24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nyaru Basa

Komang Berata by Komang Berata
December 19, 2023
in Esai
Nyaru Basa

Ilustrasi tatkala.co

SAYA ceritakan di sini cerita ayah kepada saya tentang pengalamannya berbahasa Bali. Cukup dua cerita, meski tidak lengkap. Cerita pertama. Ayah saya berkunjung ke rumah temannya di sebuah desa di Karangasem. Langkah-langkahan ayah saya memang tidak jauh-jauh dari seputaran tempat tinggal kami. Sarana transportasi sangat belum mendukung bepergian jauh.

Teman ayah saya sekeluarga belum terbiasa berbahasa Bali natya. Tidak menjadi kendala bagi ayah yang tergolong fleksibel dalam berbahasa Bali, terbiasa madegag, terbiasa juga manatya. Tidak muncul kecanggungan ketika tiba-tiba mesti madegag atau manatya. Namun demikian tidak akan terhindarkan muncul perasaan kabilbil (perasaan tidak mengenakkan) ketika sedang madegag tiba-tiba mesti manatya.

Meski ada sedikit kesenjangan dalam berbahasa Bali, sebagai tuan rumah yang baik, teman dari jauh berkunjung, disajikanlah makanan selain minuman kopi dan jajan. Sebagai tuan rumah yang baik juga, tuan rumah menyilakan tamunya menyantap hidangan yang telah tersaji. Bermaksud natya kepada tamu, apa daya tuan rumah masih jokan dalam berbahasa Bali, justru yang terucap, “Nah té, Bapa Wayan, betek-betekang majengan.”

Niat yang baik tentu diupayakan ditanggapi dengan baik juga. Ayah saya tidak menanggapi betek-betekang majengan, dan temannya dikondisikan tidak menyadari betek-betekang majengan itu. Memang bahasa Bali satu-satunya bahasa komunikasinya, hanya saja teman ayah belum fasih nyaru basa. Masih lurus-lurus saja dalam berbahasa.

Cerita kedua. Semenjak remaja ayah nyaludin (menggantikan) peran kakek ngayah nekapin (mengolah) tanah sawah milik sebuah griya di Karangasem, mulai makal (tahap awal membajak), ngau (tahap awal meratakan), madingang bakalan (tahap akhir membajak), dan melasah (tahap akhir meratakan), termasuk nebegin (mencangkul) sudut-sudut petak sawah ketika makal, dan nuludin (meratakan dengan alat tulud) sebagai penutup penyiapan lahan tanam padi.

Ngayah, sudah tentu tanpa upah, baik berupa uang, hasil panen padi, atau bentuk lain. Imbalan yang diterima ayah berupa makanan awaregan (dicukupkan untuk mengenyangkan perut), itu pun tidak selalu disediakan, kata ayah. Walaupun konsepnya ngayah nekapin, tidak cukup hanya tenaga dan keterampilan matekap yang mesti disiapkan, akan tetapi sepasang sapi disiapkan sendiri, perangkat bajak, garu, cangkul, dan tulud juga disiapkan sendiri oleh ayah.

Dengan konsep ngayah mandiri, agar dapat nunas lungsuran pun harus tangkil ke griya, tidak dibawakan ke sawah. Nunas lungsuran ke griya, ayah tidak mendapatkan kenikmatan nèkor (makanan beralaskan daun pisang) bersantap duduk di pematang sawah atau di bawah dangau dalam semilir angin dengan lumpur masih terselip di ujung kuku jari tangan.

Badan letih dan perut lapar sangat mungkin memicu pemikiran menjadi kurang stabil. Tiba di griya hendak nunas lungsuran, seseorang dari griya bertanya kepada ayah, “Suba ngamah, Da?” Nama ayah saya adalah Wayan Tada. Menyapa “Da” dari “Tada” kepada ayah, warga griya sudah menempatkannya pada tempat yang semestinya. Jika sampai terjadi warga griya menyapa “Tada” kepada ayah, warga griya nyinggihang (meninggikan) ayah, apalagi jika disapa “Wayan”.

Orang jaba berhak matebah amadyana (disapa tidak natya yang tidak degag) jika berpengetahuan, memahami pustaka lontar menjadi tolok ukur. Jero mangku dan balian masuk kategori ini, termasuk orang yang paham makakawin dan makidung. Maka pahamilah bahasa, aksara, dan sastra agar mendapatkan penghargaan matebah amadyana, tidak tebaha dengan madegagin.

Mendapatkan pertanyaan seperti itu, ayah menjawab dengan pola kalimat yang tidak lengkap. “Durung. I ratu sampun?” Seketika makliyeb (berubah merah padam) wajah orang griya itu. Orang berpengetahuan mendapatkan jawaban dari sesuatu yang tidak disampaikan dengan panjang kali lebar.

Agar menjadi kalimat yang sempurna, ada beberapa pilihan kata yang tersedia untuk kalimat “I ratu sampun?” sehingga menjadi kalimat “I ratu sampun marayunan?”, “I ratu sampun majengan?”, “I ratu sampun neda?” atau “I ratu sampun ngamah?”. Efek badan letih dan perut lapar, sangat mungkin kalimat terakhir yang muncul pada pikiran ayah dan orang griya itu—dan sangat jauh kemungkinannya muncul kalimat pertama.

Selain nyaru basa dengan pola kalimat tidak sempurna, kosakata bahasa Bali yang tergolong ragam degag dan natya sekaligus, menjadi pilihan ketika seseorang ingin nyaru basa, baik kata benda, kata sifat, maupun kata kerja.

Jero : “Apa to maba, Mang?”

Jaba : “Salak.”

Jero : “Dija meli?”

Jaba : “Tenten.”

Jero : “Maal apa mudah jani salaké?”

Jaba : “Sedengan.”

Jero : “Ji kuda bakat né akilo?”

Jaba : “Dasa tali.”

Sangat sulit disembunyikan dan sangat kentara kadar sopan santun berbahasa orang yang memilih nyaru basa. Selain itu dibutuhkan keterampilan di atas rata-rata dalam memilih kata. Orang marah dan orang dongkol kadang dengan sengaja bermaksud merendahkan kawan bercakap, dan kesengajaan itu tidak diupayakan ditutup-tutupi.

Orang yang enggan bertanya “antuk linggih” kepada orang asing yang menjadi kawan bercakap, cenderung memilih nyaru basa. Tidak akan muncul sapaan tityang, jero, atau ratu dalam percakapan, sekalipun ragam natya bahasa pengantar percakapan mereka. Subjek kalimat tidak akan muncul dalam percakapan nyaru basa seperti ini.

Sendi : “Sampun mabuat?”

Tampul : “Durung polih meseh.”

Sendi : “Sané kèn minab jagi buatin?”

Tampul : “Polih panyanèh ring biying.”

Sendi : “Ngiring mameseh antuk.”

Tampul : “Ngiring.”

Sendi : “Akuda minab jagi mabuat?”

Tampul : “Domas.”

Tidak ingin merendahkan kawan bercakap, nyaru basa ketika berbahasa Bali tidak dianjurkan, dan nyaru basa bukan pilihan, kecuali dengan terpaksa dan tidak memungkinkan untuk dihindari, sebab bahasa menunjukkan bangsa.[T]

Mala Menuju Nirmala
Menuliskan /E/ Pepet dan /E/Taleng — Tinjauan Kecil Terhadap Sejumlah Cerpen Bali Modern
Tags: Bahasa Balibali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ziarah ke Makam R.M. Djojo Poernomo, Guru Spiritual Laskar Diponegoro dan Pendiri Parikunan Purwa Ayu Mardi Utomo

Next Post

Komunikasi Fatis: Memang Sekadar Basa-Basi

Komang Berata

Komang Berata

Pemerhati Bahasa Bali, tinggal di Karangasem

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Komunikasi Fatis: Memang Sekadar Basa-Basi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co