2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Indikator Utama Kompetensi Pemimpin Bali — Pokok-pokok Pikiran I Gusti Putu Artha

I Gusti Putu Artha by I Gusti Putu Artha
April 18, 2024
in Opini
Indikator Utama Kompetensi Pemimpin Bali — Pokok-pokok Pikiran I Gusti Putu Artha

I Gusti Putu Artha | Foto: tangkap layar dari youtube jeg bali

KEGIATAN kepemiluan termasuk Pilkada Gubenur, Bupati dan Walikota pada hakikatnya ditujukan untuk memilih para wakil rakyat yang diberi mandat rakyat (setempat) untuk mengelola segenap sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan rakyat secara periodik tiap lima tahun sekali.

Jadi, titik tekannya adalah : memilih para wakil rakyat yang berkompeten dalam mengelola sumber daya guna pencapaian kesejahteraan rakyat secara bertahap tiap lima tahun sekali.

Oleh karena itu, menjadi penting bagi partai politik dan kita semua, memastikan mereka yang potensial akan dinominasikan menjadi wakil rakyat dalam memimpin sebuah provinsi, kabupaten dan kota, memiliki wawasan dan kompetensi dalam mengelola dan menterjemahkan sumber daya lokal yang diubah menjadi program kerja kongkret untuk penyelesaian persoalan lokal guna pencapaian tujuan kesejahteraan rakyat. Bukan sekadar popularitas, elektabilitas apalagi cuma sekadar isi tas, padahal tokoh tersebut tak memiliki wawasan dan konsep memecahkan persoalan daerahnya.

Bagi saya proses seleksi yang sedang berlangsung saat ini, sebelum dipinang parpol untuk diusung, mesti mampu mengelaborasi isi kepala si calon apakah mampu menjadi pemecah masalah problem di daerahnya, bukan malah menjadi sumber masalah baru. Bagi saya, indikatornya sebetulnya relatif sederhana. Cukup dengan menjawab pertanyaan di bawah ini dalam konsep dan gagasannya.

Pertama, bagaimana proses kreatif calon pemimpin dalam peningkatan pendapatan asli daerah dan pendapat lainnya, agar penyelesaian masalah Pembangunan di wilayah itu tersedia anggaran yang cukup. Harus ada target terukur peningkatan PAD selama lima tahun.

Kedua, bagaimana skala prioritas dan komposisi pemanfaatan anggaran daerah yang tercantum dalam APBD. Skala prioritas penggunaan anggaran akan terbaca dalam skala penyelesaian persoalan pembangunan  di daerah itu.

Terhadap dua indikator ini, kepemimpinan Mangku Pastika selama 10 tahun bisa menjadi teladan. Saat 2008, PAD Bali hanya Rp 1 trilyun, lalu setelah 10 tahun (2018) naik tajam menjadi Rp 3,7 trilyun. Artinya selama 10 tahun Mangku Pastika berhasil melipatgandakan PAD sebesar 370 persen atau 37 persen per tahun. APBD Bali tahun 2008 hanya Rp 1,6 trilyun, dan 2018 menjadi Rp 6.3 trilyun (naik hampir 400 persen).

Lantas alokasi anggaran yang besar itu, digunakan untuk memecahkan persoalan nyata Masyarakat di bidang Kesehatan, pendidikan, pertanian dan adat budaya. Program pro rakyat semacam JKBM, Simantri, Pembangunan SMA Bali Mandara adalah salah sedikit program pro rakyat. Yang saya mau tegaskan: duit rakyat itu digelontorkan ke bawah untuk menyelaikan masalah real rakyat, bukan dihambur-hamburkan untuk bansos sana sini.

Oleh karena itu, menjadi penting saat ini mengevaluasi semua bupati atau walikota di Bali yang akan maju lagi jika dia petahana, atau orang per orang yang ingin jadi bupati jika tak ada petahana. Apa konsepnya secara terukur soal proses kreatif peningkatan PAD dan APBD. Lalu, diproyeksikan untuk apa anggaran itu per tahun anggaran. Jika calon itu tak bisa menyampaikan secara terukur potensi keuangan daerah ini, dapat dipastikan ia tak paham ruang lingkup masalah, kewenangan dan skala prioritas program yang akan dibuat.

Saat ini kita semua terjebak pada pragmatisme sangat parah dalam hajatan politik. Konsep, gagasan, ide kreatif dan integritas calon kalah dengan ‘’isi tas’’ kandidat (celakanya krama Ikhlas dibohongi bahwa isi tas calon dalam bentuk tebaran bansos sana-sini sebetulnya : uang negara yang dihamburkan tidak produktif). Kita terjebak pada pengelompokan atas nama calon partai politik dan soroh.

Oleh karena itu, kita semua yang peduli terhadap masa depan Bali serta Buleleng khususnya, harus terus menggiatkan acara semacam ini secara lebih spesifik dan dipublikasikan meluas di media sosial. Ini memang kerja luar biasa untuk mengubah perilaku pemilih.

Namun pembiaran situasi semacam itu tanpa kepedulian para kelompok kritis, akademisi dan intelektual, sama saja membiarkan orang sakit tak bisa berobat, orang miskin tak bisa makan, orang pintar tak bisa sekolah dan orang sakit terancam meninggal. Betapa jahatnya kita yang diberi kecerdasan, hanya untuk peduli saja harus berhitung. Karena sejatinya: hakikat intelektualitas adalah sebuah tanggung jawab sosial, bukan hura-hura apalagi menjadi pelacur. [T]

Tarung Caleg Berdarah Bali di Luar Kandang
Membaca Masa Depan Koster
Tokoh-tokoh Buleleng Bertemu, Apa yang Mereka Bicarakan?
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata
Tags: Made Mangku Pastikapemimpin baliPilkada BaliPolitikpolitik bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Next Post

Kukuhkan 7 Profesor Baru, Undiksha Kini Punya 83 Profesor, Kurang 17 Lagi untuk Target 100

I Gusti Putu Artha

I Gusti Putu Artha

Konsultan politik, pernah menjadi anggota KPU Provinsi Bali dan anggota KPU Republik Indonesia

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Kukuhkan 7 Profesor Baru, Undiksha Kini Punya 83 Profesor, Kurang 17 Lagi untuk Target 100

Kukuhkan 7 Profesor Baru, Undiksha Kini Punya 83 Profesor, Kurang 17 Lagi untuk Target 100

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co