22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Indikator Utama Kompetensi Pemimpin Bali — Pokok-pokok Pikiran I Gusti Putu Artha

I Gusti Putu Artha by I Gusti Putu Artha
April 18, 2024
in Opini
Indikator Utama Kompetensi Pemimpin Bali — Pokok-pokok Pikiran I Gusti Putu Artha

I Gusti Putu Artha | Foto: tangkap layar dari youtube jeg bali

KEGIATAN kepemiluan termasuk Pilkada Gubenur, Bupati dan Walikota pada hakikatnya ditujukan untuk memilih para wakil rakyat yang diberi mandat rakyat (setempat) untuk mengelola segenap sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan rakyat secara periodik tiap lima tahun sekali.

Jadi, titik tekannya adalah : memilih para wakil rakyat yang berkompeten dalam mengelola sumber daya guna pencapaian kesejahteraan rakyat secara bertahap tiap lima tahun sekali.

Oleh karena itu, menjadi penting bagi partai politik dan kita semua, memastikan mereka yang potensial akan dinominasikan menjadi wakil rakyat dalam memimpin sebuah provinsi, kabupaten dan kota, memiliki wawasan dan kompetensi dalam mengelola dan menterjemahkan sumber daya lokal yang diubah menjadi program kerja kongkret untuk penyelesaian persoalan lokal guna pencapaian tujuan kesejahteraan rakyat. Bukan sekadar popularitas, elektabilitas apalagi cuma sekadar isi tas, padahal tokoh tersebut tak memiliki wawasan dan konsep memecahkan persoalan daerahnya.

Bagi saya proses seleksi yang sedang berlangsung saat ini, sebelum dipinang parpol untuk diusung, mesti mampu mengelaborasi isi kepala si calon apakah mampu menjadi pemecah masalah problem di daerahnya, bukan malah menjadi sumber masalah baru. Bagi saya, indikatornya sebetulnya relatif sederhana. Cukup dengan menjawab pertanyaan di bawah ini dalam konsep dan gagasannya.

Pertama, bagaimana proses kreatif calon pemimpin dalam peningkatan pendapatan asli daerah dan pendapat lainnya, agar penyelesaian masalah Pembangunan di wilayah itu tersedia anggaran yang cukup. Harus ada target terukur peningkatan PAD selama lima tahun.

Kedua, bagaimana skala prioritas dan komposisi pemanfaatan anggaran daerah yang tercantum dalam APBD. Skala prioritas penggunaan anggaran akan terbaca dalam skala penyelesaian persoalan pembangunan  di daerah itu.

Terhadap dua indikator ini, kepemimpinan Mangku Pastika selama 10 tahun bisa menjadi teladan. Saat 2008, PAD Bali hanya Rp 1 trilyun, lalu setelah 10 tahun (2018) naik tajam menjadi Rp 3,7 trilyun. Artinya selama 10 tahun Mangku Pastika berhasil melipatgandakan PAD sebesar 370 persen atau 37 persen per tahun. APBD Bali tahun 2008 hanya Rp 1,6 trilyun, dan 2018 menjadi Rp 6.3 trilyun (naik hampir 400 persen).

Lantas alokasi anggaran yang besar itu, digunakan untuk memecahkan persoalan nyata Masyarakat di bidang Kesehatan, pendidikan, pertanian dan adat budaya. Program pro rakyat semacam JKBM, Simantri, Pembangunan SMA Bali Mandara adalah salah sedikit program pro rakyat. Yang saya mau tegaskan: duit rakyat itu digelontorkan ke bawah untuk menyelaikan masalah real rakyat, bukan dihambur-hamburkan untuk bansos sana sini.

Oleh karena itu, menjadi penting saat ini mengevaluasi semua bupati atau walikota di Bali yang akan maju lagi jika dia petahana, atau orang per orang yang ingin jadi bupati jika tak ada petahana. Apa konsepnya secara terukur soal proses kreatif peningkatan PAD dan APBD. Lalu, diproyeksikan untuk apa anggaran itu per tahun anggaran. Jika calon itu tak bisa menyampaikan secara terukur potensi keuangan daerah ini, dapat dipastikan ia tak paham ruang lingkup masalah, kewenangan dan skala prioritas program yang akan dibuat.

Saat ini kita semua terjebak pada pragmatisme sangat parah dalam hajatan politik. Konsep, gagasan, ide kreatif dan integritas calon kalah dengan ‘’isi tas’’ kandidat (celakanya krama Ikhlas dibohongi bahwa isi tas calon dalam bentuk tebaran bansos sana-sini sebetulnya : uang negara yang dihamburkan tidak produktif). Kita terjebak pada pengelompokan atas nama calon partai politik dan soroh.

Oleh karena itu, kita semua yang peduli terhadap masa depan Bali serta Buleleng khususnya, harus terus menggiatkan acara semacam ini secara lebih spesifik dan dipublikasikan meluas di media sosial. Ini memang kerja luar biasa untuk mengubah perilaku pemilih.

Namun pembiaran situasi semacam itu tanpa kepedulian para kelompok kritis, akademisi dan intelektual, sama saja membiarkan orang sakit tak bisa berobat, orang miskin tak bisa makan, orang pintar tak bisa sekolah dan orang sakit terancam meninggal. Betapa jahatnya kita yang diberi kecerdasan, hanya untuk peduli saja harus berhitung. Karena sejatinya: hakikat intelektualitas adalah sebuah tanggung jawab sosial, bukan hura-hura apalagi menjadi pelacur. [T]

Tarung Caleg Berdarah Bali di Luar Kandang
Membaca Masa Depan Koster
Tokoh-tokoh Buleleng Bertemu, Apa yang Mereka Bicarakan?
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata
Tags: Made Mangku Pastikapemimpin baliPilkada BaliPolitikpolitik bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Next Post

Kukuhkan 7 Profesor Baru, Undiksha Kini Punya 83 Profesor, Kurang 17 Lagi untuk Target 100

I Gusti Putu Artha

I Gusti Putu Artha

Konsultan politik, pernah menjadi anggota KPU Provinsi Bali dan anggota KPU Republik Indonesia

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Kukuhkan 7 Profesor Baru, Undiksha Kini Punya 83 Profesor, Kurang 17 Lagi untuk Target 100

Kukuhkan 7 Profesor Baru, Undiksha Kini Punya 83 Profesor, Kurang 17 Lagi untuk Target 100

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co