24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mimpi-mimpi Dewi Sri | Cerpen Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
June 16, 2024
in Cerpen
Mimpi-mimpi Dewi Sri | Cerpen Mas Ruscitadewi

Ilustrasi tatkala.co

DEWI Sri atau sering juga disebut Bhatari Sri, Sanghyang Sri adalah sakti dari Dewa Wisnu atau Bhatara Wisnu, Sanghyang Wisnu.

Umat Hindu percaya Dewa Wisnu dan dan saktinya merupakan salah satu manifestasi Tuhan dalam fungsinya sebagai pelihara, penjaga, dan pelindungi dunia.

Sebutan Dewa/Dewi bermakna sinar atau cahaya  sedangkan sebutan Bhatara/Bhatari bermakna perbuatan sedangkan Sanghyang bermakna esensi/suksma. Kalau disamakan dengan seorang manusia, maka Dewi  Sri adalah cahaya antah karana sarira, tubuh penyebab, Bhatari Sri adalah Stula Sarira, tubuh fisik, dan Sanghyang Sri adalah Suksma Sarira, tubuh nafas.

Pada saat Dewi Uma ditugaskan turun ke dunia, sebagai orang bhuta dan suaminya Dewa Iswara ditugaskan turun sebagai gajah, maka konon kahyangan menjadi gempar. Para Dewa banyak yang tak setuju untuk turun ke bumi menitis menjadi manusia biasa.

Diantara para Dewa dan Dewi disertai para Apsara-Apsari yang ikut turun ke bumi adalah Dewa Wisnu, tapi sayangnya selama berada di bumi Dewa Wisnu tak bisa melaksanakan tugasnya sebagai penjaga, pelindung dan pemelihara bumi, karena saktinya Dewi Sri diturunkan ke bumi dalam kondisi tidur. Ya Dewi Sri, yang bermakna cemerlang, bersih itu telah lama tertidur, jiwa raga dan pikirannya dipenuhi oleh mimpi-mimpi.

“Mahadewa memang aneh, selalu tak terduga dan penuh kejutan, ” desir lembut Dewa Wisnu dari bibirnya yang selalu mengungging senyum itu.

Walaupun nyaris merasa dirinya sebagai pengangguran Dewa Wisnu tak kehabisan akal. Agar bisa menjalankan peran sebagai penjaga, pemelihara  pelindung bumi, Dewa Wisnu bekerja sebagai petani. Berbagai macam tananam ditanamnya.

Saat menanam Padi dan melihat bulir-bulir pada yang berma, Dewa Wisnu ingat jadi ingat pada saktinya Dewi Sri, yang juga disebut sebagai Dewi Padi. Bulir-bulir padi itu terlihat seperti kelopak bola mata Dewi Sri yang terpejam. Pada saat-saat seperti itu Dewa Wisnu hadir dalam mimpi Dewi Sri sebagai anak petani yang memandikan kerbau, duduk di atas punggungnya sambil meniup seruling yang mengungkap kerinduan hatinya.

Suara seruling yang mendayu-dayu justru membuat Dewi Sri semakin masuk ke dalam mimpi-mimpinya.

“Batang-batang padi itu terkecap manis. Padi-padi yang menguning seperti emas, dan teriakan para pengusir burung, seperti panggilan sorga yang sangat jauh, ” Dewi Sri terharu, dua titik air bening menetes dari kedua sudut matanya.

“Sttt junjungan kita akan segera terbangun,  jangan berisik, ” bisik-bisik Apsara-Apsari penjaga.

“Tanah tanpa air, tak bisa menumbuhkan pohon-pohon. Air tak dialirkan tergenang, tempat bersarang bakteri penyakit. Air tanpa dijaga, dikelola, akan diperebutkan, mendatangkan perselisihan, keributan, ” Dewa Wisnu  petani tercenung. Mengajak para petani berkumpul, berdiskusi, mencari solusi.

“Biasanya saya menanam padi perlu waktu tiga hari. Sekarang dibantu dua orang, menanam padi bisa sehari,” ucap seorang petani.

“Kalau dibantu 5 orang, setengah bisa selesai, ” tambah yang lain.

“Membangun rumah juga jadi cepat karena dibantu banyak orang. Pasti seru jika kita bisa selalu bersama, ‘”  yang lain menyimpulkan.

Para petani membuat perkumpulan, membagi air dengan adil, mengatur jenis tananam sesuai musim.

Bekerja bersama, dengan gembira, sambil menyanyi, menari atau membuat cerita lucu. Para istri petani tak mau kalah, berlomba membuat makanan enak, aneka kue, berbagai jenis anyaman juga tenunan. Dewa Wisnu, petani bersemangat memberi insprirasi, Apsara-Apsari membantu mengajarkan  seni, teknologi, dan strategi.

Dewi Sri masih bermimpi, dua sejoli, suami istri, dipuja-puji, dibuatkan cili.

Di Bali, sorga diturunkan ke bumi. Dewi Sri dibuatkan candi, diperbesar karena sumbangan politisi, dengan upacara berbiaya tinggi, seolah anugrah bisa dibeli, lupa karma menanti, tanpa terkecuali.

Dewi Sri gelisah, mimpi sorga dalam kobaran api. Musuh pikiran yang tak bertepi, semakin menjadi-jadi. Beritual untuk agar dianggap paling berpunya, paling benar, paling suci, paling mulia, paling baik, paling berjasa, dan paling alami. Menipu diri,  membohongi nurani demi gengsi.

Tubuh Dewi Sri makin beku  serupa Gunung Emas tinggi berkilau hanya membuat silau.

Apsara-Apsari panik manggil-manggil Dewa Wisnu, memujanya.

Tapi Dewi Sri tertidur lagi

tanpa mimpi. Berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, hampir seribu tahun.

Hampir seribu tahun di bumi, Dewa Wisnu juga hampir melupakan tujuannya ke Bumi. Sebagai manusia bumi biasa, Dewa Wisnu hampir melupakan hakekatnya yang sejati, sebagai Dewa, Bhatara dan Sanghyang, Dewa Wisnu juga lupa bahwa tanpa Dewi Sri sebagai tubuh fisik, Kedewaan dan Kebhataraan Wisnu tidak akan terlihat.

Mahadewa tersenyum di angkasa, Dewa Wisnu tersadar akan kemahadewaan yang ada pada dirinya. Saatnya dia meniupkan nafas pada Dewi Sri, tubuh emas berkilau yang lama tertidur.

Sangkakala bergema, Dewi Sri terbangun dari tidur panjangnya. Saatnya Dewa Sri Sedana, kembali memutar kala cakra. [T]

[][][]

BACA cerpen-cerpen lain

Keris | Cerpen Mas Ruscitadewi
Luh Jalir | Cerpen Mas Ruscitadewi
Bom dan Bapak | Cerpen Surya Gemilang
Lelaki Tua Bersama Bunga-Bunga | Cerpen IBW Widiasa Keniten
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Transisi PAUD ke SD Apakah Sudah Menyenangkan?

Next Post

Pelembagaan dan Pembudayaan Bahasa Bali

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
April 12, 2026
0
Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

PAGI baru menjelang, cahaya lembutnya merayap di balik pepohonan. Kadek Arya siap-siap berangkat mengajar ke sekolah. Tamat di Fakultas Sastra...

Read moreDetails

Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

by Polanco S. Achri
April 11, 2026
0
Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

buat A.Hayya, Pak Saeful, dan Teater AwalGarut, juga seorang perempuan I. Ibu memandang jauh; sepasang matanya menggambarkan suatu yang tak...

Read moreDetails

Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
April 10, 2026
0
Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

- Katakan dia akan hidup lagi! - Dia sudah mati! - Dia akan hidup! Bangunkan dia. - Jangan, jangan, dia...

Read moreDetails

Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

by I Nyoman Sutarjana
April 5, 2026
0
Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

ASTRA menarik tangan ibunya, yang sedang jongkok. Sampah plastik yang dikumpulkan ibunya ia sisihkan. Ibu melepas cengkraman tangan Astra berusaha...

Read moreDetails

Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
April 4, 2026
0
Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

SETIAP tahun, orang-orang kota mendadak berubah menjadi makhluk spiritual. Mereka yang biasanya mengeluh soal panas, debu, tetangga berisik, dan harga...

Read moreDetails

Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

by Gede Aries Pidrawan
March 28, 2026
0
Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

LUH Sunari merasa tubuhnya berat. Semua yang tampak di sekelilingnya hitam. Pekat. Saat itulah sebuah bayang mendekat. Bayangan itu begitu...

Read moreDetails

Aku Tak Bisa Menulis Cerpen  |  Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
March 27, 2026
0
Aku Tak Bisa Menulis Cerpen  |  Cerpen Dede Putra Wiguna

AKU menatap layar laptop yang kosong. Luas, sunyi, dan membuat kepala terasa berdenyut. Kursor berkedip di pojok kiri atas dokumen,...

Read moreDetails

Umpan | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
March 22, 2026
0
Umpan | Cerpen Putri Harya

Aku tidak merasa melanggar norma. Aku juga tidak sedang melakukan dosa. Aku hanya mengusahakan takdirku dengan meniru apa yang sering...

Read moreDetails

Lebaran Tahun Ini | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
March 21, 2026
0
Lebaran Tahun Ini | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

DI kepalaku masih terngiang-ngiang oleh frasa nomina sayur bening dan lele goreng yang keluar dari mulut Darmuji. Sepertinya, itu merupakan...

Read moreDetails

Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
March 15, 2026
0
Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di ujung timur Jawa, ada sebuah kota kecil bernama Karengan, tempat yang seperti berhenti pada usia tuanya. Jalanan sempit berlapis...

Read moreDetails
Next Post
Pelembagaan dan Pembudayaan Bahasa Bali

Pelembagaan dan Pembudayaan Bahasa Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co