24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lika-liku Ambisi Perempuan Dalam Novel “Aroma Karsa” Karya Dee Lestari

IGA Putu Preti Meliani by IGA Putu Preti Meliani
February 23, 2023
in Ulas Buku
Lika-liku Ambisi Perempuan Dalam Novel “Aroma Karsa” Karya Dee Lestari

Novel Aroma Karsa

DALAM BERBAGAI CERITA kerap perempuan digambarkan sebagai sosok yang tangguh dan tidak mudah mengeluh. Kesibukan perempuan dalam meniti karier, tak berarti dia mesti melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.

Hal ini mengingatkan saya akan sebuah novel Aroma Karsa karya Dee Lestari. Aroma Karsa merupakan salah satu buku best seller karya Dee Lestari yang ke-12.

Aroma Karsa adalah novel bergenre fiksi, romansa, dan fantasi yang mengangkat tema aroma dan penciuman yang memiliki relasi kuat dengan parfum, kosmetik, dan daya tarik erotis. Bahkan aromanya kental akan karsa feminisme.

Meskipun bergenre fantasi, Aroma Karsa tidak mengambil latar di dunia rekaan sehingga pembaca tidak kesulitan membayangkan adegan-adegannya.

Novel ini diterbitkan Bentang Pustaka (2018). Dalam novel ini, yang menarik, ada beberapa unsur cerita seperti petualangan, misteri, percintaan, keluarga, dan legenda kuno dari zaman Majapahit yang merupakan perpaduan antara imajinasi dan riset mendalam oleh pengarangnya mengenai folklore, filosofi, budaya, humanisme, kekayaan diksi.

Memang ciri khas Dee Lestari adalah mengangkat kisah-kisah yang berkaitan dengan mitologi, berbau klenik, sejarah, dan petualangan yang kemudian ia tuangkan ke dalam sebuah cerita.

Dalam novel Arom Karsa diceritakan juga tokoh perempuan yang kuat dan tangguh bernama Raras Prayagung. Raras Prayagung digambarkan sebagai seorang wanita berkelas, anggun, dan sukses rasanya membuat iri para pembaca wanita melihat betapa kuatnya sosok ini.

Novel ini dimulai dengan penceritaan tentang lontar-lontar yang berisi tentang petunjuk keberadaan Puspa Karsa yang memiliki kesinambungan dengan Prasasti Planggatan yang ada di Sukuh, Lawu Karanganyar.

Terdapat satu tempat yang cukup menonjol dalam Aroma Karsa ialah Gunung Lawu dengan segala kompleksitas unsur mistiknya. Kita ketahui sendiri bahwa Gunung Lawu adalah salah satu gunung yang ada di Jawa, yang konon menyimpan hal magis di dalamnya. Tidak semua orang diberi anugerah untuk melihat bahkan mencium wanginya. Untuk itu, pembaca harus mau menembus batas pikir dan logika manusia yang tidak masuk akal.

Puspa Karsa memang bukan bunga biasa, maka itu mencarinya bukanlah hal yang mudah dan harus memasuki alam yang berbeda. Alam yang bukan disinggahi manusia, melainkan Alam Para Dewa. Puspa Karsa adalah sebuah tumbuhan yang digambarkan dengan aroma yang dapat mengubah seluruh dunia.

Di awal cerita Aroma Karsa, pembaca telah dibuat penasaran dengan Puspa Karsa (sebuah bunga Anggrek magis yang diyakini memiliki daya (karsa) yang luar biasa). Apakah benar-benar ada atau hanya fiktif belaka?

Digambarkan tokoh Raras Prayagung yang di masa kecilnya tidak percaya dengan cerita neneknya (Janirah Prayagung), dengan semakin tumbuh besarnya Raras, ia meyakini keberadaan Puspa Karsa bertempat di Gunung Lawu dengan bantuan Profesor Sudjatmiko melalui hasil penelitian dari lontar-lontar kuno. Lokasi taman Puspa Karsa memanfaatkan lingkungan budaya masyarakat Jawa Tengah yang melahirkan beragam mitos, namun masih diyakini kebenarannya.

“Alkisah di sebuah gunung suci, terdapat kerajaan hutan bernama Alas Kalingga. Alas Kalingga bukan hutan biasa. Alas Kalingga terhubung langsung dengan alam dewa-dewi yang disebut Batarawana. Hewan-hewan hidup seribu tahun lamanya, bunga-bunga mekar wangi sepanjang masa. Di sanalah tempat segala dewa-dewi tumbuhan menyebarkan serbuk mereka, sudah saatnya Puspa Karsa yang memiliki daya pikat tiada duanya. Wangi kembangnya membuat apapun dan siapapun tergila-gila, bertekuk lutut pada kehendaknya. Lebah-lebah dan serangga penyerbuk rela datang dari ujung Nusantara hanya untuk mengecap sari Puspa Karsa”. (Aroma Karsa; 419-420)

Lontar-lontar tersebutlah yang membawa Raras Prayagung, sebagai tokoh seorang Direktur Utama, dari Perusahaan Kosmetik dan Parfum terkemuka, Kemara, terobsesi pada bunga memikat yang mampu meredam bau dan memegang kendali tubuh semua makhluk yakni Puspa Karsa dan mengatur sebuah ekspedisi beserta penelitian untuk mengunduh wanginya sang legenda Puspa Karsa.

Tidak hanya itu novel ini juga mengisahkan seorang pemuda yang dibesarkan di kawasan kumuh, TPA Bantar Gebang bernama Jati Wesi. Ia digambarkan memiliki penciuman aroma yang tidak biasa, berbeda dengan orang-orang pada umumnya sehingga ia mampu bekerja di Toko parfum refill Attarwala milik Khalil Batarfi, sebagai peracik parfum.

Di sisi lain Raras Prayagung diceritakan memiliki seorang anak perempuan bernama Tanaya suma yang mempunyai kemampuan serupa dengan jati. Perkenalan antara Jati Wesi dengan keluarga Prayagung bermula ketika Jati wesi memalsukan sebuah parfum buatan PT. Kemara milik keluarga Prayagung.

Aroma Karsa sejatinya adalah kisah perjalanan Suma dan Jati dalam mencari jati dirinya. Suma dan Jati merupakan dua orang yang sama-sama memiliki kemampuan dalam penciuman yang ditakdirkan Tuhan untuk bertemu. Aroma adalah kunci bagi keduanya untuk saling mengerti.

Dua tokoh utama ini menjadi fokus cerita pada akhirnya harus bersama-sama menuruti ambisi Raras Prayagung dalam mencari Puspa Karsa. Ambisi seorang tokoh perempuan, Raras Prayagung untuk menemukan Puspa Karsa merupakan amanat neneknya, Janirah. Raras Prayagung mengabdikan hidupnya untuk mencari Puspa Karsa, dengan iming-iming dunia akan digenggamnya ia pun rela kehilangan banyak.

Terlepas dari itu semua, tak bisa dipungkiri bahwa menjelaskan sebuah aroma merupakan fenomena yang cukup sulit untuk dipahami. Aroma tidak hanya berhubungan dengan persoalan biologis dan psikologis, melainkan juga budaya. Yang terkait dengan kompleksitas sosial dan sejarah.

Dengan menerapkan teori Strukturalisme Claude Levi-Strauss yang berupa miteme yaitu unsur-unsur terkecil dalam mitos, kehadiran Puspa Karsa dan tokoh-tokoh mitologi lainnya memberikan fungsi tersendiri, salah satunya untuk memberikan pemahaman bahwa ada kekuatan lain yang hidup berdampingan dengan manusia.

Tokoh Raras digambarkan memang mempunyai ambisi untuk menemukan Puspa karsa, sebuah tanaman legenda yang hanya memberi petunjuk kepada orang-orang pilihan lewat baunya dan dipercaya mampu mengendalikan kehendak sang pemilik.

Awalnya ia tidak percaya dengan legenda tersebut, namun cerita-cerita yang diceritakan neneknya dan lembaran lontar kuno beserta tiga tube perunggu yang ditemukan neneknya membuat Raras menjadi yakin bahwa Puspa Karsa benar-benar ada.

            Porsi pertama akan mengubah nasibmu.

            Porsi kedua akan mengubah nasib keturunanmu.

            Porsi ketiga akan mengubah dunia sebagaimana keinginanmu. (Aroma Karsa; 9)

Ketika manusia dikendalikan oleh ambisi maka tak satupun hal yang dapat menghalangi. Obsesi tokoh Raras pada novel Aroma Karsa dalam memburu Puspa Karsa yang dikenal sebagai bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan hanya mampu diidentifikasi melalui aroma itu, mengalami banyak lika-liku perjalanan yang sulit dilalui.

Dimulai dari ekspedisi pertamanya yang gagal sehingga mengakibatkan kakinya lumpuh total. Namun, hal itu tetap tidak mematahkan tekad bulat Raras untuk berambisi menemukan Puspa Karsa. Siapa sangka ambisi bisa mengalahkan segalanya, sementara ekspedisi kedua, yang masih dalam kontrol Raras, tak cukup dengan kemampuan anak tunggalnya, Tanaya Suma, Raras nekat memanfaatkan kemampuan Jati yang mempunyai kemampuan serupa dengan anaknya untuk memenuhi hasrat dan keinginannya demi mendapatkan Puspa Karsa yang diincarnya.

Sayangnya niat busuk Raras untuk memperalat Jati dan Suma guna mendapatkan Puspa Karsa perlu dibayar dengan nyawanya. Raras meninggal sebelum ia benar-benar tahu apa dan bagaimana persisnya bentuk serta aroma Puspa Karsa itu.

Demikianlah akhir perjalanan dari lika-liku ambisi perempuan dalam novel Aroma Karsa. Akhir yang begitu tragis bukan? bagi seorang perempuan yang ambis, rela mengorbankan orang lain demi kepentingan pribadi yang penuh ambisi tetapi juga sekaligus menjadi penjemput ajalnya. Cerminan seorang perempuan yang penuh ambisi sangat melekat pada tokoh Raras Prayagung, di dalam novel Aroma Karsa benar-benar terpampang jelas disetiap alur ceritanya, namun akhir cerita yang dibuat ’menggantung’ tentunya akan menimbulkan banyak pertanyaan dibenak para pembaca.

Meskipun berhasil dalam karier, seorang tokoh Raras Prayagung gagal menjadi sosok ibu yang baik bagi anaknya, sehingga berbanding terbalik dengan perempuan pada umumnya yang lebih mementingkan anaknya melebihi nyawanya sendiri. Kendati demikian, tidak mesti menyurutkan pembaca untuk tetap mencari sisi positif dari tokoh tersebut. [T]

BACA artikel lain tentang ULASAN BUKU

Dunia Patriarki Dalam Novel “Lelaki Harimau” Karya Eka Kurniawan
Galungan dan Representasi Budaya Bali Dalam Kumpulan Puisi “Menanam Puisi di Emperan Matamu” Karya Wayan Esa Bhaskara
Dunia Penuh Luka Dalam Kumpulan Cerpen “Luka Batu” Karya Komang Adnyana
Tags: Dee LestarinovelPerempuanSastra Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dunia Patriarki Dalam Novel “Lelaki Harimau” Karya Eka Kurniawan

Next Post

Kisah Sukses Digitalisasi di Buleleng, Salah Satunya Pengelolaan Parkir di Pasar Anyar

IGA Putu Preti Meliani

IGA Putu Preti Meliani

I Gusti Ayu Putu Preti Meliani. Lahir di Banjar, 1Buleleng. Sekarang sedang menempuh pendidikan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Gemar menulis puisi dan sering mengikuti kegiatan menulis bersama, dalam antologi puisi. Beberapa puisinya sempat terpilih dan dibukukan dalam antologi puisi buku yang berjudul Pesan Dari Hujan/Gerimis Hujan Menyemai Perasaan, Pintu Keluar Toko Kenangan, dan Dialog Senja Di Pelupuk Mata.

Related Posts

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

by Hartanto
October 21, 2026
0
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

Read moreDetails

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Sukses Digitalisasi di Buleleng, Salah Satunya Pengelolaan Parkir di Pasar Anyar

Kisah Sukses Digitalisasi di Buleleng, Salah Satunya Pengelolaan Parkir di Pasar Anyar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co