23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ambek Peken dan Lain-Lain Ambek

Komang Berata by Komang Berata
February 27, 2024
in Bahasa
Ambek Peken dan Lain-Lain Ambek

Suasana pasar | Komang Berata

SEHARI atau bahkan tiga hari menjelang rainan gumi (hari besar keagamaan), seperti Galungan, Kuningan, dan karya di Pura Besakih, pasar menjadikan penjual dan pembeli sangat akrab dengan ambek peken.

Pada hari-hari yang disebut pangalihan (waktu mencari) itu sedang suntuk-suntuknya penjual mendekati pemasok barang, sementara pembeli sedang suntuk-suntuknya mendekati penjual barang. Tawar-menawar antara pemasok dengan penjual dan antara penjual dengan pembeli menjadi lebih bergairah. Pasar menjadi hidup, dan ambek peken sulit diterka.

Makna harfiah ambek adalah ambisi, dinamika, fluktuasi, gejolak, gerak, hasrat, lagak, atau tingkah. Ambek peken adalah fluktuasi, gejolak, atau naik-turun harga barang di pasar, termasuk jasa pelayanan di pasar yang digeluti oleh buruh pikul atau buruh junjung.

Ambek peken dipengaruhi oleh permintaan, tidak karena berlimpah tersedia sarwa mambek di pasar. Semakin tinggi permintaan maka ambek peken semakin meningkat. Tanpa permintaan, pasar mati ambek, bukan karena sarwa tan mambek berlimpah tersedia di pasar.

Ambek tidak hanya berlaku di pasar yang memunculkan ambek peken. Ambek berlaku untuk manusia sehingga muncul ungkapan ambek jlema yang menggambarkan ambisi, hasrat, lagak, atau tingkah manusia.

Bumi ini juga dianggap mempunyai ambek sehingga muncul ungkapan ambek gumi, ambek jagat, bukan pakibeh jagat. Kibeh dekat dengan kiba, sama-sama bermakna gerak yang tidak menyebabkan bergeser atau berpindah tempat.

Makiba atau makibeh lebih kepada gerak kecil memutar tubuh, baik hewan maupun manusia. Orang berada di kerumunan orang, orang berada di kerumunan hewan, atau hewan berada di kerumunan hewan yang penuh sesak dan menyebabkan orang dan atau hewan tidak mampu menggerakkan tubuhnya, apalagi memutar tubuhnya, kondisi seperti ini yang disebut sing nyidang makiba atau sing nyidang makibeh.

Bisa jadi keterbatasan pemahaman menyebabkan sebagian penutur bahasa Bali menganggap bumi, dunia, atau jagat ini tidak mempunyai kekuatan makiba atau makibeh, maka tidak ada yang namanya pakibeh gumi atau pakibeh jagat.

Dianggapnya jika sampai terjadi guminé makiba atau jagaté makibeh, yang terjadi kemudian adalah gempa bumi di sekujur tubuh bumi. Bumi cuma bergidik kecil saja sudah terjadi gempa bumi.

Rotasi dan revolusi benda tata surya tidak disebut pakibeh. Perkembangan dunia atau perubahan zaman disebut ambek gumi atau ambek jagat, tidak pakibeh jagat. Perubahan zaman tidak juga disebut ambek yuga atau pakibeh yuga meski ada Catur Yuga dengan Kretayuga atau Satyayuga, Tretayuga, Dwaparayuga, dan Kaliyuga. Entah di kemudian hari akan muncul istilah perubahan zaman dengan menyertakan yuga.

Kembali kepada ambek, sarwa mambek bukan segala makhluk hidup, dan sarwa tan mambek bukan juga segala makhluk tidak hidup. Manusia adalah bagian dari sarwa mambek, juga hewan, ikan, daging, dan telur.

Bumi termasuk sarwa mambek karena bumi adalah Brahmanda, telurnya Brahma. Tumbuh-tumbuhan dan hasilnya adalah sarwa tan mambek meski akar tumbuh-tumbuhan mampu merusak dan menumbangkan bangunan. Tetap juga sebagai sarwa tan mambek walau tumbuhan seperti kantung semar reaktif menjebak dan membunuh insekta.

Sarwa mambek yang sudah mati tetap disebut sarwa mambek, sarwa tan mambek yang masih hidup tetap juga disebut sarwa tan mambek. Sarwa mambek dan sarwa tan mambek tidak karena ada atau tidaknya udara yang menjadi napas. Jika ada orang yang tan kenéng sarwa mambek maka orang itu hanya menyantap makanan nabati, tidak menyantap olahan daging, ikan, maupun telur.

Ngambek dalam bahasa Bali tidaklah sama dengan ngambek dalam bahasa Jawa yang sudah diserap bahasa Indonesia menjadi mengambek, merajuk. Seseorang disebut ngambek ketika bertindak tidak dalam kapasitasnya atau di luar kebiasaan yang berlaku.

Ngambek lebih kepada ambisius, angkuh, berlagak, bertingkah, merasa benar, tidak mau kalah, tidak mau menyerah; dan orang yang demikian disebut jlema ngambek. Penutur bahasa Bali menyebut orang mengambek atau merajuk adalah orang yang majempong bébék, ngambul.

Jlema ngambek mempunyai kecenderungan ngambekang sarwa mambek dan sarwa tan mambek. Ngambekang lebih kepada nuyuhang, merabotang, mempekerjakan, menggunakan, merepotkan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Orang yang suka ngambekang cenderung diterima negatif meski dari ngambekang-nya itu menghasilkan sesuatu yang positif dan bermanfaat kepada orang banyak.

Semestinya tidak selalu direspon negatif orang yang mempunyai kecenderungan ngambekang orang lain. Ambek orang tidak sama, ada yang energik seperti air di lautan dan ada yang datar seperti air di sumur.

Air di sumur membutuhkan pompa air yang akan mengangkat dan mengalirkannya kepada yang membutuhkan. Sangat disayangkan jika sesuatu yang bernilai tidak ada yang menggerakkan agar menjadi bermanfaat.

Muncul dan diterimanya makna baru pakibeh jagat dan ngambek dalam bahasa Bali oleh penutur bahasa Bali, tentu tidak terlepas dari dinamika berbahasa para penutur bahasa Bali. Sepertinya penutur bilingual atau multilingual kesulitan menghindari saling mempengaruhi ketika mengalami dinamika berbahasa. Menuturkan bahasa Indonesia, ngatut bahasa Indonesia ke bahasa Bali. Menuturkan bahasa Jawa, ngatut juga bahasa Jawa ke bahasa Bali. Tidak terlepas juga usaha penutur bahasa menyematkan makna baru pada kata, entah makna baru itu menambah atau menghapus makna kata yang sudah ada.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis KOMANG BERATA
Dialek dan Idiolek Bahasa Bali Saya
Bahasa Bali Warna Sasak di Karangasem
Nyaru Basa
Tags: BahasaBahasa Balihari raya galunganKuninganpasar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hands with Heart, Pendukung Asa Penyandang Disabilitas di Bali

Next Post

Tarung Caleg Berdarah Bali di Luar Kandang

Komang Berata

Komang Berata

Pemerhati Bahasa Bali, tinggal di Karangasem

Related Posts

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

by I Made Sudiana
August 9, 2026
0
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

Read moreDetails

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails

Duri Akar dan “Sungga”

by Komang Berata
June 24, 2026
0
Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

Read moreDetails

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

by I Made Sudiana
June 23, 2026
0
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

Read moreDetails

Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

by I Made Sudiana
June 18, 2026
0
Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang...

Read moreDetails
Next Post
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Tarung Caleg Berdarah Bali di Luar Kandang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co