23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pesan Cinta untuk Seorang Teman | Cerpen Wahyudi Prasancika

Wahyudi Prasancika by Wahyudi Prasancika
January 20, 2024
in Cerpen
Pesan Cinta untuk Seorang Teman | Cerpen Wahyudi Prasancika

Ilustrasi tatkala.co

Sin!

Kalo misal aku udah siap dengan setiap kemungkinan terburuk saat confess ke dia, menurutmu gimana?

Mending aku jujur atau yaudah temenan aja?

Setelah berpikir cukup lama akhirnya pesan-pesan ini aku kirimkan lewat WA ke Sintya. Dia adalah teman yang aku kenal sejak kuliah. Kami dekat karena banyak waktu yang kami habiskan dulu, sampai akhirnya tidak banyak bertemu karena sudah sama-sama bekerja. Komunikasi masih terjalin baik sampai hari ini. Ya walaupun komunikasi itu terjadi saat kami saling membalas cerita di sosial media.

Akhirnya ya, hahahaha!

Hem gimana ya, aku gak tau sih dari pihak laki-laki gimana?

Balasan ini akhirnya muncul setelah 3 menit lalu aku mengirimkan pesan sebelumnya. Sepertinya Sintya memang menunggu momen ini datang. Dia merasa cukup paham dengan kondisi yang aku alami. Soal buruknya ceritaku tentang cinta. Sebagai teman yang baik, dia selalu membalas setiap cerita galauku yang akan diakhiri dengan kata semangat.

Hahahahaha, tapi lucu juga ya. Masak urusan gini masih nanya dulu

Ya sebenernya takut juga bakal jadi aneh nanti. Tapi kalo gak diomongin kayak ada yang ganggu gitu gak sih rasanya

Dua pesan ini kembali aku kirim.

Aku memang sering khawatir dengan setiap kemungkinan yang akan terjadi. Kadang terasa berlebihan. Kedekatan dengan orang yang aku suka seringkali gagal di saat akan serius.  Maka keputusan untuk hanya berteman tanpa peresmian adalah pilihan berikutnya. Tidak ada kata putus. Tidak ada rasa canggung. Tapi selalu penuh dengan kecemburuan. Dalam hal semacam ini, aku memang tidak tau harus bersikap seperti apa. Bisa dikatakan aku memang payah dalam percintaan. Rasanya sangat dilema jika harus memutuskan seperti apa langkah yang diambil ketika aku mulai jatuh cinta dengan seseorang.

Memang pengakuan akan menjadi pisau bermata dua. Bisa membuat hubungan lebih baik atau lebih buruk. Sialnya, aku pernah mengalami dua hal yang cukup menyesakkan. Aku pernah gagal karena dianggap menyatakan cinta terlalu cepat. Dia tidak yakin bahwa aku benar-benar cinta. Ujungnya tentu sudah sangat jelas.

Berikutnya, aku pernah gagal karena dia tiba-tiba mengunggah foto bersama pasangannya. Pembelaannya adalah aku yang terlalu lama, padahal dia juga suka awalnya. Ujungnya tentu juga sama, begitu sesak rasanya.

Tapi kesialan semacam ini tidak hanya terjadi dua kali. Namun setidaknya dua hal ini mengaburkan standar waktu yang seharusnya aku pahami. Aku tidak pernah tau kapan waktu yang tepat untuk menyatakan perasaan cinta. Bahkan sampai saat ini, masih tetap sama.

Jika ada pengelompokan orang dalam hal percintaan, rasanya aku akan masuk pada kelas terbawah. Ini bukan tanpa alasan. Hal-hal yang terjadi sebelumnya jelas mengatakan bahwa aku adalah orang yang tidak mau berkompromi dengan resiko. Ujungnya pun hampir selalu sama, tidak menjadi apa-apa. Layaknya menulis, aku sudah menyerah lebih dulu karena takut hasilnya akan jelek.

Akhirnya aku menyerah sebelum menyelesaikan kalimat pertama. Secara pengalaman, aku hanya pernah berpacaran 3 kali. Tidak pernah ada anniversary dan yang terakhir sekitar 9 tahun lalu. Untuk lelaki berumur 24 tahun, rasanya kalian akan sepakat dengan apa yang aku sampaikan di awal.

Sintya kembali membalas pesanku.

Gimana ya

Gak tau Wah. Jujur aja

Hahahaha

Iya kayaknya kamu udah lama banget kayak gini

Aku membalas:

Hahahaha bingung

Dia balas:

Selegamu aja si Wah

Aku balas:

Kayak aku udah ngeyakinin diri buat siap, tapi apa iya ya?

Oh ya, sorry. Kamu emangnya gak lagi sibuk? Ntar terganggu lagi gara-gara ngeladenin aku

Hahahaha

Aku mencoba memastikan bahwa Sintya memang sedang tidak bekerja. Secara pribadi aku sudah cukup banyak masalah. Aku juga sadar bahwa Sintya pun punya masalahnya sendiri. Jadi rasanya cukup bijak untuk memastikan bahwa masalah ini tidak akan menambah masalah bagi Sintya nantinya.

Tapi Sintya membalas:

Gak sih Wah

Cuma ya gitu, mungkin aku tidak cukup membantu

Hahahaha

Lama jeda. Beberapa menit kemudian pesan Sintya kembali masuk.

Tapi kayak gimana ya. Aku juga bingung

Aku balas:

Hahahaha maaf nih, kamu malah jadi ikutan bingung

Sintya balas:

Aku kayak takut gitu loh ngasi saran. Kayaknya kamu memikirkan ini lama banget. Jadi aku kan harus hati-hati juga ya buat ngasi saran.Tapi aku juga bingung nih harus ngasi sarannya gimana

Sebetulnya aku suka dengan Sintya. Sudah sejak lama. Entah dia sadar atau tidak. Bahkan rasa ini tetap ada saat dia bersama yang lainnya. Di titik itu, aku hanya mencoba membatasi diri saja dan tetap menjadi selalu ada di waktu-waktu tertentu. Tidak ada yang aneh buatnya karena kami memang dekat secara pertemanan. Beberapa waktu lalu aku tau bahwa Sintya sudah tidak berpacaran lagi. Aku mulai berpikir bisa jadi ini adalah waktu yang tepat. Tapi resikonya terlalu besar. Pertemanan. Rasanya malam ini tanganku bergerak sendiri.

Kalo orang yang aku suka itu kamu, gimana?

Setelah pesan ini terkirim, aku menjauhkan handphone. Aku mencoba meyakinkan diri untuk siap dengan setiap kemungkinan terburuk yang terjadi. Toh juga sudah terbiasa patah hati.

Beberapa menit kemudian kulihat pesan Sintya masuk. Aku masih diam. Setelah cukup siap, barulah kubuka balasan darinya.

Kalo aku di posisi orang yang kamu suka, gimana ya. Aku gak tau juga. Kalo kamu gak keberatan, coba ceritain kalian itu kayak gimana. Jadi aku ada gambaran juga

Misal kalian interaksinya gimana. Terus responnya dia gimana. Mungkin dari situ aku jadi kepikiran

Sial. Sintya salah menangkap pesanku sebelumnya.

Iya, aku sukanya kamu Sin!

Tentu setelah pesan ini, aku yakin balasan Sintya berikutnya adalah jawaban sebenarnya. Berkali-kali aku meyakinkan diri bahwa aku siap dengan apapun balasannya.

Berselang 14 menit, sebuah notifikasi muncul. Iya, itu adalah pesan dari Sintya.

Waduh, hahahahaha

Memang tidak spesifik seperti dugaanku. Tapi jawaban ini tentu masih membingungkan,

Aneh ya? Hahahaha

Aku mencoba memperjelas maksud dari pesan yang dia kirimkan. Tentu aku tidak benar sedang tertawa. Tidak mungkin kondisi seperti ini aku masih tertawa. Ini hanya sedikit usaha agar situasinya tidak menjadi lebih buruk dan agar dia tidak merasa tertekan untuk menyampaikan perasaan yang sebenarnya.

Setelah pertimbangan yang panjang, aku memutuskan untuk menyampaikan perasaanku. Aku sudah siap dengan kemungkinan terburuk yang terjadi saat pengakuan ini akhirnya terkirim. Setidaknya ada kelegaan yang akan terasa.

Wah, kalo ke pacaran itu aku gak Wah. Aku seneng kita temenan

Setelah membaca pesan ini, ternyata salah satu kemungkinan yang aku bayangkan benar. Tinggal menunggu kebenaran kemungkinan-kemungkinan berikutnya. Aku kemudian berdiri dan mematikan AC yang ada di kantor. Tidak ada keringat, hanya malam ini terasa lebih dingin dari biasanya. [T]

BACA cerpen-cerpen tatkala.co yang lain

Sedihku Berakhir di Verona | Cerpen Putu Arya Nugraha
Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto
Lelaki Dalam Kamar Pacarnya  | Cerpen Depri Ajopan
Tags: Cerpencerpen tentang cinta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menggigil di Belantara Gunung Batukaru

Next Post

Puisi-puisi Irman Hermawan | Bunga yang Ditanam Tanganmu

Wahyudi Prasancika

Wahyudi Prasancika

Mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika di Undiksha, pemain teater, sedang belajar menulis

Related Posts

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
0
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Irman Hermawan | Bunga yang Ditanam Tanganmu

Puisi-puisi Irman Hermawan | Bunga yang Ditanam Tanganmu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co