3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nyaru Basa

Komang Berata by Komang Berata
December 19, 2023
in Esai
Nyaru Basa

Ilustrasi tatkala.co

SAYA ceritakan di sini cerita ayah kepada saya tentang pengalamannya berbahasa Bali. Cukup dua cerita, meski tidak lengkap. Cerita pertama. Ayah saya berkunjung ke rumah temannya di sebuah desa di Karangasem. Langkah-langkahan ayah saya memang tidak jauh-jauh dari seputaran tempat tinggal kami. Sarana transportasi sangat belum mendukung bepergian jauh.

Teman ayah saya sekeluarga belum terbiasa berbahasa Bali natya. Tidak menjadi kendala bagi ayah yang tergolong fleksibel dalam berbahasa Bali, terbiasa madegag, terbiasa juga manatya. Tidak muncul kecanggungan ketika tiba-tiba mesti madegag atau manatya. Namun demikian tidak akan terhindarkan muncul perasaan kabilbil (perasaan tidak mengenakkan) ketika sedang madegag tiba-tiba mesti manatya.

Meski ada sedikit kesenjangan dalam berbahasa Bali, sebagai tuan rumah yang baik, teman dari jauh berkunjung, disajikanlah makanan selain minuman kopi dan jajan. Sebagai tuan rumah yang baik juga, tuan rumah menyilakan tamunya menyantap hidangan yang telah tersaji. Bermaksud natya kepada tamu, apa daya tuan rumah masih jokan dalam berbahasa Bali, justru yang terucap, “Nah té, Bapa Wayan, betek-betekang majengan.”

Niat yang baik tentu diupayakan ditanggapi dengan baik juga. Ayah saya tidak menanggapi betek-betekang majengan, dan temannya dikondisikan tidak menyadari betek-betekang majengan itu. Memang bahasa Bali satu-satunya bahasa komunikasinya, hanya saja teman ayah belum fasih nyaru basa. Masih lurus-lurus saja dalam berbahasa.

Cerita kedua. Semenjak remaja ayah nyaludin (menggantikan) peran kakek ngayah nekapin (mengolah) tanah sawah milik sebuah griya di Karangasem, mulai makal (tahap awal membajak), ngau (tahap awal meratakan), madingang bakalan (tahap akhir membajak), dan melasah (tahap akhir meratakan), termasuk nebegin (mencangkul) sudut-sudut petak sawah ketika makal, dan nuludin (meratakan dengan alat tulud) sebagai penutup penyiapan lahan tanam padi.

Ngayah, sudah tentu tanpa upah, baik berupa uang, hasil panen padi, atau bentuk lain. Imbalan yang diterima ayah berupa makanan awaregan (dicukupkan untuk mengenyangkan perut), itu pun tidak selalu disediakan, kata ayah. Walaupun konsepnya ngayah nekapin, tidak cukup hanya tenaga dan keterampilan matekap yang mesti disiapkan, akan tetapi sepasang sapi disiapkan sendiri, perangkat bajak, garu, cangkul, dan tulud juga disiapkan sendiri oleh ayah.

Dengan konsep ngayah mandiri, agar dapat nunas lungsuran pun harus tangkil ke griya, tidak dibawakan ke sawah. Nunas lungsuran ke griya, ayah tidak mendapatkan kenikmatan nèkor (makanan beralaskan daun pisang) bersantap duduk di pematang sawah atau di bawah dangau dalam semilir angin dengan lumpur masih terselip di ujung kuku jari tangan.

Badan letih dan perut lapar sangat mungkin memicu pemikiran menjadi kurang stabil. Tiba di griya hendak nunas lungsuran, seseorang dari griya bertanya kepada ayah, “Suba ngamah, Da?” Nama ayah saya adalah Wayan Tada. Menyapa “Da” dari “Tada” kepada ayah, warga griya sudah menempatkannya pada tempat yang semestinya. Jika sampai terjadi warga griya menyapa “Tada” kepada ayah, warga griya nyinggihang (meninggikan) ayah, apalagi jika disapa “Wayan”.

Orang jaba berhak matebah amadyana (disapa tidak natya yang tidak degag) jika berpengetahuan, memahami pustaka lontar menjadi tolok ukur. Jero mangku dan balian masuk kategori ini, termasuk orang yang paham makakawin dan makidung. Maka pahamilah bahasa, aksara, dan sastra agar mendapatkan penghargaan matebah amadyana, tidak tebaha dengan madegagin.

Mendapatkan pertanyaan seperti itu, ayah menjawab dengan pola kalimat yang tidak lengkap. “Durung. I ratu sampun?” Seketika makliyeb (berubah merah padam) wajah orang griya itu. Orang berpengetahuan mendapatkan jawaban dari sesuatu yang tidak disampaikan dengan panjang kali lebar.

Agar menjadi kalimat yang sempurna, ada beberapa pilihan kata yang tersedia untuk kalimat “I ratu sampun?” sehingga menjadi kalimat “I ratu sampun marayunan?”, “I ratu sampun majengan?”, “I ratu sampun neda?” atau “I ratu sampun ngamah?”. Efek badan letih dan perut lapar, sangat mungkin kalimat terakhir yang muncul pada pikiran ayah dan orang griya itu—dan sangat jauh kemungkinannya muncul kalimat pertama.

Selain nyaru basa dengan pola kalimat tidak sempurna, kosakata bahasa Bali yang tergolong ragam degag dan natya sekaligus, menjadi pilihan ketika seseorang ingin nyaru basa, baik kata benda, kata sifat, maupun kata kerja.

Jero : “Apa to maba, Mang?”

Jaba : “Salak.”

Jero : “Dija meli?”

Jaba : “Tenten.”

Jero : “Maal apa mudah jani salaké?”

Jaba : “Sedengan.”

Jero : “Ji kuda bakat né akilo?”

Jaba : “Dasa tali.”

Sangat sulit disembunyikan dan sangat kentara kadar sopan santun berbahasa orang yang memilih nyaru basa. Selain itu dibutuhkan keterampilan di atas rata-rata dalam memilih kata. Orang marah dan orang dongkol kadang dengan sengaja bermaksud merendahkan kawan bercakap, dan kesengajaan itu tidak diupayakan ditutup-tutupi.

Orang yang enggan bertanya “antuk linggih” kepada orang asing yang menjadi kawan bercakap, cenderung memilih nyaru basa. Tidak akan muncul sapaan tityang, jero, atau ratu dalam percakapan, sekalipun ragam natya bahasa pengantar percakapan mereka. Subjek kalimat tidak akan muncul dalam percakapan nyaru basa seperti ini.

Sendi : “Sampun mabuat?”

Tampul : “Durung polih meseh.”

Sendi : “Sané kèn minab jagi buatin?”

Tampul : “Polih panyanèh ring biying.”

Sendi : “Ngiring mameseh antuk.”

Tampul : “Ngiring.”

Sendi : “Akuda minab jagi mabuat?”

Tampul : “Domas.”

Tidak ingin merendahkan kawan bercakap, nyaru basa ketika berbahasa Bali tidak dianjurkan, dan nyaru basa bukan pilihan, kecuali dengan terpaksa dan tidak memungkinkan untuk dihindari, sebab bahasa menunjukkan bangsa.[T]

Mala Menuju Nirmala
Menuliskan /E/ Pepet dan /E/Taleng — Tinjauan Kecil Terhadap Sejumlah Cerpen Bali Modern
Tags: Bahasa Balibali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ziarah ke Makam R.M. Djojo Poernomo, Guru Spiritual Laskar Diponegoro dan Pendiri Parikunan Purwa Ayu Mardi Utomo

Next Post

Komunikasi Fatis: Memang Sekadar Basa-Basi

Komang Berata

Komang Berata

Pemerhati Bahasa Bali, tinggal di Karangasem

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Komunikasi Fatis: Memang Sekadar Basa-Basi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co