14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ujian Terbuka Disertasi Cokorda Alit Artawan: Kosmologi Topeng Singapadu Menemui Ruang Baru dalam Narasi Visual Digital

Agus Eka Cahyadi by Agus Eka Cahyadi
January 29, 2026
in Khas
Ujian Terbuka Disertasi Cokorda Alit Artawan: Kosmologi Topeng Singapadu Menemui Ruang Baru dalam Narasi Visual Digital

Sumber Foto-foto Dok. Ujian Terbuka Terbuka Cokorda Alit Artawan, 2026

RABU, Buda Pon Ugu, 28 Janurai 2026), Ruang Studio Media Rekam Program Studi TV dan Film, ISI Bali, menjadi saksi berlangsungnya Ujian Hasil Penelitian Disertasi Tahap II (Terbuka) Cokorda Alit Artawan, S.Sn., M.Sn. Ia adalah seorang Dosen di Prodi DKV ISI Bali yang dikenal multitalenta.

Cokorda Alit Artawan memang dikenal cakap dalam berbagai bidang seni, seperti desain, seni tari, seni ukir, seni topeng, seni lukis dan sebagainya, sehingga agak sukar untuk dikonfirmasi di bidang apa ia disebut layak dalam ranah seni akademis masa kini yang masih menganut sistem fragmentasi dan kekhususan. Justru karena semua bidang itu ia layak.

Setelah bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian Lagu Hymne ISI Bali yang baru, dan doa, sidang dibuka secara resmi oleh Ketua Sidang Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana, S.Sn., M.Sn., yang juga merupakan Rektor ISI Bali, menyapa hadirin dan undangan dari kalangan keluarga Puri Singapadu, seniman, budayawan, serta sivitas akademika ISI Bali. Suasana sidang berlangsung khidmat sekaligus hangat, menghadirkan perjumpaan dunia akademik dengan praktik tradisi budaya yang hidup.

Tulisan ini merupakan catatan dari tulisan (notulen) yang saya lakukan ketika diminta sebagai notulis oleh Pak Cok Alit.

Dalam presentasinya, promovendus, Cokorda Alit Artawan memaparkan disertasi berjudul “Reka Cipta dan Diseminasi Buku Ilustrasi Digital Narasi Visual Kosmologi Ananta Ngarupa Topeng Singapadu di Gianyar, Bali.” Penelitian ini berangkat dari pijakan sejarah panjang tradisi pembuatan topeng di Singapadu, yang jejaknya dapat ditelusuri sekitar abad 18, pada era Ida Dewa Agung Api, dan Ida Dewa Agung Gni.

Tradisi ini tetap berlanjut pada pada abad ke 20 dengan munculnya figur Tjokorda Oka Tublen yang memberi spirit dan warna baru terhadap perkembangan tradisi petopengan di desa tersebut. Tjokorda Tublen berkesempatan berpartisipasi sebagai desainer dalam ajang Paris Expo tahun 1931, yang memberikan pengaruh signifikan dalam dalam proses kreatifnya dan arah tradisi topeng Desa Singapadu selanjutnya.

Cokorda Alit Artawan

Promovendus menyoroti persoalan krusial yang dihadapi saat ini, yakni memudarnya tradisi bertutur di kalangan generasi muda Singapadu. Banyak narasi topeng yang sebelumnya diwariskan secara lisan kini mulai terlupakan. Padahal, narasi menempati posisi strategis sebagai kekuatan kognitif, kultural, dan simbolik yang secara aktif membentuk persepsi, sikap, dan cara pandang masyarakat terhadap realitas. Ia bukan sekadar alat bercerita, melainkan mekanisme produksi makna.

Berpegang dari kesadaran ini, Cokorda Alit bermaksud menumbuhkan dan membumikan kembali narasi topeng Singapadu. Melalui medium interdisiplin yaitu buku ilustrasi digital, penciptaan karakter topeng baru tokoh-tokoh penting dalam narasi topeng Singapadu, yang kemudian dipamerkan di Puri Anyar Art Space, yang sekaligus dirangkai dengan pertunjukan topeng di Jaba Pura Penataran Agung Puri Singapadu. Promovendus berupaya merekonstruksi sekaligus menyajikan kembali kosmologi topeng Singapadu agar dapat diakses dan diketahui oleh lintas generasi.

Di dalam presentasi ini juga disampaikan secara lugas mengenai temuan metodologis yang berpijak dari tradisi penciptaan masa lalu yang disebut “3 N” yaitu  Nletek (pengamatan mendalam), Niru (peniruan karya terbaik) dan Ngawi (pengembangan karya baru). Tahapan-tahapan tersebut kemudian bertransformasi menjadi temuan metode penciptaan khas (artistika) yang disebut “Ananta Ngarupa” (penciptaan tanpa batas), yang terdiri atas: nuasen/nlektek (menentukan hari baik dan melakukan pengamatan mendalam terhadap objek), nyastra/ngreka (mengumpulkan reprensi dan merancang sinopsis, storyline dan karakter verbal sebagai pondasi pengembangan karya), nyalonang (membuat sketsa awal dengan bentuk-bentuk geometri), ngetekung (membentuk detail kasar), nadiang (membuat bentuk yang lebih detail), nelesang (tahap pendetailan yang intensif untuk menghasilkan ekspresi dan karakter), ngalusang atau menghaluskan, ngwarnen (mewarnai), serta diakhiri dengan proses ngurip/pasupati  yaitu memberikan jiwa melalui upacara Pasupati.

Narasi visual dalam buku ilustrasi dipaparkan dalam 20 fragmen yang mengilustrasikan tentang narasi topeng Singapadu, mulai dari kisah pacekan, episode sangsi dan ujian melalui api yang melahirkan figur Ida Dewagung Api, kemudian episode era Ida Dewa Agung Gni sebagai generasi kedua yang menciptakan topeng dengan karakter yang lebih berwibawa. Dilanjutkan dengan periode vakum dan munculnya kembali tradisi petopengan pada masa Tjokorda Oka Tublen.

Cokorda Alit Artawan (paling kanan) dan Rektor ISI Bali Kun Adnyana (tengah)

Sidang terbuka ini dipromotori oleh Prof. Dr. Drs. I Wayan Mudra, M.Sn., dengan Prof. Dr. Drs. I Ketut Muka, M.Si., dan Prof. Dr. Drs. I Wayan Karja, M.FA., sebagai ko-promotor.

Memasuki sesi tanya-jawab, suasana sidang mulai menghangat. Para penguji memberikan tanggapan kritis yang memperkaya diskursus. Harapan agar diskusi dapat diserap secara lengkap, jawaban dapat disampaikan dengan utuh, apa daya harus dipotong dibatasi dengan durasi. Bunyi kentongan logam, berwarna kuning keemasan begitu nyaring digebuk oleh petugas, Agung Semadi, yang ampuh menghentikan setiap pemaparan yang baru tumbuh.

Saya sempat berbisik kepada Agung Semadi yang kebetulan duduk di samping kiri saya, agar memperpanjang durasi, tetapi ia hanya bergumam memang waktunya sudah ditentukan segitu. Bunyi kentongan kuning ini cukup mewarnai jalannya sidang.

Dr. I Nyoman Suardina, S.Sn., M.Sn., sebagai penguji yang diberikan kesempatan pertama menyampaikan pertanyaan, menekankan signifikansi metode Ananta Ngarupa sebagai kontribusi metodologis, sekaligus menyoroti tantangan ketika konsep sakral ini dioperasikan dalam gaya visual yang mendekati realisme.

Menanggapi hal tersebut, promovendus menegaskan bahwa topeng Singapadu pada hakikatnya adalah topeng pertunjukan, bahkan pernah tampil dalam ajang Paris Expo, menandakan kekuatan tradisi lokal yang mampu berdialog dengan konteks global.

Nyoman Dewi Pebriyani, ST., MA, Ph.D., yang juga merupakan Direktur Pascasarjana ISI Bali, mempertanyakan relasi antara buku ilustrasi, topeng, dan pertunjukan, yang merupakan transdisiplin, serta posisi promovendus dalam praktik tersebut. Dijelaskan bahwa proses penciptaan berlangsung dalam ruang kolaboratif yang mempertemukan dimensi sakral dan profan, memadukan antara desain, seni rupa dan pertunjukan. Suatu posisi yang cenderung hybrid, sebagai bagian dari tradisi leluhur Singapadu yang menekankan “pembuat topeng harus bisa menari”

Penguji lain, seperti Dr. I Ketut Kodi, S.Sp., M.Si., Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si., dan Prof. Dr. I Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum., menyoroti aspek laku topeng, ekspresi ketika dipentaskan dibandingkan saat dipamerkan, perwujudan barong mengambil sosok “aeng” atau menyeramkan, hingga paradoks ritual ngelarung dalam konteks pasupati. Diskusi ini memperlihatkan kompleksitas topeng Singapadu sebagai entitas estetik, spiritual, sekaligus sosial, yang sarat dengan narasi pingit dan pengalaman teologis.

Cokorda Alit Artawan bersama promotr dan penguji

Sementara itu, Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si dan Prof. Dr. Anak Agung Gde Bagus Udayana, S.Sn., M.Si., menekankan aspek implementasi metode penciptaan serta efektivitas media ini dalam menjangkau generasi muda, serta proses perancangan dari ranah Desain Komunikasi Visual. Promovendus menjelaskan bahwa seluruh proses DKV telah terintegrasi secara konseptual dalam metode Ananta Ngarupa, menjadikan pola lokal Singapadu memiliki daya jelajah global.

Menutup rangkaian tanggapan, Prof. Kun Adnyana dan Prof. Muka memberikan catatan penting terkait penguatan diseminasi digital, kelengkapan referensi, serta potensi buku ilustrasi ini sebagai rujukan akademik di ISI Bali. Prof. Mudra menegaskan sosok promovendus sebagai figur multitalenta, sekaligus menekankan nilai hikmah dari tiga objek utama yang diangkat dalam penelitian ini sebagai “gen” kreatif Puri Singapadu.

Setelah sidang diskors selama empat menit, dewan penguji memutuskan bahwa Cokorda Alit Artawan dinyatakan lulus dengan predikat “sangat memuaskan”, dan sekaligus sah menyandang gelar Doktor: Dr. Cokorda Alit Artawan, S.Sn., M.Sn. Pengukuhan gelar doktor berlangsung dalam suasana haru dan bahagia, disaksikan oleh keluarga (istri, dan empat putra putri), keluarga besar Puri Singapadu, Prof. Dibia, Prof. Dr. IBG Yudha Triguna, MS, Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si. Rektor UNHI Denpasar, asosiasi seniman Singapadu, tokoh seni dan budaya, akademisi, serta rekan-rekan Prodi DKV ISI Bali.

Cokorda Alit Artawan bersama Prof Dibia dan Cok Bayu (Rektor UNHI)

Ujian terbuka ini tidak hanya menandai pencapaian akademik, tetapi juga menjadi peristiwa kultural penting, sebuah penegasan bahwa tradisi narasi sangat penting untuk selalu dihidupkan. Satua, dongeng, mitos, legenda dan berbagai narasi tradisi yang telah diwariskan secara turun temurun patut untuk selalu dijaga dan disegarkan sesuai dengan konteks jaman, sehingga sedia hadir untuk memberikan tuntunan dan daya hidup generasi berikutnya, tanpa kehilangan akar kosmologisnya. [T]

Penulis: Agus Eka Cahyadi
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa SingapaduISI BaliPendidikanSingapadutopeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar Menerima Konsekuensi –Catatan Setelah Membaca Buku 23;59

Next Post

Sawitri, Aditya, dan Trianjani Sajikan “Ratna Mukha”, Tafsir Jiwa dalam Tata Rias Pengantin Bali ─Dari Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa UPMI Bali 2026

Agus Eka Cahyadi

Agus Eka Cahyadi

I Wayan Agus Eka Cahyadi. Lahir di Ubud, 12 Agustus 1984. Dosen FSRD ISI Denpasar

Related Posts

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

Read moreDetails

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails
Next Post
Sawitri, Aditya, dan Trianjani Sajikan “Ratna Mukha”, Tafsir Jiwa dalam Tata Rias Pengantin Bali ─Dari Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa UPMI Bali 2026

Sawitri, Aditya, dan Trianjani Sajikan “Ratna Mukha”, Tafsir Jiwa dalam Tata Rias Pengantin Bali ─Dari Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa UPMI Bali 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co