3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ambek Peken dan Lain-Lain Ambek

Komang Berata by Komang Berata
February 27, 2024
in Bahasa
Ambek Peken dan Lain-Lain Ambek

Suasana pasar | Komang Berata

SEHARI atau bahkan tiga hari menjelang rainan gumi (hari besar keagamaan), seperti Galungan, Kuningan, dan karya di Pura Besakih, pasar menjadikan penjual dan pembeli sangat akrab dengan ambek peken.

Pada hari-hari yang disebut pangalihan (waktu mencari) itu sedang suntuk-suntuknya penjual mendekati pemasok barang, sementara pembeli sedang suntuk-suntuknya mendekati penjual barang. Tawar-menawar antara pemasok dengan penjual dan antara penjual dengan pembeli menjadi lebih bergairah. Pasar menjadi hidup, dan ambek peken sulit diterka.

Makna harfiah ambek adalah ambisi, dinamika, fluktuasi, gejolak, gerak, hasrat, lagak, atau tingkah. Ambek peken adalah fluktuasi, gejolak, atau naik-turun harga barang di pasar, termasuk jasa pelayanan di pasar yang digeluti oleh buruh pikul atau buruh junjung.

Ambek peken dipengaruhi oleh permintaan, tidak karena berlimpah tersedia sarwa mambek di pasar. Semakin tinggi permintaan maka ambek peken semakin meningkat. Tanpa permintaan, pasar mati ambek, bukan karena sarwa tan mambek berlimpah tersedia di pasar.

Ambek tidak hanya berlaku di pasar yang memunculkan ambek peken. Ambek berlaku untuk manusia sehingga muncul ungkapan ambek jlema yang menggambarkan ambisi, hasrat, lagak, atau tingkah manusia.

Bumi ini juga dianggap mempunyai ambek sehingga muncul ungkapan ambek gumi, ambek jagat, bukan pakibeh jagat. Kibeh dekat dengan kiba, sama-sama bermakna gerak yang tidak menyebabkan bergeser atau berpindah tempat.

Makiba atau makibeh lebih kepada gerak kecil memutar tubuh, baik hewan maupun manusia. Orang berada di kerumunan orang, orang berada di kerumunan hewan, atau hewan berada di kerumunan hewan yang penuh sesak dan menyebabkan orang dan atau hewan tidak mampu menggerakkan tubuhnya, apalagi memutar tubuhnya, kondisi seperti ini yang disebut sing nyidang makiba atau sing nyidang makibeh.

Bisa jadi keterbatasan pemahaman menyebabkan sebagian penutur bahasa Bali menganggap bumi, dunia, atau jagat ini tidak mempunyai kekuatan makiba atau makibeh, maka tidak ada yang namanya pakibeh gumi atau pakibeh jagat.

Dianggapnya jika sampai terjadi guminé makiba atau jagaté makibeh, yang terjadi kemudian adalah gempa bumi di sekujur tubuh bumi. Bumi cuma bergidik kecil saja sudah terjadi gempa bumi.

Rotasi dan revolusi benda tata surya tidak disebut pakibeh. Perkembangan dunia atau perubahan zaman disebut ambek gumi atau ambek jagat, tidak pakibeh jagat. Perubahan zaman tidak juga disebut ambek yuga atau pakibeh yuga meski ada Catur Yuga dengan Kretayuga atau Satyayuga, Tretayuga, Dwaparayuga, dan Kaliyuga. Entah di kemudian hari akan muncul istilah perubahan zaman dengan menyertakan yuga.

Kembali kepada ambek, sarwa mambek bukan segala makhluk hidup, dan sarwa tan mambek bukan juga segala makhluk tidak hidup. Manusia adalah bagian dari sarwa mambek, juga hewan, ikan, daging, dan telur.

Bumi termasuk sarwa mambek karena bumi adalah Brahmanda, telurnya Brahma. Tumbuh-tumbuhan dan hasilnya adalah sarwa tan mambek meski akar tumbuh-tumbuhan mampu merusak dan menumbangkan bangunan. Tetap juga sebagai sarwa tan mambek walau tumbuhan seperti kantung semar reaktif menjebak dan membunuh insekta.

Sarwa mambek yang sudah mati tetap disebut sarwa mambek, sarwa tan mambek yang masih hidup tetap juga disebut sarwa tan mambek. Sarwa mambek dan sarwa tan mambek tidak karena ada atau tidaknya udara yang menjadi napas. Jika ada orang yang tan kenéng sarwa mambek maka orang itu hanya menyantap makanan nabati, tidak menyantap olahan daging, ikan, maupun telur.

Ngambek dalam bahasa Bali tidaklah sama dengan ngambek dalam bahasa Jawa yang sudah diserap bahasa Indonesia menjadi mengambek, merajuk. Seseorang disebut ngambek ketika bertindak tidak dalam kapasitasnya atau di luar kebiasaan yang berlaku.

Ngambek lebih kepada ambisius, angkuh, berlagak, bertingkah, merasa benar, tidak mau kalah, tidak mau menyerah; dan orang yang demikian disebut jlema ngambek. Penutur bahasa Bali menyebut orang mengambek atau merajuk adalah orang yang majempong bébék, ngambul.

Jlema ngambek mempunyai kecenderungan ngambekang sarwa mambek dan sarwa tan mambek. Ngambekang lebih kepada nuyuhang, merabotang, mempekerjakan, menggunakan, merepotkan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Orang yang suka ngambekang cenderung diterima negatif meski dari ngambekang-nya itu menghasilkan sesuatu yang positif dan bermanfaat kepada orang banyak.

Semestinya tidak selalu direspon negatif orang yang mempunyai kecenderungan ngambekang orang lain. Ambek orang tidak sama, ada yang energik seperti air di lautan dan ada yang datar seperti air di sumur.

Air di sumur membutuhkan pompa air yang akan mengangkat dan mengalirkannya kepada yang membutuhkan. Sangat disayangkan jika sesuatu yang bernilai tidak ada yang menggerakkan agar menjadi bermanfaat.

Muncul dan diterimanya makna baru pakibeh jagat dan ngambek dalam bahasa Bali oleh penutur bahasa Bali, tentu tidak terlepas dari dinamika berbahasa para penutur bahasa Bali. Sepertinya penutur bilingual atau multilingual kesulitan menghindari saling mempengaruhi ketika mengalami dinamika berbahasa. Menuturkan bahasa Indonesia, ngatut bahasa Indonesia ke bahasa Bali. Menuturkan bahasa Jawa, ngatut juga bahasa Jawa ke bahasa Bali. Tidak terlepas juga usaha penutur bahasa menyematkan makna baru pada kata, entah makna baru itu menambah atau menghapus makna kata yang sudah ada.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis KOMANG BERATA
Dialek dan Idiolek Bahasa Bali Saya
Bahasa Bali Warna Sasak di Karangasem
Nyaru Basa
Tags: BahasaBahasa Balihari raya galunganKuninganpasar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hands with Heart, Pendukung Asa Penyandang Disabilitas di Bali

Next Post

Tarung Caleg Berdarah Bali di Luar Kandang

Komang Berata

Komang Berata

Pemerhati Bahasa Bali, tinggal di Karangasem

Related Posts

Adiluhung: Makna Luhur yang Kian Kabur

by I Made Sudiana
May 26, 2026
0
Adiluhung: Makna Luhur yang Kian Kabur

DI warung kopi, seminar budaya, sampai brosur perumahan mewah, istilah adiluhung makin sering berseliweran. Istilah ini mirip stempel sakti. Apa...

Read moreDetails

Ungkapan ‘Sakit Hati dan Patah Hati’ Nadiem Memantik Simpati Publik

by I Made Sudiana
May 19, 2026
0
Ungkapan ‘Sakit Hati dan Patah Hati’ Nadiem Memantik Simpati Publik

Pernahkah Anda mendengar seseorang kecewa dan mengeluh bahwa ia sedang patah hati kepada sebuah negara? Saya sendiri kerap mendengar orang...

Read moreDetails

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

by I Made Sudiana
May 15, 2026
0
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

Read moreDetails

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

by I Made Sudiana
May 5, 2026
0
Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

PERNAHKAH Anda mendengar orang mengatakansepakat seribu persen? Saya sendiri kerap mendengar pejabat, figur publik, atau teman sendiri berteriak sepakat seribu...

Read moreDetails

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

by I Made Sudiana
April 29, 2026
0
Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

BARU-BARU ini, dalam perhelatan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa) IV, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, saya mempresentasikan sebuah makalah...

Read moreDetails

Glosarium Krisis Sampah Bali

by I Made Sudiana
April 17, 2026
0
Glosarium Krisis Sampah Bali

BALI sedang berada di titik nadir. Bali sedang tidak baik-baik saja dalam hal sampah. Pulau yang konon disebut The Last Paradise (Surga...

Read moreDetails

Perbedaan antara Pelindungan dan Perlindungan: Memahami Istilah dalam Pelestarian Bahasa

by I Made Sudiana
April 13, 2026
0
Perbedaan antara Pelindungan dan Perlindungan: Memahami Istilah dalam Pelestarian Bahasa

DALAM percakapan sehari-hari, kerap kali digunakan kata pelindungan dan perlindungan secara bergantian. Namun, dalam ranah hukum dan kebijakan publik di...

Read moreDetails

‘Siap 86’: Ketika Orang Sipil Merasa Sedang Pakai Seragam

by I Made Sudiana
April 6, 2026
0
‘Siap 86’: Ketika Orang Sipil Merasa Sedang Pakai Seragam

SEBAGAI orang sipil, pernahkah Anda mengirim pesan santai dan personal, lalu dibalas dengan kode angka yang terdengar seperti sandi agen...

Read moreDetails

Nyepi, Sepi, Hening: Menemukan Diri dalam Keheningan

by I Made Sudiana
March 18, 2026
0
Nyepi, Sepi, Hening: Menemukan Diri dalam Keheningan

DALAM Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, Nyepi merupakan nomina (kata benda) yang bermakna hari suci umat Hindu untuk memperingati...

Read moreDetails

Takjil

by Ahmadul Faqih Mahfudz
February 22, 2026
0
Takjil

MASJID-MASJID di kota atau masjid-masjid di sisi jalan raya menggelar buka puasa Bersama selama Ramadan. Anak-anak, remaja, orang tua, hingga...

Read moreDetails
Next Post
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Tarung Caleg Berdarah Bali di Luar Kandang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co