24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
in Khas
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Lomba Dokter Kecil di KAC VI│Foto: Dok. OSIS Kesbam

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan atribut UKS di dada. Sebagian menggenggam alat tulis, sebagian lagi saling berbisik pelan mengulang materi yang telah dipelajari. Di balik tubuh yang masih belia, tersimpan kesiapan untuk menjalankan peran yang tidak sederhana: menjadi penolong pertama bagi teman sebaya.

Hari itu, Senin, 9 Februari 2026, beberapa ruang kelas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) menjadi lokasi pelaksanaan Lomba Dokter Kecil tingkat SD/MI se-Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan) dalam rangkaian Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI, memperingati HUT Kesbam ke-17. Sebanyak 24 peserta hadir sebagai perwakilan terbaik dari sekolah masing-masing.

Babak tes tulis dalam Lomba Dokter Kecil di KAC VI│Foto: Dok. OSIS Kesbam

Kompetisi hari itu dimulai dengan babak tes tulis. Lembar soal dibagikan, dan suasana ruangan tes mendadak hening. Materi yang diujikan mencakup konsep dasar kesehatan sekolah, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga penanganan awal kondisi darurat sederhana. Ketelitian membaca soal dan pemahaman materi menjadi kunci pada tahap ini.

Babak tes tulis menjadi gerbang awal untuk menyaring sekitar 50–75 persen peserta menuju tahap berikutnya. Setelah rekapitulasi nilai usai dilakukan, nama-nama yang lolos pun kemudian diumumkan.

Memasuki babak semifinal, kompetisi beralih ke ujian keterampilan (skill UKS). Di ruang praktik, para peserta menghadapi simulasi kasus nyata yang diperoleh melalui undian. Setiap anak harus sigap menangani probandus (orang yang berpura-pura menjadi pasien) dengan kondisi berbeda-beda.

Babak praktik keterampilan UKS dalam Lomba Dokter Kecil di KAC VI│Foto: Dok. OSIS Kesbam

Beberapa peserta mendapatkan kasus epistaksis (mimisan). Dengan tenang, mereka memposisikan kepala pasien, menekan bagian yang tepat, serta memberikan instruksi sesuai prosedur. Peserta lain melakukan perawatan luka, mereka membersihkan area yang terluka sebelum membalutnya dengan rapi. Ada pula yang menangani pasien pingsan, mereka memastikan posisi tubuh aman dan memeriksa respons awal.

Pada tahap ini, penilaian tidak hanya mencakup ketepatan prosedur dan kebersihan tindakan, tetapi juga komunikasi interpersonal. Cara peserta menenangkan probandus, menjelaskan langkah penanganan, dan menunjukkan empati menjadi aspek penting dalam penilaian.

Lomba Dokter Kecil di KAC VI│Foto: Dok. OSIS Kesbam

Ns. I Made Gede Suryawan, S.Kep., selaku koordinator lomba menuturkan, tahun ini Lomba Dokter Kecil tampil dengan format yang lebih dinamis dan adaptif. Selain tes teori dan praktik, peserta juga ditantang membuat video reels edukasi. Tema-tema yang diangkat sangat relevan dengan isu kesehatan anak usia sekolah dasar, seperti pencegahan stunting, kampanye “Jentik Nggak Asik!”, bahaya junk food dibandingkan bekal sehat, tanggap bencana melalui P3K, hingga kesehatan mental dengan pesan “Stop Bullying”.

Melalui media digital tersebut, para peserta menunjukkan kemampuan menyampaikan pesan kesehatan secara kreatif dan komunikatif kepada teman sebaya. Inovasi ini memperluas makna dokter kecil, tidak hanya sebagai petugas UKS di sekolah, tetapi juga sebagai agen edukasi di era digital.

Kompetisi mencapai puncaknya pada babak Cerdas Cermat. Para finalis yang telah dibagi duduk berjajar, memegang bendera kecil sebagai tanda kesiapan menjawab. Pertanyaan demi pertanyaan dibacakan, menguji kecepatan berpikir, ketelitian, dan akurasi jawaban. Tangan-tangan kecil itu terangkat cepat, berlomba memberikan respons paling tepat.

Babak cerdas cermat dalam Lomba Dokter Kecil di KAC VI│Foto: Dok. OSIS Kesbam

Lomba Dokter Kecil di KAC VI│Foto: Dok. OSIS Kesbam

Kredibilitas penilaian dijaga oleh dewan juri yang terdiri dari I Wayan Wiratma, S.Km., M.Si. (Dinas Kesehatan Provinsi Bali), Ni Made Alit Pudiani, S.Km. (Dinas Kesehatan Kota Denpasar), serta Ns. I Made Gede Suryawan, S.Kep. (pengajar SMK Kesehatan Bali Medika). Penilaian dilakukan secara kumulatif dari seluruh tahapan lomba.

Setelah melalui proses yang ketat, hasil akhir pun diumumkan. Juara 1 diraih oleh Ni Wayan Bening Danandra Sinawa dari SD Saraswati 3 Denpasar. Juara 2 diraih Ni Made Alina Arianita dari SD Saraswati 4 Denpasar, dan Juara 3 diraih Ni Luh Stella Nathania Mau dari SD No. 3 Sempidi.

Kategori Harapan 1 diraih Ni Putu Bunga Nitya Putri Rahayu dari SD Tri Murti Denpasar, Harapan 2 oleh I Gede Aga Satrya Putrayasa dari SD No. 3 Sempidi, serta Harapan 3 oleh Anandita Sita Prabhandari dari SD Saraswati 3 Denpasar. Sementara itu, kategori Terfavorit diraih oleh Ni Made Alina Arianita dari SD Saraswati 4 Denpasar.

Dewan juri bersama peserta Lomba Dokter Kecil di KAC VI│Foto: Dok. OSIS Kesbam

Koordinator lomba, Ns. I Made Gede Suryawan, S.Kep., turut menyampaikan apresiasi atas kemampuan para peserta.

“Ada kepuasan batin yang sulit dilukiskan saat melihat anak-anak usia SD mampu melakukan tindakan P3K dengan begitu tenang dan sistematis. Harapan saya, semangat yang berkobar hari ini tidak padam. Saya ingin mereka kembali ke sekolah sebagai duta perubahan, membawa misi mulia untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan tangguh secara fisik maupun mental,” ujarnya.

Menurut Suryawan, kompetisi ini bukan sekadar ajang perebutan piala, melainkan proses pembentukan karakter dan kepedulian sejak dini. Sejalan dengan visi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ajang ini diharapkan menjadi inkubator lahirnya role model cilik yang mampu mentransformasikan pengetahuan menjadi aksi nyata di sekolah dan lingkungan sekitar. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Budarsana

Tags: anak-anakdokterkesehatanPendidikanSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Imlek, Nyepi, dan Ekonomi Kreatif

Next Post

Ombak, Ingatan, dan Pantai yang Dipertaruhkan — Catatan dari Pameran ‘Magic in The Waves’ Made Bagus Irawan

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Ombak, Ingatan, dan Pantai yang Dipertaruhkan — Catatan dari Pameran ‘Magic in The Waves’ Made Bagus Irawan

Ombak, Ingatan, dan Pantai yang Dipertaruhkan --- Catatan dari Pameran 'Magic in The Waves' Made Bagus Irawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co