11 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Kunjungan Kolaborasi Sekber SPAB Bali ke DIY: Jogja-Bali Sama-Sama Rawan Bencana

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
February 28, 2025
in Khas
Cerita Kunjungan Kolaborasi Sekber SPAB Bali ke DIY: Jogja-Bali Sama-Sama Rawan Bencana

Sharing sesion Sekber SPAB Provinsi Bali dengan Sekber SPAB DIY di Ndalem Punakawan Yogyakarta | Foto: I Nyoman Tingkat

SAYA bersyukur diikutkan dalam Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (SEKBER SPAB) Provinsi Bali sehingga berkesempatan untuk mendapatkan informasi terkini tentang antisipasi bencana dalam aneka variannya, misalnya gempa bumi, tsunami, gunung meletus, atau bencana komunikasi dalam saluran media sosial.

Syukur saya makin bertambah karena dapat memperluas jejaring melalui Program Plan Internasional Indonesia yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program SPAB dengan tingkat kompleksitas yang bervariasi antarsekolah.

Walaupun dalam komunikasi dan koordinasi dengan sekolah-sekolah sering terkendala akibat telat respon, saya yang diberikan kepercayaan untuk menangani SMA dapat melewati fase ini dengan baik sesuai target dan agenda yang dirancang Plan Internasional Indonesia.

Sebagai Sekber SPAB Provinsi Bali yang anggotanya lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Disdikpora Bali beruntung dinobatkan sebagai Ketua Sekber AA Bagus Suryawan (Kabid PK dan PLK). Dari 18 Sekber yang mengikuti study tiru ke Yogyakarta selama 4 hari (23-26 Februari 2025), tujuh orang dari Disdikpora Bali.

Dalam konteks SPAB, posisi Disdikpora Bali memang strategis. Pertama, ia mengelola  sekolah dengan muridnya sehingga memudahkan koordinasi dan komunikasi baik dalam simulai maupun kerja sama lintas OPD.

Kedua, sasaran SPAB adalah warga sekolah di bawah koordinasi guru yang ditunjuk menjadi Tim SPAB yang nota bena pendidik di sekolah sehingga memudahkan memitigasi karena mereka sudah saling kenal dan faham dengan karakteristik lingkungan dan orangnya.

Untuk memantapkan kompetensi, Sekber SPAB Bali mengadakan study tiru di sekolah yang ber-SPAB di Yogyakarta selama 4 hari (Minggu-Rabu, 23-26 Februari 2025). Karena keberangkatan peserta malam hari, kegiatan baru dilaksanakan pada hari kedua, Senin, 24 Februari 2025 dengan melaksanakan sharing session dengan Sekber SPAB Yogyakarta bertempat di Restoran Ndalem Punakawan Yogyakarta.

Restoran ini terkesan unik dan inspiratif. Barang-barang antik seperti keris aneka bentuk dan aneka luk terpajang dengan perawatan superjitu. Begitu pula motor-motor tua menjadi asesoris ruangan yang mengingatkan peserta pada situasi era 1970-an. Aneka lukisan juga terpajang dan sangat menarik. Di tengah situasi demikianlah, berbagi cerita dan berita dari Sekber kedua daerah berlangsung hangat berteman minuman hangat di tengah hujan yang mengguyur.

“Di sini kita berbagi cerita dan kisah masing-masing untuk saling menguatkan. Lebih-lebih Bali dan Yogyakarta memiliki kemiripan secara budaya. Namun, Yogyakarta lebih istimewa bukan saja orangnya, kotanya, tetapi juga pendatangnya. Pasalnya, Kota Pelajar melekat pada Yogyakarta,” kata Enos dari Plan International Indonesia yang di-oke-kan pula oleh Kabid PK dan PLK Disdikpora Bali, AA Bagus Suryawan, A.P., M.AP.

Dialog bersama Kadisdikpora DIY Suhirman di Kantor Sekber SPAB Yogyakarta | Foto: I Nyoman Tingkat

Sesuai dengan namanya, Sekber SPAB kedua daerah mencerminkan kolaborasi secara internal dan eksternal. Secara internal, Sekber SPAB masing-masing bekerja sama lintas OPD dalam satu Provinsi. Hubungan Kerja sama mutualistik antar-OPD mencerminkan apa pun bentuknya bencana menjadi tanggung jawab bersama dalam menyelamatkan nyawa orang dan menjaga lingkungan tetap kondusif.

Secara eksternal, Sekber SPAB bisa bekerja sama lintas provinsi seperti dilakukan SPAB Provinsi Bali dan DIY. Kerja sama ini didasari atas kesamaan kepentingan (baca: kemanusiaan) walaupun ancaman bencana yang dihadapi bisa saja berbeda bentuknya. Namun, dampaknya sama bisa menghilangkan nyawa dan merusak lingkungan.

Oleh karena itulah, praktik baik yang telah dilakukan Sekber SPAB Yogyakarta dalam menangani bencana bisa diadaptasi, ditiru, dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan Bali. Untuk menggali praktik baik dari Sekber SPAB Yogyakarta, kedua Sekber dikelompokkan secara berbaur menjadi dua: Kelompok Regulasi dan Kolaborasi Multipihak serta Kelompok Aplikasi Data Dampak dan Buku Modul Kontekstual.

Kelompok yang mendalami Regulasi dan Kolaborasi Multipihak mencoba merelasikan produk-produk hukum tentang kebencanaan untuk memperkuat Sekber SPAB yang kiranya dapat diadopsi Bali dari Provinsi DIY. Sebagaimana disaksikan rombongan Bali, Sekber SPAB Yogyakarta memiliki ruangan yang representatif dengan mubelair lengkap termasuk SOP-nya terpajang di dinding.

Kebijakan itu, setelah didalami, ternyata Penasihat Sekber SPAB Yogyakarta adalah Gubernurnya sendiri dan menggelontorkan dana ke Sekber SPAB  setiap tahun mencapai Rp 500 juta rupiah.

Keterlibatan Gubernur untuk memperkuat Sekber SPAB di Yogyakarta, tampak juga perlu direalisasikan oleh Gubernur Bali terpilih Wayan Koster bersama wakilnya I Nyoman Giri Prasta. Bagaimana pun kebijakan politik anggaran adalah langkah preventif yang cerdas dan humanis mengutamakan keselamatan bersama, tanpa diskriminasi apa pun pilihan politik mereka saat Pilkada.

Di Yogyakarta keperpihakan itu juga direspon oleh pihak sekolah yang dianggarkan melalui RKAS baik melalui BOS APBN maupun BOS Daerah. Kebijakan demikian, pantas juga ditiru oleh Satuan Pendidikan di Bali.

Sementara itu, Kelompok Aplikasi Data Dampak dan Buku Modul Kontekstual dengan diskusi alot, sepakat menggunnakan aplikasi kebencanaan terintegrasi dengan aplikasi yang sudah dimiliki sekolah, sehingga lebih simpel dan berdaya guna.

Di samping itu, kelompok ini juga berharap segera keluarnya Pergub Bali untuk memperkuat dan memberdayakan Sekber SPAB di level provinsi, kabupaten, sampai sekolah. Pergub itu diharapkan menjadi penguat bagi Permedikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan SPAB.

Selanjutnya, kelompok ini juga mengapresiasi Sekber SPAB Yogyakarta yang telah membuat modul ajar terintegrasi dengan mata pelajaran secara intrakurikuler dan kokurikuler, di samping melalui program ekstrakurikuler. Penguatan dan pemberdayaan SPAB di sekolah menjadi tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, tidak ada egosektoral dalam mengantisipasi datangnya bencana, yang tidak pernah kita tahu secara pasti.

Kesiagaan bersama menjadi kebutuhan bersama sebagaimana di Desa Donoharjo, Kabupaten Sleman, memiliki Satgas Desa Tangguh Bencana (Destana). Dengan kearifan lokal Bali, model ini bisa dikembangkan di Bali melalui Bantuan Keamana Desa Adat (Bankamda) yang sudah ada di desa adat di Bali bekerja sama dengan sekolah.

Begitulah obrolan antara Sekber SPAB Provinsi Bali dan DIY berlangsung gayeng, saling memperkuat dan saling menimba. Dalam pelaksanaan SPAB, harus disadari Bali banyak menimba dari sumur peradaban Yogyakarta dalam menangani bencana.

Yogyakarta yang berada di jalur alur Gunung Merapi dengan tembusan Pantai Parangtritis memang rawan bencana, begitu juga Bali dengan gugusan gunung aktif dan laut yang mengelilinginya juga rawan bencana. Mengenali tanda-tanda bencana sejak dini dan pengetahuan mitigasi bencana diharapkan dapat meminimalkan kerugian harta benda dan meminimalkan jatuhnya korban.

Sebagaimana diharapkan oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA Provinsi Bali, SPAB di Provinsi Bali telah menyasar 100 SMA, SMK, dan SLB pada Januari 2025, dari 348 sekolah di bawah binaan Pemerintah Provinsi Bali.

“Di bandingkan dengan SMA dan SMK, tingkat kerentanan dalam ber-SPAB lebih sulit di SLB walaupun jumlah mereka tidak banyak. Oleh karena itu, perlu penanganan ekstra hati-hati dan humanis oleh Tim SPAB di sekolah,” kata Kabid Pembinaan SMA Provinsi Bali, Ngurah Pasek Wira Kusuma, S.T., M.T.

Metode itu dipelajari di SLB ABCD Tunas Harapan Donoharjo Slemen Yogkarta pada hari ketiga kunjungan Study Tiru. Banyak hal yang bisa ditiru di sini dan ini menjadi tantangan bagi rombongan Bali yang berjumlah 18 orang.

Berguru ke-DIY dalam ber-SPAB tidak saja menyenangkan dengan praktik langsung di SLB, juga memperoleh keistimewaan-keistimewaan lain dan teladan dari sang pemimpin. Kadisdikpora DIY Suhirdiman, misalnya, sampai petang menemani rombongan Sekber SPAB Bali di Kantornya.

“Semoga nanti Sekber SPAB Yogyakarta bisa melaksanakan kunjungan balasan ke Bali, sekalian healing,” demikian sambutan penutup Ngurah Pasek Wira Kusuma diakhiri dengan berfoto bersama. Terima kasih Yogyakarta, suatu saat nanti kita kembali ke Yogyakarta.[T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Jaswanto

Heha Sky View, Taman Langitnya Yogyakarta
Berguru ke Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Yang Tercecer dari Borobudur dan Prambanan
Tags: BencanaDIYSekber SPAB BaliYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [9]: Mahasiswi yang Duduk di Pojok Kantin

Next Post

Moral Outrage & Social Contagion: Mental Lapar Pejabat Korup dan Eksodus Publik dari Pertamina

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Tat Twam Asi: Pelajaran Empati untuk Memahami Fenomenologi Depresi Manusia

Moral Outrage & Social Contagion: Mental Lapar Pejabat Korup dan Eksodus Publik dari Pertamina

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co