22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Etnopedagogi Langit: Melihat Arah Pendidikan Anak lewat Astrologi Jyotisa

Arya Lawa Manuaba by Arya Lawa Manuaba
September 11, 2023
in Opini
Etnopedagogi Langit: Melihat Arah Pendidikan Anak lewat Astrologi Jyotisa

Ilustrasi tatkala.co

Jyotisa (IAST: jyotiṣa) artinya ’ia yang bercahaya’. Matahari, bulan, bintang, dan planet yang bergerak di sepanjang kubah langit setiap hari adalah sumber-sumber cahaya. Semua sumber cahaya itu mengeluarkan atau memantulkan gelombang energi berbeda. Sadar atau tidak, energi-energi itu terpenetrasi ke dalam tubuh manusia dan memengaruhi kehidupan kita. Ilmu okultis yang mempelajari pengaruh energi benda-benda langit itu terhadap naik-turunnya takdir manusia disebut Jyotisa Sastra.

Tak hanya membahas tentang nasib manusia, Jyotisa Sastra juga mencakup gejala-gejala alam, pertanda datangnya suatu peristiwa, dan prediksi masa depan. Sebuah kitab Jyotisa esoterik berjudul Brihat Samhita bahkan memuat tafsir gempa menurut bulan (sasih) yang bersading dengan teks Palalindon di Bali. Dari sana, kita dapat memahami bahwa orang-orang zaman dahulu memaknai gempa dengan cara yang mirip. Ada pula ilmu Vastu Sastra yang amat mirip dengan Hasta Kosala-Kosali dan Feng Sui.

Khusus mengenai pembacaan watak manusia, Jyotisa Sastra memiliki satu cabang ilmu astrologi khusus bernama Hora (Ahoratra). Dalam bahasa sederhana, Hora adalah seni membaca peta langit saat seseorang dilahirkan. Di mana posisi matahari, bulan, dan tujuh planet lain saat seseorang lahir akan menentukan karakter, preferensi, kelemahan, dan kekuatan hidupnya. Tidak hanya itu, Hora juga dapat menenung karakter seseorang dari naksatra (bintang kelahiran) yang berjumlah 27 dan tersebar di sepanjang ekuator langit.

Menurut Astrologi Hora, langit dibagi menjadi dua belas bilah (wilayah), dimulai dari titik di mana cakrawala timur berada. Benda langit apa pun yang ada di titik itu saat seseorang dilahirkan akan menentukan dasar watak atau karakternya. Titik itu disebut lagna, atau asendan.

Apabila matahari (Surya, Raditya) ada di titik cakrawala timur saat seseorang lahir, dia akan menjadi orang yang egosentris. Apa pun yang dia bicarakan, lakukan dan pikirkan akan berorientasi pada dirinya sendiri. Jika matahari sedikit naik hingga 30derajat dari cakrawala timur saat seorang anak lahir, maka anak itu akan selalu ingin meninggalkan kampung halamannya untuk merantau. Lain halnya jika matahari ada di cakrawala barat saat seseorang lahir, maka orientasi hidupnya akan selalu ada pada lawan jenisnya. Jika anak itu lahir subuh saat matahari berada di bawah cakrawala, dia akan menjadi anak yang suka bicara. Bahasa akan menjadi senjatanya yang paling ampuh.

Jadi, walaupun dua anak lahir di tanggal yang sama dan di ranjang rumah sakit yang sama, jika waktu lahirnya berbeda, maka karakter mereka juga pasti berbeda. Karena itu, jam lahir yang akurat sangat penting dalam pembacaan astrologi Hora selain tanggal lahir dan tempat lahir.

Faktor lain yang mempengaruhi karakter seorang anak adalah posisi bulan (Soma, Candra, Indu) saat dia lahir. Bulan mewakili pikiran manusia, emosi, ibu, cinta kasih dan toleransi. Jika bulan terbit di cakrawala saat seseorang lahir, dia akan memiliki wajah berseri-seri serta pikiran yang kalem dan sensitif. Jika bulan sedikit naik ke atas cakrawala sampai kira-kira 30 derajat, anak itu akan menjadi orang yang puitis karena kata-katanya menyejukkan. Jika bulan ada di langit atas kepala saat seseorang lahir, maka dia kelak akan sangat cocok dalam investasi properti dan saham.

Planet selanjutnya adalah Merkurius (Budha). Merkurius mempengaruhi kecerdasan, intelegensi, dan logika. Jika merkurius berada di cakrawala saat seseorang lahir, dia akan menjadi anak yang pandai dalam logika dan sains, selain juga memiliki tampang nerd yang kadang membuatnya dijauhi karena tampak terlalu pintar. Jika Merkurius kebetulan bertengger di cakrawala barat saat anak itu lahir, dia akan sangat pandai berbisnis dan bernegosiasi, serta akan cenderung memilih pasangan yang pintarnya sama.

Planet Mars (Bhoma) mewakili ambisi, passion, spontanitas, dan semangat. Jika Mars ada di cakrawala timur saat seseorang lahir, dia akan menjelma menjadi sosok yang ambisius dan keras kepala (plus dengan badan kekar). Jadi, mendidik anak Mars perlu kesabaran yang tinggi. Jika Mars berada sedikit miring ke barat dari arah atas kepala saat seseorng lahir, maka dia akan sangat ambisius dengan pendidikannya.

Jupiter (Wrespati) adalah pelindung, pengayom, sang bijaksana, filsuf, dan guru. Anak dengan jupiter di cakrawala saat dia lahir ditakdirkan untuk menjadi guru, pendidik, atau bisa saja pemimpin yang melindungi rakyatnya. Jika jupiter ada di cakrawala barat, Anda harus berhati-hati karena si anak akan cenderung memiliki banyak pacar saat dia memasuki usia pubertas.

Venus (Sukra) adalah cinta kasih, sensualitas, daya tarik badaniah, seks, seni, dan romantisme. Jika ada seorang anak lahir ketika Venus ada di cakrawala, lawan jenisnya tidak akan tahan melihat wajahnya. Dia akan memiliki badan yang lembut, proporsional, dan menggugah. Jika Venus sang bintang kejora ada di cakrawala barat saat seorang anak lahir, dia akan dikelilingi oleh lawan jenisnya. Anda bisa mengajarinya menyanyi, modeling, menari atau menjadi MC karena dia ditakdirkan untuk disukai banyak orang secara lahiriah.

Saturnus (Saniscara) adalah planet kering yang lambat, gelap dan nyaris tanpa ekspresi. Jika orang lahir dengan Saturnus di cakrawala, dia akan menjadi orang yang disiplin, tahan banting, dan mampu menahan emosinya jauh di dalam hati. Dia tidak akan mudah mengungkapkan rahasia, jadi dia bisa menjadi secret keeper yang dapat diandalkan. Dia cocok bekerja di mana kehadirannya tidak tampak di barisan depan, tetapi dia menyelesaikan segala pekerjaan di belakang panggung.

Astrologi Jyotisa menyebutkan dua planet lain yakni Kala Rahu dan Ketu. Keduanya melambangkan ilusi (karena berupa planet bayangan). Kedua planet ini terkait dengan cerita Hindu tentang raksasa Kala Rahu yang ingin memakan matahari dan bulan pada waktu gerhana. Kedua planet ini rata-rata membawa efek buruk bagi astrologi seseorang. Jadi, jika suatu planet dipengaruhi oleh Kala Rahu atau Ketu, efek positifnya bisa menurun.

Mendidik Anak lewat Astrologi

Ilmu yang mengaitkan kebudayaan manusia dan pendidikan alamiah disebut etnopedagogi, dan astrologi adalah salah satu produk budaya manusia yang patut diapresiasi dan diteliti. Meskipun terlihat tidak ilmiah dan informal, astrologi menjadi tumpuan harapan manusia sejak zaman dahulu terhadap fluktuasi hidupnya. Dengan membaca pengaruh planet dan bintang, seseorang tahu apa kelemahan dan kekuatannya sehingga dia sebisa mungkin menghindari hal-hal yang merugikan dan mengembangkan apa yang menjadi kekuatannya.

Astrologi laksana ilmu mengenal diri sendiri. Menurut kebijaksanaan Upanisad, tubuh laksana kendaraan, dan setiap orang diberikan kendaraan dengan spesifikasi berbeda. Sangat penting mengenal tipe kendaraan yang kita miliki sebelum kita terlanjur membawanya dalam balap offroad yang fatal. Jika tipe kendaraan Anda adalah sedan CVT, maka ia tidak cocok melewati jalanan ekstrem. Jika kendaraan Anda Jeep jumbo, maka Anda akan melibas jalan tipe apa pun.

Fungsi astrologi dalam pendidikan mirip seperti itu. Dengan mengetahui kecenderungan hidup dan karakter seorang anak, orang tua bisa lebih baik dalam mengarahkan jalur minat dan bakatnya serta menentukan cara mendidiknya. Anak dengan energi Mars yang tinggi tidak bisa dididik dengan keras. Semakin keras didikannya, maka dia akan semakin membara. Anak dengan energi bulan yang tinggi juga tidak bisa dikerasi. Semakin diberi kekerasan (verbal maupun fisik), maka dia rentan depresi karena sensitivitas pikirannya yang tinggi.

Namun, jika Anda mendidik anak Saturnus dengan lembut, maka hasilnya adalah dia akan cenderung malas. Anak Saturnus harus dididik dengan disiplin tinggi, tetapi tidak memaksa. Anak Venus hendaknya dididik dengan sentuhan seni dan romantisme, sementara anak Jupiter lebih suka jika diberi penjelasan nilai atau makna dari suatu peristiwa. Anak Merkurius cenderung butuh penjelasan logis dari segala sesuatu, termasuk mengapa Anda melarangnya menonton TV terlalu dekat tetapi Anda sendiri mengetik berjam-jam dengan mata melotot di depan laptop.

Kesimpulannya, Jyotisa Sastra sebagai produk budaya timur kiranya bisa disandingkan dengan gaung pendidikan karakter yang datang dari barat. Melalui pendekatan etnopedagogis, kedua ujung rantai pengetahuan manusia ini bisa disatukan. Saya kira, astrologi bukanlah mistisisme atau kegaiban. Ia adalah ilmu elementer dan energi. Dengan mengetahui energi apa yang dominan dalam dirinya, orang akan tahu ke mana daya cipta, rasa dan karsanya harus diarahkan. Bukankah ini salah satu tujuan dari pendidikan karakter, merdeka belajar, atau apalah namanya yang sejak dahulu kita cita-citakan? [T]

Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini, Tabu atau Perlu?
Para Orang Tua Itu Membangun Jembatan Sendiri Supaya Anak-Anak Mereka Bisa ke Sekolah
Filsafat Pendidikan Emansipatif Jacques Ranciére
Tags: astrologihinduPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bupati Lihadnyana Instruksikan Perumdam THB Lakukan Survei Kepuasan Masyarakat Dua Kali Setahun

Next Post

Sepeda Motor, Kemacetan dan Polusi Udara

Arya Lawa Manuaba

Arya Lawa Manuaba

Pendidik, penulis dan peneliti bidang etnopedagogi dan etnoliterasi. Dia menyukai hutan, gunung dan langit malam. Ia bisa disapa di akun Facebook (Arya Lawa Manuaba) atau Instagram @arya_lawa_manuaba.

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Sepeda Motor, Kemacetan dan Polusi Udara

Sepeda Motor, Kemacetan dan Polusi Udara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co