2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ambek Peken dan Lain-Lain Ambek

Komang Berata by Komang Berata
February 27, 2024
in Bahasa
Ambek Peken dan Lain-Lain Ambek

Suasana pasar | Komang Berata

SEHARI atau bahkan tiga hari menjelang rainan gumi (hari besar keagamaan), seperti Galungan, Kuningan, dan karya di Pura Besakih, pasar menjadikan penjual dan pembeli sangat akrab dengan ambek peken.

Pada hari-hari yang disebut pangalihan (waktu mencari) itu sedang suntuk-suntuknya penjual mendekati pemasok barang, sementara pembeli sedang suntuk-suntuknya mendekati penjual barang. Tawar-menawar antara pemasok dengan penjual dan antara penjual dengan pembeli menjadi lebih bergairah. Pasar menjadi hidup, dan ambek peken sulit diterka.

Makna harfiah ambek adalah ambisi, dinamika, fluktuasi, gejolak, gerak, hasrat, lagak, atau tingkah. Ambek peken adalah fluktuasi, gejolak, atau naik-turun harga barang di pasar, termasuk jasa pelayanan di pasar yang digeluti oleh buruh pikul atau buruh junjung.

Ambek peken dipengaruhi oleh permintaan, tidak karena berlimpah tersedia sarwa mambek di pasar. Semakin tinggi permintaan maka ambek peken semakin meningkat. Tanpa permintaan, pasar mati ambek, bukan karena sarwa tan mambek berlimpah tersedia di pasar.

Ambek tidak hanya berlaku di pasar yang memunculkan ambek peken. Ambek berlaku untuk manusia sehingga muncul ungkapan ambek jlema yang menggambarkan ambisi, hasrat, lagak, atau tingkah manusia.

Bumi ini juga dianggap mempunyai ambek sehingga muncul ungkapan ambek gumi, ambek jagat, bukan pakibeh jagat. Kibeh dekat dengan kiba, sama-sama bermakna gerak yang tidak menyebabkan bergeser atau berpindah tempat.

Makiba atau makibeh lebih kepada gerak kecil memutar tubuh, baik hewan maupun manusia. Orang berada di kerumunan orang, orang berada di kerumunan hewan, atau hewan berada di kerumunan hewan yang penuh sesak dan menyebabkan orang dan atau hewan tidak mampu menggerakkan tubuhnya, apalagi memutar tubuhnya, kondisi seperti ini yang disebut sing nyidang makiba atau sing nyidang makibeh.

Bisa jadi keterbatasan pemahaman menyebabkan sebagian penutur bahasa Bali menganggap bumi, dunia, atau jagat ini tidak mempunyai kekuatan makiba atau makibeh, maka tidak ada yang namanya pakibeh gumi atau pakibeh jagat.

Dianggapnya jika sampai terjadi guminé makiba atau jagaté makibeh, yang terjadi kemudian adalah gempa bumi di sekujur tubuh bumi. Bumi cuma bergidik kecil saja sudah terjadi gempa bumi.

Rotasi dan revolusi benda tata surya tidak disebut pakibeh. Perkembangan dunia atau perubahan zaman disebut ambek gumi atau ambek jagat, tidak pakibeh jagat. Perubahan zaman tidak juga disebut ambek yuga atau pakibeh yuga meski ada Catur Yuga dengan Kretayuga atau Satyayuga, Tretayuga, Dwaparayuga, dan Kaliyuga. Entah di kemudian hari akan muncul istilah perubahan zaman dengan menyertakan yuga.

Kembali kepada ambek, sarwa mambek bukan segala makhluk hidup, dan sarwa tan mambek bukan juga segala makhluk tidak hidup. Manusia adalah bagian dari sarwa mambek, juga hewan, ikan, daging, dan telur.

Bumi termasuk sarwa mambek karena bumi adalah Brahmanda, telurnya Brahma. Tumbuh-tumbuhan dan hasilnya adalah sarwa tan mambek meski akar tumbuh-tumbuhan mampu merusak dan menumbangkan bangunan. Tetap juga sebagai sarwa tan mambek walau tumbuhan seperti kantung semar reaktif menjebak dan membunuh insekta.

Sarwa mambek yang sudah mati tetap disebut sarwa mambek, sarwa tan mambek yang masih hidup tetap juga disebut sarwa tan mambek. Sarwa mambek dan sarwa tan mambek tidak karena ada atau tidaknya udara yang menjadi napas. Jika ada orang yang tan kenéng sarwa mambek maka orang itu hanya menyantap makanan nabati, tidak menyantap olahan daging, ikan, maupun telur.

Ngambek dalam bahasa Bali tidaklah sama dengan ngambek dalam bahasa Jawa yang sudah diserap bahasa Indonesia menjadi mengambek, merajuk. Seseorang disebut ngambek ketika bertindak tidak dalam kapasitasnya atau di luar kebiasaan yang berlaku.

Ngambek lebih kepada ambisius, angkuh, berlagak, bertingkah, merasa benar, tidak mau kalah, tidak mau menyerah; dan orang yang demikian disebut jlema ngambek. Penutur bahasa Bali menyebut orang mengambek atau merajuk adalah orang yang majempong bébék, ngambul.

Jlema ngambek mempunyai kecenderungan ngambekang sarwa mambek dan sarwa tan mambek. Ngambekang lebih kepada nuyuhang, merabotang, mempekerjakan, menggunakan, merepotkan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Orang yang suka ngambekang cenderung diterima negatif meski dari ngambekang-nya itu menghasilkan sesuatu yang positif dan bermanfaat kepada orang banyak.

Semestinya tidak selalu direspon negatif orang yang mempunyai kecenderungan ngambekang orang lain. Ambek orang tidak sama, ada yang energik seperti air di lautan dan ada yang datar seperti air di sumur.

Air di sumur membutuhkan pompa air yang akan mengangkat dan mengalirkannya kepada yang membutuhkan. Sangat disayangkan jika sesuatu yang bernilai tidak ada yang menggerakkan agar menjadi bermanfaat.

Muncul dan diterimanya makna baru pakibeh jagat dan ngambek dalam bahasa Bali oleh penutur bahasa Bali, tentu tidak terlepas dari dinamika berbahasa para penutur bahasa Bali. Sepertinya penutur bilingual atau multilingual kesulitan menghindari saling mempengaruhi ketika mengalami dinamika berbahasa. Menuturkan bahasa Indonesia, ngatut bahasa Indonesia ke bahasa Bali. Menuturkan bahasa Jawa, ngatut juga bahasa Jawa ke bahasa Bali. Tidak terlepas juga usaha penutur bahasa menyematkan makna baru pada kata, entah makna baru itu menambah atau menghapus makna kata yang sudah ada.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis KOMANG BERATA
Dialek dan Idiolek Bahasa Bali Saya
Bahasa Bali Warna Sasak di Karangasem
Nyaru Basa
Tags: BahasaBahasa Balihari raya galunganKuninganpasar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hands with Heart, Pendukung Asa Penyandang Disabilitas di Bali

Next Post

Tarung Caleg Berdarah Bali di Luar Kandang

Komang Berata

Komang Berata

Pemerhati Bahasa Bali, tinggal di Karangasem

Related Posts

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

by I Made Sudiana
August 9, 2026
0
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

Read moreDetails

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails
Next Post
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Tarung Caleg Berdarah Bali di Luar Kandang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co