23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perempuan Dalam Politik Indonesia

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
March 10, 2024
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

POLITIK adalah salah satu aspek penentu kebijakan-kebijakan strategis sebuah negara, dan perempuan Indonesia harus lebih banyak terlibat dalam kancah politik di Indonesia. Pada 8 Maret tiap tahunnya, kaum perempuan selalu memperingati Hari Perempuan Sedunia atau International Women’s Day. Momen ini menjadi ajang bagi kaum perempuan dalam merefleksikan gerakan-gerakan kesetaraan jender di seluruh belahan dunia.

Telah disahkannya Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) menjadi salah satu kabar baik bagi gerakan perempuan di Indonesia. Beberapa rancangan undang-undang (RUU) pun menanti untuk disahkan, seperti RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak dan RUU tentang Keadilan dan Kesetaraan Gender. Produk legislasi semacam ini perlu terus dibicarakan agar mendapat perhatian lebih dari publik.

Perjuangan dalam meloloskan produk legislasi seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tentu harus diperjuangkan melalui semua cara. Tidak hanya didorong dari luar melalui kelompok-kelompok peduli terhadap isu perempuan, tetapi juga harus diperjuangkan dari dalam. Kaum perempuan juga harus memiliki wakil rakyat yang benar-benar memiliki perhatian khusus terhadap isu-isu perempuan. Mengingat lobi-lobi politik terjadi di dalam lembaga perwakilan rakyat tersebut.

Masih Minimnya Keterlibatan Perempuan

Meski telah meningkat, namun representasi perempuan di lembaga legislatif belum menembus angka 30 persen. Pada periode 2019 – 2024, dari 575 orang anggota DPR RI, 120 orang diantaranya adalah perempuan atau setara dengan 20,87 persen. Jumlah tersebut meningkat dari jumlah anggota DPR RI perempuan pada periode 2014 – 2019. Pada periode tersebut terdapat 97 orang perempuan atau setara dengan 16,86 persen yang berhasil berkantor di Senayan.

Minimnya keterlibatan perempuan di kancah politik nasional kembali terlihat pada Pemilu 2024. Hal ini bisa dilihat dari jumlah perempuan yang terlibat menjadi tim inti di masing-masing pasangan calon yang berkontestasi di Pilpres 2024. Pada Tim Nasional (Timnas) Pemenangan AMIN, dari total 299 nama yang masuk ke jajaran tim inti, jumlah tokoh perempuan yang masuk ke dalam Timnas AMIN hanya berjumlah 42 orang atau sekitar 14 persen. Selanjutnya, pada Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, dari total 270 nama yang masuk ke dalam TKN, hanya terdapat 32 tokoh perempuan yang tergabung di dalamnya atau sekitar 12 persen.

Lebih baik dari dua kompetitornya, jumlah tokoh perempuan di dalam Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud sebanyak 122 orang dari 654 orang, atau setara dengan 18,65 persen. Realitas ini menunjukkan bahwa politik di Indonesia masih terasa kental maskulinitasnya. Padahal berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 yang dirilis KPU, jumlah pemilih perempuan masih lebih besar tinimbang jumlah pemilih laki-laki. Jumlah pemilih perempuan sebesar 102.588.719 jiwa, lebih banyak 370.216 jiwa dibandingkan pemilih laki-laki.

Sulitnya partai politik dalam merekrut caleg perempuan pada pemilu juga dapat dirasakan pada edisi 2024. Beberapa teman perempuan dari penulis pun pernah bercerita sempat ditawari untuk menjadi caleg pada Pemilu 2024 dengan tawaran imbalan uang tunai yang jumlahnya tidak sedikit. Upaya-upaya partai politik tersebut tentu untuk memenuhi syarat minimal 30 persen keterwakilan perempuan di setiap daerah pemilihan (dapil). Bahkan dalam proses pendaftaran caleg, masih banyak partai politik yang belum mampu memenuhi syarat minimal 30 persen caleg perempuan di setiap dapilnya.

Fenomena partai politik yang selalu kesulitan merekrut caleg perempuan justru harus dipandang sebagai kegagalan partai politik melakukan fungsinya, yakni fungsi kaderisasi. Apabila melihat kesaksian beberapa teman penulis, maka dapat dipastikan partai politik di Indonesia sangatlah pragmatis, tidak mendahulukan proses. Alih-alih menyiapkan kader-kader perempuan potensial, partai politik justru memilih jalan ‘membayar’ figur-figur perempuan untuk mau dipasang sebagai caleg di dapil-dapil yang masih belum memenuhi syarat.

Menjadi wajar apabila keterlibatan perempuan masih minim di setiap konstelasi politik, melihat cara-cara yang digunakan oleh partai politik sebagai salah satu pilar penting demokrasi pun sangat pragmatis.

Lemahnya Komitmen Kebijakan Afirmasi Keterwakilan Perempuan

Alih-alih penguatan kebijakan afirmasi keterwakilan perempuan, pada Pemilu 2024 justru publik dipertontonkan pelemahan terhadap afirmasi keterwakilan perempuan. Pelemahan tersebut dilakukan secara kolektif oleh pemerintah, lembaga legislatif, dan penyelenggara pemilu. Terbitnya PKPU Nomor 10 Tahun 2023 tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota adalah wujud nyata upaya pelemahan tersebut.

Pada peraturan tersebut, khususnya pada Pasal 8 ayat (2) memberi dampak pada keterwakilan perempuan kurang dari 30 persen pada sejumlah dapil, yaitu dapil yang jumlah calegnya 4, 7, 8, dan 11. Pengaturan tersebut dijelaskan lebih detail dalam Keputusan KPU No. 352 Tahun 2023 tentang Pedoman Teknis Pengajuan Bakal Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Dalam perjalanannya, oleh Mahkamah Agung PKPU tersebut dibatalkan dan mengharuskan KPU untuk memperbaiki peraturan tersebut agar sesuai dengan Undang-Undang NO. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, sebagai salah satu payung hukumnya. Meski demikian progress KPU terkesan lambat, justru KPU terlihat gerak cepat saat merespon Putusan Mahkamah Konstitusi No. 90 soal batas usia pencalonan pada Pilpres.

Melihat situasi tersebut, tantangan dalam meningkatkan keterlibatan perempuan dalam kehidupan berpolitik di Indonesia masih menghadapi tembok tinggi nan tebal yang mesti diruntuhkan. Tetapi, meruntuhkan tembok yang mengalangi upaya-upaya peningkatan keterlibatan perempuan dalam politik bukanlah misi yang mustahil—tinggi dan tebalnya tembok Berlin saja bisa runtuh, masak tembok yang ini engga bisa dirobohkan? Hehe.

Penguatan kebijakan-kebijakan afirmasi keterlibatan perempuan dalam politik dan mendorong partai politik berperan aktif dalam menjalankan fungsinya sebagai wadah kaderisasi pemimpin bangsa, khususnya kader perempuan menjadi dua hal penting yang mesti disoroti oleh publik. Panggung politik belum usai, setelah pemilu masih ada pilkada serentak yang menanti. Harus ada figur-figur perempuan potensial yang terlibat dalam kontestasi di masing-masing daerah.

Peran dari tokoh-tokoh politik perempuan yang sudah eksis harus mampu menjadi corong dan role model untuk menggaet tokoh-tokoh perempuan baru untuk terjun ke dunia politik. Tidak hanya sebagai ‘pemanis’ saja, tetapi juga penentu berbagai kebijakan strategis bangsa. Akankah hal tersebut dapat terwujud? [T]


  • Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
Tarung Caleg Berdarah Bali di Luar Kandang
Membaca Masa Depan Koster
Sulit Membayangkan Anies Menang di Bali
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat
Perempuan Bali dalam Politik, Penting Tidak?
Tags: Hari Perempuan Internasional 2024Perempuanperempuan politikusPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wajah Nyepi, Relasi Agama dan Budaya untuk Harmoni

Next Post

Relevansi Kritik Sosial Lagu “Didi Benjol” Karya Doel Sumbang Pada Era  Pasca Reformasi

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Relevansi Kritik Sosial Lagu “Didi Benjol” Karya Doel Sumbang Pada Era  Pasca Reformasi

Relevansi Kritik Sosial Lagu “Didi Benjol” Karya Doel Sumbang Pada Era  Pasca Reformasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co