12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nyaru Basa

Komang Berata by Komang Berata
December 19, 2023
in Esai
Nyaru Basa

Ilustrasi tatkala.co

SAYA ceritakan di sini cerita ayah kepada saya tentang pengalamannya berbahasa Bali. Cukup dua cerita, meski tidak lengkap. Cerita pertama. Ayah saya berkunjung ke rumah temannya di sebuah desa di Karangasem. Langkah-langkahan ayah saya memang tidak jauh-jauh dari seputaran tempat tinggal kami. Sarana transportasi sangat belum mendukung bepergian jauh.

Teman ayah saya sekeluarga belum terbiasa berbahasa Bali natya. Tidak menjadi kendala bagi ayah yang tergolong fleksibel dalam berbahasa Bali, terbiasa madegag, terbiasa juga manatya. Tidak muncul kecanggungan ketika tiba-tiba mesti madegag atau manatya. Namun demikian tidak akan terhindarkan muncul perasaan kabilbil (perasaan tidak mengenakkan) ketika sedang madegag tiba-tiba mesti manatya.

Meski ada sedikit kesenjangan dalam berbahasa Bali, sebagai tuan rumah yang baik, teman dari jauh berkunjung, disajikanlah makanan selain minuman kopi dan jajan. Sebagai tuan rumah yang baik juga, tuan rumah menyilakan tamunya menyantap hidangan yang telah tersaji. Bermaksud natya kepada tamu, apa daya tuan rumah masih jokan dalam berbahasa Bali, justru yang terucap, “Nah té, Bapa Wayan, betek-betekang majengan.”

Niat yang baik tentu diupayakan ditanggapi dengan baik juga. Ayah saya tidak menanggapi betek-betekang majengan, dan temannya dikondisikan tidak menyadari betek-betekang majengan itu. Memang bahasa Bali satu-satunya bahasa komunikasinya, hanya saja teman ayah belum fasih nyaru basa. Masih lurus-lurus saja dalam berbahasa.

Cerita kedua. Semenjak remaja ayah nyaludin (menggantikan) peran kakek ngayah nekapin (mengolah) tanah sawah milik sebuah griya di Karangasem, mulai makal (tahap awal membajak), ngau (tahap awal meratakan), madingang bakalan (tahap akhir membajak), dan melasah (tahap akhir meratakan), termasuk nebegin (mencangkul) sudut-sudut petak sawah ketika makal, dan nuludin (meratakan dengan alat tulud) sebagai penutup penyiapan lahan tanam padi.

Ngayah, sudah tentu tanpa upah, baik berupa uang, hasil panen padi, atau bentuk lain. Imbalan yang diterima ayah berupa makanan awaregan (dicukupkan untuk mengenyangkan perut), itu pun tidak selalu disediakan, kata ayah. Walaupun konsepnya ngayah nekapin, tidak cukup hanya tenaga dan keterampilan matekap yang mesti disiapkan, akan tetapi sepasang sapi disiapkan sendiri, perangkat bajak, garu, cangkul, dan tulud juga disiapkan sendiri oleh ayah.

Dengan konsep ngayah mandiri, agar dapat nunas lungsuran pun harus tangkil ke griya, tidak dibawakan ke sawah. Nunas lungsuran ke griya, ayah tidak mendapatkan kenikmatan nèkor (makanan beralaskan daun pisang) bersantap duduk di pematang sawah atau di bawah dangau dalam semilir angin dengan lumpur masih terselip di ujung kuku jari tangan.

Badan letih dan perut lapar sangat mungkin memicu pemikiran menjadi kurang stabil. Tiba di griya hendak nunas lungsuran, seseorang dari griya bertanya kepada ayah, “Suba ngamah, Da?” Nama ayah saya adalah Wayan Tada. Menyapa “Da” dari “Tada” kepada ayah, warga griya sudah menempatkannya pada tempat yang semestinya. Jika sampai terjadi warga griya menyapa “Tada” kepada ayah, warga griya nyinggihang (meninggikan) ayah, apalagi jika disapa “Wayan”.

Orang jaba berhak matebah amadyana (disapa tidak natya yang tidak degag) jika berpengetahuan, memahami pustaka lontar menjadi tolok ukur. Jero mangku dan balian masuk kategori ini, termasuk orang yang paham makakawin dan makidung. Maka pahamilah bahasa, aksara, dan sastra agar mendapatkan penghargaan matebah amadyana, tidak tebaha dengan madegagin.

Mendapatkan pertanyaan seperti itu, ayah menjawab dengan pola kalimat yang tidak lengkap. “Durung. I ratu sampun?” Seketika makliyeb (berubah merah padam) wajah orang griya itu. Orang berpengetahuan mendapatkan jawaban dari sesuatu yang tidak disampaikan dengan panjang kali lebar.

Agar menjadi kalimat yang sempurna, ada beberapa pilihan kata yang tersedia untuk kalimat “I ratu sampun?” sehingga menjadi kalimat “I ratu sampun marayunan?”, “I ratu sampun majengan?”, “I ratu sampun neda?” atau “I ratu sampun ngamah?”. Efek badan letih dan perut lapar, sangat mungkin kalimat terakhir yang muncul pada pikiran ayah dan orang griya itu—dan sangat jauh kemungkinannya muncul kalimat pertama.

Selain nyaru basa dengan pola kalimat tidak sempurna, kosakata bahasa Bali yang tergolong ragam degag dan natya sekaligus, menjadi pilihan ketika seseorang ingin nyaru basa, baik kata benda, kata sifat, maupun kata kerja.

Jero : “Apa to maba, Mang?”

Jaba : “Salak.”

Jero : “Dija meli?”

Jaba : “Tenten.”

Jero : “Maal apa mudah jani salaké?”

Jaba : “Sedengan.”

Jero : “Ji kuda bakat né akilo?”

Jaba : “Dasa tali.”

Sangat sulit disembunyikan dan sangat kentara kadar sopan santun berbahasa orang yang memilih nyaru basa. Selain itu dibutuhkan keterampilan di atas rata-rata dalam memilih kata. Orang marah dan orang dongkol kadang dengan sengaja bermaksud merendahkan kawan bercakap, dan kesengajaan itu tidak diupayakan ditutup-tutupi.

Orang yang enggan bertanya “antuk linggih” kepada orang asing yang menjadi kawan bercakap, cenderung memilih nyaru basa. Tidak akan muncul sapaan tityang, jero, atau ratu dalam percakapan, sekalipun ragam natya bahasa pengantar percakapan mereka. Subjek kalimat tidak akan muncul dalam percakapan nyaru basa seperti ini.

Sendi : “Sampun mabuat?”

Tampul : “Durung polih meseh.”

Sendi : “Sané kèn minab jagi buatin?”

Tampul : “Polih panyanèh ring biying.”

Sendi : “Ngiring mameseh antuk.”

Tampul : “Ngiring.”

Sendi : “Akuda minab jagi mabuat?”

Tampul : “Domas.”

Tidak ingin merendahkan kawan bercakap, nyaru basa ketika berbahasa Bali tidak dianjurkan, dan nyaru basa bukan pilihan, kecuali dengan terpaksa dan tidak memungkinkan untuk dihindari, sebab bahasa menunjukkan bangsa.[T]

Mala Menuju Nirmala
Menuliskan /E/ Pepet dan /E/Taleng — Tinjauan Kecil Terhadap Sejumlah Cerpen Bali Modern
Tags: Bahasa Balibali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ziarah ke Makam R.M. Djojo Poernomo, Guru Spiritual Laskar Diponegoro dan Pendiri Parikunan Purwa Ayu Mardi Utomo

Next Post

Komunikasi Fatis: Memang Sekadar Basa-Basi

Komang Berata

Komang Berata

Pemerhati Bahasa Bali, tinggal di Karangasem

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Komunikasi Fatis: Memang Sekadar Basa-Basi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co