3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Fatis: Memang Sekadar Basa-Basi

Chusmeru by Chusmeru
December 20, 2023
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SUATU KETIKA, seorang lelaki melintas di depan rumah tetangganya yang sedang mencuci mobil di depan garasi rumah. Lelaki itu bertanya: “Nyuci mobil nih, Pak..?” Tetangganya menjawab: “Iya, Pak, habis kehujanan, kotor..”.

Saat yang lain, seorang ibu membawa tas plastik berisi sayur-mayur hasil belanja  berpapasan dengan ibu tetangga di sebuah gang pemukiman. Tegur sapa pun terjadi. “Baru belanja, Bu..?”, tanya tetangganya. “Iya, Bu”, jawab ibu yang baru saja selesai belanja di warung.

Seorang pekerja kantor sedang asyik mengerjakan sesuatu di laptopnya. Teman sekantornya melintas, sambil berkata: “Wah sibuk banget nih..”. Pekerja itu hanya menjawab: “Ah.. enggak, biasa aja kok..”.

Begitulah percakapan yang sering ditemui dalam interaksi sehari-hari. Orang sering menyapa orang lain, bertanya pada orang lain, dan saling menyatakan sesuatu. Percakapan semacam itu biasa disebut sebagai komunikasi fatis (Phatic Communication).

Komunikasi fatis diperkenalkan oleh Bronislaw Malinowski, seorang antropolog Polandia pada awal abad ke-20. Komunikasi fatis adalah komunikasi yang tidak intensional, tidak memiliki tujuan khusus. Komunikasi yang dilakukan hanya sekadar basa-basi antara satu orang dengan yang lain.

Fungsi Sosial

Komunikasi fatis bukanlah komunikasi yang bernilai informatif, karena tak ada sesuatu yang serius hendak disampaikan. Jika seseorang bertanya tentang apa yang sedang dikerjakan seseorang, sesungguhnya ia tidak ingin tahu betul yang dilakukan orang itu. Pertanyaan itu pun tidak begitu penting, karena si penanya sebenarnya sudah tahu yang dikerjakan orang lain.

Begitulah komunikasi fatis. Fungsi sosial dari komunikasi ini lebih menonjol dibanding fungsi informasinya. Oleh sebab itu, komunikasi fatis sering disebut sebagai non referential language; yaitu penggunaan bahasa yang tidak menujukkan sesuatu yang berarti. Komunikasi fatis tidak bertujuan menunjukkan gagasan tertentu, namun lebih untuk menjaga hubungan sosial.

Hampir semua masyarakat di dunia memiliki bentuk komunikasi fatis masing-masing. Biasanya bentuknya semacam small talk, yaitu percakapan kecil tentang apa saja. Percakapan tentang kesehatan seseorang, cuaca saat ini, sampai masalah keluarga bisa menjadi bagian dari small talk dalam komunikasi fatis. Dimensi komunikasi fatis sangat kultural dan kontekstual. Setiap masyarakat suatu negara memiliki karakteristik komunikasi fatis masing-masing.

Indonesia termasuk negara dengan masyarakat yang mempunyai tipikal komunikasi fatis heboh. Apa saja bisa menjadi perbincangan basa-basi. Tidak heran jika pertanyaan tentang apakah sudah makan, apakah sudah mandi, dan apakah sudah menikah menjadi basa-basi komunikasi fatis di Indonesia. Pertanyaan-pertanyaan tersebut justru dianggap sensitif dan tidak layak diajukan dalam percakapan pada orang-orang Eropa dan Amerika.

Tipe Komunikasi

Komunikasi fatis tak ayal menjadi bagian dari kehidupan manusia. Apalagi bagi masyarakat Indonesia yang dikenal ramah-tamah, basa-basi—dan komunikasi fatis menjadi bagian tak terpisahkan dalam interaksi sosial. Sapaan dan teguran adalah bentuk kesopanan. Tidak menyapa dan tidak menegur saat berjumpa teman atau tetangga justru dianggap tidak sosial.

Beberapa tipe komunikasi fatis diungkapkan Almut Koester (dalam StudySmarter, 2004). Pertama, apa yang disebut starting a conversation, yaitu ungkapan yang digunakan untuk mengawali percakapan, hanya untuk saying hello. Misalnya, saling menanyakan kabar anak dan istri masing-masing.

Kedua, breaking a silence. Komunikasi fatis ini bertujuan untuk menghindari atau mengurangi kecanggungan dalam interaksi interpersonal. “Udaranya sangat dingin ya.. Sepertinya sudah akan masuk musim kemarau”. Pernyataan itu  bukan sebuah informasi, tetapi sekadar obrolan untuk mengurangi kecanggungan.

Ketiga, basa-basi untuk lebih mengakrabkan diri dan meningkatkan hubungan atau making small talk. Contohnya, percakapan seseorang dengan temannya: “Aku lihat postingan fotomu di Facebook. Habis liburan ya..?”

Keempat, membicarakan tentang sesuatu di sekeliling atau di circle sosialnya, yang disebut gossiping. Banyak gosip yang biasa menjadi perbincangan di Indonesia, mulai dari kehidupan teman, tetangga, rekan kerja, maupun kawin-cerai selebriti Tanah Air.

Kelima, expressing solidarity; menunjukkan kepada seseorang bawa kita sepakat atau mendukungnya. Ungapan seperti saya sepakat, saya sangat mendukung, saya setuju seratus persen; merupakan komunikasi fatis berupa dukungan solidaritas.

Keenam, kadangkala perbincangan antara satu orang dengan orang lain terganggu oleh suasana tempat atau ruangan yang berantakan. Untuk lebih membuat suasana nyaman dalam berkomunikasi, orang akan mengajak pindah tempat atau posisi. Tipe basa-basi ini disebut creating comfort.

Ketujuh, expressing empathy;  komunikasi fatis yang bertujuan mengungkan empati seseorang pada keadaan orang lain. Ketika seorang teman akan menjalani operasi karena penyakit yang dideritanya, orang akan berkata:”Semoga operasi berjalan lancar. Jangan segan hubungi saya jika ada yang bisa saya bantu”.

Masih ada beberapa tipe komunikasi fatis yang diungkapkan Almut Koester. Semua mengarah pada upaya untuk menjaga agar komunikasi lebih menyenangkan, meski sekadar basa-basi. Namun basa-basi itu akan sangat bernilai bagi orang lain jika diucapkan dengan ketulusan.

Indonesia sangat kaya dengan ragam komunikasi fatis. Salah satu tipikal komunikasi fatis yang digemari orang Indonesia adalah gosip. Bahkan gosip menjadi bagian dari industri hiburan di media massa. Tak heran bila penulis Polandia, Joseph Conrad mengatakan, gosip adalah sesuatu yang diklaim tidak disukai banyak orang, tetapi dinikmati semua orang.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Golput: Komunikasi Politik yang Gagal
Mendem: Totalitas Komunikasi Transendental dalam Berkesenian
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi antarbudayakomunikasi antarpersona
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nyaru Basa

Next Post

Rekomendasi Kursi Stool Terbaik yang Kuat dan Multifungsi

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Rekomendasi Kursi Stool Terbaik yang Kuat dan Multifungsi

Rekomendasi Kursi Stool Terbaik yang Kuat dan Multifungsi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co