23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

I Made Prasetya Wiguna Mahayasa by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
in Esai
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

Wiguna Mahayasa

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 memicu respons keras berupa ancaman penutupan total Selat Hormuz. Jalur sempit selebar 33 kilometer ini mengalirkan sekitar 21 juta barel minyak setiap harinya, atau hampir 20 persen dari total konsumsi minyak dunia. Ketika Iran mengancam penutupan selat sebagai respons agresi militer, harga minyak mentah Brent langsung bergejolak di pasar internasional.

Bagi Indonesia yang mengimpor sekitar 13 hingga 14 persen dari total nilai impornya dalam bentuk migas, ini bukan sekadar berita internasional yang jauh. Meskipun per awal Maret 2026 harga BBM domestik belum naik drastis berkat cadangan strategis dan kebijakan stabilisasi pemerintah, para ekonom memperingatkan ini hanya masalah waktu. Ancaman terhadap Selat Hormuz telah mendorong biaya asuransi pengiriman tanker minyak melonjak dan memicu spekulasi di pasar energi internasional yang cepat atau lambat akan menghantam harga energi di dalam negeri.

Pertanyaan yang kini menggantung bukan lagi apakah harga BBM akan naik, tetapi seberapa tinggi dan siapa yang akan paling rentan ketika kenaikan itu terjadi.

Disabilitas dan Perhatian Khusus

Ketika berbicara dampak kenaikan harga transportasi, diskusi publik biasanya berfokus pada masyarakat umum yang memiliki berbagai alternatif seperti beralih ke transportasi umum, berbagi kendaraan, atau berjalan kaki untuk jarak dekat. Namun, untuk sebagian penyandang disabilitas, opsi alternatif ini masih terbatas aksesibilitasnya.

Bayangkan Pak Andi, seorang tukang pijat tunanetra di Jakarta Selatan. Setiap hari dia harus mengunjungi 3 hingga 4 pasien di rumah mereka dengan jarak tempuh bisa mencapai 30 kilometer sehari. Pak Andi tidak bisa mengendarai motor sendiri dan belum familiar dengan rute transportasi umum yang kompleks. Satu satunya pilihan praktis saat ini adalah ojek online. Dalam kondisi normal, biaya transportasi harian Pak Andi mencapai Rp 80.000 hingga Rp 100.000. Dari penghasilan harian sekitar Rp 300.000, hampir sepertiga habis hanya untuk mobilitas.

Ketika hujan deras, Pak Andi bahkan tidak bisa menggunakan ojek motor karena terlalu berisiko. Dia harus memesan mobil online yang tarifnya dua kali lipat lebih mahal. Jika tarif transportasi naik 30 persen akibat kenaikan BBM, biaya mobilitas Pak Andi bisa melonjak menjadi Rp 130.000 per hari. Margin penghasilannya yang sudah tipis akan semakin tergerus.

Atau ambil contoh Bu Sari, pengusaha kerajinan tangan pengguna kursi roda di Surabaya. Untuk membeli bahan baku di pasar atau mengantar pesanan ke pelanggan, Bu Sari membutuhkan mobil online yang bisa mengakomodasi kursi roda, dengan tarif minimal Rp 30.000 untuk jarak dekat. Dalam sebulan, Bu Sari bisa menghabiskan Rp 800.000 hingga Rp 1 juta hanya untuk transportasi, dari omset usaha yang hanya Rp 4 hingga 5 juta. Hampir 20 persen omsetnya untuk mobilitas. Jika tarif naik 30 persen, biaya transportasinya akan menembus Rp 1,3 juta per bulan, mengancam kelangsungan usahanya.

Capaian dan Tantangan Aksesibilitas Transportasi

Perlu diakui bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi bagi penyandang disabilitas. Jakarta telah memiliki MRT dan LRT dengan fasilitas lift, gate khusus selebar 90 sentimeter untuk kursi roda, pin prioritas untuk penumpang difabel, serta layanan digital assistant untuk membantu navigasi di stasiun. Transjakarta juga terus menambah armada bus ramah disabilitas. Beberapa kota besar lain seperti Surabaya, Bandung, dan Semarang mulai mengembangkan sistem Bus Rapid Transit dengan standar aksesibilitas yang lebih baik. Kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line juga telah dilengkapi fasilitas untuk penumpang disabilitas.

Namun, capaian ini belum merata ke seluruh wilayah Indonesia. Di banyak kota menengah dan kecil, infrastruktur transportasi umum yang aksesibel masih sangat terbatas. Bahkan di kota besar sekalipun, masih ada tantangan pada akses first mile dan last mile, yaitu perjalanan dari rumah ke stasiun atau halte dan dari stasiun ke tujuan akhir. Trotoar yang belum sepenuhnya aksesibel, informasi rute yang belum tersedia dalam format audio atau braille untuk tunanetra, serta ketersediaan armada aksesibel yang masih terbatas di jam jam tertentu menjadi kendala yang dihadapi sehari-hari.

Pak Joko dari Solo, misalnya, pernah mencoba menggunakan bus kota. Meski beberapa bus sudah dilengkapi ramp, tidak semua armada memilikinya. Ketika bus tanpa ramp datang, Pak Joko harus menunggu bus berikutnya yang belum tentu datang dalam waktu dekat. Ketidakpastian ini membuat transportasi umum menjadi kurang praktis untuk kebutuhan usaha yang memerlukan ketepatan waktu.

Dengan kondisi seperti ini, transportasi online saat ini menjadi pilihan yang paling praktis dan dapat diandalkan bagi banyak penyandang disabilitas untuk aktivitas produktif mereka. Ketika harga transportasi online melonjak akibat krisis energi, dampaknya akan sangat signifikan terhadap kemampuan mereka untuk tetap bekerja dan berusaha.

Dampak Berlapis yang Perlu Diantisipasi

Dampak kenaikan biaya transportasi tidak hanya pada aspek ekonomi. Ada dimensi psikososial yang perlu menjadi perhatian. Bagi banyak penyandang disabilitas, memiliki usaha atau pekerjaan adalah wujud kemandirian dan kontribusi nyata bagi keluarga dan masyarakat. Ketika usaha terancam karena biaya operasional yang meningkat tajam, bukan hanya penghasilan yang berkurang, tetapi juga kepercayaan diri yang telah dibangun dengan susah payah.

Mobilitas juga berkaitan dengan akses sosial dan pengembangan diri. Ketika biaya transportasi terlalu tinggi, penyandang disabilitas mungkin harus mengurangi frekuensi menghadiri pertemuan komunitas, pelatihan keterampilan, atau bertemu mitra bisnis. Hal ini dapat menghambat perkembangan usaha dan jaringan mereka.

Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat terhadap inklusi melalui ratifikasi Convention on the Rights of Persons with Disabilities dan pengesahan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Berbagai program pemberdayaan ekonomi untuk disabilitas juga telah diluncurkan oleh pemerintah pusat dan daerah. Namun, krisis eksternal seperti ancaman terhadap Selat Hormuz dapat mengancam capaian yang telah dibangun jika tidak ada mitigasi khusus untuk melindungi kelompok rentan.

Menghadapi potensi krisis ini, diperlukan respons yang melengkapi upaya yang sudah berjalan dengan intervensi tambahan yang spesifik.

Pertama, diplomasi internasional untuk de eskalasi konflik. Indonesia telah memiliki reputasi baik sebagai mediator di berbagai konflik internasional. Posisi sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, anggota G20, dan pemimpin ASEAN memberikan leverage diplomasi yang kuat. Kementerian Luar Negeri dapat memfasilitasi dialog multilateral dan mengusulkan koridor kemanusiaan energi melalui PBB, yang menjamin pasokan energi untuk kebutuhan dasar masyarakat sipil tidak terganggu oleh konflik geopolitik.

Kedua, kebijakan fiskal dengan perhatian khusus pada kelompok rentan. Pemerintah telah memiliki pengalaman dalam mengelola subsidi energi dan bantuan sosial. Jika penyesuaian harga BBM tidak dapat dihindari, program bantuan sosial yang sudah ada dapat diperkuat dengan komponen khusus untuk mendukung mobilitas penyandang disabilitas yang bekerja atau berusaha.

AWINDO mengusulkan program Voucher Mobilitas Inklusif sebagai tambahan dari skema bantuan yang sudah berjalan. Program ini berupa subsidi transportasi khusus melalui voucher digital yang terintegrasi dengan aplikasi transportasi online, memberikan potongan tarif untuk perjalanan terkait aktivitas produktif. Dengan target 100.000 penerima manfaat dan subsidi rata rata Rp 500.000 per bulan, total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 600 miliar per tahun, relatif kecil dibanding total subsidi energi namun berdampak signifikan untuk menjaga produktivitas kelompok disabilitas.

Model subsidi transportasi semacam ini sebenarnya sudah diterapkan di beberapa negara dan terbukti efektif. Australia melalui Passenger Transport Subsidy Scheme di Western Australia memberikan subsidi hingga 75 persen dari tarif taksi bagi penyandang disabilitas yang memenuhi syarat. Program ini menggantikan sistem voucher lama dan dikelola secara digital untuk memudahkan akses dan monitoring. Singapura juga memiliki Enabling Transport Subsidy yang mendukung warga negara dan penduduk tetap dengan disabilitas untuk menggunakan layanan transportasi khusus yang disediakan lembaga layanan sosial. Sejak Juli 2022, pemerintah Singapura bahkan meningkatkan subsidi dalam Voluntary Welfare Organisation Transport Subsidy Scheme untuk mengurangi beban biaya transportasi bagi penyandang disabilitas yang mengakses sekolah pendidikan khusus dan program berbasis komunitas.

Di Amerika Serikat, negara bagian Michigan pernah menjalankan program voucher transportasi untuk individu dengan disabilitas perkembangan dari 2005 hingga 2008. Evaluasi program menunjukkan 54 persen responden menyatakan kualitas hidup mereka membaik dengan adanya program voucher tersebut. Inggris juga menyediakan berbagai skema subsidi transportasi bagi penyandang disabilitas, termasuk bus pass gratis, Disabled Persons Railcard yang memberikan diskon hingga sepertiga dari tarif kereta api, serta skema konsesi yang dikelola pemerintah daerah.

Pengalaman negara negara tersebut menunjukkan bahwa subsidi transportasi yang terstruktur dan tepat sasaran bukan hanya membantu mobilitas fisik penyandang disabilitas, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup, partisipasi sosial, dan kemandirian ekonomi mereka. Indonesia dapat mengadaptasi praktik terbaik ini dengan menyesuaikan konteks lokal dan memanfaatkan infrastruktur digital yang sudah berkembang melalui platform transportasi online.

Ketiga, memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta. Beberapa platform transportasi online seperti Gojek dan Grab sebenarnya sudah memiliki program untuk pengguna disabilitas, misalnya GoCar Access untuk pengguna kursi roda. Namun, ketersediaannya masih terbatas di kota kota besar. Pemerintah dapat mendorong perluasan program ini ke lebih banyak wilayah melalui insentif atau kemitraan strategis. Platform juga dapat mengembangkan fitur aksesibilitas yang lebih baik dalam aplikasi mereka, seperti opsi komunikasi berbasis teks untuk pengguna tuli atau pelatihan khusus bagi driver.

Keempat, mempercepat pemerataan infrastruktur transportasi inklusif. Pemerintah telah membangun fondasi yang baik di beberapa kota besar. Momentum ini perlu dipercepat untuk menjangkau lebih banyak wilayah. Setiap proyek transportasi umum baru, baik yang dibiayai APBN maupun APBD, dapat mewajibkan standar aksesibilitas sejak tahap perencanaan. Perbaikan infrastruktur pendukung seperti trotoar di sekitar pusat kegiatan ekonomi juga perlu diprioritaskan agar akses first mile dan last mile menjadi lebih mudah.

Kelima, penguatan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. AWINDO dan organisasi disabilitas lainnya dapat berperan lebih aktif dalam mengembangkan model yang meningkatkan efisiensi, seperti sistem logistik bersama dimana beberapa pengusaha disabilitas di satu wilayah berbagi biaya transportasi. Pemerintah dapat mendukung inisiatif ini melalui fasilitasi atau pendampingan.

Mengubah Krisis Menjadi Momentum

Krisis adalah ujian sekaligus peluang. Ancaman terhadap Selat Hormuz mengingatkan kita bahwa kelompok rentan seperti penyandang disabilitas memerlukan perhatian khusus dalam setiap guncangan ekonomi. Namun, krisis ini juga bisa menjadi momentum untuk mempercepat agenda inklusi yang sudah berjalan.

Pemerintah telah menunjukkan komitmen dan membuat capaian penting dalam aksesibilitas transportasi. Yang diperlukan sekarang adalah mempercepat pemerataan capaian tersebut dan menambahkan jaring pengaman khusus untuk menghadapi situasi darurat seperti krisis energi global.

Ancaman terhadap Selat Hormuz mungkin terjadi ribuan kilometer jauhnya, tapi dampaknya bisa langsung dirasakan oleh Pak Andi yang menggantungkan hidup dari pijat, atau Bu Sari yang berjuang mandiri lewat kerajinan tangan. Dengan respons yang tepat dan kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil, kita dapat melindungi kelompok rentan dari dampak terburuk sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia yang lebih inklusif. Saatnya kita tidak hanya bicara tentang inklusi, tapi memperkuat dan mempercepat upaya yang sudah ada dengan kebijakan konkret yang memastikan tidak ada warga negara yang tertinggal, termasuk di tengah badai krisis global. [T]

Penulis: I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
Editor: Adnyana Ole

Tags: disabelitastransportasitransportasi publik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Next Post

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

I Made Prasetya Wiguna Mahayasa

I Made Prasetya Wiguna Mahayasa

I Made Prasetya Wiguna Mahayasa, S.Pd., M.M, biasa dipanggil Wiguna. Ia adalah pengusaha tunanetra tuli (deafblind) asal Denpasar, Bali. Selain sebagai pengusaha, ia juga aktif memperjuangkan isu-isu tentang wirausaha disabilitas dan isu terkait tunanetra tuli di Indonesia.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co