24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tarung Caleg Berdarah Bali di Luar Kandang

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
February 27, 2024
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

HARI pencoblosan sudah berlalu. Rabu, 14 Februari 2024, rakyat Indonesia yang memiliki hak pilih telah menggunakan hak pilihnya di bilik suara. Kini, proses penghitungan suara masih berlangsung di tingkat kecamatan atau Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Seperti biasa, hasil hitung cepat menjadi bahan perbincangan utama bagi sebagian besar kelompok masyarakat. Sebagian lainnya, tetap menjalankan rutinitas seperti biasa.

Selama proses pencoblosan pada 14 Februari lalu—dari pukul 07.00 hingga 13.00—banyak kelompok peduli kepemiluan yang disebut “pemantau pemilu” melakukan pemantauan.

Pemantau pemilu memiliki peran dalam memantau jalannya seluruh tahapan pemilu, tidak hanya dari sisi penyelenggara, seperti KPU, Bawaslu, dan DKPP, pemantau juga memiliki ruang memantau pemerintah dan masyarakat.

Salah satu kelompok pemantau yang ikut melaksanakan kegiatan pemantauan pada hari pencoblosan adalah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI).

KMHDI sebagai Pemantau Pemilu

Setiap kelompok pemantau pemilu harus terakreditasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Apabila sudah terdaftar, setidaknya kelompok pemantau pemilu tersebut, akan dilibatkan dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu, baik di tingkat pusat hingga kabupaten/kota.

KMHDI terakreditasi oleh Bawaslu RI pada 12 Agustus 2022. Sejak saat itu KMHDI cukup aktif melakukan pemantauan di setiap tahapan, baik melakukan pemantauan secara langsung, ataupun pemantauan secara tidak langsung.

Khusus pada hari pencoblosan, KMHDI mengerahkan kurang lebih 220 orang pemantau di 22 provinsi, tempat di mana KMHDI eksis. Sejauh pemantauan yang dilakukan oleh KMHDI, dalam proses pencoblosan tidak ada hal-hal yang dipandang dapat menjadi indikasi dugaan pelanggaran yang harus dilaporkan ke Bawaslu.

Meski demikian, proses pemantauan tidak hanya dilakukan oleh KMHDI, sangat banyak kelompok pemantau pemilu yang juga mendapatkan temuan-temuan berbeda di lapangan. Tetapi, KMHDI tetap menyoroti beberapa hal yang sekiranya harus dievaluasi oleh penyelenggara dan pemerintah dalam rangka memperbaiki sistem kepemiluan di Indonesia.

Platform Sirekap, misalnya, menjadi sebuah aplikasi yang dapat memudahkan proses perekapan suara yang dapat dipantau langsung dari TPS. Aplikasi ini juga mendorong terjadinya transparansi sekaligus mencegah terjadinya praktek jual beli suara, karena masyarakat luas dapat langsung melihat dan mengawal perolehan suara dari calon-calon pemimpinnya.

Sayangnya, sampai detik ini aplikasi Sirekap masih menuai banyak permasalahan, khususnya beberapa waktu lalu, saat KPU memutuskan untuk menunda rekapitulasi suara di tingkat kecamatan karena ada permasalahan di aplikasi sirekap. Server yang sering kali down menjadi salah satu faktor penghambat kinerja jajaran KPU di lapangan.

Dalam pandangan penulis, sudah saatnya bagi penyelenggara dan pemerintah untuk memikirkan kembali desain kepemiluan di Indonesia. Dunia mengakui bahwa sistem kepemiluan di Indonesia adalah salah satu sistem yang paling rumit, kerumitan ini menjadi simpul-simpul munculnya permasalahan, seperti yang bisa kita lihat sampai hari ini.

Persoalan data pemilih, verifikasi peserta pemilu, distribusi logistik, proses penghitungan suara, hingga nanti pada sengketa pemilu selalu menjadi persoalan yang tak kunjung menemukan penyelesaian. Ditambah, pemilu seolah-olah menjadi mesin pembunuh yang selalu menelan korban jiwa.

Pada Pemilu 2019, sebanyak 894 petugas penyelenggara pemilu meninggal dunia, dan 5.175 petugas mengalami sakit. Sedangkan di Pemilu 2024, setidaknya terdapat 94 petugas penyelenggara pemilu meninggal dunia, dan 13.000 petugas lainnya tercatat sakit dari data yang dikumpulkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Apakah pemilu harus terus menelan korban jiwa?

Caleg Bali Tarung di Luar Kandang

Berbagai permasalahan yang muncul dalam proses panjang perjalanan Pemilu 2024 kali ini tidak membuat penulis lupa akan potensi-potensi putra-putri Bali yang berjuang di luar Bali.

Pada pemilu edisi kali ini, cukup banyak putra-putri Bali yang bertarung di luar “kandang”. Tidak sedikit juga yang meraih hasil manis dari perjuangannya. Misalnya Made Indrawan yang maju sebagai caleg DPRD Provinsi Sumatera Selatan melalui PDIP di dapil Sumatera Selatan III (Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir).

Terpantau melalui laman pemilu2024.kpu.go.id Made Indrawan berpotensi terpilih dengan raihan sementara sebesar 12.255 suara—suara nomor dua terbesar di internal partainya, dan PDIP pada dapil tersebut menempati perolehan suara terbanyak ketiga setelah Gerindra dan Demokrat.

Lampung menjadi wilayah dengan basis penduduk pemeluk agama Hindu terbanyak setelah Bali. Pada Pemilu 2019, Lampung telah berhasil meloloskan satu wakil rakyat Hindu berdarah Bali ke Senayan, ia adalah I Komang Koheri yang maju melalui PDIP.

Pemilu 2024 I Komang Koheri kembali maju menjadi caleg DPR-RI dapil Lampung II lewat PDIP. Koheri tidak sendiri, di dapil dan partai yang sama juga terdapat caleg DPR-RI yang beragama Hindu dan berdarah Bali, ia adalah I Ketut Suwendra dan Ida Ayu Gede Budasri.

Sebagai incumbent I Komang Koheri justru tampak terseok dengan perolehan sementara 22.651 suara, sedangkan I Ketut Suwendra menjadi pemilik suara terbanyak sementara di internal PDIP dengan perolehan 45.239 suara.

Berbeda dengan dua rekannya, Ida Ayu Gede Budasri tampak tak berdaya dengan perolehan 2.205 suara saja. Melihat realitas suara sementara, I Ketut Suwendra memiliki potensi besar untuk melenggang ke Senayan.

Selain di tingkatan RI, putra-putri Bali di Lampung juga punya potensi untuk duduk sebagai anggota legislatif di tingkat provinsi dan kabupaten. I Made Suarjaya caleg DPRD Provinsi dapil Lampung VII (Kabupaten Lampung Tengah) berhasil lolos sebagai Anggota DPRD Lampung untuk ketiga kalinya lewat Partai Gerindra.

Berdasarkan hasil pleno perhitungan suara di tingkat kecamatan, I Made Suarjaya yang pernah berproses di KMHDI ini berhasil meraup suara sekitar 16 ribu lebih suara.

Pada tingkat kabupaten pun, putra-putri Bali ada yang berhasil lolos sebagai anggota legislatif. Sebut saja I Gusti Putu Yuggo Arta Pratama—juga pernah berproses di KMHDI ini maju sebagai caleg DPRD Kabupaten Lampung Tengah dapil Lampung Tengah I lewat Partai Gerindra.

Sementara ia masih menjadi caleg dengan perolehan suara terbanyak di internal partainya dengan 3.168 suara. Potensi lolosnya besar karena Gerindra juga menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak ketiga di dapil ini. Dapil yang sama juga berpotensi meloloskan putera puteri berdarah Bali menjadi anggota legislatif.

I Wayan Dama yang maju dari PDIP sementara berhasil memperoleh 4.369 suara—jadi suara terbanyak di partainya. Pande Putu Agustin yang maju melalui Partai Nasdem yang sementara berhasil meraup suara 2.267 suara—jadi suara terbanyak di partainya.

Setelah Lampung, penulis bergeser untuk membahas konstelasi di Sulawesi Tengah. Provinsi ini juga memiliki penduduk pemeluk Hindu dan berdarah Bali dengan jumlah yang cukup banyak. Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah transmigrasi warga Bali pada masa kepemimpinan Suharto.

Pada pemilu edisi kali ini, Sulawesi Tengah menjadi “battle ground” dari tiga putera Bali yang memperebutkan kursi di Senayan. Mereka adalah I Gusti Putu Artha yang maju melalui Partai Nasdem, I Wayan Supadiyasa yang maju melalui Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), dan I Kadek Arimbawa melalui Partai Hanura.

Mengingat, salah satu syarat penting melenggang ke Senayan adalah Parliamentary Threshold, maka satu-satunya yang berpotensi melenggang sebagai Anggota DPR-RI adalah I Gusti Putu Artha—Nasdem menjadi salah satu dari delapan partai yang diprediksi lolos berdasarkan Litbang Kompas.

Meski secara partai I Gusti Putu Artha adalah yang paling potensial lolos, tetapi kemungkinan untuk lolos baginya sangatlah kecil. Sementara, I Gusti Putu Artha baru mengumpilan 8.792 suara—suara terbanyak keempat di internal partainya.

I Kadek Arimbawa atau lebih akrab disapa Lolak saat ini merupakan Ketua DPD Hanura Bali atas penugasan partai, dirinya terbang ke Sulawesi Tengah untuk nyaleg. Untuk sementara Lolak berhasil mengumpulkan 7.541 suara—jadi suara caleg terbanyak di internal partainya.

Sedikit berbeda dengan dua caleg sebelumnya yang merupakan putera Bali yang lahir dan besar di Bali, I Wayan Supadiyasa adalah putera Bali yang memang sejak lahir hingga tumbuh besar berada di Sulawesi Tengah, tepatnya di Kabupaten Banggai.

Sebelum menjadi Ketua Pimda PKN Sulawesi Tengah, Supadiyasa yang juga pernah aktif di KMHDI ini pernah menjadi Anggota DPRD Kabupaten Banggai melalui Partai Hanura, bahkan menjadi Ketua DPC Hanura Banggai.

Pada pemilu edisi kali ini, Supadiyasa memilih untuk membuat loncatan besar dan maju sebagai caleg DPR-RI. Namun mengingat PKN yang secara nasional hanya memperoleh suara sekitar 0,23 persen, maka tertutup pula peluang Supadiyasa untuk lolos ke Senayan.

Sebenarnya masih banyak daerah yang telah melahirkan anggota legislatif, seperti I Made Riandiana Kartika dari PDIP yang saat ini duduk sebagai Ketua DPRD Kota Malang. Selanjutnya I Gde Wiska yang kini duduk sebagai Anggota DPRD Kota Mataram—bahkan di kota ini terdapat 11 putra-putri berdarah Bali yang duduk sebagai anggota legislatif, dua di antaranya duduk sebagai Wakil Ketua DPRD.

Hadirnya putra-putri Bali mewarnai konstelasi politik di luar Bali tentu menjadi kabar baik yang harus disebarluaskan. Keberanian mereka tentu dapat menjadi tulang punggung dalam memperjuangkan berbagai kepentingan warga Bali di tanah rantau. Akankah ada yang terlewat, silakan ditambahkan.[T]

  • Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
Membaca Masa Depan Koster
Sulit Membayangkan Anies Menang di Bali
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat
Perempuan Bali dalam Politik, Penting Tidak?
Tags: balicalegpemiluPemilu 2024Politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ambek Peken dan Lain-Lain Ambek

Next Post

Sihir “Kematian” di Mimbar Obituari Frans Nadjira

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Sihir “Kematian” di Mimbar Obituari Frans Nadjira

Sihir “Kematian” di Mimbar Obituari Frans Nadjira

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co