22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
April 18, 2024
in Opini
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Teddy C Putra

TERPILIHNYA “putra putri mahkota” dengan suara sangat meyakinkan ke Gedung Dewan adalah tanda semakin ekslusifnya politik di Bali. Politik dinasti tidak hanya mewarnai eskalasi politik nasional—nyatanya, politik lokal khususnya di Bali pun politik kekerabatan tampak tumbuh subur. Lolosnya putra, putri, serta sanak saudara elit-elit politik di Bali menunjukkan bahwa kekuasaan sedang bergerak dan mengerucut di simpul-simpul kecil elit saja. Alih-alih menciptakan ruang-ruang politik yang inklusif, terpilihnya sanak saudara para elit di Bali justru dan cenderung memperlebar disparitas, seperti pada aspek status sosial, ekonomi, hingga akses pada kekuasaan.

“Sangkep Keluarga” di Gedung Dewan

Teringat sepenggal lirik sebuah lagu dari Iwan Fals yang berjudul “Surat Buat Wakil Rakyat”, kira-kira begini liriknya:

“…wakil rakyat kumpulan orang hebat,
bukan kumpulan orang-orang dekat,
apalagi sanak famili…”

Gedung Dewan memang seharusnya diisi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dan berani bersuara. Namun, belakangan gedung yang katanya menjadi rumah bagi rakyat kecil tersebut justru diisi oleh kerabat dekat para elit setempat. Pernyataan dari Lucius Karus, peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menjadi sangat relevan, yang menyebutkan bahwa wajah DPR di periode 2024-2029 bakal tak ubahnya seperti arisan keluarga. Lebih kurang seperti itulah yang akan masyarakat Bali saksikan di gedung dewan, baik di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi lima tahun ke depan.

Beberapa para kerabat elit yang berhasil melenggang mulus menjadi anggota dewan di Bali, di antaranya: Putu Diah Pradnya Maharani atau akrab disapa Gek Diah berhasil lolos menjadi Anggota DPRD Bali dengan raihan suara tertinggi di dapil Gianyar dari PDI Perjuangan. Putri sulung dari mantan Bupati Gianyar I Made Mahayastra berhasil meraup suara sebesar 133.868, sekaligus berkontribusi terhadap 50 persen suara partai dalam perebutan kursi DPRD Bali.[1]

Terpilihnya Gek Diah tidak bisa dilepaskan dari pengaruh kuat sang ayah yang pernah menjabat sebagai Bupati Gianyar 2018-2023 sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Gianyar. Dalam beberapa kesempatan, I Made “Agus” Mahayastra menggandeng putri sulungnya yang berstatus sebagai Putri Remaja Indonesia Intelegensia 2019 dalam kegiatan pemberian bantuan hibah Bupati Gianyar.[2] Langkah tersebut dapat diduga sebagai upaya memberi pesan kepada pemilih di kabupaten Gianyar, bahwa pihak penerima hibah, dalam hal ini masyarakat Gianyar harus memilih putrinya yang akan berkompetisi di Pemilu 2024.

I Made Bima Nata atau akrab disapa Ebi lolos menjadi Anggota DPRD Badung 2024-2029 dengan raihan suara tertinggi di dapil Petang. Anak kedua dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta berhasil meraih suara sebesar 10.447, sekaligus mengungguli para incumbent lain, seperti I Gusti Lanang Umbara yang memperoleh 4.013 suara dan I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha dengan 1.512 suara.[3]

Tidak berbeda dengan Gek Diah di Gianyar, terpilihnya Bima Nata tidak lepas dari peran dan pengaruh kuat sang ayah yang dikenal sebagai “Bupati Bares”. Rekam jejak Giri Prasta yang dikenal “mengguyur” setiap jengkal wilayah Badung dengan bantuan memberi ruang tumbuhnya relasi patron klien. Dalam konteks relasi patron klien, pihak klien “dipaksa” untuk membalas kebaikan sang patron—salah satunya adalah mendukung langkah politik sang patron.

Tidak hanya satu, dua anak Bupati Karangasem I Gede Dana dipastikan lolos sebagai anggota dewan. I Putu Suryandanu Willyan Richart yang maju sebagai caleg DPRD Provinsi berhasil mengantongi suara sekitar 28 ribu lebih suara, hanya lebih kecil dari sang petahana Ni Kadek Darmini yang sudah mengantongi suara lebih dari 30 ribu. Sedangkan anak keduanya, Ni Kadek Yulita Sinta Dewi sudah meraup sekitar 3.900 suara, jumlah tersebut sudah dianggap aman untuk melenggang ke gedung dewan dari dapil Kecamatan Abang.[4]

Praktik politik dinasti tidak hanya kental diperlihatkan oleh elit-elit politik dari PDI Perjuangan. Elit-elit partai lain pun berbondong-bondong mendorong kerabatnya untuk mendapatkan “pekerjaan” sebagai anggota dewan. Sebut saja I Gede Ghumi Asvatha, putra pertama Bupati Jembrana I Nengah Tamba berhasil melenggang menjadi Anggota DPRD Bali setelah meraih suara sekitar 31 ribu. Perolehan suaranya hanya kalah dari politisi senior PDI Perjuangan, I Made Kembang Hartawan di dapil Jembrana.[5]

Politisi senior Golkar pun tidak mau kalah, Gde Sumarjaya Linggih atau akrab disapa Demer ini pun mendorong putranya terjun ke dunia politik. Agung Bagus Pratiksa Linggih berhasil lolos menjadi anggota DPRD Bali dengan perolehan suara mencapai 12 ribu lebih, sehingga Golkar berhasil mengamankan dua kursi di dapil Buleleng.[6]

Tentu praktik politik dinasti tidak hanya berhenti pada contoh yang sudah diuraikan sebelumnya. Masih sangat banyak elit-elit politik yang sedang “ajimumpung” melakukan praktik politik ini. Praktik politik semacam ini jelas-jelas mengkhianati kompetensi dan proses dari masing-masing individu. Ari Dwipayana menyebutkan bahwa politik dinasti adalah gejala neopatrimonialistik, benihnya sudah lama berakar secara tradisional. Politik semacam ini lebih mengutamakan regenerasi politik berdasarkan atas ikatan genealogis tinimbang merit sistem.

Argumen tersebut kemudian menguatkan dugaan bahwa ekosistem politik di Bali ke depan akan semakin ekslusif karena akan dimonopoli oleh segelintir lingkaran keluarga yang merasa lebih mampu dalam mengelola kekuasaan. Padahal apabila praktik ini langgeng, maka praktek-praktek nepotisme, korupsi, kebocoran sumber pendapatan daerah, hingga penyalahgunaan APBD sangat terbuka terjadi.

Mempertanyakan Sistem Demokrasi Hari Ini

Meski dianggap sebagai sistem terbaik dalam penyelenggaraan sebuah negara, nyatanya demokrasi juga memberi ruang terbuka bagi para otoritarian dan bandit untuk menjadi seorang pemimpin. Bahkan Plato menyebutkan bahwa demokrasi bukanlah sistem yang ideal, melainkan sebuah sistem politik yang memberi jalan bagi tiran untuk berkuasa.[7] Plato sendiri menyebutkan bahwa dalam sistem demokrasi, masyarakat secara alamiah terpolarisasi, sehingga kelompok-kelompok yang termarjinalkan akan diperdaya oleh kelompok-kelompok yang memiliki sumber daya.

Lebarnya jurang pemisah antara kelompok berdaya dengan kelompok termarjinalkan tersebutlah kemudian melahirkan hubungan patron klien yang merupakan yang tidak seimbang antara patron dan klien. Meski sama-sama memiliki sesuatu untuk diberikan, tetapi sesungguhnya yang mendapatkan keuntungan lebih besar adalah sang patron, dibanding klien. Pola tersebutlah yang diduga kini terjadi di Bali. Pembagian bansos secara massive kepada masyarakat oleh elit politik yang mengemban jabatan publik adalah salah satu pola yang jamak ditemui dalam rangka “mengikat” klien untuk setia kepada pilihan politik patron.

Senada dengan Plato, Jason Brennan seorang pengajar ilmu politik dari Universitas Georgetown, AS menyebutkan bahwa salah satu cacat bawaan demokrasi adalah asumsi (keliru) bahwa hak memilih dianggap sebagai jaminan bagi warga negara untuk kesetaraan. Seolah-olah menegasikan hak pilih seorang atau sekelompok warga disamakan dengan tindakan mendiskriminasikan mereka. Sehingga, apabila terdapat upaya-upaya yang dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas demokrasi lewat aturan pemilihan akan dianggap sebagai ide yang subversif.

Apabila suara dari seseorang yang hanya lulusan SD dengan seorang profesor adalah sama, maka kualitas demokrasi niscaya akan mengalami stagnasi. Berangkat dari hal tersebut, Brennan beranggapan bahwa menjadi penting untuk membatasi orang atau kelompok yang memiliki hak pilih dalam rangka memperbaiki kualitas demokrasi. Masih menurut Brennan, apabila negara menginginkan hasil pemilihan adalah orang-orang yang tepat, maka negara juga harus memastikan para pemilih adalah orang-orang yang tepat.

Pendidikan Politik Bagi Rakyat

Gagasan yang disampaikan oleh Brennan tentu gagasan yang sulit direalisasikan dan akan menimbulkan keributan yang berkepanjangan. Oleh karena itu, pendidikan politik terhadap para pemilih menjadi satu hal penting untuk dilakukan. Apabila negara tidak mampu membatasi pemilih, setidaknya negara mampu menyediakan pendidikan politik bagi rakyat dalam rangka meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

Pendidikan politik terhadap pemilih dapat dilakukan oleh seluruh komponen bangsa, mulai dari lembaga-lembaga politik negara, seperti KPU, Bawaslu, hingga DKPP. Selanjutnya dari partai politik yang merupakan salah satu pilar penting dalam ekosistem demokrasi, dan terakhir adalah kelompok-kelompok kemasyarakatan yang memiliki concern di bidang demokrasi dan kepemiluan.

Terintegrasinya pola pendidikan politik oleh semua pihak setidaknya dapat meningkatkan harapan bahwa kualitas pemilih juga semakin meningkat. Mewujudkan kualitas pemilih yang baik adalah satu-satunya cara bagi Indonesia untuk melahirkan pemimpin yang kompeten (tidak lahir dari politik dinasti, politik uang, dll), sekaligus demokrasi yang berkualitas. [T]


[1] Wirnaya, “Srikandi PDI Perjuangan Gianyar Raih Suara Fantastis Melaju ke DPRD Bali” Bali Post, 2 Maret, 2024, https://www.balipost.com/news/2024/03/07/390710/Srikandi-PDI-Perjuangan-Gianyar-Raih…html

[2] NV, “Mahayastra Dorong Putrinya Nyaleg DPRD Bali Penuhi Kuota Perempuan di Pileg 2024 Mendatang”, Nusa Bali, 10 Desember, 2022, https://www.nusabali.com/berita/131344/mahayastra-dorong-putrinya-nyaleg-dprd-bali

[3] Resa Kertawedangga, “Bima Nata, Anak Bupati Giri Prasta, Caleg Pendatang Baru Lolos DPRD Badung, Raih Suara Tertinggi dan Ungguli Incumbent”, Jembrana Express, 19 Februari, 2024, https://jembranaexpress.jawapos.com/politika/2234185288/bima-nata-anak-bupati-giri-prasta-caleg-pendatang-baru-lolos-dprd-badung-raih-suara-tertinggi-dan-ungguli-incumbent

[4] Sui Adnyana, Selamat Juniasa, “2 Anak Bupati Karangasem Gede Dana Diprediksi Lolos Pileg”, detikbali, 16 Februari, 2024, https://www.detik.com/bali/berita/d-7197441/2-anak-bupati-karangasem-gede-dana-diprediksi-lolos-pileg#:~:text=Dua%20anak%20Bupati%20Karangasem%20I,diprediksi%20melenggang%20ke%20DPRD%20Karangasem.

[5] Adi Budiastrawan, “Anak Bupati Jembrana Raih 31 Ribu Suara, Hampir Pasti Lolos DPRD Bali”, detikbali, 17 Februari, 2024, https://www.detik.com/bali/berita/d-7198285/anak-bupati-jembrana-raih-31-ribu-suara-hampir-pasti-lolos-dprd-bali

[6] Wid, “Ajus Linggih Putra Demer Lolos ke DPRD Bali, Anak Muda Siap Tanggung Risiko, Komitmen Perjuangkan 3 Hal Ini “Make Buleleng Great Again””, metrobali, 27 Februari, 2024, https://metrobali.com/ajus-linggih-putra-demer-lolos-ke-dprd-bali-anak-muda-siap-tanggung-risiko-komitmen-perjuangkan-3-hal-ini-make-buleleng-great-again/

[7] Luthfi Assyaukanie, “Masihkah Kita Percaya pada Demokrasi?”, Kompas.id, 22 Maret, 2018, https://www.kompas.id/baca/opini/2018/03/22/masihkah-kita-percaya-pada-demokrasi


  • Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
Perempuan Dalam Politik Indonesia
Tarung Caleg Berdarah Bali di Luar Kandang
Membaca Masa Depan Koster
Tags: Analisa Politikbaliesai politikopini politikPemilu 2024Politikpolitik bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tentang Mario yang Tak Banyak Diketahui: Bertemu Soekarno dan Embrio Kebyar Duduk dari Busungbiu

Next Post

Indikator Utama Kompetensi Pemimpin Bali — Pokok-pokok Pikiran I Gusti Putu Artha

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Indikator Utama Kompetensi Pemimpin Bali — Pokok-pokok Pikiran I Gusti Putu Artha

Indikator Utama Kompetensi Pemimpin Bali -- Pokok-pokok Pikiran I Gusti Putu Artha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co