14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Fatis: Memang Sekadar Basa-Basi

Chusmeru by Chusmeru
December 20, 2023
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SUATU KETIKA, seorang lelaki melintas di depan rumah tetangganya yang sedang mencuci mobil di depan garasi rumah. Lelaki itu bertanya: “Nyuci mobil nih, Pak..?” Tetangganya menjawab: “Iya, Pak, habis kehujanan, kotor..”.

Saat yang lain, seorang ibu membawa tas plastik berisi sayur-mayur hasil belanja  berpapasan dengan ibu tetangga di sebuah gang pemukiman. Tegur sapa pun terjadi. “Baru belanja, Bu..?”, tanya tetangganya. “Iya, Bu”, jawab ibu yang baru saja selesai belanja di warung.

Seorang pekerja kantor sedang asyik mengerjakan sesuatu di laptopnya. Teman sekantornya melintas, sambil berkata: “Wah sibuk banget nih..”. Pekerja itu hanya menjawab: “Ah.. enggak, biasa aja kok..”.

Begitulah percakapan yang sering ditemui dalam interaksi sehari-hari. Orang sering menyapa orang lain, bertanya pada orang lain, dan saling menyatakan sesuatu. Percakapan semacam itu biasa disebut sebagai komunikasi fatis (Phatic Communication).

Komunikasi fatis diperkenalkan oleh Bronislaw Malinowski, seorang antropolog Polandia pada awal abad ke-20. Komunikasi fatis adalah komunikasi yang tidak intensional, tidak memiliki tujuan khusus. Komunikasi yang dilakukan hanya sekadar basa-basi antara satu orang dengan yang lain.

Fungsi Sosial

Komunikasi fatis bukanlah komunikasi yang bernilai informatif, karena tak ada sesuatu yang serius hendak disampaikan. Jika seseorang bertanya tentang apa yang sedang dikerjakan seseorang, sesungguhnya ia tidak ingin tahu betul yang dilakukan orang itu. Pertanyaan itu pun tidak begitu penting, karena si penanya sebenarnya sudah tahu yang dikerjakan orang lain.

Begitulah komunikasi fatis. Fungsi sosial dari komunikasi ini lebih menonjol dibanding fungsi informasinya. Oleh sebab itu, komunikasi fatis sering disebut sebagai non referential language; yaitu penggunaan bahasa yang tidak menujukkan sesuatu yang berarti. Komunikasi fatis tidak bertujuan menunjukkan gagasan tertentu, namun lebih untuk menjaga hubungan sosial.

Hampir semua masyarakat di dunia memiliki bentuk komunikasi fatis masing-masing. Biasanya bentuknya semacam small talk, yaitu percakapan kecil tentang apa saja. Percakapan tentang kesehatan seseorang, cuaca saat ini, sampai masalah keluarga bisa menjadi bagian dari small talk dalam komunikasi fatis. Dimensi komunikasi fatis sangat kultural dan kontekstual. Setiap masyarakat suatu negara memiliki karakteristik komunikasi fatis masing-masing.

Indonesia termasuk negara dengan masyarakat yang mempunyai tipikal komunikasi fatis heboh. Apa saja bisa menjadi perbincangan basa-basi. Tidak heran jika pertanyaan tentang apakah sudah makan, apakah sudah mandi, dan apakah sudah menikah menjadi basa-basi komunikasi fatis di Indonesia. Pertanyaan-pertanyaan tersebut justru dianggap sensitif dan tidak layak diajukan dalam percakapan pada orang-orang Eropa dan Amerika.

Tipe Komunikasi

Komunikasi fatis tak ayal menjadi bagian dari kehidupan manusia. Apalagi bagi masyarakat Indonesia yang dikenal ramah-tamah, basa-basi—dan komunikasi fatis menjadi bagian tak terpisahkan dalam interaksi sosial. Sapaan dan teguran adalah bentuk kesopanan. Tidak menyapa dan tidak menegur saat berjumpa teman atau tetangga justru dianggap tidak sosial.

Beberapa tipe komunikasi fatis diungkapkan Almut Koester (dalam StudySmarter, 2004). Pertama, apa yang disebut starting a conversation, yaitu ungkapan yang digunakan untuk mengawali percakapan, hanya untuk saying hello. Misalnya, saling menanyakan kabar anak dan istri masing-masing.

Kedua, breaking a silence. Komunikasi fatis ini bertujuan untuk menghindari atau mengurangi kecanggungan dalam interaksi interpersonal. “Udaranya sangat dingin ya.. Sepertinya sudah akan masuk musim kemarau”. Pernyataan itu  bukan sebuah informasi, tetapi sekadar obrolan untuk mengurangi kecanggungan.

Ketiga, basa-basi untuk lebih mengakrabkan diri dan meningkatkan hubungan atau making small talk. Contohnya, percakapan seseorang dengan temannya: “Aku lihat postingan fotomu di Facebook. Habis liburan ya..?”

Keempat, membicarakan tentang sesuatu di sekeliling atau di circle sosialnya, yang disebut gossiping. Banyak gosip yang biasa menjadi perbincangan di Indonesia, mulai dari kehidupan teman, tetangga, rekan kerja, maupun kawin-cerai selebriti Tanah Air.

Kelima, expressing solidarity; menunjukkan kepada seseorang bawa kita sepakat atau mendukungnya. Ungapan seperti saya sepakat, saya sangat mendukung, saya setuju seratus persen; merupakan komunikasi fatis berupa dukungan solidaritas.

Keenam, kadangkala perbincangan antara satu orang dengan orang lain terganggu oleh suasana tempat atau ruangan yang berantakan. Untuk lebih membuat suasana nyaman dalam berkomunikasi, orang akan mengajak pindah tempat atau posisi. Tipe basa-basi ini disebut creating comfort.

Ketujuh, expressing empathy;  komunikasi fatis yang bertujuan mengungkan empati seseorang pada keadaan orang lain. Ketika seorang teman akan menjalani operasi karena penyakit yang dideritanya, orang akan berkata:”Semoga operasi berjalan lancar. Jangan segan hubungi saya jika ada yang bisa saya bantu”.

Masih ada beberapa tipe komunikasi fatis yang diungkapkan Almut Koester. Semua mengarah pada upaya untuk menjaga agar komunikasi lebih menyenangkan, meski sekadar basa-basi. Namun basa-basi itu akan sangat bernilai bagi orang lain jika diucapkan dengan ketulusan.

Indonesia sangat kaya dengan ragam komunikasi fatis. Salah satu tipikal komunikasi fatis yang digemari orang Indonesia adalah gosip. Bahkan gosip menjadi bagian dari industri hiburan di media massa. Tak heran bila penulis Polandia, Joseph Conrad mengatakan, gosip adalah sesuatu yang diklaim tidak disukai banyak orang, tetapi dinikmati semua orang.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Golput: Komunikasi Politik yang Gagal
Mendem: Totalitas Komunikasi Transendental dalam Berkesenian
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi antarbudayakomunikasi antarpersona
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nyaru Basa

Next Post

Rekomendasi Kursi Stool Terbaik yang Kuat dan Multifungsi

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails
Next Post
Rekomendasi Kursi Stool Terbaik yang Kuat dan Multifungsi

Rekomendasi Kursi Stool Terbaik yang Kuat dan Multifungsi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co