23 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dewi Sri dan Spirit Kemerdekaan dalam Pameran Seni Rupa di Undiksha Singaraja

Son Lomri by Son Lomri
August 15, 2024
in Ulas Rupa
Dewi Sri dan Spirit Kemerdekaan dalam Pameran Seni Rupa di Undiksha Singaraja

Lukisan Sri Devi karya Wayan Sudiarta

DI sebuah tembok, di ruang pameran itu, ada satu lukisan terpasang dengan begitu anggun, dengan gambar yang menarik perhatian. Lukisan itu berukuran 130 cm x 200 cm. Judulnya, “Sri Devi”.

Sri Devi, atau Dewi Sri, adalah dewi yang berhubungan dengan padi, dan secara luas berhubungan dengan dunia pertanian. Sehingga dari lukisan itu, pikiran jadi mengembara ke berbagai perasaan tentang dunia tani: Dewi Sri dengan citraan yang cantik, juga alih fungsi lahan, pestisida, gagal panen, harga gabah murah dan petani makin langka.

Kecantikan seorang dewi, dan keprihatinan yang bertubi-tubi, adalah paradoks dalam kehidupan kita kini.

Barangkali paradoks semacam itulah yang ingin ditampilkan dalam Pameran Seni Rupa yang dilakukan dosen dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Seni Rupa di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dan perupa lainnya, di ruang pameran Galerry Paduraksa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha, yang dibuka 12 Agustus dan akan berakhir 30 Agustus 2024.

Pameran seni rupa di Undiksha Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Pameran dengan tema “First Action” itu dibuka Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd. dalam suasana yang hangat. Memasuki perayaan bulan kemerdekaan, kata Lasmawan, kegairahan itu terasa menyala juga di ruang kecil Galerry Paduraksa ini.

Pameran ini, lanjut Lasmawan, adalah satu gerakan di bulan Agustus yang dilakukan para civitas akademika dalam mengimplementasikan nilai-nilai patriotisme baru untuk bangsa ini.

“Kami percaya bahwa seluruh civitas akademik Prodi Seni Rupa dan seluruh jejaringnya di medan seni akan terus bersinergi mengimplementasikan nilai-nilai patriotisme baru untuk untuk Indonesia maju,” kata Lasmawan.

Lasmawan mengatakan, ia menyambut sangat baik dan penuh semangat pergelaran pameran seni rupa ysng diberi tema ”FIRST ACTION” ini.

“Karena dari tema yang ditetapkan tersirat kesan makna bahwa ini adalah langkah permulaan untuk memulai menempuh serangkain agenda agenda sistematis untuk mencapai tujuan-tujuan besar di masa akan datang pada bidang seni rupa baik di ranah kependidikan maupun ranah kreatifitas penciptaan dan produksi karya seni rupa yang disemangati oleh jiwa entrepreneurship,“ ucap Lasmawan.

Pameran itu diisi oleh 39 peserta yang diantaranya adalah dosen dan alumni. I Wayan Sudiarta, Dewa Agung Mandala Utama, Dayu Sartika B, Putu Dudik Ariawan, Gede Sarantika, I Ketut Andi Palwika, I Nyoman Suta Kadik Purtama, I Wayan Juni Antara, I Made Kartiyoga, Dewa Made Johana, I Nyoman Arisana, Nyoman Wijaya, A. A Istri Ratih Aptiwidyari, I Kadek Septa Adi, Tri Akta Bagus Prasetya, I Putu Yoga Satyadhi Mahardika, dan Vincent Chandra.

Kemudian ada I Wayan Trisnayana, I Made Sutarjaya, Putra Wali Aco, I Nyoman (Poleng) Rediasa, Gusti Nyoman Widnyana, I Putu Suhartawan, Made Astangga Wahyu, I Made Santika (Omo), Hardiman, I Gusti Ngurah Sura Ardana, I Ketut Supir, I Ketut Sudita, I Nyoman Sila, Joning, Luh Suartini, I Made Jendra, Kadek Darma Negara, Satya Pradana, Gegeut Pangestu, dan I Made Satya Hariwirma turut serta memamerkan karyanya.

Nama-nama itu merupakan para seniman yang banyak melakukan pameran baik di Bali maupun di luar Bali. Salah satunya adalah seniman dan dosen I Wayan Sudiarta. Lukisan Sri Devi itu adalah karya Wayan Sudiarta.

Sudiarta dan lukisan Sri Devi | Foto: tatkala.co/Son

Sudiarta adalah dosen yang lahir di Peliatan, 23 April 1969. Sejak 1990 sampai sekarang masih aktif menjadi peserta pameran bersama di Bali dan luar Bali. Seperti di Museum Negeri NTB, di Kampus Undiksha dan beberapa hotel di kawasan Lovina Singaraja, di beberapa gallery dan museum seni di Ubud, gallery di Denpasar. Beberapa kali ia ikut pameran di arena Pesta Kesenian Bali di Denpasar.

Lukisan Sri Devi dibuatnya tahun sekarang, 2024.  Dengan teknik impasto. Lulusan ISI Denpasar itu hendak menyampaikan sesuatu melalui caranya menyapukan cat pasta tebal pada kanvas dengan menggunakan pisau palet. Teknik ini membentuk garis atau bidang yang lebih tebal. Teknik tersebut agaknya lebih ekspresif sebagaimana Vincent Van Gogh menciptakan cahaya begitu dalam, dan lingkaran yang terkesan bergerak pada lukisannya yang berjudul The Stary Night.

Tentu, pada goresannya yang tampak nyata pada lukisan Devi Sri milik Sudiarta itu, juga memiliki kesan kuat secara gambar dan karakter terutama pada garis dan pola. Pemilihan warna emas yang lebih dominan misalnya, sebagaimana padi menguning emas—padi di lukisannya juga tampak bergelombang, menari, dan menarik untuk didekati untuk dilihat. Juga warna lain pada aksesoris pakaian tubuh Dewi Sri, menjadikan lukisannya tampak realis jika ditinjau dari kejauhan, dan jika dekat, tak bisa diduga jika warna itu menggurat—menonjol selain nyata dipandang juga cenderung abstrak. Sangat terasa jika Sudiarta melukis dengan penuh ekspresi saat menarikan pisau paletnya di kanvas.

Mengapa Dewi Sri?

“Tentang Dewi Sri. Lebih kepada dewi kemakmuran, makanya di lukisan ini terdapat ikonik seperti padi yang menguning emas, atau dengan pertanian. Saya kira, kenapa saya melukis seperti ini sekarang, karena saya berharap, melalui lukisan orang kembali merasakan optimisme. Karena sumber-sumber kesedihan, sumber kekhawatiran terlalu banyak, baik di dunia nyata maupun di dunia maya semacam media sosial yang sekarang lebih banyak dikonsumsi,” jelas Sudiarta yang sekaligus menjadi koordinator dalam pameran itu.

Dalam hal lukisan, memang ia lebih banyak menggambar hal-hal tradisional. Pada lukisannya berjudul “Perselisihan Antar Saudara” tahun 2017 misalnya. Dengan tema yang sama “tradisional”, ia juga melukis menggunakan teknik impasto.

Lukisan karya Ketut Supir | Foto: tatkala.co/Son

Di pameran ini, tak hanya Sudiarta dengan teknik impasto dalam melukis, Hardiman dengan lukisannya berjudul “Jalak Bali” yang dibuatnya di sela-sela covid tahun 2020 itu juga menggunakan teknik yang sama yaitu impasto. Selebihnya saya tak tahu apakah ia menggunakan teknik yang lain sebab  pada lukisannya tampak lebih menonjol pewarnaannya terutama pada garis bidang dan polanya, melebihi milik Sudiarta.

Menyusul “Kilin dan Kawannya” lukisan tahun 2020 milik I Ketut Supir juga menggunakan pisau palet dalam impasto, tentu dengan polesannya agak tipis dari Hardiman.

Tapi barangkali nilai apa yang hendak disampaikan oleh ketiga pelukis itu berbeda. Pada lukisan Sudiarta misalnya, setelah berbincang tak lama di pameran itu, ia menjelaskan sedikitnya bahwa teknik impasto yang ia gunakan memberikannya semacam spirit saat mengerjakannya, saat membuat simbol-simbol dalam lukisan. Karena ia memoleskan begitu penuh emosional atas apa yang hendak ia imajinasikan, diekspresikan.

Lukisan karya Hardiman | Foto: tatkala.co/Son

Dan barangkali, apa yang telah Sudiarta katakan bahwa lukisan Dewi Sri dilatarbelakangi juga oleh pikiran tentang bangsa ini yang sudah terlalu banyak diisi kecemasan, kebencian, kemunduran—yang disimbolkannya pada tikus atau jro ketut di samping Dewi Sri yang sedang memberi berkat.

Sehingga apalagi yang membuatnya ingin lebih bergairah selain memupuk percaya diri tentang hal-hal positif kepada diri sendiri dan tentunya orang-orang di sekitarnya. Untuk mengisi kemerdekaan dengan optimisme itu, barangkali juga tak hanya di bulan kemerdekaan—tetapi juga seterusnya selama manusia masih bergerak. Selama negeri ini merdeka. [T]

Editor: Adnyana Ole

Tulang, Tubuh, dan Puisi dalam Ruang-Waktu | Dari Pameran Seni Instalasi Sampi Duwe di Desa Tambakan
Sisa-Sisa yang Menjadi Rupa : Catatan Pameran Tunggal Sidzia Madvox di Warung Kota, Kota Mataram
Hardiman; Sekali Lagi, Jalak Bali
Tags: Pameran Seni RupaSeni RupaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenal “Body Massage” dan Manfaat untuk Kesehatan

Next Post

Menikmati Sensasi Baru Menu “Uraban Nyawan” atau “Lawar Lebah” di Desa Tambakan-Buleleng

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

by Agung Bawantara
March 23, 2026
0
Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Di tengah hiruk-pikuk malam pengerupukan, sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1948, ketika ogoh-ogoh diarak dalam gegap gempita, sosok...

Read moreDetails

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

by Agung Bawantara
March 17, 2026
0
Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Karya ogoh-ogoh berjudul “Tugu Mayang” dari ST. Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Ubud, Gianyar, menguatkan sebuah kecenderungan estetika yang...

Read moreDetails

Gerabah dan Manusia yang Berubah

by Mas Ruscitadewi
March 7, 2026
0
Gerabah dan Manusia yang Berubah

Dalam pameran Bali Bhuwana Rupa oleh ISI Denpasar di ARMA Museum Ubud, yang bertajuk ' Adhi Jnana Astam (Mastery-Mind-Marvel), banyak...

Read moreDetails

SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

by Hartanto
February 24, 2026
0
SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

BENCANA banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat dan beberapa daerah di Indonesia – menurut saya, bukanlah sekedar bencana...

Read moreDetails

Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

by Agung Bawantara
February 22, 2026
0
Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

OGOH-OGOH Kalabendu karya Sekaa Teruna (ST) Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu, Kuta Selatan, menempatkan figur bhutakala bertangan enam sebagai pusat komposisi....

Read moreDetails

Rush to Paradise: Tumbal Menuju “Surga”

by I Wayan Westa
February 22, 2026
0
Rush to Paradise: Tumbal Menuju “Surga”

INI mobil kayu, mirip Ferrari, kendaraan tercepat di lintas darat. Dipajang di Labyrinth Art  Galleri Nuanu, Tabanan. Di ruang pameran...

Read moreDetails

Ombak, Ingatan, dan Pantai yang Dipertaruhkan — Catatan dari Pameran ‘Magic in The Waves’ Made Bagus Irawan

by Agung Bawantara
February 19, 2026
0
Ombak, Ingatan, dan Pantai yang Dipertaruhkan — Catatan dari Pameran ‘Magic in The Waves’ Made Bagus Irawan

Pameran Foto MAGIC IN THE WAVEFotografer : Made Bagus IrawanKurator : Ni Komang ErvianiProduser : Rofiqi HasanPameran. : 18 –...

Read moreDetails
Next Post
Menikmati Sensasi Baru Menu “Uraban Nyawan” atau “Lawar Lebah” di Desa Tambakan-Buleleng

Menikmati Sensasi Baru Menu “Uraban Nyawan” atau “Lawar Lebah” di Desa Tambakan-Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co