24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Agus Krisna Widyantara Oka by Agus Krisna Widyantara Oka
November 27, 2023
in Khas
Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Pura Bukit Mentik | Foto: Agus Krisna

DESIRAN angin yang cukup kencang membuat suasana tetap terasa sejuk di sekitar Pura Bukit Mentik, Desa Batur, Kintamani. Hamparan pohon yang rimbun dan black lava yang terbentuk dari letusan magma Gunung Batur yang telah membeku sejak ratusan tahun silam, membuat suasana sejuk makin terasa.

Di area Pura Bukit Mentik, banyak tumbuhan besar  yang juga melindungi kawasan pura, sehingga kesejukan terus menerpa. Desiran angin yang menghempas dedaunan membawa kesegaran bagi pemedek (pengunjung yang melakukan persembahyangan) ke pura ini.

Pura ini berdiri di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, dekat dengan puncak Gunung Batur. Pura ini memiliki pemandangan yang indah, juga menghadap ke Danau Batur dan Gunung Abang.

Sejumlah  pemangku dan masyarakat sekitar yang ada di kawasan Pura Bukit Mentik yang bertugas untuk ngayah di Pura ini juga terus melakukan pembersihan area, menyapu sampah sehingga pura terlihat tetap bersih dan asri.

Pura Bukit Mentik sering dikunjungi oleh umat yang melakukan persembahyangan. Untuk menuju pura ini, kita bisa melewati beberapa alternatif jalan raya semisal lewat Culali dan melalui jalan raya Penelokan yang tembus ke area wisata Black Lava. Kedua jalan tersebut sudah bagus dan aspal yang mulus, meski demikian para pemedek tetap hati-hati mengingat jalur dari kedua jalan tersebut cukup terjal dan berbelok- belok.

Pura Bukit Mentik adalah salah satu pura tertua di Bali yang terletak di Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Pura ini memiliki sejarah yang panjang dan menarik, karena merupakan salah satu tempat peribadatan di Bali yang sarat akan akulturasi budaya dari agama Hindu dan Buddha dan budaya Cina.

Menurut penuturan salah satu pemangku Pura Bukit Mentik, Jro Mangku Alibana, Pura Bukit Mentik ini sudah ada sejak jaman kerajaan Bali kuno. Pura ini konon didirikan oleh Raja Jaya Pangus, raja Bali dari dinasti Warmadewa, pada abad ke-11 masehi.

Pura ini dibangun untuk memuja Tuhan sebagai pencipta bumi (Ida Bhatara Madue Gumi) dan Tuhan sebagau pencipta agama (Ida Bhatara Madue Gama).

Di pura ini juga banyak tersimpan relik-relik Buddha, seperti stupa, arca, dan prasasti. Dulu, relik-relik tersebut dibawa oleh para biksu dan pedagang dari India, Sri Lanka, dan Cina. Pura ini memiliki arsitektur yang unik, karena menggabungkan unsur-unsur Hindu dan Buddha, seperti meru, padmasana, gedong, dan candi bentar.

Dari penuturan Jro Mangku Alibana juga diketahui, Pura Bukit Mentik memiliki sepuluh pura prasanak atau pura jajar kemiri, yang merupakan pura-pura yang berhubungan dengan pura induknya. Pura-pura prasanak ini tersebar di sekitar pura Bukit Mentik, dan memiliki fungsi dan sejarah yang berbeda-beda.

Salah satu pura prasanak yang terkenal adalah Pura Batu Nyaak, yang juga disebut Pura Bukit Jambul, Pura Melanting, Pura Batu Kembang, atau Pura Bukit Nyaag. Pura ini dipersembahkan untuk memuja Dewi Sri sebagai pemberi kesuburan dan kemakmuran.

Pura Bukit Mentik juga berhubungan dengan Pura Ulun Danu Batur, yang merupakan pura kahyangan jagat lainnya yang terletak di pinggir Danau Batur. Pura Ulun Danu Batur adalah pura yang dipersembahkan untuk memuja Dewi Danu sebagai penguasa air dan sumber kehidupan.

Pura Ulun Danu Batur juga merupakan pura rwa bhineda dan pura padma bhuwana, yang melambangkan keseimbangan dan keselarasan alam semesta. Pura Bukit Mentik dan Pura Ulun Danu Batur memiliki persimpangan Batara Tiga, yaitu Pura Besakih, Pura Lempuyang Luhur, dan Pura Ulun Batur

Raja Jayapangus yang mendirikan pura ini dan memperluas hubungan dagang dan budaya dengan India, Sri Lanka, dan Cina. Ia juga dikenal sebagai raja yang toleran terhadap agama Buddha, dan bahkan menikahi seorang putri Cina yang beragama Buddha, bernama Kang Cing Wei.

Masih dituturkan oleh Jro Mangku Alibana, Kang Cing Wei merupakan putri dari seorang syahbandar dari Cina. Ia menikah dengan Raja Jayapangus dan menjadi permaisuri yang berpengaruh. Ia juga membawa relik-relik Buddha dari Cina dan menyumbangkannya ke Pura Bukit Mentik.

Para biksu dan pedagang dari India, Sri Lanka, dan Cina, yang berkunjung ke Bali dan membawa ajaran dan relik-relik Buddha. Mereka juga berinteraksi dengan masyarakat Bali dan mempengaruhi budaya dan seni mereka. Mereka diberi tempat tinggal dan perlindungan oleh Raja Jayapangus di sekitar Pura Bukit Mentik.

Pura ini berkembang dan menjadi pusat pertemuan manusia seiring dengan perkembangan hubungan dagang dan budaya antara Bali dan negara-negara Asia lainnya, terutama India, Sri Lanka, dan Cina pada jaman Bali kuno.  Pada abad ke-13 Masehi, Pura Bukit Mentik menjadi salah satu pusat keagamaan dan kebudayaan di Bali, yang menampung berbagai aliran dan tradisi Hindu dan Buddha.

Namun, pada abad ke-14 Masehi, Pura Bukit Mentik mengalami kemunduran akibat invasi Majapahit, yang membawa pengaruh Hindu Jawa ke Bali.

Pada abad ke-16 Masehi, Pura Bukit Mentik mengalami kehancuran akibat letusan Gunung Batur, yang mengubur sebagian besar bangunan dan relik-reliknya.

“Di abad ke-20 masehi, Pura bukit mentik  mulai di renovasi dan din pugar oleh pemerintah dan masyarakat setempat, dan bantuan dari ahli sejarah dan arkeologi,” ujar Jro Mangku Alibana.

Menurut Jro Mangku Alibana, piodalan di Pura Bukit Mentik, dilaksanakan sebanyak lima kali dalam setahun, yaitu pada purnama sasih kasa, purnama sasih katiga, purnama sasih kapat,purnama sasih kelima, dan purnama sasih kesanga.

Bagi masyarakat Bali, keberadaan Pura Bukit Mentik sangat penting karena berkaitan erat dengan sejarah dan ikatan persaudaraan masyarakat Bali dari masa lalu.  Benda-benda bersejarah di pura sudah menunjukkan adanya hubungan sosial antar suku dan rasa dari masa lampau.  Pura ini juga menjadi saksi bisu dari perkembangan hubungan dagang dan budaya antara Bali dan negara-negara Asia lainnya, terutama India, Sri Lanka, dan Cina.  [T]

Catatan:

  • Artikel ini adalah bagian dari tugas kuliah mahasiswa Prodi Komunikasi Hindu, STAHN Mpu Kuturan Singaraja
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (1) : Mengulang Pemuliaan Danau 104 Tahun Lalu
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (2): Bersatunya Air Suci dari Tiga Pulau di Danau Batur
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (3) : Pasu Yadnya Pengingat Manusia
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (4): Soliditas Hulu-Hulu
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (5): Konektivitas dan Solidaritas Hulu-Hilir
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (6): Melasti dan Narasi Kekerabatan yang Memudar
Tags: BaturDanau BaturGunung BaturhinduPuraSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Busana dan Sasana: Catatan Tentang Pakaian Pemimpin dalam Kakawin Rāmāyaņa

Next Post

Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata

Agus Krisna Widyantara Oka

Agus Krisna Widyantara Oka

Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co