2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
April 18, 2024
in Opini
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Teddy C Putra

TERPILIHNYA “putra putri mahkota” dengan suara sangat meyakinkan ke Gedung Dewan adalah tanda semakin ekslusifnya politik di Bali. Politik dinasti tidak hanya mewarnai eskalasi politik nasional—nyatanya, politik lokal khususnya di Bali pun politik kekerabatan tampak tumbuh subur. Lolosnya putra, putri, serta sanak saudara elit-elit politik di Bali menunjukkan bahwa kekuasaan sedang bergerak dan mengerucut di simpul-simpul kecil elit saja. Alih-alih menciptakan ruang-ruang politik yang inklusif, terpilihnya sanak saudara para elit di Bali justru dan cenderung memperlebar disparitas, seperti pada aspek status sosial, ekonomi, hingga akses pada kekuasaan.

“Sangkep Keluarga” di Gedung Dewan

Teringat sepenggal lirik sebuah lagu dari Iwan Fals yang berjudul “Surat Buat Wakil Rakyat”, kira-kira begini liriknya:

“…wakil rakyat kumpulan orang hebat,
bukan kumpulan orang-orang dekat,
apalagi sanak famili…”

Gedung Dewan memang seharusnya diisi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dan berani bersuara. Namun, belakangan gedung yang katanya menjadi rumah bagi rakyat kecil tersebut justru diisi oleh kerabat dekat para elit setempat. Pernyataan dari Lucius Karus, peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menjadi sangat relevan, yang menyebutkan bahwa wajah DPR di periode 2024-2029 bakal tak ubahnya seperti arisan keluarga. Lebih kurang seperti itulah yang akan masyarakat Bali saksikan di gedung dewan, baik di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi lima tahun ke depan.

Beberapa para kerabat elit yang berhasil melenggang mulus menjadi anggota dewan di Bali, di antaranya: Putu Diah Pradnya Maharani atau akrab disapa Gek Diah berhasil lolos menjadi Anggota DPRD Bali dengan raihan suara tertinggi di dapil Gianyar dari PDI Perjuangan. Putri sulung dari mantan Bupati Gianyar I Made Mahayastra berhasil meraup suara sebesar 133.868, sekaligus berkontribusi terhadap 50 persen suara partai dalam perebutan kursi DPRD Bali.[1]

Terpilihnya Gek Diah tidak bisa dilepaskan dari pengaruh kuat sang ayah yang pernah menjabat sebagai Bupati Gianyar 2018-2023 sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Gianyar. Dalam beberapa kesempatan, I Made “Agus” Mahayastra menggandeng putri sulungnya yang berstatus sebagai Putri Remaja Indonesia Intelegensia 2019 dalam kegiatan pemberian bantuan hibah Bupati Gianyar.[2] Langkah tersebut dapat diduga sebagai upaya memberi pesan kepada pemilih di kabupaten Gianyar, bahwa pihak penerima hibah, dalam hal ini masyarakat Gianyar harus memilih putrinya yang akan berkompetisi di Pemilu 2024.

I Made Bima Nata atau akrab disapa Ebi lolos menjadi Anggota DPRD Badung 2024-2029 dengan raihan suara tertinggi di dapil Petang. Anak kedua dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta berhasil meraih suara sebesar 10.447, sekaligus mengungguli para incumbent lain, seperti I Gusti Lanang Umbara yang memperoleh 4.013 suara dan I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha dengan 1.512 suara.[3]

Tidak berbeda dengan Gek Diah di Gianyar, terpilihnya Bima Nata tidak lepas dari peran dan pengaruh kuat sang ayah yang dikenal sebagai “Bupati Bares”. Rekam jejak Giri Prasta yang dikenal “mengguyur” setiap jengkal wilayah Badung dengan bantuan memberi ruang tumbuhnya relasi patron klien. Dalam konteks relasi patron klien, pihak klien “dipaksa” untuk membalas kebaikan sang patron—salah satunya adalah mendukung langkah politik sang patron.

Tidak hanya satu, dua anak Bupati Karangasem I Gede Dana dipastikan lolos sebagai anggota dewan. I Putu Suryandanu Willyan Richart yang maju sebagai caleg DPRD Provinsi berhasil mengantongi suara sekitar 28 ribu lebih suara, hanya lebih kecil dari sang petahana Ni Kadek Darmini yang sudah mengantongi suara lebih dari 30 ribu. Sedangkan anak keduanya, Ni Kadek Yulita Sinta Dewi sudah meraup sekitar 3.900 suara, jumlah tersebut sudah dianggap aman untuk melenggang ke gedung dewan dari dapil Kecamatan Abang.[4]

Praktik politik dinasti tidak hanya kental diperlihatkan oleh elit-elit politik dari PDI Perjuangan. Elit-elit partai lain pun berbondong-bondong mendorong kerabatnya untuk mendapatkan “pekerjaan” sebagai anggota dewan. Sebut saja I Gede Ghumi Asvatha, putra pertama Bupati Jembrana I Nengah Tamba berhasil melenggang menjadi Anggota DPRD Bali setelah meraih suara sekitar 31 ribu. Perolehan suaranya hanya kalah dari politisi senior PDI Perjuangan, I Made Kembang Hartawan di dapil Jembrana.[5]

Politisi senior Golkar pun tidak mau kalah, Gde Sumarjaya Linggih atau akrab disapa Demer ini pun mendorong putranya terjun ke dunia politik. Agung Bagus Pratiksa Linggih berhasil lolos menjadi anggota DPRD Bali dengan perolehan suara mencapai 12 ribu lebih, sehingga Golkar berhasil mengamankan dua kursi di dapil Buleleng.[6]

Tentu praktik politik dinasti tidak hanya berhenti pada contoh yang sudah diuraikan sebelumnya. Masih sangat banyak elit-elit politik yang sedang “ajimumpung” melakukan praktik politik ini. Praktik politik semacam ini jelas-jelas mengkhianati kompetensi dan proses dari masing-masing individu. Ari Dwipayana menyebutkan bahwa politik dinasti adalah gejala neopatrimonialistik, benihnya sudah lama berakar secara tradisional. Politik semacam ini lebih mengutamakan regenerasi politik berdasarkan atas ikatan genealogis tinimbang merit sistem.

Argumen tersebut kemudian menguatkan dugaan bahwa ekosistem politik di Bali ke depan akan semakin ekslusif karena akan dimonopoli oleh segelintir lingkaran keluarga yang merasa lebih mampu dalam mengelola kekuasaan. Padahal apabila praktik ini langgeng, maka praktek-praktek nepotisme, korupsi, kebocoran sumber pendapatan daerah, hingga penyalahgunaan APBD sangat terbuka terjadi.

Mempertanyakan Sistem Demokrasi Hari Ini

Meski dianggap sebagai sistem terbaik dalam penyelenggaraan sebuah negara, nyatanya demokrasi juga memberi ruang terbuka bagi para otoritarian dan bandit untuk menjadi seorang pemimpin. Bahkan Plato menyebutkan bahwa demokrasi bukanlah sistem yang ideal, melainkan sebuah sistem politik yang memberi jalan bagi tiran untuk berkuasa.[7] Plato sendiri menyebutkan bahwa dalam sistem demokrasi, masyarakat secara alamiah terpolarisasi, sehingga kelompok-kelompok yang termarjinalkan akan diperdaya oleh kelompok-kelompok yang memiliki sumber daya.

Lebarnya jurang pemisah antara kelompok berdaya dengan kelompok termarjinalkan tersebutlah kemudian melahirkan hubungan patron klien yang merupakan yang tidak seimbang antara patron dan klien. Meski sama-sama memiliki sesuatu untuk diberikan, tetapi sesungguhnya yang mendapatkan keuntungan lebih besar adalah sang patron, dibanding klien. Pola tersebutlah yang diduga kini terjadi di Bali. Pembagian bansos secara massive kepada masyarakat oleh elit politik yang mengemban jabatan publik adalah salah satu pola yang jamak ditemui dalam rangka “mengikat” klien untuk setia kepada pilihan politik patron.

Senada dengan Plato, Jason Brennan seorang pengajar ilmu politik dari Universitas Georgetown, AS menyebutkan bahwa salah satu cacat bawaan demokrasi adalah asumsi (keliru) bahwa hak memilih dianggap sebagai jaminan bagi warga negara untuk kesetaraan. Seolah-olah menegasikan hak pilih seorang atau sekelompok warga disamakan dengan tindakan mendiskriminasikan mereka. Sehingga, apabila terdapat upaya-upaya yang dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas demokrasi lewat aturan pemilihan akan dianggap sebagai ide yang subversif.

Apabila suara dari seseorang yang hanya lulusan SD dengan seorang profesor adalah sama, maka kualitas demokrasi niscaya akan mengalami stagnasi. Berangkat dari hal tersebut, Brennan beranggapan bahwa menjadi penting untuk membatasi orang atau kelompok yang memiliki hak pilih dalam rangka memperbaiki kualitas demokrasi. Masih menurut Brennan, apabila negara menginginkan hasil pemilihan adalah orang-orang yang tepat, maka negara juga harus memastikan para pemilih adalah orang-orang yang tepat.

Pendidikan Politik Bagi Rakyat

Gagasan yang disampaikan oleh Brennan tentu gagasan yang sulit direalisasikan dan akan menimbulkan keributan yang berkepanjangan. Oleh karena itu, pendidikan politik terhadap para pemilih menjadi satu hal penting untuk dilakukan. Apabila negara tidak mampu membatasi pemilih, setidaknya negara mampu menyediakan pendidikan politik bagi rakyat dalam rangka meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

Pendidikan politik terhadap pemilih dapat dilakukan oleh seluruh komponen bangsa, mulai dari lembaga-lembaga politik negara, seperti KPU, Bawaslu, hingga DKPP. Selanjutnya dari partai politik yang merupakan salah satu pilar penting dalam ekosistem demokrasi, dan terakhir adalah kelompok-kelompok kemasyarakatan yang memiliki concern di bidang demokrasi dan kepemiluan.

Terintegrasinya pola pendidikan politik oleh semua pihak setidaknya dapat meningkatkan harapan bahwa kualitas pemilih juga semakin meningkat. Mewujudkan kualitas pemilih yang baik adalah satu-satunya cara bagi Indonesia untuk melahirkan pemimpin yang kompeten (tidak lahir dari politik dinasti, politik uang, dll), sekaligus demokrasi yang berkualitas. [T]


[1] Wirnaya, “Srikandi PDI Perjuangan Gianyar Raih Suara Fantastis Melaju ke DPRD Bali” Bali Post, 2 Maret, 2024, https://www.balipost.com/news/2024/03/07/390710/Srikandi-PDI-Perjuangan-Gianyar-Raih…html

[2] NV, “Mahayastra Dorong Putrinya Nyaleg DPRD Bali Penuhi Kuota Perempuan di Pileg 2024 Mendatang”, Nusa Bali, 10 Desember, 2022, https://www.nusabali.com/berita/131344/mahayastra-dorong-putrinya-nyaleg-dprd-bali

[3] Resa Kertawedangga, “Bima Nata, Anak Bupati Giri Prasta, Caleg Pendatang Baru Lolos DPRD Badung, Raih Suara Tertinggi dan Ungguli Incumbent”, Jembrana Express, 19 Februari, 2024, https://jembranaexpress.jawapos.com/politika/2234185288/bima-nata-anak-bupati-giri-prasta-caleg-pendatang-baru-lolos-dprd-badung-raih-suara-tertinggi-dan-ungguli-incumbent

[4] Sui Adnyana, Selamat Juniasa, “2 Anak Bupati Karangasem Gede Dana Diprediksi Lolos Pileg”, detikbali, 16 Februari, 2024, https://www.detik.com/bali/berita/d-7197441/2-anak-bupati-karangasem-gede-dana-diprediksi-lolos-pileg#:~:text=Dua%20anak%20Bupati%20Karangasem%20I,diprediksi%20melenggang%20ke%20DPRD%20Karangasem.

[5] Adi Budiastrawan, “Anak Bupati Jembrana Raih 31 Ribu Suara, Hampir Pasti Lolos DPRD Bali”, detikbali, 17 Februari, 2024, https://www.detik.com/bali/berita/d-7198285/anak-bupati-jembrana-raih-31-ribu-suara-hampir-pasti-lolos-dprd-bali

[6] Wid, “Ajus Linggih Putra Demer Lolos ke DPRD Bali, Anak Muda Siap Tanggung Risiko, Komitmen Perjuangkan 3 Hal Ini “Make Buleleng Great Again””, metrobali, 27 Februari, 2024, https://metrobali.com/ajus-linggih-putra-demer-lolos-ke-dprd-bali-anak-muda-siap-tanggung-risiko-komitmen-perjuangkan-3-hal-ini-make-buleleng-great-again/

[7] Luthfi Assyaukanie, “Masihkah Kita Percaya pada Demokrasi?”, Kompas.id, 22 Maret, 2018, https://www.kompas.id/baca/opini/2018/03/22/masihkah-kita-percaya-pada-demokrasi


  • Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
Perempuan Dalam Politik Indonesia
Tarung Caleg Berdarah Bali di Luar Kandang
Membaca Masa Depan Koster
Tags: Analisa Politikbaliesai politikopini politikPemilu 2024Politikpolitik bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tentang Mario yang Tak Banyak Diketahui: Bertemu Soekarno dan Embrio Kebyar Duduk dari Busungbiu

Next Post

Indikator Utama Kompetensi Pemimpin Bali — Pokok-pokok Pikiran I Gusti Putu Artha

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Indikator Utama Kompetensi Pemimpin Bali — Pokok-pokok Pikiran I Gusti Putu Artha

Indikator Utama Kompetensi Pemimpin Bali -- Pokok-pokok Pikiran I Gusti Putu Artha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co