24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendem: Totalitas Komunikasi Transendental dalam Berkesenian

Chusmeru by Chusmeru
June 20, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

INDONESIA MEMILIKI RAGAM kesenian rakyat yang begitu banyak di setiap daerah. Berbagai kesenian itu pada umumnya bersifat menghibur. Meskipun ada beberapa kesenian rakyat yang dipandang sakral.

Kesenian yang menghibur dapat juga menjadi sakral ketika unsur magis menyertai penampilan kesenian itu. Mendem atau kesurupan dalam kesenian dianggap sebagai bagian dari hiburan sekaligus magis. Kesurupan atau kerasukan di Bali disebut kerauhan, yaitu proses transendental ketika roh atau makhluk gaib merasuk dalam diri pemain kesenian.

Ragam kesenian yang disertai mendem di Indonesia cukup banyak. Di Jawa Timur ada Jathilan atau Jaranan. Jawa Tengah memiliki Ebeg dan Sintren. Jawa Barat kesenian Kuda Lumping juga ditandai dengan kesurupan. Sedangkan di Bali, kesenian tari Barong dan Kecak kadang diwarnai dengan kerauhan pemainnya.

Mendem adalah fenomena yang terjadi pada beberapa kesenian rakyat. Tidak semua kesenian rakyat diwarnai dengan kesurupan. Unsur hiburan tetap menjadi tujuan kesenian rakyat. Mendem biasanya dianggap sebagai totalitas komunikasi transendental para pemain dalam berkesenian.

Terhimpit Tiga Budaya

Sesungguhnya kesenian rakyat adalah simbol egalitarian dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kesenian rakyat selalu digelar dalam ruang terbuka secara melingkar. Khalayak dalam kesenian bersifat homogen, saling mengenal; kecuali bagi penonton yang berasal dari luar. Karena kesenian rakyat bersifat egaliter, maka tidak ada penonton dengan kategori VIP.

Kesenian rakyat juga merupakan simbol komunikasi sosial. Bahkan di masa lalu kesenian rakyat sering digunakan sebagai simbol perlawanan dan heroisme rakyat. Banyak gerakan kesenian yang menghentakkan kaki ke bumi sebagai eskpresi perlawanan. Selain itu, kesenian rakyat sering dijadikan kamuflase penggalangan rakyat untuk melawan penjajah.

Sayangnya, kesenian rakyat kini kurang digemari lagi di masyarakat. Utamanya kesenian rakyat yang dahulu banyak terdapat di Jawa. Kesenian rakyat terhimpit di antara tiga budaya, yaitu budaya Barat, budaya K-pop, dan budaya Timur Tengah.

Budaya Barat banyak menawarkan modernitas kepada masyarakat. Serba baru, serba teknologi, dan serba bernilai ekonomis serta praktis adalah beberapa ciri budaya Barat. Sedangkan kesenian rakyat dipandang sebagai bagian dari budaya yang ahistoris. Kesenian rakyat dianggap terlalu njelimet, tak pernah berubah, dan kuno.

Budaya K-pop yang merupakan turunan dari Korean Wave telah menghasilkan histeria baru pada individu maupun kelompok musik dari Korea Selatan. Generasi milenial dan generasi Z banyak yang tergila-gila dengan artis K-pop. Bahkan kadang bertindak irasional dalam menggandrungi penyanyi maupun grup band Korea.

Sedangkan budaya Timur Tengah menjajakan simbol-simbol religiusitas. Pengaruhnya cukup signifikan bagi perkembangan kesenian rakyat. Budaya lokal dan kesenian daerah dianggap bertentangan dengan agama tertentu. Bahkan pernah terjadi tindak kekerasan dan persekusi terhadap kelompok dan simbol-simbol tradisi, ritual, adat, dan kesenian rakyat yang dilakukan oleh kelompok tertentu atas nama simbol religiusitas.

Fenomena Mendem

Mendem dalam kesenian rakyat biasanya merupakan salah satu bagian dari sekuen pertunjukan. Memahami mendem atau kerasukan tidak cukup hanya dari peristiwa hilangnya kesadaran diri pemain kesenian pada satu saat.

Kajian fenomenologi dapat digunakan untuk mengetahui lebih jauh tentang mendem, baik dari proses menjadi (becoming), motif penyebab (because motives), maupun motif masa depan (in order motives). Seseorang dapat menjadi mendem saat pertunjukan kesenian melalui proses yang panjang.

Penelitian terhadap pelaku kesenian rakyat di Jawa Tengah menunjukkan, bahwa agar dapat mendem seseorang harus memiliki Indang, sejenis roh halus atau makhluk gaib yang setiap pentas dapat dipanggil untuk merasuk dalam tubuhnya (Chusmeru, 2011).

Proses untuk mendapatkan Indang juga tidak begitu mudah. Seseorang harus melakukan tirakat atau ritual tertentu. Langkah awal biasanya dengan menjalankan puasa selama tiga hari untuk membersihkan diri. Dilanjutkan dengan berendam di malam hari pada sendang atau sungai yang dianggap keramat, seperti tempuran; yaitu pertemuan dua sungai menjadi sungai utama.

Setelah itu dilanjutkan dengan mendatangi tempat-tempat angker, seperti makam seorang tokoh atau pohon besar yang dikeramatkan masyarakat. Tempat-tempat seperti ini dipercaya dihuni oleh para leluhur yang memiliki kesaktian di masa lalu. Di tempat inilah seseorang meminta untuk diberikan Indang.  

Banyak alasan kenapa seseorang menjadi pemain kesenian dan bersedia untuk mendem. Salah satu penyebabnya (because motives) adalah totalitas berkesenian. Menghibur masyarakat dengan berkesian perlu totalitas. Dan hal itu bisa diperoleh melalui komunikasi secara transendental dengan leluhur saat Indang merasuk dalam tubuhnya. Tanpa mendem, seorang pemain kesenian rakyat seperti Ebeg maupun Sintrendianggap tidak total. Masyarakat juga kurang terhibur jika ada pemain kesenian yang tidak mendem.

Sedangkan yang menjadi alasan ke depan (in order motives) para pelaku kesenian rakyat yang rela kesurupan adalah untuk melestarikan ragam kesenian yang ada di daerahnya. Selain itu juga sebagai upaya untuk menghormati para leluhur. Kesenian rakyat banyak yang mulai dijauhi oleh generasi muda. Oleh karena itulah para pemain berharap kesenian tetap lestari.

Apa yang dilakukan para pemain kesenian di daerah sesungguhnya patut diapresiasi. Mengingat budaya nasional adalah adalah puncak dari budaya-budaya daerah. Jika mendem dalam kesenian rakyat dicibir sebagai sesuatu yang irasional; lantas apa bedanya dengan histeria massa pendukung penyanyi dan grup band K-pop? [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

[][][]

Esai-esai lain tentang Ilmu Komunikasi

Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?
Ruang Komunikasi dalam Seni Rupa
Komunikasi sebagai Kunci Interaksi Lintas Budaya | Catatan dari Inggris [2]
Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan
Sentuhan Komunikasi dalam Pariwisata
Tradisi Bayen di Wonosobo: Komunikasi Antarpersona Mewujudkan Women Support Women
Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia
Komunikasi dan Revitalisasi Kesenian Tradisional
Menjaga Reputasi Melalui Interaksi dengan Netizen
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi informasiSeniUniversitas Jenderal Soedirman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berwisata Sambil Belajar dari Kehidupan Desa Senaru : Ada Rumah Tua dan Guide Perempuan

Next Post

Pesan-pesan Megawati Kepada Wayan Koster

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Pesan-pesan Megawati Kepada Wayan Koster

Pesan-pesan Megawati Kepada Wayan Koster

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co