2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mala Menuju Nirmala

Komang Berata by Komang Berata
December 18, 2023
in Esai
Mala Menuju Nirmala

Foto ilustrasi: Komang berata

KEBERADAAN makhluk tidak bisa lepas dari mala atau menjadi penyebab adanya mala. Mala tidak selalu ngaletehin. Tempat yang tepat untuk mala menyebabkan mala tidak ngaletehin. Bayi lahir mabekel mala yang tumbuh, melekat, dan melekati tubuhnya. Mala yang melekati tubuh adalah yèh nyom (air ketuban), getih (darah), dan lamas (lendir).

Mala yang melekat pada tubuh adalah plasenta. Sementara mala yang tumbuh pada tubuh adalah rambut, dan geligi di kemudian hari. Agar tubuh yang mabekel mala menjadi nirmala ditempuh dengan dilepas pada saat yang tepat, terlepas pada saat yang tepat, dan dilepaskan pada saat yang tepat. Yèh nyom, getih, dan lamas dilepas dengan cara memandikan bayi. Tali plasenta terlepas tiga sampai tujuh hari setelah bayi lahir.

Lebih dari tujuh hari tali plasenta masih melekat di pusar bayi dianggap bayi terlalu lama membawa mala. Beragam upaya dilakukan agar tali plasenta segera terlepas dari pusar bayi seperti dengan mengoleskan obat medis, sarang laba-laba, dan abu kelopak bunga kelapa (kloping) di pangkal tali plasenta bayi. Sementara mala yang tumbuh berupa rambut dilepaskan dengan cara makuris (digundul) setelah bayi natab banten oton untuk kali pertama pada umur 210 hari.

Lepas dari mala yèh nyom, getih, lamas, tali plasenta, dan rambut, bayi mendapatkan mala baru dengan tumbuhnya geligi bayi. Walaupun mendapatkan mala baru, kanak-kanak yang belum tanggal geligi dianggap sebagai usia taksu kanak-kanak, diterima segala kelakuannya, sekalipun menyimpang. Tanggal geligi kanak-kanak usia enam sampai tujuh tahun sebagai akhir penerimaan usia taksu, sudah layak menerima sanksi atas penyimpangan yang dilakukannya.

Tanggal geligi adalah tanggal usia taksu, akan tetapi tidak tanggal mala atas geliginya. Tanggal mala setelah menginjak usia remaja jika sudah diupacarai dalam ritual matatah (mapandes). Sudah meninggal sekalipun, belum juga mendapatkan ritual matatah (mapandes), mala geligi masih melekat.

Bagian dari tubuh manusia dan sesuatu yang dilekatkan pada tubuh manusia akan menjadi mala jika terlepas dari tubuh manusia. Seseorang yang sedang majajaitan pantang menyelipkan pisau atau semat (biting) di rambutnya, pantang menggigit semat sekalipun untuk mengecilkan ukuran atau mematahkan semat atau untuk tujuan lainnya, karena ketombe atau air liur yang melekat pada pisau atau biting adalah mala, dan mala bukan bagian persembahan.

Rambut yang terlepas adalah mala juga. Menghindarkan diri menjatuhkan mala di areal yang disucikan, laki-laki menutup kepalanya dengan destar dan perempuan menyanggulkan rambutnya dan atau melingkarkan secarik kain putih mengikat rambutnya. Borèh atau lulur semacam borèh beras kencur untuk menghangatkan tubuh yang meriang menjadi mala ketika terlepas di areal yang disucikan.

Borèh miyik tidak termasuk mala, sekalipun dioleskan pada tubuh pemuka desa dan penari untuk kepentingan ritual. Krama desa telulikur di Desa Adat Basangalas, Abang Karangasem, sebelum memulai pasangkepan desa, penari rejang dewa, dan penari rejang kapwak mesti diolesi borèh miyik sebagai kelengkapan rias menari.

Keringat yang berjatuhan ketika pamedek mundut pralinggan Beliau manda (mabyasa), tidak pernah dianggap menjadi bagian mala. Demikian juga air mata yang berjatuhan ketika keharuan tidak tuntas diekspresikan dalam pertemuan dengan Beliau di areal pura atau atau ketika mundut pralinggan

Beliau beranjangsana di luar areal pura, tidak juga dianggap sebagai mala yang ngaletehin areal atau pralinggan Beliau yang disucikan. Ini menjadi pengecualian seperti buah rambutan dengan “bulu lebat” yang tidak mesti dipangkas seperti duri buah durian. Selalu ada pengecualian dalam setiap kaidah.

Pusuh (bunga jantung pisang) bukan mala, menyebabkan mala ketika masih ngatut (melekat) pada tandan buah pisang | Foto: Komang Berata

Tumbuh-tumbuhan juga membawa mala. Sepanjang tepi janur yang biasanya melekat serbuk halus di seberang lidi adalah mala. Sebelum soha (tuèsa, tuasa) dibentuk jajaitan, tepi janur itu disingkirkan dengan cara soha (diiris).

Buah lokal seperti pisang, mangga, wani (mangga putih), jerungga atau jeruti (jeruk bali), dan durian juga membawa mala maka mesti dicuci bersih dan mategesin (dipotong bagian ujung buah) sebelum tandinga (dirangkai), sementara buah seperti manggis, rambutan, sumaga, salak, apel, dan anggur cukup dicuci bersih dan tidak mategesin, dianggap tidak membawa mala. Buah mategesin adalah cara mudah membedakan buah sudah menjadi lungsuran dan buah masih sukla. Adakah yang tidak negesin buah sebelum tandinga, cukup mencuci bersih saja?

Pusuh (bunga jantung pisang) bukan mala, menyebabkan mala ketika masih ngatut (melekat) pada tandan buah pisang, hanya mala untuk buah pisang yang setandan itu. Tetua kami mewanti-wanti agar kami selalu musuhin (menyingkirkan bunga jantung pisang dari tandannya) begitu sudah saatnya kami pusuhin, selambat-lambatnya sesaat sebelum buah pisang dipanen.

Sangat dihindari memanen buah pisang ketika bunga jantung pisang masih ngatut pada tandannya. Pusuh sangat nikmat dibuat sayur disantan atau diurap, dan tidak menyebabkan mala bagi yang menikmatinya.

Tubuh manusia dan bagian tumbuh-tumbuhan yang tumbuh sempurna dianggap membawa mala maka mesti ada yang dibuang agar nirmala. Tidak demikian dengan hewan yang biasa dijadikan daging untuk melengkapi upakara. Tubuh hewan yang tumbuh dengan sempurna dan tubuh hewan yang masih utuhlah yang nirmala, sementara tubuh hewan yang tidak tumbuh sempurna atau ada yang dikurangi adalah mala.

Ayam sangkur (tanpa daging ekor/kibul) tidak diperkenankan dijadikan daging untuk melengkapi upakara. Ayam sangkur soyok (daging ekor tidak tumbuh sempurna) pun tidak diperkenankan menjadi bagian upakara.

Demikian juga ayam masatsat (jengger dipotong), dan hal ini memberikan ruang ketika belum mengikhlaskan ayamnya disembelih sekalipun untuk banten, jengger ayamnya digigit putus. Carikan tidak layak menjadi bagian sajian. [T]

Menuliskan /E/ Pepet dan /E/Taleng — Tinjauan Kecil Terhadap Sejumlah Cerpen Bali Modern
Menebak Karakteristik dari Penampilan Fisik: Catatan dari Lontar Pawetuan Jadma
Hari Lahir dan Pantangan Makanannya dalam Lontar Pawetuan Jadma Ala Ayu
Tags: balifilsafat balinirmala
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

B-PART: Ragam Raga, Ruang, dan Kemungkinan

Next Post

Soegianto Sastrodiwiryo, Dokter yang Sejarawan Itu Berpulang

Komang Berata

Komang Berata

Pemerhati Bahasa Bali, tinggal di Karangasem

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Soegianto Sastrodiwiryo, Dokter yang Sejarawan Itu Berpulang

Soegianto Sastrodiwiryo, Dokter yang Sejarawan Itu Berpulang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co