23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Etnopedagogi Langit: Melihat Arah Pendidikan Anak lewat Astrologi Jyotisa

Arya Lawa Manuaba by Arya Lawa Manuaba
September 11, 2023
in Opini
Etnopedagogi Langit: Melihat Arah Pendidikan Anak lewat Astrologi Jyotisa

Ilustrasi tatkala.co

Jyotisa (IAST: jyotiṣa) artinya ’ia yang bercahaya’. Matahari, bulan, bintang, dan planet yang bergerak di sepanjang kubah langit setiap hari adalah sumber-sumber cahaya. Semua sumber cahaya itu mengeluarkan atau memantulkan gelombang energi berbeda. Sadar atau tidak, energi-energi itu terpenetrasi ke dalam tubuh manusia dan memengaruhi kehidupan kita. Ilmu okultis yang mempelajari pengaruh energi benda-benda langit itu terhadap naik-turunnya takdir manusia disebut Jyotisa Sastra.

Tak hanya membahas tentang nasib manusia, Jyotisa Sastra juga mencakup gejala-gejala alam, pertanda datangnya suatu peristiwa, dan prediksi masa depan. Sebuah kitab Jyotisa esoterik berjudul Brihat Samhita bahkan memuat tafsir gempa menurut bulan (sasih) yang bersading dengan teks Palalindon di Bali. Dari sana, kita dapat memahami bahwa orang-orang zaman dahulu memaknai gempa dengan cara yang mirip. Ada pula ilmu Vastu Sastra yang amat mirip dengan Hasta Kosala-Kosali dan Feng Sui.

Khusus mengenai pembacaan watak manusia, Jyotisa Sastra memiliki satu cabang ilmu astrologi khusus bernama Hora (Ahoratra). Dalam bahasa sederhana, Hora adalah seni membaca peta langit saat seseorang dilahirkan. Di mana posisi matahari, bulan, dan tujuh planet lain saat seseorang lahir akan menentukan karakter, preferensi, kelemahan, dan kekuatan hidupnya. Tidak hanya itu, Hora juga dapat menenung karakter seseorang dari naksatra (bintang kelahiran) yang berjumlah 27 dan tersebar di sepanjang ekuator langit.

Menurut Astrologi Hora, langit dibagi menjadi dua belas bilah (wilayah), dimulai dari titik di mana cakrawala timur berada. Benda langit apa pun yang ada di titik itu saat seseorang dilahirkan akan menentukan dasar watak atau karakternya. Titik itu disebut lagna, atau asendan.

Apabila matahari (Surya, Raditya) ada di titik cakrawala timur saat seseorang lahir, dia akan menjadi orang yang egosentris. Apa pun yang dia bicarakan, lakukan dan pikirkan akan berorientasi pada dirinya sendiri. Jika matahari sedikit naik hingga 30derajat dari cakrawala timur saat seorang anak lahir, maka anak itu akan selalu ingin meninggalkan kampung halamannya untuk merantau. Lain halnya jika matahari ada di cakrawala barat saat seseorang lahir, maka orientasi hidupnya akan selalu ada pada lawan jenisnya. Jika anak itu lahir subuh saat matahari berada di bawah cakrawala, dia akan menjadi anak yang suka bicara. Bahasa akan menjadi senjatanya yang paling ampuh.

Jadi, walaupun dua anak lahir di tanggal yang sama dan di ranjang rumah sakit yang sama, jika waktu lahirnya berbeda, maka karakter mereka juga pasti berbeda. Karena itu, jam lahir yang akurat sangat penting dalam pembacaan astrologi Hora selain tanggal lahir dan tempat lahir.

Faktor lain yang mempengaruhi karakter seorang anak adalah posisi bulan (Soma, Candra, Indu) saat dia lahir. Bulan mewakili pikiran manusia, emosi, ibu, cinta kasih dan toleransi. Jika bulan terbit di cakrawala saat seseorang lahir, dia akan memiliki wajah berseri-seri serta pikiran yang kalem dan sensitif. Jika bulan sedikit naik ke atas cakrawala sampai kira-kira 30 derajat, anak itu akan menjadi orang yang puitis karena kata-katanya menyejukkan. Jika bulan ada di langit atas kepala saat seseorang lahir, maka dia kelak akan sangat cocok dalam investasi properti dan saham.

Planet selanjutnya adalah Merkurius (Budha). Merkurius mempengaruhi kecerdasan, intelegensi, dan logika. Jika merkurius berada di cakrawala saat seseorang lahir, dia akan menjadi anak yang pandai dalam logika dan sains, selain juga memiliki tampang nerd yang kadang membuatnya dijauhi karena tampak terlalu pintar. Jika Merkurius kebetulan bertengger di cakrawala barat saat anak itu lahir, dia akan sangat pandai berbisnis dan bernegosiasi, serta akan cenderung memilih pasangan yang pintarnya sama.

Planet Mars (Bhoma) mewakili ambisi, passion, spontanitas, dan semangat. Jika Mars ada di cakrawala timur saat seseorang lahir, dia akan menjelma menjadi sosok yang ambisius dan keras kepala (plus dengan badan kekar). Jadi, mendidik anak Mars perlu kesabaran yang tinggi. Jika Mars berada sedikit miring ke barat dari arah atas kepala saat seseorng lahir, maka dia akan sangat ambisius dengan pendidikannya.

Jupiter (Wrespati) adalah pelindung, pengayom, sang bijaksana, filsuf, dan guru. Anak dengan jupiter di cakrawala saat dia lahir ditakdirkan untuk menjadi guru, pendidik, atau bisa saja pemimpin yang melindungi rakyatnya. Jika jupiter ada di cakrawala barat, Anda harus berhati-hati karena si anak akan cenderung memiliki banyak pacar saat dia memasuki usia pubertas.

Venus (Sukra) adalah cinta kasih, sensualitas, daya tarik badaniah, seks, seni, dan romantisme. Jika ada seorang anak lahir ketika Venus ada di cakrawala, lawan jenisnya tidak akan tahan melihat wajahnya. Dia akan memiliki badan yang lembut, proporsional, dan menggugah. Jika Venus sang bintang kejora ada di cakrawala barat saat seorang anak lahir, dia akan dikelilingi oleh lawan jenisnya. Anda bisa mengajarinya menyanyi, modeling, menari atau menjadi MC karena dia ditakdirkan untuk disukai banyak orang secara lahiriah.

Saturnus (Saniscara) adalah planet kering yang lambat, gelap dan nyaris tanpa ekspresi. Jika orang lahir dengan Saturnus di cakrawala, dia akan menjadi orang yang disiplin, tahan banting, dan mampu menahan emosinya jauh di dalam hati. Dia tidak akan mudah mengungkapkan rahasia, jadi dia bisa menjadi secret keeper yang dapat diandalkan. Dia cocok bekerja di mana kehadirannya tidak tampak di barisan depan, tetapi dia menyelesaikan segala pekerjaan di belakang panggung.

Astrologi Jyotisa menyebutkan dua planet lain yakni Kala Rahu dan Ketu. Keduanya melambangkan ilusi (karena berupa planet bayangan). Kedua planet ini terkait dengan cerita Hindu tentang raksasa Kala Rahu yang ingin memakan matahari dan bulan pada waktu gerhana. Kedua planet ini rata-rata membawa efek buruk bagi astrologi seseorang. Jadi, jika suatu planet dipengaruhi oleh Kala Rahu atau Ketu, efek positifnya bisa menurun.

Mendidik Anak lewat Astrologi

Ilmu yang mengaitkan kebudayaan manusia dan pendidikan alamiah disebut etnopedagogi, dan astrologi adalah salah satu produk budaya manusia yang patut diapresiasi dan diteliti. Meskipun terlihat tidak ilmiah dan informal, astrologi menjadi tumpuan harapan manusia sejak zaman dahulu terhadap fluktuasi hidupnya. Dengan membaca pengaruh planet dan bintang, seseorang tahu apa kelemahan dan kekuatannya sehingga dia sebisa mungkin menghindari hal-hal yang merugikan dan mengembangkan apa yang menjadi kekuatannya.

Astrologi laksana ilmu mengenal diri sendiri. Menurut kebijaksanaan Upanisad, tubuh laksana kendaraan, dan setiap orang diberikan kendaraan dengan spesifikasi berbeda. Sangat penting mengenal tipe kendaraan yang kita miliki sebelum kita terlanjur membawanya dalam balap offroad yang fatal. Jika tipe kendaraan Anda adalah sedan CVT, maka ia tidak cocok melewati jalanan ekstrem. Jika kendaraan Anda Jeep jumbo, maka Anda akan melibas jalan tipe apa pun.

Fungsi astrologi dalam pendidikan mirip seperti itu. Dengan mengetahui kecenderungan hidup dan karakter seorang anak, orang tua bisa lebih baik dalam mengarahkan jalur minat dan bakatnya serta menentukan cara mendidiknya. Anak dengan energi Mars yang tinggi tidak bisa dididik dengan keras. Semakin keras didikannya, maka dia akan semakin membara. Anak dengan energi bulan yang tinggi juga tidak bisa dikerasi. Semakin diberi kekerasan (verbal maupun fisik), maka dia rentan depresi karena sensitivitas pikirannya yang tinggi.

Namun, jika Anda mendidik anak Saturnus dengan lembut, maka hasilnya adalah dia akan cenderung malas. Anak Saturnus harus dididik dengan disiplin tinggi, tetapi tidak memaksa. Anak Venus hendaknya dididik dengan sentuhan seni dan romantisme, sementara anak Jupiter lebih suka jika diberi penjelasan nilai atau makna dari suatu peristiwa. Anak Merkurius cenderung butuh penjelasan logis dari segala sesuatu, termasuk mengapa Anda melarangnya menonton TV terlalu dekat tetapi Anda sendiri mengetik berjam-jam dengan mata melotot di depan laptop.

Kesimpulannya, Jyotisa Sastra sebagai produk budaya timur kiranya bisa disandingkan dengan gaung pendidikan karakter yang datang dari barat. Melalui pendekatan etnopedagogis, kedua ujung rantai pengetahuan manusia ini bisa disatukan. Saya kira, astrologi bukanlah mistisisme atau kegaiban. Ia adalah ilmu elementer dan energi. Dengan mengetahui energi apa yang dominan dalam dirinya, orang akan tahu ke mana daya cipta, rasa dan karsanya harus diarahkan. Bukankah ini salah satu tujuan dari pendidikan karakter, merdeka belajar, atau apalah namanya yang sejak dahulu kita cita-citakan? [T]

Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini, Tabu atau Perlu?
Para Orang Tua Itu Membangun Jembatan Sendiri Supaya Anak-Anak Mereka Bisa ke Sekolah
Filsafat Pendidikan Emansipatif Jacques Ranciére
Tags: astrologihinduPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bupati Lihadnyana Instruksikan Perumdam THB Lakukan Survei Kepuasan Masyarakat Dua Kali Setahun

Next Post

Sepeda Motor, Kemacetan dan Polusi Udara

Arya Lawa Manuaba

Arya Lawa Manuaba

Pendidik, penulis dan peneliti bidang etnopedagogi dan etnoliterasi. Dia menyukai hutan, gunung dan langit malam. Ia bisa disapa di akun Facebook (Arya Lawa Manuaba) atau Instagram @arya_lawa_manuaba.

Related Posts

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails
Next Post
Sepeda Motor, Kemacetan dan Polusi Udara

Sepeda Motor, Kemacetan dan Polusi Udara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co