hanya ada beberapa orang mahasiswa yang minum kopi sambil mengobrol. Maklum hari belum berangkat siang, sehingga belum banyak mahasiswa yang makan. Dita memesan nasi pecel. Tak lupa mendoan, yang tidak ada di Medan daerah asalnya. Mendoan adalah tempe khas daerah Banyumas yang digoreng dengan tepung setengah matang. Dina dan Dini sama-sama memesan soto ayam untuk sarapan pagi.

Saat mereka mulai menyantap makanan, tiba-tiba datang  seorang gadis, mahasiswi yang langsung duduk di pojok kantin. Parasnya cantik. Menggunakan baju ungu dengan kerudung putih, mahasiswi itu duduk termenung. Dia tidak memesan makanan apa pun.

Sorot matanya tajam, memandangi Dina, Dini, dan Dita yang sedang menyantap makanan. Dina yang merasa diperhatikan mahasiswi itu merasa tidak nyaman, sekaligus sedikit ngeri melihat wajah gadis yang tampak pucat. Dicoleknya Dini dan Dita.

“Kalian perhatikan cewek itu nggak?” tanya Dina pada sahabatnya.

“Cewek yang mana?” tanya Dini

“Itu…, yang duduk di pojok kantin!” jawab Dina.

Serempak Dini dan Dita melihat ke pojok kantin. Mereka kaget. Gadis itu menatap mereka. Bibirnya putih seperti layu. Sesekali ia memegangi kerudungnya. Gadis 3 D itu menghentikan makan paginya.

“Siapa dia..? Wajahnya serem,” kata Dina.

“Mahasiswi jurusan apa?” tanya Dita.

Mereka tak ada yang mengenali gadis itu. Selama empat semester kuliah di jurusan komunikasi, mereka tidak pernah bertemu dengan mahasiswi itu. Ketika bermain ke jurusan lain, mereka juga tidak pernah melihat gadis itu. Lantas siapakah dia?

Mereka buru-buru membayar makanan ke kasir kantin. Selera makan mereka terasa terganggu dengan sosok gadis yang duduk di pojok kantin. Namun betapa terkejut mereka ketika membalikkan badan dari depan kasir, gadis layu dan misterius itu telah hilang dari pandangan mereka. Tak ada lagi gadis yang duduk di pojok kantin.

Hari berikutnya, kuliah Fotografi. Dita, Dini, dan Dina berangkat lebih pagi. Dosen pengampu kuliah, Aldo Nugroho terkenal sangat disiplin. Jadwal kuliah pukul tujuh, pada pukul tujuh kurang lima menit Aldo sudah masuk kelas.

Mereka bertiga belum sempat sarapan. Hanya minum air putih dan sepotong biskuit di tempat kost masing-masing. Karenanya, mereka sepakat untuk sarapan pagi di kantin saja. Kali ini mereka serempak memesan gado-gado sebagai menu makan pagi.

Kembali mereka dikejutkan oleh sosok gadis misterius selagi menyantap gado-gado. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba di hadapan mereka sudah duduk gadis di pojok kantin. Kali ini dia memakai baju putih dengan hijab berwarna hitam. Duduk terdiam, tak memesan apa pun di kantin.

Mereka saling pandang, ketakutan. Sudah dua kali mereka melihat gadis yang selalu duduk di pojok kantin, terdiam dan tidak memesan makanan. Benarkah gadis itu mahasiswi di kampus ini, atau hantu penunggu kantin?

Di tengah keheranan mereka, gadis itu memandang mereka dengan wajah sendu; memelas. Seolah dia ingin mendapat perhatian Dita, Dini, dan Dina. Mata gadis itu berkaca-kaca. Sejurus kemudian butiran air menetes di sudut kelopak matanya. Wajahnya menunjukkan kesedihan yang mendalam.

“Cewek itu menangis…,” bisik Dini pada kedua temannya.

“Iya…, kenapa ya?” tanya Dita.

“Ayok kita samperin…,” ajak Dina.

“Hii… serem ah…,“ tukas Dita dan Dini berbarengan.

“Gak apa, siapa tahu dia perlu bantuan…,” kata Dina.

Mereka mencoba untuk memberanikan diri mendekati gadis di pojok kantin. Siapa tahu gadis itu sedang dalam kesulitan atau kemalangan. Baru saja mereka berdiri bersama untuk menghampiri, gadis itu sudah menghilang dari pandangan mata mereka. Sudah tentu mereka terkejut.

“Hahh… menghilang…!” ujar Dita.

“Jangan-jangan hantu…,” kata Dini sambil ketakutan memegang lengan kedua temannya. Suasana kantin membuat rasa lapar mereka hilang seketika. Wajah mereka tegang. Cepat-cepat mereka menuju ke kasir untuk meminta penjelasan pemilik kantin tentang gadis yang selalu duduk di pojok.

“Iya.. saya juga pernah lihat dia,” ujar Maryati pemilik kantin.

“Siapa dia, Bu?” tanya mereka berbarengan.

“Kata orang-orang sih mantan mahasiswi di kampus ini. Beberapa bulan yang lalu meninggal karena kasus pembunuhan di daerahnya. Sampai saat ini pembunuhnya belum tertangkap,” cerita  Maryati.

“Jadi dia… hantu…?” tanya Dini yang dari tadi merasa tercengkeram ketakutan.

“Mungkin arwahnya masih belum diterima. Kadangkala dia juga tampak duduk di gazebo belakang kantin ini. Pernah ada penjaga malam yang melihat dia menangis di gazebo. Saat ditanya, gadis itu menghilang,” tambah Maryati.

Cerita Maryati pemilik kantin bukan membuat Dita, Dina, dan Dini lega, namun justru menjadikan mereka ketakutan. Jadi selama ini yang mereka saksikan adalah arwah mantan mahasiswi yang jadi korban pembunuhan.

***

Kembali ke ruang kelas di pagi hari membuat Dita, Dina, dan Dini merasa malas-malasan. Beruntung kuliah Aldo Nugroho selalu diwarnai guyonan yang membuat suasana kelas menjadi geerr.. Apalagi Aldo selalu saja mempunyai cerita menarik yang berbeda-beda setiap perkuliahan.

Tidak terasa, kuliah 3 SKS itu berakhir sudah. Seperti biasa, mereka hendak sarapan pagi di kantin. Namun sepertinya mereka ingin mengurungkan niat. Mereka tak mau lagi lagi melihat sosok gadis yang duduk di pojok kantin.

“Malas ahh… entar ketemu hantu cewek itu lagi…,” ucap Dini.

“Tapi aku lapar nihh…,” pinta Dina merajuk temannya.

Akhirnya mereka sepakat untuk ke kantin. Kali ini mereka tidak memesan makanan berat. Dina hanya memesan kopi susu dan kue basah yang dapat menganjal perut laparnya. Sedangkan Dita dan Dini memesan teh manis dan kue serabi.

Sambil menyeruput minuman dan menyantap kue, mereka berkali-kali memandang ke pojok kantin. Rasa cemas dan takut masih menyelimuti mereka. Terbayang di benak mereka sosok gadis yang lugu, memelas, namun menyeramkan duduk di pojok kantin.

Sudah cukup lama mereka berada di kantin. Tempat duduk di pojok masih tetap kosong. Tidak tampak gadis yang biasanya duduk di sana. Meski sebenarnya mereka juga berharap tidak akan melihatnya, tetapi rasa penasaran mengusik mereka.

“Kok gak muncul cewek itu ya?’ tanya Dita.

“Iya… emang kamu pingin lihat dia?” Dini balik bertanya.

“Hiii… amit-amit.. nggak ahh…,” pungkas Dita.

Hingga mereka selesai makan, mahasiswi yang biasa duduk di pojok kantin itu belum juga muncul. Rasa penasaran itu mereka tanyakan kepada pemilik kantin, Maryati.

“Iya… sudah tidak nongol lagi. Kabarnya, pelaku pembunuhan itu sudah tertangkap. Semoga arwahnya tenang di alam sana,” kata Maryati.

“Aamiin.. syukurlah,” kata mereka hampir berbarengan.

Sejenak mereka menghela nafas lega. Sudah beberapa hari ini mereka diterpa ketakutan ketika berada di kantin. Meski sebenarnya mereka juga merasa prihatin dan memelas atas apa yang terjadi pada mahasiswi itu. Mereka berharap pembunuh mahasiswi itu akan dihukum seberat-beratnya. Dan tentu saja mereka berharap tidak ada lagi kejadian buruk yang menimpa mahasiswa di kampusnya.

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Kampusku Sarang Hantu [8]: Mobil Bergoyang Tengah Malam
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam
Kampusku Sarang Hantu [2]: Suara Misterius di Ruang Dosen
Kampusku Sarang Hantu [3]: Kuntilanak Beterbangan di Proyek Bangunan
Kampusku Sarang Hantu [4]: Mahasiswa Kesurupan di Ruang Kuliah
Kampusku Sarang Hantu [5]: Tangisan dari Gudang Tua
Kampusku Sarang Hantu [6]: Akik Keramat Dosen
Kampusku Sarang Hantu [7]: Suara Printer dan Keran Air Mengucur
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterifiksihoror
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Truni Itu Truna

Next Post

Cerita Kunjungan Kolaborasi Sekber SPAB Bali ke DIY: Jogja-Bali Sama-Sama Rawan Bencana

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails
Next Post
Cerita Kunjungan Kolaborasi Sekber SPAB Bali ke DIY: Jogja-Bali Sama-Sama Rawan Bencana

Cerita Kunjungan Kolaborasi Sekber SPAB Bali ke DIY: Jogja-Bali Sama-Sama Rawan Bencana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia
Khas

The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia

SEBUAH teks sastra tidak pernah tumbuh sendirian. Agar sampai ke pembaca, ia hadir melalui banyak tangan: penerjemah yang memindahkan makna,...

by Angelique Maria Cuaca
July 1, 2026
‘The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark’ di TMII —Cahaya Menghidupkan Hanoman Duta
Ulas Pentas

‘The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark’ di TMII —Cahaya Menghidupkan Hanoman Duta

SAAT menyaksikan The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark: Hanoman Duta, Amfiteater Panggung Budaya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII),...

by Azzahra Naya R
July 1, 2026
Dua Belas Manifesto Aliansi Cipayung Plus untuk Dewan Perwakilan Rakyat
Politik

Dua Belas Manifesto Aliansi Cipayung Plus untuk Dewan Perwakilan Rakyat

DERU puluhan sepeda motor bergema dari arah utara Kota Singaraja pada Senin, 29 Juni 2026. Satu per satu kendaraan itu...

by Jaswanto
July 1, 2026
Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh  –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama
Ulas Buku

Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

Judul             : Korpus Uterus Penulis          : Sasti Gotama Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama Editor             : Ruth Priscilia Angelina Tebal buku  ...

by Dede Putra Wiguna
July 1, 2026
Bali Under Attack —Ketika Ambisi Pembangunan Menggerus Alam, Budaya, dan Jiwa Pulau Dewata
Esai

Bali Under Attack —Ketika Ambisi Pembangunan Menggerus Alam, Budaya, dan Jiwa Pulau Dewata

Bali Kembali Diserang, Kali Ini Tanpa Ledakan TANGGAL 12 Oktober 2002 menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Bali....

by Agung Sudarsa
July 1, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
Dari Plaju ke Hawkins: Membaca Puisi Dahlia Rasyad Melalui Pendekatan Serial Televisi “Stranger Things” pada Pameran Ferdi
Ulas Rupa

Dari Plaju ke Hawkins: Membaca Puisi Dahlia Rasyad Melalui Pendekatan Serial Televisi “Stranger Things” pada Pameran Ferdi

PEMBACA tak perlu mengukur jarak antara Plaju dan Hawkins, apalagi harus repot-repot mencari tahu apa yang hendak dihidangkan di sana,...

by Mahesa Putra
June 30, 2026
Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise
Esai

Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise

HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat,...

by Iko Amadeus
June 30, 2026
Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan
Khas

Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan

Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi...

by Wahyu Mahaputra
June 30, 2026
Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja
Ulas Pentas

Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja

KEMBALINYA seni Arja di Banjar Bukit Buwung, Kesiman, tidak dapat dipahami semata sebagai upaya revitalisasi kesenian tradisional, melainkan sebagai proses...

by IM Gede Nesa Saputra
June 30, 2026
Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan
Esai

Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan

IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah...

by Wayan Gde Yudane
June 30, 2026
‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya
Ulas Rupa

‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya

PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu,...

by Hartanto
June 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co