2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sepeda Motor, Kemacetan dan Polusi Udara

Satria Aditya by Satria Aditya
September 11, 2023
in Esai
Sepeda Motor, Kemacetan dan Polusi Udara

Ilustrasi tatkala.co

SEPEDA MOTOR adalah kendaraan umum yang sangat fleksibel, murah dan juga hemat biaya mulai dari service dan jenis BBM-nya. Maka dari itu, motor adalah pilihan alternatif berkendara jarak jauh dan dekat di beberapa negara.

Banyak orang menggunakan motor, bahkan negara yang paling banyak menggunakan motor bukanlah India atau Indonesia yang kita tahu sangat banyak bunyi-bunyian klakson seperti yang ada di media sosial.

Negara yang pling banyak menggunakan sepeda motor itu adalah Thailand dengan presentase 87%, disusul Vietnam dengan presentase 86% dan Indonesia selilih 1% dengan Vietnam yaitu 85%.

Bahkan, India berada pada peringkat 6 dengan presentase 47% penduduk menggunakan sepeda motor.

Sepeda motor dapat dibeli kapan saja dan dimana saja. Di dealer resmi, di showroom atau di makelar-makelar yang sering berjualan motor bekas di marketplace Facebook.

“Dijuwal vario 110cc minus STNK dan BPKB”. Begitu sering tertera di deskripsi penjualan.

Bapak-bapak, Ibu-ibu bahkan sampai anak-anak sekarang semua memakai sepeda motor. Bahkan saya sering melihat dalam 1 keluarga, bapak, ibu, kakek, nenek sampai 3 anaknya memakai sepeda motor.

Ini mungkin yang menyebabkan presentase sepeda motor di Indonesia mencapai 80% lebih.

Belum lagi, jika keluar untuk bekerja kita sering dihadapi dengan kemacetan di jalanan, entah itu pagi hari, siang hari, sore hari atau malam hari. Kita selalu dihadapi dengan kemacetan. Terlebih lagi di kota-kota besar seperti Jakarta dan tempat saya tinggal sekarang, Denpasar.

Beberapa waktu lalu, saya sempat ngobrol dengan salah satu kawan di Jembrana. Hari itu, tepat saya pulang kampung dan menyinggahi kakak Emboeng lalu mencicipi kopi yang sangat enak di rumahnya.

Kami ngobrol panjang lebar, tentang menjadi guru, teater sampai pada akhirnya sampai di obrolan bahwa pemotorlah yang membuat kemacetan di jalan.

Saya sempat bingung, kenapa pemotor? Padahal, menurut saya, yang membawa mobillah yang sering membuat kemacetan di jalan. Karena bentuk-bentuk mereka yang besar dan tidak bisa menyalip lincah seperti para pemotor lain. Padahal kami juga lebih sering berpergian menggunakan sepeda motor.

“Pemotor itu yang membuat kemacetan, De. Karena kenapa, pemotor itu jika sudah menyalip dan berhenti karena macet, mereka diamnya tak beraturan. Itu sebenarnya yang menyebabkan macet,” kata Kak Emboeng.

“Padahal kitab bisa nyalip di segala arah, Kak?” tanya saya.

“Coba lihat yang bawa mobil, mereka jalannya terarah. Jarang terlihat pengendara mobil yang berhenti sembarangan di jalanan yang macet,” sambungnya.

Setelah itu baru saya berpikir, memang benar. Kitalah sebenarnya yang paling menyebalkan di jalan. Belum lagi, ibu-ibu yang kadang ragu, entah menyalip atau tidak, entah ngebut atau tidak. Begitu pula bapak-bapak yang sudah tidak sepantasnya lagi membawa motor.

Kualitas Udara yang Semakin Buruk

Di Indonesia, kualitas udara semakin buruk. Langit-langit gelap bukan karena mendung sekarang, tetapi karena polusi udara dari kendaraan bermotor. Saking banyaknya pengendara motor yang ada di Indonesia membuat emisi karbon semakin meningkat pesat dari 2021 sampai hari ini.

Sangat bisa dibedakan kualitas udara saat pandemic dulu. Langit cerah, kebisingan hampir tak terdengar dan orang-orang yang sadar akan kesehatannya. 2021, semua itu semakin tak terurus. Polusi kian merebak, jalanan kian ramai dan macet.

Apakah itu musibah? Mungkin menurut saya tidak. Karena berdiam diri pula tak terlalu menguntungkan bagi kita. Namun, yang saya sayangkan saja, orang-orang yang dulunya ikut menanam, berbagi dan menyadarkan diri mereka seperti sudah melupakan itu semua.

Dari data IQAir kualitas udara di Indonesia sudah mencapai 138 AQI US. Dari data itu, pengukuran dibedakan menjadi beberapa jenis warna. Warna-warna tersebut juga sebagai pembeda bagi kualitas udara yang ada di beberapa negara yang memang polusi udaranya sudah sangat parah. Berikut adalah pembagian warna dan nominal AQI untuk kualitas udara dari baik hingga berbahaya;

Sekarang, Indonesia sedang ada dalam status tidak sehat bagi kelompok sensitif

Lalu, bagaimana dengan kualitas udara yang ada di berbagai provinsi yang ada di Indonesia? Saya mengira Jakarta adalah yang paling parah, ternyata Sampit, Kalimantan Tengah menjadi kota paling berpolusi di Indonesia. Kualitas udara di sana sudah mencapai 186 AQI US, pada legenda AQI di atas sudah mencapai taraf tidak sehat. Disusul kota Depok, Cileungsir, Jakarta dan Tanggerang Selatan.

Solusi untuk Masyarakat

Mungkin ada beberapa solusi yang paling tepat untuk mengurangi dampak polusi udara, karena jika berharap dari pemerintah saja, hal-hal ngawur dan tidak masuk akal akan terjadi lagi. Seperti penyiraman jalan yang tak berguna apa-apa selain menghilangkan panas di jalanan dan membuat ban motor dan mobil cepat kempes.

Menambah transportasi publik adalah salah satu hal yang sering digaungkan beberapa komunitas dan orang-orang di sosial media. Mungkin ini masih awam bagi masyarakat kita, tapi transportasi publik seperti bus dan kereta mungkin dapat ditambah jalur pemberhentiannya dan juga armada-armadanya. Agar, masyarakat tak perlu sesak-sesak untuk menaiki bus kota yang kadang over capacity.

Lantas untuk mengurangi jumlah kematian karena kelebihan berat badan dan tubuh yang kurang fit di zaman sekarang, jalan kaki adalah solusi bagi orang-orang yang bekerja dengan duduk selama berjam-jam. Ini menjadi salah satu pencegah penyakit yang dapat kita lakukan dengan sangat simple.

Apalagi, jika berjalan pagi, kita mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk memulai bekerja pada ruangan ber-AC selama berjam-jam itu.

Lantas, jika semua itu tak dapat dilakukan, maka solusi terpenting adalah selalu berpergian memakai masker kemanapun. Karena polusi udara di Indonesia dapat membuat kita cepat terserang penyakit pernafasan.

Bahkan dari data pada IQAIR 7 juta orang meninggal karena polusi udara yang kian buruk. Begitu pula setalah keluar rumah atau setelah bekerja, usahakan selalu mencuci badan atau hanya mencuci kaki dan tangan agar debu-debu dari luar tak juga menjadi penyakit di dalam rumah. [T]

Manusia, Predator Puncak yang (Mencoba) Bertahan Hidup
Air, Tirtha (Patirtan), Toya (Patoyan), & Beji dalam Tradisi Jawa Kuna
Jika Hendak Melihat Masa Lalu Kota Singaraja, Kayuhlah Sepeda, Pelan Saja…
Tags: polusisepeda motortransportasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Etnopedagogi Langit: Melihat Arah Pendidikan Anak lewat Astrologi Jyotisa

Next Post

Pasar Bertingkat dan Perubahan Gaya Hidup Masyarakat

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Pasar Bertingkat dan Perubahan Gaya Hidup Masyarakat

Pasar Bertingkat dan Perubahan Gaya Hidup Masyarakat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co