12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ombak, Ingatan, dan Pantai yang Dipertaruhkan — Catatan dari Pameran ‘Magic in The Waves’ Made Bagus Irawan

Agung Bawantara by Agung Bawantara
February 19, 2026
in Ulas Rupa
Ombak, Ingatan, dan Pantai yang Dipertaruhkan — Catatan dari Pameran ‘Magic in The Waves’ Made Bagus Irawan

Pameran foto 'Magic in The Waves' karya Made Bagus Irawan di Warung Kubukopi Denpasar

Pameran Foto MAGIC IN THE WAVE
Fotografer : Made Bagus Irawan
Kurator : Ni Komang Erviani
Produser : Rofiqi Hasan
Pameran. : 18 – 28 Februari 2026.
Lokasi. : Warung Kubukopi, Swakarya baru 2X, Jl Sudirman (belakang masjid Al Furqon)

MADE Bagus Irawan, atau akrab dipanggil dengan nama Piping, memamerkan karya-karya fotonya di Warung Kubukopi, Denpasar, dengan tajuk Magic in The Waves. Ini jelas bukan sekadar pameran fotografi. Ini adalah peristiwa kultural: pertemuan kembali antara laut, memori, dan komunitas. Pameran ini seolah ingin menegaskan bahwa ia lahir dari komunitas, bukan dari institusi besar. Ia tumbuh dari kebersamaan, bukan dari protokol.

Pameran itu dibuka dalam suasana yang sangat intim dan akrab, Rabu, 18 Februari 2026 sore, dan akan berlangsung hingga 28 Februari 2026. Warung Kubukopi, sebagai tempat pameran, sejak awal sudah memberi kesan ramah, seakan siap menyambut siapa pun yang datang.

Pembukaan pameran foto ‘Magic in The Waves’ karya Made Bagus Irawan di Warung Kubukopi, Denpasar

Warung itu tetap terkesan sebagai warung sederhana dengan dinding semen mentah dan panel bambu putih. Ia tetap warung dengan atap seng dan lampu gantung yang menghadirkan kesan setengah industrial, setengah rumah. Namun lima belas foto yang dipajang rapi di sepanjang dinding membuat tempat itu terasa sebagai tempat untuk menampung sekaligus mengolah gagasan, ide, dan renungan bagi orang-orang yang datang pada Rabu sore itu.

Orang-orang datang tanpa protokol resmi. Mereka saling menyapa, tertawa, berpelukan. Ada yang berdiri lama membaca teks kuratorial, ada yang duduk santai berbincang di sudut ruangan. Di dekat pintu masuk, meja panjang menyajikan jagung rebus yang masih hangat, ubi rebus, edamame, nasi bungkus, serta termos besar berisi kopi dan teh. Para tamu menuang minuman mereka sendiri. Tidak ada kemewahan. Tidak ada jarak.

Ombak, Ruang Sunyi yang Semakin Langka

Salah satu foto paling sunyi dalam pameran ini memperlihatkan seorang surfer berjalan sendirian di tepi pantai saat senja. Siluet tubuhnya tampak kecil di antara garis laut dan langit biru keabu-abuan. Papan selancar dibawanya seperti teman lama. Tidak ada keramaian. Tidak ada musik. Tidak ada barisan kursi pantai. Foto itu sederhana, tetapi terasa seperti potongan waktu yang hampir hilang dari pantai Bali hari ini.

Kini banyak pantai di Bali identik dengan kepadatan wisatawan, beach club, lampu neon, dan dentuman musik elektronik. Garis pantai menjadi ruang komersial yang terus dipadatkan. Kesunyian menjadi barang mahal.

Dalam foto itu, ombak bukan tontonan. Ia adalah ruang pertemuan antara manusia dan alam. Sebuah percakapan yang hening. Barangkali itulah yang paling dirindukan.

Dalam karya berjudul Akrobatik, seorang surfer terbalik di udara. Tubuhnya melengkung mengikuti lengkung ombak. Di bawahnya, air pecah keras. Tidak ada jaring pengaman. Tidak ada struktur buatan manusia. Hanya tubuh, air, dan gravitasi. Keindahan dalam foto itu lahir dari ketegangan. Ia mengingatkan bahwa laut tidak pernah sepenuhnya jinak.

Hari ini, ketegangan lain hadir di pantai Bali: abrasi yang menggerus pasir, sampah kiriman yang menumpuk setiap musim barat, mikroplastik yang mengendap di laut, serta pembangunan yang kian mendekati garis air. Risiko bukan lagi hanya persoalan individu melawan ombak, tetapi persoalan kolektif melawan kerusakan.

Tubuh yang melayang di udara itu terasa seperti metafora: betapa tipis jarak antara keseimbangan dan jatuh. Pantai Bali pun berada dalam jarak tipis itu.

Momen yang Tak Terulang

Foto bertajuk One Moment juga menampilkan sosok yang melayang di udara dalam cahaya senja jingga-ungu. Di bawahnya, seorang fotografer bersiap menangkap detik tersebut.

Judulnya jujur: satu momen. Mengaskan bahwa ombak datang dan pergi. Tubuh melayang hanya sepersekian detik. Jika tidak direkam, ia hilang. Pantai pun demikian. Garis pasir yang hari ini kita kenal bisa berubah esok hari. Spot yang dulu sunyi bisa menjadi ramai. Ruang publik dapat menyempit tanpa terasa.

Fotografi dalam pameran ini bekerja sebagai pengingat: ada masa ketika pantai masih terasa intim, ketika relasi manusia dan laut belum sepenuhnya ditengahi industri. Arsip menjadi penting bukan untuk nostalgia, melainkan untuk mengukur jarak perubahan.

Hari ini pantai Bali berada di persimpangan. Di satu sisi, ia menjadi mesin ekonomi. Pariwisata pesisir menyerap tenaga kerja, menggerakkan bisnis, dan menopang banyak keluarga. Di sisi lain, tekanan terhadap ekologi semakin nyata. Abrasi, overdevelopment, intrusi air laut, hingga konflik akses publik menjadi isu yang tak bisa diabaikan. Ombak yang dalam foto-foto itu tampak agung dan murni kini sering berbagi ruang dengan limbah dan kepadatan.

Pameran ini tidak menawarkan solusi teknis. Namun ia mengajukan pertanyaan yang lebih mendasar: apakah kita masih melihat pantai sebagai ruang hidup, atau hanya sebagai komoditas?

Foto siluet di senja, tubuh yang melayang, dan momen yang ditangkap dalam sepersekian detik mengajak kita kembali pada relasi awal: manusia dan laut sebagai mitra, bukan sebagai objek eksploitasi.

Suasana pembukaan pameran memperlihatkan bahwa nilai itu tidak berhenti di dinding. Jagung rebus, ubi, kopi yang dituangkan sendiri, dan percakapan yang cair mencerminkan etos kebersahajaan.

Di tengah citra glamor pantai Bali hari ini, pameran ini justru menegaskan sisi lain: bahwa kultur pesisir dibangun oleh komunitas kecil yang saling mengenal, saling menjaga, dan berbagi ruang. Keberlanjutan pantai tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh komunitas yang merasa memiliki.

Bagus Made Irawan sendiri adalah seorang surfer yang telah hidup bersama ombak lebih dari tiga dekade. Ia bukan fotografer yang datang sebagai turis visual. Ia bagian dari kultur yang ia dokumentasikan.

Melalui majalah Magic Wave, yang terbit sejak 2001 hingga 2013 dengan 132 edisi, ia merekam sejarah surfing Bali dari dalam komunitasnya sendiri. Ia mendokumentasikan wajah-wajah, kompetisi, perjalanan, serta perubahan lanskap pesisir sebelum era media sosial membanjiri visual dengan kecepatan instan.

Belakangan, melalui Magic Ink, ia juga menjadi penggerak komunitas tato di Bali. Garis besarnya tetap sama: mengarsipkan kultur alternatif, memberi ruang bagi komunitas, dan menjaga identitas.

Para pengunjung ngobrol tanpa sekat Pembukaan pameran foto ‘Magic in The Waves’ karya Made Bagus Irawan di Warung Kubukopi, Denpasar

Foto-foto karyanya dalam Magic in The Waves lahir dari keterlibatan panjang itu. Ia tidak memotret dari kejauhan. Ia memotret dari pengalaman. Barangkali karena itulah foto-foto tersebut terasa bukan hanya indah, tetapi jujur.

Laut di luar sana akan terus bergerak. Ombak akan tetap datang. Namun garis pantai, makna pantai, dan relasi manusia dengannya tidak selalu tetap. Dan, kini, ketika pantai menjadi ruang yang dipertaruhkan, pertanyaan yang menyuat: apakah kita masih mampu menjaga magic itu? [T]

Penulis: Agung Bawantara
Editor: Adnyana Ole

Tags: balifotografilautpameran fotoPameran Seni RupaWarung Kubukopi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Next Post

Dialektika Dua Wajah ‘Baper’: Antara Syahwat Kuasa dan Luka Integritas —Dari RDP IDG Palguna (MKMK) dengan Komisi III DPR

Agung Bawantara

Agung Bawantara

Penulis DONGENG yang juga gemar menulis esai, prosa, dan puisi. Juga aktif dalam gerakan film dokumenter di Bali. Agung adalah inisiator Denpasar Film Festival.

Related Posts

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails

Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

by Hartanto
August 29, 2026
0
Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

PADA tulisan kali ini, saya ingin menekuni proses kreatif karya rupa Putu Fajar Arcana yang bagi saya cukup menarik. Pasalnya,...

Read moreDetails

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

by Hartanto
August 26, 2026
0
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

Read moreDetails

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
0
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

Read moreDetails

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
0
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

Read moreDetails

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

by Hartanto
August 13, 2026
0
Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

Read moreDetails

Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

by Hartanto
August 11, 2026
0
Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

PADA tanggal 25 hingga 31 Agustus mendatang akan digelar pameran seni rupa yang bertajuk The Power of Colour. Pameran akan...

Read moreDetails

Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

by I Wayan Sujana Suklu
August 11, 2026
0
Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

---Catatan seorang seniman tentang ketidaktahuan, pengetahuan, dan keberanian menggambar kembali Noe mengambar karena belum mengenal aturan, saya menjadi naif karena...

Read moreDetails
Next Post
Dialektika Dua Wajah ‘Baper’: Antara Syahwat Kuasa dan Luka Integritas —Dari RDP IDG Palguna (MKMK) dengan Komisi III DPR

Dialektika Dua Wajah 'Baper': Antara Syahwat Kuasa dan Luka Integritas ---Dari RDP IDG Palguna (MKMK) dengan Komisi III DPR

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co